
Semalaman Mouri mendapatkan banyak sekali pekerjaan karena ulahnya yang sombong, dan membanggakan kekuatannya. Mouri banyak di mintai oleh penduduk desa untuk membangun rumah, benteng yang kokoh, dan lainnya untuk kebutuhan desa. Meski begitu aku bangga kepada Mouri yang mau mengerjakan semuanya dengan sangat baik.
Tapi keadaannya tidak sangat baik, setelah pulang dari bekerja dia terlihat lesu, dan berwajah suram. Setelah itu dia langsung pergi ke kamarnya, dan mengunci rapat-rapat pintu kamarnya agar tidak ada yang menggangu waktu tidurnya. Sepertinya dia akan tertidur cukup lama.
"Ada apa dengan Mouri?" ucap Boa Boa.
"Sepertinya dia kelelahan karena semalaman penuh dia terus bekerja untuk desa ini" ucap Tygruth.
"Kakak Tygruth! kemari, kakak Boa Boa juga kemari!" ucap anak-anak yang sepertinya sedang menyiapkan sesuatu. Kemudian dengan terpaksa Tygruth menuruti kemauan anak-anak itu. Mereka di tarik oleh anak-anak, dan tiba-tiba saja mereka menyiapkan sebuah pesta yang cukup meriah.
Aku terkejut karena mereka bisa menyiapkan pesta untuk mereka berdua dengan baik tanpa diketahui oleh siapapun. Semua anak-anak bersorak, dan membentuk lingkaran mengelilingi Boa Boa, dan juga Tygruth. Lalu melempari mereka dengan kertas yang sudah mereka warnai agar terlihat lebih indah.
"A-ada apa ini?" ucap Boa Boa yang merasa malu.
"Sepertinya kita akan segera dihukum pancung oleh mereka" ucap Tygruth dengan datar karena setiap hari selaku berurusan dengan anak kecil. Sepertinya Tygruth tidak terlalu tertarik dengan anak kecil.
Kemudian datang salah-satu dari mereka yang berpakaian rapih. Setelahnya mereka di pakaikan kain berwarna putih di atas kepala mereka. I-ini... bukankah seperti acara pernikahan? anak kecil yang berdiri di tengah-tengah yang berpakaian dengan rapih berperan sebagai Itsbat nikah. Yaitu orang yang mengajukan, dan menyatakan sahnya pernikahan.
"Bagaimana ini, aku tidak tahu kata-katanya" bisik anak kecil yang berperan sebagai Itsbat nikah kepada teman di sampingnya.
"Katakan seadaanya saja" ucap temannya.
"Kedua pengantin, silahkan berhadapan..." ucap anak kecil itu.
"H-hah... pe-pengantin!? kyaaaaaaa!" teriak Boa Boa yang merasa malu sendiri, sementara itu Tygruth terlihat biasa-biasa saja. Dia selalu terlihat tenang, dan datar, sebenarnya apa yang ada dipikiran anak itu?. Kalau aku jadi dia mungkin aku akan merasa malu juga seperti Boa Boa, tapi tidak seheboh dirinya, sebisa mungkin aku akan menahan diri.
"Dasar anak-anak, ternyata kalian suka yang beginian ya? ya ampun... baiklah apa boleh buat, aku hanya bisa mengikuti drama ini" ucap Tygruth yang kemudian menarik tangan Boa Boa, dan lengan satunya lagi memegang pinggul Boa Boa. Entah kenapa aku melihat mereka seperti seorang putri, dan pangeran. Sepertinya secara tak sengaja aku ikut masuk kedalam drama yang mereka buat.
"E-eh!?" ucap anak-anak yang terkejut melihatnya.
"Baiklah anak-anak! aku akan memperlihatkan sosok pangeran, dan tuan putri kepada kalian" ucap Tygruth yang mengikat kain putih di lehernya yang kemudian di bentangkan kebelakang. Setelah itu Tygruth mengikat kain putih milik Boa Boa juga.
"Woah! hebat!" sorak anak-anak yang sangat menikmatinya.
