Artificial God

Artificial God
Apakah Ini Adalah Akhirnya?


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu sebelum kami semua para manusia baru dikembalikan ke dunia kami. Di saat-saat akhir dari acara God's Meeting, semuanya berkumpul, dan diam. Menyaksikan dewa kami yang memberi semangat kepada makhluknya untuk peperangan yang sedang terjadi saat ini.


"Semuanya! lenyap kan makhluk-makhluk kotor yang menyerang dunia kalian. Aku tidak ingin dunia yang sudah ku buat kembali menjadi kotor karena ulah mereka" ucap dewa itu yang kemudian menggunakan kekuatannya untuk memindahkan kami kembali ke dunia kami.


Tapi sebelum itu dia sempat melirik ke arahku, tapi aku masih tidak tahu pasti apakah dia melirik ke arahku atau tidak. Karena sepertinya, dia juga sedang melirik ke arah Tygruth yang berada di sebelah ku. Tapi tatapan Tygruth sangat tidak sopan kepada dewa, dia tidak menundukkan kepalanya, dan pandangannya.


Dia menatap mata dewa dengan santai seperti biasanya. Tapi aku cukup terkejut karena dewa tidak mempedulikan hal itu, mungkin dewa ingin terlihat baik di depan kami semua para makhluk nya. Setelah itu kami pun kembali ke dunia kami dari atas langit yang tinggi.


Bum! bum! bum! semuanya mendarat dengan sempurna seperti biasanya, dan membuat tanah bergetar. Lalu dengan semangat baru yang tak terkalahkan, karena ini adalah penyemangat yang diberikan dewa. Semua warga desa sudah tak mempedulikan lagi dengan dirinya, saat ini kami bertarung demi harapan dewa yang diberikan kepada kami.


"Jadi kalian sudah selesai berpesta dengan dewa kalian itu?" ucap Bordeaux.


"Aku tidak tahu siapa namamu, tapi kau sangat menjengkelkan. Perkenalkan namaku adalah Gernath! akulah yang akan membuat makhluk seperti kalian menghilang dari bumi!" ucapku.


"Gernath... tidak enak jika aku tak memperkenalkan diriku. Namaku Bordeaux! akulah sang pemimpin yang memimpin tim penghancur di wilayah ini. Dengan nafas api naga diciptakan oleh tuanku, kalian semua akan terbakar dalam sekejap mata" ucap Bordeaux yang nampak sedang meremehkan kami.


"Dasar makhluk kotor sombong! akan ku hajar mulutmu yang kotor itu!" ucap Tygruth yang mengepalkan tangannya.


"Tuan mu pasti orang yang bodoh karena mengira makhluk seperti kalian bisa menguasai dunia ini" ucap Mouri yang menyeringai.


"Aku akan menghukum kalian atas nama putri Elf Elysna si rembulan yang terang-benderang" ucap Elysna yang menggunakan kekuatan bulannya, dan mengeluarkan tombak dari sinar rembulan.


"Aku akan menyucikan kembali makhluk kotor kalian!" ucap Boa Boa yang menggunakan mode psikopat.

__ADS_1


"Aku tidak tahu kenapa kalian semua pada sok keren seperti ini. Tapi yang pastinya aku akan membuat tubuh kalian mati mengering" ucap Vloid.


"Dunia ini adalah milik kami, kami The Power of Peace tidak akan membiarkan orang seperti kalian merebutnya! ingat nama itu baik-baik! dan takutlah kepada kami!" ucapku.


Kemudian semuanya berteriak, dan maju menyerang makhluk-makhluk busuk itu dengan semangat yang membara di jiwa mereka. Karena kami tak akan pernah membiarkan orang seperti mereka merebut dunia yang damai ini, dan lagi kami tak akan membiarkan dunia ini hancur.


Karena tujuan utama kami sebagai tim The Power of Peace yang agung adalah untuk menciptakan perdamaian dunia. Untuk menciptakan dunia yang damai kami harus menghabisi makhluk-makhluk yang ingin merusak rencana kami. Siapapun itu kami tidak peduli! sekuat apapun kami tak peduli! kami akan berpegang teguh dengan pendirian kami yang sudah bulat.


"Semangat yang bagus... tapi kami sudah menyiapkan sesuatu yang sangat mengerikan semenjak kalian pergi" ucap Bordeaux.


"Hyaaah! jangan banyak bicara, dan lawan saja aku dasar makhluk buruk rupa!" ucapku yang menggunakan pedang milikku untuk mencabik-cabik Bordeaux. Dia turun dari monster miliknya untuk berduel dengan ku.


"Gernath! sepertinya akan terjadi sesuatu yang mengerikan disini! rekan-rekan mereka sedang melarikan diri dari sini. Sepertinya kita harus menarik mundur semua penduduk desa!" ucap Tygruth yang menyadari kejanggalan ini.


Banyak penduduk desa yang mati karenanya, aku tak bisa melindungi semua orang karena aku tak cukup kuat untuk menggunakan pelindung sihir kepada setiap orang. Ledakannya sangat kuat, kami sama sekali tak menyangka kalau mereka sudah menyiapkan rencana yang licik seperti ini.


