
Akhirnya pertunjukan tuan putri, dan pangeran pun selesai, dan anak-anak yang berada di rumah kami sudah di jemput oleh orang tua mereka, karena merasa merepotkan kami. Awalnya anak-anak itu tidak mau, namun dengan bujukan Elysna, dan Boa Boa akhirnya anak-anak itu menuruti perkataan orang tua mereka, dan kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.
Rasanya sangat lega begitu tidak anak-anak itu yang membuat keramaian, tapi entah kenapa rasanya sepi juga. Meski begitu, mereka masih diperbolehkan untuk bermain bersama kami. Tapi ada yang aneh dengan sifat Boa Boa kepada Tygruth semenjak pertunjukan itu selesai, wajahnya selalu memerah, dan panik setiap kali bersama Tygruth.
Kemudian tiba-tiba saja Vloid berteriak-teriak dengan keras yang membuat kami berkumpul, "Gawat! gawat! lantai duanya! lantai duanya!" teriak Vloid yang sangat panik.
"Ada apa!? kenapa kau berteriak-teriak begitu! masih pagi bikin kaget saja" ucapku.
"Lantai duanya hilang!" ucap Vloid yang membuat kami terkejut kecuali Tygruth. Oh ayolah hal itu sudah biasa karena anak itu berwajah tebal.
"Apa!? benar! tangga menuju lantai dua menghilang!" ucap Mouri.
Kemudian Tygruth menghampiri kami, dan menjelaskan apa yang terjadi pada lantai duanya, "Anu... lantai duanya aku gunakan untuk memperluas panggung untuk pertunjukan kemarin" ucap Tygruth dengan datar.
"Apa katamu! apa kau tidak tahu barang-barang berharga kita berada di sana?" ucap Mouri yang kesal.
"Tapi, bukankah semua barang kita di simpan oleh Gernath menggunakan kekuatan sub ruangnya? buku milikku juga berada di anak itu, dia sudah seperti peti berjalan untuk kita" ucap Tygruth yang membuat Mouri terdiam.
"Ehem... sial benar juga, aku juga baru sadar kalau tiba-tiba ruangan disini menjadi lebih luas" ucap Tygruth.
Kemudian tiba-tiba saja Boa Boa menarik tangan Tygruth, dan masuk ke dalam kamar. Semua yang melihatnya sangat terkejut dengan apw yang dilakukan Boa Boa. Meski begitu semuanya pasti tahu apa yang akan dilakukan Boa Boa, ini adalah cinta pertamanya. Kecuali Vloid, sepertinya dia masih belum tahu apa yang terjadi pada mereka berdua. Tapi bagaimana ini? apakah aku harus memberitahukan hal ini padanya kalau cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Ada apa ini Boa Boa? kenapa kau tiba-tiba menarik ku ke sini" ucap Tygruth.
"Ada yang ingin ku bicarakan denganmu, ini menyangkut masalah pribadi ku" ucap Boa Boa yang terlihat malu-malu namun saat ini dia berusaha untuk percaya diri dengan cintanya.
"Apa yang ingin kau bicarakan padaku? cepat katakan, aku harus berlatih pagi ini" ucap Tygruth.
__ADS_1
"Anu... apa yang kau katakan saat pertunjukan kemarin... itu sungguhan?" ucap Boa Boa.
"Tentu saja... karena aku harus berdialog seperti itu agar anak-anak senang" ucap Tygruth dengan datar.
"Bukan... bukan seperti itu maksudku, apa yang kau katakan padaku saat itu benar-benar berasal dari hatimu?" ucap Boa Boa yang menahan rasa malunya.
"Kau... apa jangan-jangan... kau suka padaku?" ucap Tygruth yang terkejut.
"A-ah... hmm... i-iya... aku menyukai mu" ucap Boa Boa yang menutup wajahnya.
"Tapi maaf, yang kukatakan saat pertunjukan kepadamu saat itu hanyalah omong kosong ku saja. Aku tak berniat mengatakan hak seperti itu padamu, maaf" ucap Tygruth yang membuat Boa Boa terkejut, dan kecewa padanya.
"A-apa itu benar? kau tidak bohong kan?" ucap Boa Boa yang ingin menangis, karena mendengar kata-kata yang kejam dari Tygruth.
"Aku bersungguh-sungguh dengan apa yang kukatakan, jadi jangan pernah berharap kalau aku akan menyukaimu" ucap Tygruth dengan dingin. Kata-katanya, tatapannya saat itulah yang membuat Boa Boa menangis dengan keras, dan berlari keluar dari kamar.
"Boa Boa tunggu!" ucap yang lainnya, kemudian Elysna, dan Mouri mengejar Boa Boa yang berlari entah kemana sambil menangis dengan kencang. Sementara itu aku, dan Vloid akan mengurus Tygruth, dan mempertanyakan apa yang terjadi padanya. Sungguh ini adalah perbuatan yang tidak benar, sebenarnya apa yang sudah kau lakukan Tygruth!?.