"Tuan putri... aku datang untuk bertemu dengan mu" ucap Tygruth yang menggerak-gerakkan kakinya, dan kemudian mereka menari sambil berdialog. Tapi sepertinya dialog ini akan kacau karena Boa Boa yang memainkan peran tuan putri. Karena dia sudah tak dapat berkata-kata lagi setelah diperlakukan seperti itu, wajahnya memerah semerah buah tomat.
"Pa-pa-pa-pangeran... kenapa ingin... bertemu dengan ku" ucap Boa Boa dengan gagap.
"Karena kecantikan mu yang luar biasa telah membuatku jatuh hati" ucap Tygruth dengan suara yang gagah, dan berani. Semua anak-anak yang melihatnya bersorak dengan bahagia melihat tontonan ini. Entah kenapa drama yang mereka buat menyenangkan juga.
"Apa yang sedang mereka lakukan?" ucap Elysna yang baru saja datang bersama dengan Vloid. Mereka berdua baru saja pulang berkeliling desa, dan sekaligus membantu penduduk desa yang merasa kesulitan.
"Mereka membuat pertunjukan yang menarik, mari kita lihat" ucapku.
__ADS_1
Kemudian mereka berdua menari, dan terus melanjutkan dialognya. Entah kenapa dunia ini terasa milik mereka berdua, senyuman yang ditampilkan oleh Tygruth itu... sepertinya itu senyuman palsu yang dipaksakan untuk melengkapi suasana ini.
"Pangeran... maukah kau berjanji padaku, untuk hidup bersamaku selamanya?" ucap Boa Boa yang sepertinya mulai memerankan peran dengan baik.
"Aku berjanji... aku akan menjagamu sepenuh hatiku, aku tak akan membiarkan mu terluka walau hanya sedikit pun" ucap pangeran Tygruth. Kemudian seorang anak kecil menghampiri kami yang sedang asik menonton drama mereka.
"Kak... apa kakak-kakak sekalian bisa membantu kami?" ucap anak kecil itu yang memohon pada kami.
"Hmm? membantu apa?" ucapku.
"Masuklah kedalam cerita mereka, dan kalian berperan sebagai orang jahat" ucap anak kecil itu yang berharap kami memainkan sebuah peran sebagai penjahat. Imajinasi anak-anak ini boleh juga, sepertinya cerita pangeran, dan tuan putri tidak terlalu menarik jika tidak ada seorang penjahat.
"Vloid, kau berperan sebagai raja iblis, dan kami akan masuk ke panggung lebih dulu. Ayo maju Elysna!" ucapku sambil mengambil kain hitam.
"Baiklah! mari kita buat pertunjukan ini lebih menarik!" ucap Elysna.
Kemudian kami melompat masuk kedalam pertunjukan itu, dan menggunakan kain hitam yang digunakan sebagai jubah. Kain hitam itu diberikan oleh anak-anak, dan juga mereka memberikan kami sebuah topeng agar pertunjukannya semakin menarik.
"Siapa kalian!" ucap pangeran Tygruth dengan sigap yang sepertinya langsung mengetahui suasana. Dasar, dia hebat juga dalam berperan sebagai pangeran, dia orang yang cekatan.
"Kami adalah dua ksatria agung raja iblis, kami diperintahkan untuk membunuh tuan putri!" ucap Elysna dengan suara yang kejam.
"Pangeran!" ucap tuan putri Boa Boa yang terlihat ketakutan, kami yang melihatnya cukup terkejut dibuatnya. Sepertinya dia menganggap semua ini sebagai kenyataan. Dia benar-benar bodoh, padahal aku, dan Elysna hanya berpura-pura menjadi orang jahat, ini hanyalah peran tahu.
Kemudian Tygruth mengubah bentuk ruangan ini menjadi lebih luas lagi dengan kekuatannya. Bagus! dengan ukuran seluas ini pertunjukan ini akan lebih luar biasa. Sementara itu Vloid yang berada di sudut sedang memperhatikan kami, terlihat di wajahnya yang ingin segera memainkan perannya. Dasar bocah itu, kukira dia lebih dewasa dari anak seumurannya, yah... memang terkadang anak kecil harus berpikiran seperti anak kecil pada umumnya.
