
Satu minggu telah berlalu semenjak insiden tumpahnya teh terakhir milikku. Kini aku masih merasa murung karena disaat-saat terakhir ku bersama dengan teh tercinta ku adalah hari terburuk. Perpisahan yang begitu buruk karena aku tak sempat menyeruput teh hangat yang bagaikan minuman dari surga itu.
"Sudahlah... mau sampai kapan kau terus murung seperti itu" ucap Tygruth yang sedang berjalan, karena saat ini kami sedang melanjutkan perjalanan kami entah kemana untuk menjelajahi dunia yang begitu luas ini.
"Kalau saja... kalau saja kalian bisa bersikap tenang... mungkin... hiks" ucapku yang sangat mendramatisir keadaan.
Plak! " sadarlah kakak! itu hanya sebuah teh busuk!" ucap Vloid yang menampar ku dengan kesal karena sikapku yang akhir-akhir ini menyebalkan bagi mereka.
"Kakak? panggil aku lagi dengan suara yang imut, baru aku akan memaafkan kalian" ucapku yang bersemangat mendengar panggilan kakak dari Vloid.
"A-apa katamu? tentu saja aku tak akan melakukan hal memalukan itu... apa-apaan tatapan mu?" ucap Vloid yang melihat Tygruth melotot ke arah nya. Yang mungkin kalau di artikan dari tatapannya bersisi pesan seperti, "Lakukan lah agar masalah ini terselesaikan" begitulah kira-kira dari arti tatapan yang mengerikan dari Tygruth pada Vloid.
"Uh... ba-baiklah! aku akan melakukannya... awas saja kalau kalian sampai menertawakan ku... ka~kak" ucap Vloid dengan suara yang seperti gadis imut yang menggemaskan yang membuat jantungku rasanya akan copot karena mendengar suara itu.
Kemudian semua yang melihatnya menatap Vloid depan terkejut, dan mulut yang menganga. Setelah itu semuanya bersorak dengan heboh hanya karena satu kata yang menakjubkan dari seorang Vloid. Semuanya terlihat heboh, dan membuat Vloid merasa malu karena diperlakukan seperti itu.
"He-hentikan! ja-jangan membuatku malu!" teriak Vloid yang menahan malu.
"Hei Vloid coba kau katakan yang seperti itu padaku!" ucap Elysna yang memohon sampai matanya berbinar-binar.
"Benar! aku juga ingin kau mengatakannya padaku! lihat ini aku sudah membuat pakaian wanita yang cocok untukmu" ucap Mouri yang memperlihatkan pakaian yang dia buat melalui kekuatannya.
Kemudian karena Vloid merasa malu, dia segera berlari meninggalkan kami. Sementara itu Elysna, dan Mouri mengejar mereka dengan tatapan yang kejam. Hiiiii... sangat mengerikan, untung saja aku bukan Vloid, kalau aku ada di posisinya mungkin aku akan pasrah saja, dan memakai pakaian wanita itu.
__ADS_1
"Tidak!" ucap Vloid yang terus berlari... bruk! tiba-tiba saja ada seseorang yang tak sengaja di tabrak oleh Vloid. Mereka berdua pun segera terjatuh karena tabrakan yang diterima Vloid cukup keras.
"Sa-sakit sekali... eh!? si-siapa kalian!?" ucap seseorang itu pada kami yang terlihat ketakutan.
"Te-tenang saja kami bukan orang jahat kok... hei kalian berdua hentikan wajah menyeramkan itu di depan orang asing" ucapku pada Elysna, dan Mouri yang masih menginginkan Vloid mencoba pakaian wanita itu.
"Ah... maafkan kami kalau membuatmu takut nona manis, dan juga maafkan perlakuan anak buah ku ini yang menabrak dirimu yang seindah permata" ucap Tygruth yang bersikap seperti layaknya seorang pangeran yang tentu saja membuat kami merasa jengkel, terutama Vloid.
Kemudian nona asing itu menerima tangan Tygruth untuk membantunya berdiri, "Te-terima kasih..." ucap nona asing itu yang terlihat malu-malu hingga wajahnya memerah. Apa tampang Tygruth begitu menarik sampai-sampai hati orang asing pun dapat ia taklukkan, entah kenapa aku merasa jengkel.
"Hei! kau makhluk rendahan cepat minta maaf kepada nona manis ini, dan tundukkan kepalamu!" ucap Tygruth yang membuat Vloid sangat kesal. Tapi karena perkataan Tygruth benar soal minta maaf, maka Vloid pun menuruti perkataan Tygruth begitu saja.
"Ma-maafkan aku..." ucap Vloid yang tak sengaja membuat nona asing itu merasa terkejut. Tidak... sepertinya dia terkejut begitu melihat kami, mungkin itu karena ini adalah pertama kalinya dia melihat bangsa lain selain dirinya, karena itulah dia terkejut.
Tapi sepertinya ada yang salah denganku, karena dia tak terlihat seperti terkejut begitu melihat bangsa lain seperti kami. Sepertinya dia terkejut, dan sampai malu-malu seperti itu karena hal lain. Matanya sampai berbinar-binar begitu, dan dia memiliki kulit yang putih, dan mata yang indah.
"Huh... kalau kau menyukai gadis lain, pacari saja dia sekarang" ucap Elysna yang membuang mukanya.
