Artificial God

Artificial God
Anak Kecil


__ADS_3

Sejak hari itu aku, dan Tygruth benar-benar bersyukur kalau mereka masih normal, dan tidak memiliki hubungan rahasia seperti apa yang kami pikirkan. Ternyata mereka berniat untuk mengerjai kami sampai akhir, benar-benar menyebalkan. Tapi meski begitu ini lebih baik dari pada mereka memiliki hubungan seperti itu kan.


Di pagi hari aku terbangun karena mendengar suara keributan dari luar. Padahal aku masih ingin tidur, dan bermalas-malasan hari ini, tapi suara berisik itu mengganggu sekali, sampai akhirnya aku beranjak dari kasur ku, dan pergi melihat apa yang terjadi. Ternyata asal suara berisik itu karena para warga desa yang sedang menyemangati para bandit yg sudah tobat itu.


Para bandit itu sedang membangun sebuah rumah untuk meningkatkan populasi desa ini, jikalau ada para petualang yang menemukan desa ini seperti kami. Para bandit itu sedang bekerja keras dengan mengangkat bebatuan, kayu, dan pasir untuk membangun rumah itu dengan fisik mereka, dan sihir yang mereka miliki untuk membangun rumah.


"Paman! paman Suji hebat sekali! paman memiliki tubuh yang kuat! aku jadi ingin seperti paman!" ucap anak kecil yang mengerubungi bos bandit itu dengan wajah yang bersinar melihat bos bandit itu. Anak-anak itu adalah anak yang sebelumnya bermain bola saat pertama kami datang ke desa ini. Waktu itu mereka berlari ketakutan melihat bos bandit itu karena wajahnya yang menyeramkan, dan tubuhnya yang kekar.


"Eh!? hahaha... terima kasih, tapi kenapa kau ingin menjadi orang seperti ku? bukankah para pahlawan itu jauh lebih baik dibandingkan dengan ku?" ucap bos bandit itu sambil menggendong anak itu dengan lembut.


"Meskipun begitu, aku ingin menjadi orang seperti paman! lihat para tante-tante itu yang memandangi paman dengan tatapan mesum!" ucap anak kecil itu yang sepertinya ingin menjadi paman Suji, nama bos bandit itu adalah Suji.


"Eh!? ja-jadi kau ingin menjadi seperti ku karena ingin menjadi pusat perhatian para wanita?" bisik paman suji pada anak kecil yang di gendong nya.


"Tentu saja! wajah paman kan sangat tampan, dan menyeramkan. Hal itu membuat tante-tante itu bergejolak di hati mereka melihat wajah paman yang keren" ucap anak kecil itu yang terus membanggakan paman Suji


"Haha... ba-baiklah"


Kemudian anak kecil itu berebut untuk bergantian mengantri untuk di gendong oleh paman Suji. Sementara itu orang tua dari anak-anak itu merupakan iri karena anak-anak itu lebih akrab bersama paman Suji ketimbang bersama orang tuanya. Wajah anak-anak itu terlihat sangat bahagia, syukurlah kami menemukan desa ini.

__ADS_1


Ngomong-ngomong ini adalah desa dari bangsa serangga. Awalnya ini adalah perkumpulan untuk bangsa serangga saja, tapi perlahan-lahan mereka mulai menerima orang-orang luar yang ingin tinggal disini. Sehingga mereka memiliki keturunan yang berbeda-beda, meski begitu bangsa mereka masih tersisa walau tidak banyak. Yang menjadi perbedaan dari mereka adalah, mereka memiliki antena di kepala mereka, hanya itu saja.


Kemudian aku berjalan keluar dari rumah, dan menghampiri paman Suji. Karena umurnya lebih tua dariku jadi aku memanggilnya dengan sebutan paman. Bangsa paman Suji adalah bangsa campuran, sepertinya dari semua bandit yang pernah ku temui, mereka semua adalah bangsa campuran. Karena aku tak pernah melihat bangsa murni dari para bandit yang pernah ku temui selama ini.


Yang membuat mereka jadi bandit adalah, karena mereka di buang, dan tidak di anggap karena mereka adalah bangsa campuran yang asal usulnya tidak jelas. Mereka di buang tanpa kasih sayang, dan akhirnya mereka saling bertemu dengan bangsa campuran lainnya yang juga di buang.


Hingga akhirnya mereka berkumpul menjadi satu untuk membalas semua kejahatan yang pernah orang-orang lakukan padanya. Sehingga mereka membentuk kelompok bandit yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Tujuan mereka ada untuk mencelakai, dan balas dendam kepada bangsa yang memiliki keturunan murni. Namun jika mereka menemukan bangsa campuran seperti mereka, maka mereka akan memperlakukan mereka dengan sangat baik.


"Hei anak-anak! siapa yang mau ku gendong!" ucapku dengan wajah yang penuh dengan riang gembira berharap anak-anak itu juga mau ku gendong.


"Aku mau!" ucap salah satu anak di antara mereka yang sangat bersemangat. Namun tiba-tiba saja anak-anak lainnya mencegahnya, dan berkata, "Jangan bersamanya... dia adalah pahlawan yang sangat malas" ucap anak itu.