"Tuan putri, tetaplah berdiri di belakang ku, dan jangan mencoba menyerang mereka" ucap pangeran Tygruth yang mengatakan begitu karena memiliki alasan. Dengan berkata begitu mungkin Boa Boa tak akan menyerang kami dengan sungguhan, karena dia berpikir kalau pertunjukan ini adalah sungguhan.
Kemudian kami terus bertarung beberapa menit kemudian kami sengaja mengalah agar pertunjukan yang sebenarnya dapat di mulai. Akhirnya sang pangeran berhasil mengalahkan dua ksatria agung raja iblis. Tapi... dengan menyelesaikan kami masalah ini masih belum selesai, kemudian datanglah raja iblis di hadapan pangeran dengan pakaian yang sangat keren seperti raja iblis sungguhan.
"Siapa kau!? auranya... apa kau adalah raja iblis!" ucap pangeran Tygruth.
"Kau benar... akulah raja iblis yang akan membunuh tuan putri itu!" ucap raja iblis Vloid yang mengeluarkan aura vampirnya. Kemudian seluruh anak-anak yang melihatnya ikut bersorak dengan kagum.
"Tuan putri... pergilah" ucap pangeran Tygruth kepada tuan putri Boa Boa.
"Ta-tapi... bagaimana dengan kau pangeran?" ucap Boa Boa yang menangis sungguhan. Dasar Boa Boa bodoh! kenapa dia beranggapan kalau ini adalah nyata!.
"Pergilah tuan putri! aku... aku tak yakin dapat menyelamatkan mu. Aku juga... tidak yakin akan selamat melawannya" ucap pangeran Tygruth yang terlihat pasrah. Kemudian Tygruth mengedipkan matanya kepada kami yang memberi sinyal untuk menangkap Boa Boa yang pergi karena perintahnya.
"Ba-baiklah pangeran! jaga dirimu baik-baik..." ucap tuan putri Boa Boa yang meninggalkan rumah ini. Kemudian aku, dan Elysna segera menghampiri Boa Boa yang sedang berlari keluar rumah sambil menangis. Kemudian kami segera menangkapnya, dan memberitahu apa yang sedang terjadi.
"Kyaaaaaaa! lepaskan aku dasar iblis! jangan bunuh aku!" ucap Boa Boa yang menangis keras. Kemudian kami membuka topengnya, dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Boa Boa yang bodoh ini.
__ADS_1
"Eh!? ka-kalian? ternyata kalian adalah seorang pengkhianat!" ucap Boa Boa.
"Tenanglah dulu dasar bodoh, kami hanya sedang membuat pertunjukan?" ucapku yang menghela nafas karena tak tahan dengan kebodohannya.
"Eh!? pertunjukan? pertunjukan apa?" ucap Boa Boa dengan polos.
"Apa kau tak melihat anak-anak itu sedang menonton kami dengan senang? itu artinya kita sedang membuat pertunjukan" ucap Elysna menjelaskannya dengan sangat baik, dan mudah untuk dimengerti untuk orang seperti Boa Boa. Aku bingung kenapa Elysna bisa tahan dengan sifat Boa Boa yang seperti ini.
"Oh... hahaha! aku baru mengerti, maafkan aku" ucap Boa Boa. Kemudian kami segera masuk lagi ke dalam rumah, dan melihat pertunjukan yang dilakukan oleh pangeran Tygruth, dan raja iblis Vloid. Pertarungan yang sungguh menegangkan, dan klasik tapi luar biasa.
"Ukh... k-kau... kuat sekali!" ucap pangeran Tygruth yang terjatuh karena serangannya.
"Hahaha! akuilah kekalahan mu pangeran! dengan begitu aku akan membuatmu mati tanpa rasa sakit" ucap Vloid yang menodongkan pedangnya.
