
Suara gemuruh di kota Leonelf terus membuat keadaan semakin kacau. Rasa takut, khawatir dari semua orang yang ada di dalam Shelter aku bisa merasakannya. Sesuatu yang menyesakan dada, dan sulit bernafas karena ketakutan sudah menyelimuti diri mereka. Aku akan menghapuskan semua rasa takut itu agar mereka bisa bernafas dengan tenang.
Aku pun akhirnya melompat turun ke bawah tanah yang sudah di gali oleh Tygruth, "Gernath apa yang kau lakukan dasar bodoh!" teriak Tygruth yang menyadari kalau aku terjun ke bawah dengan diam-diam. Semuanya yang mendengar teriakan Tygruth segera menghampirinya, dan melihat ku terjun ke bawah dengan bebas.
"Kita harus segera menyusul anak bodoh itu!" ucap Mouri yang melompat masuk menyusul ku yang sudah masuk lebih dulu. Namun tiba-tiba saja dalam sekejap jalan menuju ke bawah tanah untuk menyusul ku di tutup dengan jaring yang sangat besar, dan lengket. Mouri yang sedang melompat masuk itu akhirnya terjatuh mengenai jaring itu.
"A-apa!? apa yang terjadi? Elysna bagaimana dengan keadaan Gernath di dalam sana!?" ucap Tygruth yang khawatir padaku.
"Keadaan Gernath masih baik-baik saja, saat ini dia terus menggali kebawah. Dan... ada sesuatu yang mendekat dengan cepat dari arah kiri kita!" ucap Elysna. Brak! kemudian keluar makhluk yang tadi dari balik tanah yang baru saja dia hancurkan.
"Hahaha! kalian semua akan mati di tanganku, dan akan ku bawakan mayat kalian kepada tuan kami!" ucap makhluk itu yang tertawa jahat.
"Tolong aku! aku tak bisa melepaskan jaring-jaring ini!" ucap Mouri yang berteriak minta tolong di bawah sana. Jaring-jaring yang mengenai Mouri lama-lama akan semakin melekat ke tubuhnya, dan akan membuatnya menjadi seperti kepompong jika dibiarkan. Bahkan partikel-partikel jaring laba-laba itu dapat masuk ke dalam tubuh melewati pori-porinya.
"Sialan kau! semuanya serahkan urusan Mouri padaku! kalian semua lindungi semua orang yang ada di dalam Shelter sampai aku kembali!" ucap Tygruth yang terjun ke bawah untuk menolong Mouri dari jerat jaring laba-laba itu.
__ADS_1
Semuanya bekerja sama dengan baik untuk melindungi semua orang yang ada di dalam. Namun dari serangan makhluk busuk itu banyak penjaga yang mati karenanya. Mereka mati setelah dikuliti dengan jaring laba-laba, dan setelah itu makhluk itu bisa melebarkan rahangnya, dan kemudian memakannya dengan kejam dalam sekali lahap.
Sangat sulit bagi kami mendekati makhluk itu, karena jika kami terlalu dekat maka jarak antar kematian pun semakin dekat. Jaring laba-laba yang dapat keluar dari tubuhnya di bagian mana saja tanpa celah membuat semuanya kesulitan. Karena mereka yang ada di atas sana adalah petarung jarak dekat, sementara Mouri, dan Tygruth yang bisa bertarung dengan jarak yang jauh sedang mengalami masalah.
"Aku menemukan banyak lubang disini, tapi aku yakin kemanapun aku masuk aku pasti akan menemukannya. Karena lubang ini pasti menuju ke suatu tempat yang sama" gumam ku yang sudah masuk ke dalam tanah terlalu dalam, dan semakin dalam.
Sementara itu di dunia iblis...
Crat! sepotong lengan seseorang akhirnya terpotong oleh serangan yang kuat, dan lengan yang terpotong itu adalah lengan milik Gordials. Gordials sama sekali tak menyangka kalau makhluk biasa yang sama sekali tak memiliki energi kekuatan itu bisa sekuat ini. Gordials sangat menyadari lawannya begitu lengan kirinya terputus.