Kemudian aku, dan Vloid masuk ke dalam kamar, dan menemui Tygruth yang sedang terbengong, dan menundukkan kepalanya. Kemudian Tygruth menatap kami, dan tersenyum kosong. Entah kenapa senyumannya itu terlihat menyebalkan.
Akhirnya Vloid turun tangan, dan menarik kerah Tygruth dengan kesal, "Apa yang sudah kau lakukan terhadap Boa Boa! apa yang kau perbuat sampai dia menangis seperti itu!" ucap Vloid yang sangat marah terhadapnya.
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan!" ucap Tygruth yang membuatku kesal dengan ucapannya barusan. Kemudian aku memukulnya dengan sangat keras hingga ia terjatuh.
"Apa maksudmu? hal yang sudah seharusnya kau lakukan! jangan berbicara omong kosong, dan jelaskan kepada kami tentang apa yang kau lakukan padanya!" ucapku yang geram terhadapnya.
"Hei nak... kau menyukai malaikat itu kan?" ucap Tygruth kepada Vloid yang pikirannya teralihkan, "A-apa maksudmu?" ucap Vloid yang menatapku karena dia berpikiran kalau aku yang memberitahu rahasianya tentang siapa yang dia sukai.
__ADS_1
"Tenang saja, aku mengetahui hal ini dari apa yang kulihat. Apa kau tahu apa yang dikatakan malaikat itu... dia berkata kalau dia menyukai ku" ucap Tygruth yang kemudian Vloid marah, dan memukulnya.
"Omong kosong! itu tidak benar! kenapa Boa Boa menyukai orang busuk seperti mu!" ucap Vloid.
"Itu adalah takdir, takdir yang tak dapat kau alihkan dari sepanjang hidupmu. Aku langsung menolaknya begitu dia berkata seperti itu" ucap Tygruth.
"Tapi... kenapa kau tidak memikirkan kata-katanya terlebih dahulu! kalau kau langsung menolaknya begitu dia akan merasa tersakiti!" ucap Tygruth.
"Aku sudah memikirkannya sejak awal, dan bukankah hal ini bagus untukmu? anggap saja apa yang kulakukan ini adalah untukmu, Vloid" ucap Tygruth yang membuat Vloid terdiam.
"Tapi aku tahu... kalau kau memiliki maksud lain bukan?" ucapku yang membuat Tygruth terkejut.
"Kau benar... seperti yang kukatakan sebelumnya, aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan" ucap Tygruth. Kemudian aku menarik kerahnya, dan membuat dia berdiri, "Apa maksudmu! jangan memutar-mutar pembicaraan yang ingin kau katakan!" ucapku dengan kesal.
"Sepertinya... kau sudah lebih mengerti tentang apa itu perasaan, ya... Gernath. Memang benar, kau lah yang lebih mengerti dari pada aku" ucap Tygruth yang terus berbicara hal yang tidak ku mengerti.
"Kumohon... katakanlah apa yang ingin kau katakan" ucapku.
"... Baiklah... aku akan mengatakannya, dengan singkat, dan jelas. Aku adalah sosok yang tidak pantas untuk bahagia" ucap Tygruth dengan wajah yang aneh. Tatapannya, wajahnya yang tersenyum yang terlihat seperti mengerti tentang semua yang terjadi itu. Membuatku kebingungan, dan lagi apa-apaan kata-katanya itu? singkat, dan jelas apanya.
Kata-kata itu tidak beda dengan omong kosong yang dia ucapkan sebelumnya. Tapi entah kenapa aku mempercayai kata-kata yang tidak masuk akal itu. Sebenarnya ada apa denganmu Tygruth? apa kau mengetahui sesuatu yang tidak kami ketahui?. Kalau kau mengetahuinya kenapa kau tidak mencoba untuk lebih terbuka kepada kami. Kau menganggap kami apa sampai kau tak mau menceritakannya.
"Apa maksud perkataannya itu kak?" ucap Vloid yang bertanya kepadaku.
"Aku juga tidak mengerti apa yang dia katakan, tapi kata-katanya... bukanlah omong kosong. Ayo kita pergi menyusul Boa Boa" ucapku yang mengajak Vloid pergi. Kemudian aku, dan Vloid pun ikut menyusul Boa Boa yang entah pergi kemana. Tapi kata-kata Tygruth tadi... terus membuatku memikirkannya.
Sebenarnya kau itu apa Tygruth... kata-kata yang dia berikan itu seperti sebuah petunjuk yang harus ku pecahkan sendiri. Aku lebih mengerti dari yang lain? apa maksudnya itu? terkadang aku juga sangat kikuk, dan bodoh terhadap perasaan orang lain. Tapi mengapa dia berpikir kalau aku adalah orang yang sangat mengerti tentang hal itu. Tygruth... apa kau... merasakan hal yang sama sepertiku?.
__ADS_1