Artificial God

Artificial God
Absurd


__ADS_3

Hari ini sangat melelahkan sekali, aku, dan Mouri terus berlatih tanpa henti. Aku ingin menjadi kuat, dan menjadi yang terkuat... aku tak akan menyerah. Latihan seperti ini saja tidak cukup, sepertinya ada yang harus kulakukan untuk menguji seberapa kuat diriku, yaitu dengan cara bertarung dengan Mouri.


"Hei Mouri... apa kau mau bertarung denganku!" ucapku menantang Mouri sambil menunjuknya dengan percaya diri kalau aku lah yang akan memenangkan pertarungan ini.


"Apa kau gila! aku sudah sangat kelelahan tahu. Apa kau tidak lelah? kenapa kau memaksakan diri padalan wajahmu terlihat pucat" ucap Mouri yang ngos-ngosan.


"Aku tahu... tapi aku ingin menjadi lebih kuat lagi. Aku tak ingin... menjadi lemah, dan di remehkan oleh orang lain" ucapku yang entah kenapa tiba-tiba aku sedih. Padahal aku tak terlalu melibatkan hal ini dengan perasaan ku, tapi entah kenapa aku berpikiran kalau menjadi lemah dari yang lain aku hanya akan menjadi orang yang tak berguna.


"Apa perkataan Tygruth saat itu membuatmu menjadi seperti ini?" ucap Mouri.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Tygruth, hanya saja aku sangat ingin menjadi yang terkuat" ucapku sambil menarik nafas dalam-dalam.


"Kau... tapi bukankah sebaiknya kita berisitirahat saja terlebih dahulu. Kita sudah hampir pingsan seperti ini tahu! aku sudah tidak kuat untuk melanjutkan pelatihan ini. Badanku bergemetar, dan lemas semua" ucap Mouri yang sudah tak tahan.


Kemudian aku menghampiri Mouri yang sedang kelelahan itu, "Baiklah kalau begitu... kita sudahi dulu saja pelatihan ini. Mungkin lain kali kita harus bertarung, dan di saat itu tiba.... kau harus menyerang ku dengan sungguh-sungguh" ucapku sambil menggendong Mouri.


"E-eh!? a-apa yang sedang kau lakukan!?" ucap Mouri yang wajahnya merah karena malu.


"Sudahlah diam saja... sepertinya kau akan jatuh pingsan jika melangkah untuk kembali" ucapku sambil membawa masuk ke dalam rumah.


Mouri menutupi wajahnya dengan tangannya, wajahnya terlihat sangat merah begitu ku gendong. Namun entah kenapa saat aku dekat dengan Mouri rasanya seperti berbeda dengan sebelumnya. Padahal sebelumnya aku begitu malu untuk bertemu dengannya, tapi entah kenapa semua perasaan itu hilang. Sementara perasaan yang seperti itu masih terjadi jika aku bertemu dengan Elysna.

__ADS_1


Brak! tiba-tiba saja ada seseorang yang menerobos atap rumah kami, dan menghancurkannya. Dan ternyata itu adalah guru kami, yang sedang menggendong Tygruth di atas tangannya. Kami sangat terkejut dengan kedatangan guru yang sangat barbar, dan lagi apa-apaan itu!? kenapa guru membawa orang yang sedang sakit itu ke sini.


"Hai semuanya! sepertinya kita bertemu lagi, aku membawakan hadiah untuk kalian" ucap guru sambil menunjukkan Tygruth yang sedang dia gendong.


"Oh... hai guru, tapi kenapa harus lewat atap?" ucapku yang terbengong.


"Ah soal itu kalian kan bisa memperbaikinya sendiri" ucap guru kami seenaknya.


"Biar begitu... tapi siapa yang akan membereskan kekacauan itu?" ucap Mouri.


"Ah... terima ini... dadah aku pergi dulu!" ucap guru sambil memberikan Tygruth kepadaku, dan berlari secepat kilat. Sepertinya guru tidak mau bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan pada rumah kami.


"Apa itu benar pemimpin desa yang selama ini kita kenal?" ucapku yang masih terbengong.


Brak! begitu aku mendengar kata-kata Tygruth aku langsung menjatuhkannya dari tanganku, dan aku segera pergi ke kamarku untuk tidak. Aku juga mengunci pintu kamarku, "Akh! hei sialan mau kemana kau! bawa aku ke kamar, dan biarkan aku tidur! tubuhku masih tidak bisa ku gerakkan" teriak Tygruth dengan kesal.


