Artificial God

Artificial God
Kemenangan Banyak Orang


__ADS_3

"Menyerahlah Mouberg! udara dingin yang mematikan ini sama sekali tak berpengaruh pada tubuhku!" ucap makhluk laba-laba itu yang telah melewati banyak kejadian, termasuk Mouberg yang memberikan namanya.


"Tidak akan! aku akan melindungi kota ini! aku harus memenuhi keinginan terakhir mendiang sahabat ku Alzheimer's! kau akan mati di tanganku, Quilet!" ucap Mouberg dengan berteriak sambil mengeluarkan seluruh kemampuannya. Saat ini Mouberg menggunakan kekuatan revolusi miliknya tepat di angka sembilan puluh sembilan persen.


Crack! terdengar suara sebuah kaca yang pecah berantakan di tanah. Sepotong kaca yang berkilauan seperti kristal itu berjatuhan, dan segera tertutup oleh badai salju yang begitu lebat. Potongan kaca yang dimaksud itu adalah tangan kanan Mouberg yang belum menjadi es seluruhnya. Karena Mouberg masih belum menggunakan kekuatan revolusi miliknya sepenuhnya di angka seratus persen.


Tangannya hancur bagaikan sebuah bongkahan es. Seluruh tubuhnya yang lapuk bagaikan es itu sangat mudah untuk dihancurkan. Benar-benar kekuatan yang sangat merugikan, dan menguntungkan. Kini Mouberg hanya memiliki satu tangan saja, dan itu membuatnya kehilangan beberapa persen kekuatannya. Namun bagi Mouberg, kehilangan sebuah anggota tubuh bukanlah kehilangan kekuatannya.


Akan tetapi dengan hilangnya anggota tubuh akan membuat anggota tubuh lainnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Itulah yang diyakini oleh Mouberg, semakin banyak kehilangan anggota tubuh, maka ia akan semakin kuat karena bayangan mengerikan kematian terus menghantuinya, oleh karena itu jiwanya terdorong untuk melakukan hal yang di luar batas.


"Jangan gunakan seluruh kekuatan mu tuan Mouberg! hanya kaulah yang pantas untuk hidup!" teriak orang-orang yang keluar dari Shelter. Mereka keluar melalui pintu masuk, dan kini puluhan ribu orang-orang sedang berada di luar untuk membantu Mouberg yang tengah bertarung itu.


Namun udara dingin yang mematikan ini sangat berbahaya sekali untuk orang-orang seperti mereka. Mereka hanyalah orang-orang lemah di kota ini, meski begitu orang lemah tidak bisa di bilang tidak berguna. Mereka yang disebut lemah akan sangat berbahaya jika dipersatukan dengan orang lemah lainnya. Karena dengan berkumpulnya orang-orang lemah akan membangunkan kekuatan sejati pada diri mereka sendiri.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan! kalian bisa mati jika berada di luar!" teriak Mouberg dengan wajah yang mengkhawatirkan mereka.


"Hahaha! apa mereka bodoh? mereka hanya akan menambah beban saja untuk mu yang baru saja kehilangan tangan kananmu. Pertarungan ini pasti akan di menangkan oleh ku, Mouberg!" teriak Quilet yang berteriak dengan girang sambil mengeluarkan jaring laba-laba yang tajam, dan beracun untuk menyerang seluruh penduduk kota.


Namun ada satu hal lagi yang membuat seseorang dapat menggunakan kekuatannya melebihi batas kekuatan itu sendiri. Kekuatan yang didapatkan dari perasaan... kekuatan yang ingin melindungi orang lain, orang-orang yang berharga baginya. Itu akan membuat kekuatan yang tersembunyi bangkit dalam diri mereka yang ingin melindungi orang lain. Kekuatan itu kini muncul pada orang yang bernama Mouberg.


Ting! sesuatu yang mengejutkan telah terjadi begitu saja, dan membuat Quilet sangat terkejut melihatnya. Karena jaring laba-laba yang hendak menyerang para penduduk kota tiba-tiba saja membeku, dan berhenti melaju. Udara dingin yang mematikan ini tiba-tiba saja mulai mereda, dan badai saljunya pun mulai berhenti turun.


