
Rasa yang mengerikan terus mengalir ke seluruh tubuh Gordials, tubuh nya yang bergemetar, dan keringatnya yang terus bercucuran. Membuat Gordials yang merupakan raja iblis pertama merasakan sensasi yang lebih hebat dari yang pernah terjadi sebelumnya. Kengerian itu terus mengalir hingga membuat Gordials bertekuk lutut dengan tubuh yang lemas.
"Gordials!? apa yang kau lakukan? cepat berdiri!" teriak Tygruth dari jauh yang terkejut melihat orang yang dipercaya akan kekuatannya yang hebat itu menekuk kan lutut dihadapan seorang musuhnya.
"Apa-apaan ini? apa pada akhirnya kau menyerah setelah menyadari kalau semua serangan mu itu seperti sampah?" ucap Yugoslavia yang mendatangi Gordials yang sedang bertekuk lutut dengan berjalan pelan. Gas nitrogen terus keluar dari tubuhnya, dan membuat tempat ini menjadi semakin dingin, dan jalan yang di lalui nya juga meninggalkan jejak beku.
"Gordials! sadarlah!" teriak Tygruth, Tygruth saat ini sedang mengamati perkembangan kekuatan musuh. Tygruth sedang menganalisa seberapa jauh musuhnya dapat terus mengembangkan kekuatannya, sampai pada akhirnya kekuatan itu berhenti mengembang.
"Karena serangan mu yang tak terduga telah membangkitkan sesuatu yang ajaib pada diriku, terima kasih untuk itu. Aku akan menghancurkan kepalamu, kau bilang aku harus menghancurkan kepalamu baru kau mati bukan?" ucap Yugoslavia yang tersenyum menyeringai sambil bersiap-siap untuk membunuh Gordials dengan tentakel beku yang menggeliat keluar dari tubuhnya.
"Akhirnya...
"?"
"Setelah sekian lama... aku..."
"Apa yang terjadi di sana? kenapa mereka diam saja, apa yang mereka bicarakan?" ucap Tygruth dalam batinnya yang penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
"Aku... aku merasakan sensasi ini lagi!" ucap Gordials dengan wajah yang penuh hawa nafsu untuk membunuh lawannya. Sia benar-benar sudah menjadi gila seperti Boa Boa, Tygruth benar-benar tak menyangka kalau Gordials juga memiliki sikap yang mirip dengan Boa Boa. Mungkin itu karena mereka terus berselisih sejak lama, dan sikap mereka yang gila akan pertarungan terus tumbuh pada generasi mereka.
__ADS_1
Iblis, dan malaikat hidup untuk bertarung sejak lama, hanya ada kematian yang menunggu mereka. Jika mereka kalah, maka matilah mereka, namun jika mereka menang, mereka juga akan tetap mati. Karena di akhir pertarungan gila antar dua bangsa yang dulunya selau berselisih akan terus bertarung meski sudah mati sekalipun. Benar-benar pertarungan yang sangat menyedihkan
BLARRRRR! lahar api yang tak stabil mulai bermunculan ke permukaan secara acak. Tempat yang sebelumnya dingin ini mungkin akan menjadi neraka yang baru untuk Gordials, atau akan menjadi lebih dingin dari sebelumnya untuk Yugoslavia. Boom! duarrrrr! menghantam tanah, getaran yang dahsyat, kehancuran... inilah wujud dari The Destroyer yang sebenarnya.
Tygruth yang melihat pertarungan yang sungguh-sungguh itu benar-benar merasakan kengerian dari Gordials yang menyerang secara brutal. Wajahnya yang riang gembira sambil menghancurkan segalanya, tanpa peduli apa yang terjadi di sekitarnya, benar-benar sifat raja iblis, dia sudah gila, dan tak terkontrol.
Wush! sraaaa! gas sejuk dalam muatan yang sangat besar terus membuat udara disini menjadi lebih sejuk, dan panas. Udaranya benar-benar tak stabil disini, antara perpaduan dingin, dan panas. Tygruth yang menyadari kalau dirinya tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu pertarungan Gordials merasa sedikit jengkel dengan dirinya sendiri.
"Apakah perasaan ini yang selama ini mengganggu mu... Gernath?" ucap Tygruth dalam batinnya yang merasa sedikit sedih. Tygruth menundukkan kepalanya, dan kedua tangannya memegang hatinya dengan perasaan sedih. Tersenyum dengan mata yang berlinang air mata, telah membuat Tygruth mengatasi kelemahannya.
"Kalau yang seperti ini tidak bisa kau kalahkan... maka tetaplah menjadi seorang pecundang Gernath. Karena seorang pahlawan... tidak akan memendam kelemahan mereka, namun... mengatasinya dengan tangannya sendiri. Akan ku tunjukkan kepadamu melalui pertarungan ini, kalau aku... bisa mengatasi hal mudah seperti, kalau aku bisa... kau pasti bisa bodoh! kau harus mengubah takdir!" ucap Tygruth yang berbicara pada dirinya sendiri sambil mengepalkan tangannya, dan raut wajahnya yang kesal.