Bruk! dan terjadilah orang kedua yang terjatuh, yaitu Mouri yang terjatuh karena sudah sangat kelelahan, dan akhirnya dia pingsan. Namun sepertinya menurutku dia pingsan bukan karena hal itu, mungkin yang menyebabkan dia pingsan adalah guru, karena sudah mengacak-ngacak rumah kami.


"Hei Mouri bertahanlah! jangan mati terlebih dahulu Mouri! dengarkan aku Mouri! jika kau melihat cahaya putih bersinar terang, kau jangan pergi ke arah sana!" teriak Tygruth. Begitu aku mendengar Tygruth berteriak-teriak seperti itu, aku langsung keluar kamar. Namun saat aku sedang mencoba keluar kamar, aku lupa kalau pintunya di kunci, dan sekarang aku lupa dimana aku meletakkan pintu kamarnya.


Kemudian aku menggunakan kekuatan sihir ku untuk meledakan pintu ini agar terbuka. Duar! petir yang besar menyambar rumah ini, dan kini keadaan rumah semakin parah. Sepertinya aku tidak perlu menghancurkan rumah ini, sial karena aku sangat panik tanpa ragu aku malah menyebabkan masalah yang lebih besar.

__ADS_1


Begitulah hari yang absurd berakhir dengan buruk. Keesokan harinya saat Mouri sudah siuman, dia jatuh pingsan kembali begitu melihat keadaan rumah yang semakin buruk. Tentunya kami semua menjadi panik kembali karena Mouri pingsan kembali. Ini semua terjadi karena kesalahan satu orang, yaitu guru kami yang menjengkelkan itu!.


"Hei apa seluruh tubuhmu masih tidak bisa digerakkan?" tanyaku kepada Tygruth yang sedang tiduran di sampingku.


"Tentunya saja masih tidak bisa digerakkan, seharusnya kau yang merasakan hal ini" ucap Tygruth yang lagi-lagi membuatku merasa jengkel.


"Sepertinya menurut pemikiran ku... hmm... kau ini tidak akan pernah sembuh selamanya. Kau akan terus berbaring seperti ini hingga mati membusuk" ucapku yang menakut-nakutinya.


"Apa!? hei kau bercanda kan... kau tidak mencoba untuk menakut-nakuti ku bukan?" ucap Tygruth yang panik, dan wajahnya membuatku hampir tertawa. Namun sepertinya ini sangat menyenangkan, dan sepertinya aku harus terus menjahilinya.


"Itu adalah kemungkinan yang terbesarnya, karena saat kau koma paman Kyushu membicarakan tubuhmu yang kemungkinan tidak akan pernah sembuh kembali untuk selama-lamanya" ucapku yang menahan tawa.


"K-kau berbohong kan? aku tidak ingin itu terjadi! kau pasti berbohong kan!" ucap Tygruth yang sampai menangis, aku sangat terkejut kalau dia akan sampai menangis seperti ini. Sepertinya aku sangat berlebihan menjahilinya, aku tak menyangka kalau dia akan termakan oleh kata-kata ku, dan menangis seperti ini.


"Eh!? ma-maafkan aku! aku hanya berbohong tentangmu kalau kau tidak akan bisa sembuh! itu semua hanya kebohongan ku, jadi berhentilah menangis!" kataku yang panik.


"Pfft... bwahahahaha! lihat wajahmu itu, kau lucu sekali! hahaha! sial perutku sakit hahaha!" tawa Tygruth dengan terbahak-bahak. Oh tuhan... bolehkah aku membunuh bajingan ini? aku muak sekali dengan tingkahnya yang sangat menyebalkan!. aku ingin sekali membunuhnya! tapi kau beruntung kalau kau adalah temanku sialan!.


Kalau kau bukan temanku kau pasti sudah mati dengan sadis olehku. Bahkan aku tak akan meninggalkan sedikitpun jasad mu, dan aku akan membuatmu meras tidak tenang meski kau sudah mati sekalipun!. Berani-beraninya dia mencoba menipuku seperti itu! ah... sial benar juga, aku kan juga sudah membohonginya.


Tapi... tetap saja kebohongan ku tidak mempan untuknya! dan aku malah di bohongi balik!. Argh! aku ingin sekali berteriak, " Tygruth... ini ada buah semangka untukmu, makan lah ini, dan biarkan aku hidup dengan tenang sialan!" teriakku dengan kesal sambil memasukkan sebuah semangka yang sangat besar ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Sepertinya hari ini juga adalah hari yang sangat absurd untukku.


__ADS_2