"Pokoknya jangan, lagi pula dia tidak populer di kalangan wanita" ucap anak kecil itu yang terus menghasut temannya. Hingga akhirnya anak yang tadi mau di gendong olehku malah berubah pikiran, "Benar juga! tidak ada satupun wanita yang melirik paman Gernath! kecuali pama Tygruth yang berambut pirang, dan tampan itu" ucap anak kecil itu yang akhirnya pergi meninggalkan ku, dan kembali ke paman Suji.


"Argh! asal kalian tahu sebenarnya banyak wanita yang mau padaku! hanya saja aku sudah memiliki kekasih, dan para wanita itu takut padanya, jadi dia menjaga pandangannya padaku" ucapku dalam batin ku yang merasa kesal karena anak-anak itu tak ada yang memilih ku.


"Ahaha! jangan terlalu serius dengan anak-anak imut ini, Gernath. Mereka masih kecil jadi wajar saja, tapi bagaimana kalau kau mencoba menarik perhatian anak-anak perempuan itu" ucap paman Suji yang menunjuk dengan jarinya ke tempat air mancur yang berkumpulnya anak-anak perempuan yang sedang bermain air di pancuran itu.


"Baiklah, kau benar juga! terima kasih paman Suji aku pergi dulu... hei anak-anak manis! apa kalian mau bermain bersama ku?" ucapku yang memanggil anak-anak perempuan itu. Kemudian anak-anak kecil itu melihat ku dengan mata yang berbinar-binar, dan berlari ke arahku sambil berteriak kencang.

__ADS_1


Namun... mereka terus berlari melewati ku yang sedang menjulurkan tanganku kepada mereka untuk ku peluk. Sebenarnya mereka lari ke arah mana? padahal aku ada disini, apa ada sesuatu yang lebih menarik di belakang ku. Begitu melihat ke belakang ke arah anak-anak itu berlari menuju seseorang. Aku sangat terkejut, dan kesal sekali kalau ternyata anak-anak itu berlari berteriak dengan mata yang berbinar-binar itu karena melihat Tygruth yang ada di belakang ku.


"Kyaaaaaaa! kak Tygruth sangat tampan! apakah kami boleh menikahi mu!" ucap anak-anak kecil itu serentak dengan wajah yang penuh dengan harapan.


"Tentu saja anak-anak manis... tapi tunggulah sampai kalian menjadi seorang wanita, aku pasti akan menikahi kalian" ucap Tygruth dengan suara seorang pria tampan. Yang kemudian Tygruth melirik ku dengan sinis, dan itu membuatku kesal. Karena sepertinya dia ingin menantang ku, tapi kalau soal mencari perhatian kepada anak-anak sepertinya aku kalah telak.


"Tygruth... sebenarnya seberapa banyak kau ingin menikahi wanita?" ucap Boa Boa yang tiba-tiba datang dengan wajah polosnya. Sepertinya dia benar-benar sangat polos, dan tak tahu apa maksud Tygruth kepada anak-anak itu.


"Ah!? i-itu... ahaha!" ucap Tygruth dengan lugu. Tapi aku benar-benar kesal melihatnya karena tidak ada anak kecil yang menyukai ku. Yang menyukai ku hanya orang-orang dewasa yang sangat menghormati ku. Aku benar-benar iri sekali melihat mereka yang di sukai anak-anak, padahal aku juga ingin bermain dengan anak-anak imut itu.


"Kenapa kau terlihat kesal? apa segitunya kau ingin bermain dengan anak-anak?" ucap Elysna yang tiba-tiba datang, dan merangkul tanganku dengan senyuman manis. Melihat Elysna yang manja seperti ini padaku, entah kenapa aku merasakan firasat buruk darinya m, sepertinya ada sesuatu yang dia inginkan dengan bersikap manja seperti ini padaku.


"Ya..."


"Kalau begitu... baiklah" ucap Elysna yang kemudian poof! tiba-tiba saja muncul asap tebal dari Elysna. Aku tak tahu sihir macam apa yang digunakan Elysna, tapi aku benar-benar terkejut begitu melihat Elysna menjadi seorang anak kecil yang imut, dan menggemaskan.


"Hah!? k-kau! terlihat sangat imut! kyahahaha!" ucapku yang kemudian menggendong Elysna dengan wajah yang senang.


"E-eh!? a-apa yang kau lakukan!? ja-jangan memperlakukan ku seperti anak kecil!" ucap Elysna yang tersipu malu.

__ADS_1


Aku tak peduli dengan perkataan Elysna, tapi saat ini aku bahagia sekali meskipun anak kecil yang mau bermain dengan ku adalah Elysna yang berubah menjadi anak kecil bagiku tak masalah. Asalkan aku bahagia dapat bermain dengan anak kecil, aku terus menggendong Elysna sambil memeluknya, dan aku memperlakukan nya seperti anak kecil hingga membuat wajah Elysna sang merah.


__ADS_2