Hingga akhirnya tidak ada salju lagi yang berjatuhan, dan tidak ada lagi salju di tempat pertarungan mereka. Hari yang terik kembali menyinari dunia mereka, dan bunga-bunga mulai bermunculan dari tanah, bunga-bunga yang indah, dan harum terus bermunculan di tanah tempat mereka bertarung.


"Hei... ku pikir sudah cukup untuk main-main nya selama ini. Pertarungan ini sangat membosankan, apa aku harus mengakhiri ini sekarang juga?" ucap Mouberg dengan tatapan yang sangat dingin, dan membuat Quilet merasa ketakutan karena dia melihat ajalnya sudah semakin dekat.


"Jangan bodoh Mouberg! akulah yang akan menang hari ini! Cobwebs Creeping!" ucap Quilet yang menghantam tanah, kemudian banyak jaring laba-laba yang menjalar ke arah Mouberg hingga mengoyak tanah.

__ADS_1


"Membeku lah..." ucap Mouberg dengan nafas dinginnya, sambil merentangkan tangannya. Kemudian semua jaringan yang berjalan dengan cepat ke arahnya membeku begitu saja, dan hal ini membuat Quilet terlihat pasrah. Dia kemudian bertekuk lutut dihadapan Mouberg dengan tatapan kosong. Kemudian Mouberg berjalan mendekatinya dengan perlahan, jalan yang di lalui Mouberg muncul bunga-bunga yang indah.


Namun begitu Mouberg sudah berada di hadapan Quilet, tiba-tiba saja Quilet menyeringai, dan menyerang Mouberg dengan cepat, "Kena kau!..." ucap Quilet yang mengayunkan tangannya yang sudah dibaluti jaring yang tajam sehingga membentuk senjata tajam. Dengan begini dia berpikir serangannya kali ini tidak akan bisa dibekukan, karena serangannya berpusat langsung pada tangannya.


Namun lagi-lagi dia terkejut kalau serangnya berhasil di bekukan. Setelahnya Mouberg segera menghancurkan senjata tajam itu dengan pukulannya. Kemudian senjata itu hancur berantakan bagaikan bongkahan es. Saat Mouberg ingin menyentuh Quilet, Quilet segera melompat ke belakang menjauhi Mouberg. Ternyata tatapannya yang kosong seolah-olah dia sudah menyerah, dan akan menyerahkannya nyawanya begitu saja, itu hanya sebuah tipuan.


Dia masih memiliki semangat bertarung, meski dia sudah memiliki keraguan pada dirinya, dia tetap ingin bertarung melawannya. Kemudian Quilet terus menyerang Mouberg dengan serangan brutal tanpa arah. Quilet menyerang secara berantakan, dia tidak bisa mengontrol kekuatan, dan emosinya. Namun semua serangannya hanya akan sia-sia dihadapannya, karena semua jaring-jaring itu akan membeku begitu saja tanpa jeda waktu.


"Sialan kau! akan ku bunuh kau brengsek! aku akan memenangkan pertarungan ini, Mouberg!" teriak Quilet yang terus menyerang tanpa henti meski semua serangannya membeku.


Wush! angin sejuk melesat begitu saja ke hadapan Quilet, dan membuatnya terkejut begitu Mouberg muncul keluar dari angin sejuk itu, "Sudahlah... berhenti menyerang, dan tenangkan pikiranmu untuk terakhir kalinya" ucap Mouberg dengan lembut kepada Quilet sehingga dia berhenti menyerang.


Kali ini, dia benar-benar pasrah, "Aku sudah melakukannya... tolong jangan membiarkan ku merasakan sakitnya" ucap Quilet dengan diam. Kemudian Mouberg menyentuh pundaknya dengan hawa dingin yang menyelimuti tangan kirinya. Begitu tangan itu menyentuh Quilet, dia pun membeku dalam sekejap, dan menjadi seperti sebuah patung yang tercipta dari es. Setelahnya sinar matahari membuat patung es itu meleleh secara perlahan.

__ADS_1


Kemudian suara sorakan penduduk kota mulai terdengar, wajah mereka terlihat sangat senang karena mereka telah meraih kemenangan atas bahaya yang mengancam nyawa mereka. Senyuman mereka, pemandangan yang damai ini akhirnya kembali. Mereka merayakan kemenangan Mouberg, karena telah menyelamatkan banyak orang.


__ADS_2