Sepertinya semua anak-anak yang melihatnya pertunjukan kami terlalu menghayati pertunjukan ini. Mereka terlihat sedih melihat pangeran Tygruth yang kalah dari raja iblis Vloid. Kemudian salah satu di antara anak-anak itu berdiri, dan bersorak untuk menyemangati pangeran Tygruth.
"Semuanya! ayo kita dukung pangeran Tygruth!" ucap anak itu.
"Benar! bagaimana pun juga pangeran tidak akan kalah dari raja iblis itu!" ucap anak lainnya.
"Ya! berjuanglah pangeran! kalahkan raja iblis busuk itu!" sorak anak-anak yang memberikan semangat kepada pangeran Tygruth. Sorakan anak-anak terdengar jengkel bagi Vloid, padahal cerita ini akan di buat berakhir dengan kesedihan dengan matinya pangeran. Tapi karena ulah anak-anak ini, alur ceritanya akan di ubah sedikit, menjadi akhir yang bahagia untuk pangeran Tygruth, dan akhir yang buruk untuk raja iblis Vloid.
Kemudian pangeran Tygruth bangkit kembali, dan mengangkat pedangnya dengan gagah, dan berani. Menatap dengan percaya diri, layaknya seorang ksatria, "Aku... tidak akan kalah dari orang seperti mu!" teriak Tygruth.
"Hoho... aku akui keberanian mu pangeran! tapi hanya dengan keberanian kecil mu itu tidak akan bisa mengalahkan ku!" ucap raja iblis Vloid yang menyerang maju ke depan. Kemudian mereka beradu pedang dengan hebat, dan keren.
Hingga akhirnya raja iblis pun kalah ditaklukkan oleh pangeran, "Bagaimana mungkin... aku kalah dari manusia rendahan ini" ucap raja iblis Vloid yang terjatuh tergeletak.
"Karena... kejahatan akan selalu kalah! itulah kata-kata yang selama ini aku yakini dalam hidupku" ucap pangeran Tygruth yang berdiri dengan tegap.
"Tunggu apa lagi... cepatlah bunuh aku!" ucap raja iblis Vloid.
"Aku juga meyakini kata-kata ini... kalau kejahatan dapat berubah menjadi kebaikan!" ucap pangeran Tygruth yang kata-katanya begitu keren. Semua anak-anak terlihat gembira, dan menirukan gaya pangeran Tygruth.
"Omong kosong... tidak ada hal yang seperti itu di dunia yang busuk ini" ucap raja iblis Vloid.
"Hal itu akan menjadi omong kosong jika kau tak mau melakukannya" ucap pangeran Tygruth.
"K-kau... kenapa sangat yakin dengan hal itu?" ucap raja iblis Vloid.
"Karena aku... adalah orang yang akan menghapuskan kejahatan di dunia ini, dan merubahnya menjadi kebaikan. Aku adalah orang yang terpilih dari banyaknya manusia di dunia ini" ucap pangeran Tygruth, yang entah kenapa menurut ku kata-katanya barusan... terdengar sangat keren.
Kemudian pada akhirnya cerita itu selesai, dan raja iblis pun menjadi orang yang sangat baik, dan berteman dengan pangeran. Namun untuk menebus kesalahannya, raja iblis pergi mengembara sendirian untuk menyebarkan kebaikan di dunia. Setelah kepergian raja iblis itu, akhirnya pangeran, dan tuan putri bertemu kembali, dan mereka menikah, dan hidup dengan bahagia.
__ADS_1
Akhir cerita yang membahagiakan bukan? tidak ada yang dirugikan dari pihak manapun. Karena pada akhirnya kedua pihak dapat menjalani kehidupannya dengan benar. Kekacauan, kejahatan di dunia ini memang harus di hapuskan, karena itu dari sekian banyak manusia hanya satu orang saya yang terpilih untuk menciptakan kebaikan di dunia yang busuk, dan mengerikan ini. Kedua dari tokoh protagonis, dan antagonis tersebut akhirnya dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik, dan berakhir bahagia.