Gordials saat ini hanya bisa terdiam untuk sementara, "Kau pikir hanya dengan kehilangan satu tangan aku akan kalah? kau ini... jangan membuatku lebih marah dari ini. Kalau aku benar-benar marah kau bisa mati tahu" ucap Gordials dengan santai.
"Apa-apaan kau ini? jadi selama ini kau tidak marah? hahaha! dasar bocah menyedihkan kau akan segera mati!" ucap makhluk tentakel itu yang mengerahkan ratusan tentakelnya ke arah Gordials untuk mencabik-cabik tubuhnya. Crack! crat! brak! ratusan tentakel itu hancur dalam sekejap, dan membuat makhluk tentakel itu terkejut.
"A-apa yang baru saja terjadi? apa yang dia lakukan barusan!?" gumam makhluk itu yang berwaspada terhadapnya.
__ADS_1
"Benar... sebenarnya dari tadi aku belum marah, sejak awal aku hanya ingin bermain dengan mu lebih lama. Dan membuat diriku terlihat lemah, agar kau menunjukkan wajah bahagia mu. Tapi bagaimana sekarang... wajahmu terlihat sedikit pucat? akan seperti apa wajahmu jika aku mulai serius?" ucap Gordials sambil tiduran dengan santai.
Ucapan yang menyebalkan dari Gordials membuat makhluk tentakel itu semakin marah, dan menyerang Gordials dengan berbagai elemen yang keluar dari tentakelnya, "Bocah busuk yang sebentar lagi akan mati jangan banyak omong! tanganmu saja sudah buntung karena ku! kau bisa apa!" ucap makhluk tentakel itu dengan sangat kesal.
Kemudian Gordials meniup angin kecil yang membuat semua serangan yang menghampirinya terbang kesana-kemari melayang di udara. Lagi-lagi makhluk tentakel itu di buatnya terkejut, wajahnya semakin pucat melihat sesuatu yang mustahil. Makhluk tentakel itu saat ini menyadari perbedaan kekuatan yang besar padanya.
Sesuatu yang melebihi batasan, sesuatu yang sangat gila itu membuat harga dirinya hancur tak tersisa, "Hei jangan diam saja disana... cepat keluarkan semua serangan terbaik milikmu" ucap Gordials yang menguap karena mengantuk, dan menganggap pertarungan ini sangat membosankan.
"Monster... dasar monster... makhluk gila! kalian adalah makhluk busuk yang diciptakan olehnya!" ucap makhluk itu yang ketakutan setengah mati. Zap! dalam sekejap tiba-tiba saja Gordials berada di hadapan tubuh asli dari makhluk tentakel itu. Makhluk itu sangat terkejut sampai tak bisa berkata-kata. Seluruh tubuhnya, dan tentakelnya bergemetaran hebat karena ketakutan yang amat luar biasa.
"Kata terakhir yang kau ucapkan... siapa yang kau maksud?" ucap Gordials yang mengerutkan dahinya. Dia terlihat sangat marah saat ini, karena pada akhirnya makhluk tentakel itu dapat membuatnya marah. Matanya yang berwarna merah terang itu mengeluarkan cahaya dengan bara api.
"K-kau... bagaimana bisa masuk ke dalam sini!? a-apa sejak awal kau sudah mengetahuinya!? dasar... orang yang kalian anggap dewa itu adalah orang bren..." ucap makhluk itu yang tak sempat mengatakan kata-kata terakhirnya, dan kepalanya terpenggal dalam sekejap. Kemudian seluruh tubuhnya bersama tentakelnya di bakar habis dalam sekejap oleh si raja iblis pertama.
Pertarungan di sana pun akhirnya berakhir, semua orang yang melihatnya dari jauh kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh raja iblis pertama. Sang The Destroyer telah membuat semuanya kebingungan, dan sekaligus merinding hanya dengan merasakan hawa keberadaannya.
__ADS_1
"Jangan pernah... ucapkan kata-kata kotor itu lagi" gumam Gordials.