Bugh! buak! tiba-tiba saja ada bongkahan tanah besar yang terbuat dari tanah, dan bebatuan disana membentuk sebuah tangan, dan menghajar Yugoslavia hingga terpental. Gordials yang melihatnya merasa tidak suka dengan keberadaan Tygruth yang ikut campur dalam pertarungannya.
"Pergilah kau dari sini Tygruth! ini adalah pertarungan ku!" ucap Gordials yang menunjukkan wajah tidak suka.
"Tak peduli ini pertarungan siapa... tujuan ku hanya satu, yaitu menghabiskan bajingan itu" ucap Tygruth dengan wajah yang terlihat serius, dan itu telah membuat Gordials kagum. Wajahnya yang serius itu mengingatkan dirinya, dan tanpa di sadari Gordials tersenyum sedikit.
"Sialan kau bocah! mati, dan membeku lah!... hah!? apa-apaan ini?" ucap Yugoslavia yang terkejut begitu serangan gas dingin miliknya yang keluar dari tangannya masuk kembali ke tubuhnya.
__ADS_1
"Aku bisa mengendalikan apa saja, asal benda itu bukanlah makhluk hidup" ucap Tygruth dengan wajahnya yang sangat dingin.
"Oh... baiklah, kalau begitu bagaimana caramu mengatasi ini bocah!" ucap Gordials yang menyerang Tygruth dengan tentakel es yang keluar dari tubuhnya. Ujungnya sangat runcing karena ada batu es yang menyelimuti tentakelnya, dan jika seseorang terkena serangan itu walau hanya sedikit. Tubuhnya akan membeku dalam sekejap, karena di ujung tentakel itu terdapat lubang untuk mengeluarkan gasnya.
Namun... tentakel yang sedang menuju ke arah Tygruth tiba-tiba saja berhenti bergerak, "Kekuatan macam apa lagi ini!? kau bilang... kau tak bisa mengendalikan benda hidup kan?" ucap Yugoslavia yang terheran-heran.
"Sepertinya gas nitrogen itu telah membuat otakmu beku, kau sudah jadi orang bodoh sekarang. Aku bukannya menghentikan tentakel mu itu, tapi aku mengendalikan angin untuk menahan pergerakan tentakel mu" ucap Tygruth dengan santai.
"Wah... bocah ini, benar-benar mengejutkan, mungkin aku harus memberi sebuah julukan untuknya setelah pertarungan berakhir. Itu pun kalau kita bisa lolos dari makhluk brengsek ini" ucap Gordials dalam batinnya yang mengagumi cara bertarung Tygruth.
Drrrrrrt! tanah yang saat ini ku pijak bergetar, seperti akan ada sesuatu yang akan muncul dari tanah. Namun dengan mudah Tygruth mengendalikan tanah di bawahnya untuk tetap pada posisinya semula, hingga ribuan tentakel yang sudah di simpan di dalam tanah untuk menyerangnya tidak bisa keluar dari tanah.
"Menyebalkan sekali... kalau tahu musuhku selemah ini seharusnya aku bunuh saja dari awal" ucap Tygruth dengan sombong, dan sikapnya yang sombong itu telah membuat Yugoslavia kesal, dan marah.
"K-kau!... bocah kurang ajar, meski begitu... kerapatan udara yang kau gunakan untuk menahan ku. Benar-benar masih memiliki celah" ucap Yugoslavia yang tersenyum menyeringai. Kemudian tentakel tentakel yang ditahan Tygruth dengan menggunakan angin tersebut dapat bergerak maju melalui celah-celah udara yang tidak rapat, dan tentakelnya itu bisa membelah diri hingga menjadi sangat kecil.
Tygruth benar-benar terkejut, dia benar-benar lengah terhadap lawannya. Tygruth melupakan keunikan lawannya yang bisa merubah bentuk tubuhnya semaunya. Crat! syuk! tentakel tentakel yang tajam, dan kecil itu mulai menusuk tubuhnya bertubi-tubi, dan menyemprotkan gas nitrogen ke dalam tubuh Tygruth. Namun karena ukurannya semakin kecil, penyebab gasnya juga ikut mengecil.
Blarrrrr! Gordials menggunakan kekuatannya untuk memotong tentakel yang menusuk Tygruth dengan mengeluarkan lahar panas dari permukaan tanah. Kemudian membawa pergi Tygruth dari pertarungan untuk sementara, "Dasar bodoh... kukira kau akan menunjukkan sesuatu yang hebat" ucap Gordials yang sedang membawa Tygruth di belakang punggungnya sambil menjauhi area pertempuran.
__ADS_1
"Mereka kabur? sial aku harus mengejarnya!" ucap Yugoslavia dalam batinnya, dan kemudian Yugoslavia mengejar Gordials, dan Tygruth yang mencoba kabur darinya dengan pergerakannya yang secepat badai salju. Gas yang masuk ke dalam tubuhnya telah membuat paru-paru, dan jantungnya berfungsi dengan lambat, hawa dingin itu terus menyebar ke seluruh tubuhnya secara tak merata. Benar-benar keadaan yang sangat memprihatikan untuk Tygruth.