Hanya tersisa puluhan penduduk desa saja yang masih dapat bertahan, dan lagi mereka sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Tubuh mereka pun ada yang hancur, dan putus. Elysna! dan yang lainnya apa yang terjadi dengan mereka! apa mereka baik-baik saja!?.


Argh! sial aku tak bisa menggerakkan tubuhku, rasanya sakit semua. Seluruh tubuhku bergemetar hebat begitu aku ingin berdiri, tapi kenapa ada salah-satu bagian tubuhku yang terasa sangat aneh. Kemudian aku melihat kakiku... kakiku!? kaki kanan ku putus!.


"Argh! kakiku!... tidak!" ucapku yang meringis kesakitan namun tak ada yang bisa kulakukan selain menahan rasa sakit ini. Jleb!... tiba-tiba saja ada seseorang yang menancapkan sebuah pedang di samping kepalaku, dan dia adalah Bordeaux. Tapi kenapa!? kenapa dia bisa selamat dari ledakan yang super dahsyat itu!?.


Ah benar juga... sebelum terjadinya ledakan dia masuk ke dalam tubuh monster miliknya. Tapi... kenapa tampilan Bordeaux berbeda dari yang sebelumnya!? di sekujur tubuhnya memiliki lahar yang panas, dan rambutnya berapi-api. A-apa jangan-jangan dia!? dia bergabung dengan monster miliknya!?.

__ADS_1


"Dimana rasa percaya diri kalian akan kemenangan melawan kami!? sepertinya semua yang kalian katakan itu hanya omong kosong. Kalian sama sekali tak bisa mengalahkan kami, dan kau hanya beruntung bisa membunuh salah satu dari kami awalnya" ucap Bordeaux sambil mengelus-elus sebuah pedang, dan pedang yang dia pegang itu adalah pedang milikku.


"Kembalikan brengsek! kembalikan pedang milikku!" ucapku yang benar-benar sangat marah kepadanya.


"Mengembalikannya ya? baiklah lagi pula aku tak membutuhkan pedang!? eh!?... pedang ini!?... tidak mungkin... i-ini..." ucap Bordeaux yang tiba-tiba saja terkejut entah karena apa. Aku juga sempat kebingungan kenapa dia terkejut dengan tiba-tiba. Memangnya ada apa dengan pedang milikku? atau dia mengenal ayahku yang pemilik pedang itu sebelumnya?.


"Ada apa? kenapa kau terlihat pucat seperti itu?" ucapku.


"Hahahaha! aku sama sekali tak menyangka kalau aku akan menemukan salah-satu dari ketujuh senjata legendaris! dengan ini aku akan mendapatkan hadiah dari tuanku! Ahahaha!" tawa Bordeaux dengan kejam.


Senjata legendaris? rasanya aku pernah mendengar hal itu. Ah!? aku baru ingat kalau Tygruth pernah memberitahukan ku mengenai hal ini. Yah sebenernya tidak bisa disebut sebagai memberitahu ku sih, karena aku mendengar dia yang sedang membaca buku dengan keras-keras.


Tapi aku sama sekali tak menyangka kalau pedang ini adalah salah-satu dari senjata legendaris. Tapi apa benar kalau senjata ini adalah salah-satu dari senjata legendaris yang disebutkan itu. Kalau memang benar dari mana ayah mendapatkan benda yang sangat hebat ini? dan lagi seharusnya aku menyadarinya lebih awal karena pedang ini bisa melakukan apa saja saat ku gunakan untuk memburu dulu.


Tapi bukankah senjata legendaris itu hanya dimiliki oleh ketujuh orang dari bangsa yang berbeda, dan menyebut diri mereka sebagai, "Seven knights Cry". Apa jangan-jangan ayahku adalah orang yang berhasil mengalahkan salah satu dari ksatria itu, dan merebut senjatanya?.


Aku masih tidak tahu apa-apa, semuanya masih dalam perkiraan ku. Masih banyak yang belum ku ketahui tentang ayahku, ibuku, dan dunia ini. Semuanya masih dalam misteri bagiku, meski begitu aku harus berusaha untuk mengetahuinya.


Kemudian rekan-rekan Bordeaux pun datang kembali, "Wah! wujud baru yang keren bos!" puji Blos kepada Bordeaux.


"Tunggu apa lagi Bordeaux, cepat kita habisi mereka!" ucap Vauntins.


"Benar juga... kita tak boleh membuang waktu disini, dan segera bergabung dengan yang lainnya untuk menghancurkan seluruh dunia sesuai dengan keinginan tuan kita" ucap Bordeaux.

__ADS_1


Apakah ini akhir dari kisah ku? kalau memang iya aku sama sekali tak menyesal. Karena di saat-saat ledakan itu terjadi aku menggunakan kekuatan pelindung sihir ku lebih kuat untuk mereka dari pada diriku sendiri. Karena aku sudah siap untuk mati demi mereka... kumohon teman-temanku... wujudkan lah keinginan ku yang tak tersampaikan. Selamat tinggal...


__ADS_2