"Eh!? beneran boleh?" ucapku yang terlihat senang, dan sementara itu Elysna malah terlihat kesal padaku, "Dasar bodoh!" ucap Elysna yang segera meninggalkan ku. Sementara itu Tygruth menghampiri ku, dan menepuk pundak ku lalu berkata, "Bodoh" itu adalah kata-kata yang sudah lama tak ku dengar darinya.
Kemudian aku segera menyusul Elysna yang masuk ke dalam hutan dengan perasaan sedih', dan kesal itu. Hah... padahal tadi itu hanya bercanda saja, tak ku sangka dia akan cemburu seperti itu. Tapi... sialan! kenapa gadis asing itu terus terpikirkan olehku! tidak boleh begini! yang hanya ada di hatiku hanya Elysna! dan untuk selamanya akan tetap begitu!.
"Ada apa dengannya? apakah karena kedatangan ku?" ucap nona asing itu yang merasa bersalah, dan sedih.
__ADS_1
"Bukan begitu, mereka hanya sepasang kekasih yang belum menemukan jalannya. Biarkan saja mereka, nanti juga mereka akan kembali, dan sebelum kita saling memperkenalkan nama... Mouri" ucap Tygruth yang bersikap layaknya seorang pemimpin.
"Baik tuan..." ucap Mouri dengan wajah yang buruk, dan menggunakan kekuatannya untuk menciptakan dua bangku untuk Tygruth, dan nona asing itu. Karena mungkin saja kita dapat mengumpulkan Informasi dari nona asing ini.
Sementara itu aku melihat Elysna yang sedang duduk di pinggir kolam. Dia terlihat sedih, aku bisa merasakannya tanpa melihat, kemudian aku segera menghampirinya, dan duduk di sebelahnya. Entah kenapa aku merasa gugup sekali, kalau tidak salah perasaan ini adalah perasaan yang sama seperti saat-saat kami dalam masa pendekatan. Ya! perasaan gugup ini benar-benar membuat tidak nyaman.
"Elysna... maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu, kau tahu aku hanya bercanda soal itu" ucapku kepadanya.
"Lalu..." ucap Elysna dengan singkat yang sepertinya dia masih marah padaku, karena tak mau menghadap ku.
"Lalu... aku... aku... aku mengakui kalau dia memang gadis yang cantik sampai membuat ku terpukau. Tapi... aku akan tetao memilih mu yang mencintai ku apa adanya, semoga itu jawaban yang tepat untuk semua pertanyaan mu" ucapku yang merasa sedih.
Kemudian setelah itu Elysna menatapku, dan tertawa, "Hahaha! aku juga hanya sedang bercanda kok, hahahaha! kau lucu sekali, haha!" tawa Elysna yang terbahak-bahak, dan membuatku malu kalau ternyata dia sudah merencanakan hal ini. Huh! menyebalkan, kalau tahu begini seharusnya aku tak mengejarnya tadi, sepertinya aku dipermainkan olehnya.
"Berhentilah tertawa seperti itu... eh!? a-apa? kenapa kau menatapku begitu?" ucapku yang melihat Elysna yang berhenti tertawa dengan tiba-tiba, dan menatapku dengan tajam.
"Tapi tak ku sangka kalau kau akan memuji wanita lain, selain aku... huh, menyebalkan" ucap Elysna yang cemberut lagi.
"E-eh!?"
Sementara itu yang lainnya sedang mendengarkan cerita dari nona asing itu. Dia adalah bangsa yang jaraknya sangat jauh dari desa bangsanya. Dia mengaku sebagai penjelajah karena di usir dari desanya karena suatu kesalahan yang telah dia perbuat, dan yang pastinya perbuatan yang tak bisa di maafkan, karena itulah dia di usir keluar dari desanya sendiri tempat tanah air baginya.
Dia berasa dari timur yang merupakan bangsa malaikat, dan tentu saja dia adalah seorang malaikat. Makhluk suci yang bangsanya selalu di puji oleh dewa setiap kali ada acara tahunan, "God's Meeting" yaitu acara yang diadakan mutlak oleh dewa kami. Acara pertemuan dari berbagai bangsa yang tercipta, yang dikumpulkan di suatu tempat. Namun kurasa tidak begitu setelah aku tahu terdapat bangsa yang belum pernah kulihat saat di acara penting itu.
__ADS_1
Karena hanya bangsa Leonis, Elf, Iblis, Malaikat saja yang di undang di acara penting itu. Namun begitu aku bertanya kepada Vloid tentang hal itu, dia juga mengatakan hak yang sama tentang acara itu. Kalau seluruh bangsa dikumpulkan di suatu tempat untuk mendengarkan cerita yang mengagumkan dari dewa kami.
Tapi kenapa harus di batasi? apakah terlalu banyak? tidak, sepertinya bukan itu alasan yang tepat untuk memisahkan pertemuan penting itu. Entah kenapa aku berpikiran kalau pertemuan itu di pisahkan karena berdasarkan kekuatan dari bangsa itu sendiri. Seperti sebuah peringkat, dan hanya bangsa yang memiliki peringkat sama saja yang akan bertemu dengan bangsa dengan peringkat sama lainnya. Seperti itulah untuk saat ini dugaan ku untuk acara, "God's Meeting".