
"Yang mulia, Zotheas... orang yang anda inginkan sedang bergerak ke kerajaan anda yang mulia. Apa yang selanjutnya harus saya lakukan yang mulia?" ucap Gluthoma dengan memberikan rasa hormat yang tinggi kepada yang mulia Zotheas.
"Sudah cukup sampai sini saja... biarkan mereka melakukan sesuka mereka di kerajaan ku. Aku hanya akan menunggu sampai dia benar-benar siap untuk melawan ku" ucap yang mulia Zotheas yang sedang duduk di singgasananya yang mewah.
"Baiklah kalau begitu... hamba izin meninggalkan ruangan ini yang mulia" ucap Gluthoma dengan hormat, dan kemudian pergi meninggalkan ruangan yang terhormat ini. Kemudian Gluthoma pergi ke sebuah ruangan yang berisi para ksatria pilihan sang raja Zotheas. Ksatria pilihan itu berjumlah tujuh, dan anehnya mereka memakai zirah perang yang terpisah-pisah.
Yang satu hanya menggunakan helm, lalu yang satunya hanya menggunakan rompi badan, dan yang satunya lagi hanya menggunakan bagian tangan kirinya saja. Entah kenapa mereka membagi rata perlengkapan satu zirah itu, dan hanya ada satu ksatria yang tak memiliki perlengkapan zirah itu.
"Semuanya para ksatria yang agung! berkumpul lah di hadapan ku, dan berikan hormat kalian padaku yang sebagai perwakilan dari yang mulia Zotheas" ucap Gluthoma yang tersenyum menyeringai kepada para ksatria itu yang sedang berkumpul di satu ruangan yang sama. Mendengar ucapan hinaan dari mulut Gluthoma, hal itu membuat para ksatria itu sangat marah, dan kesal.
"Dasar brengsek kau! kau hanya beruntung bocah sialan! kalau saja kau tidak di pungut pasti perhatian yang mulia Zotheas ada pada kami!" ucap ksatria yang menggunakan zirah lengan kiri, yang bernama Bane.
"Dia benar! dasar anak pungut sialan! kau tidak seharusnya berada disini!" ucap ksatria yang menggunakan zirah bagian kaki kanan yang bernama Thoma. Kemudian para ksatria itu mulai ribut, dan menghina Gluthoma dengan berbagai penghinaan yang pedas.
"Diam! dasar mayat-mayat busuk! kalian masih tidak sadar diri juga dengan posisi ini! sadari lah posisi kalian ksatria lemah. Hal itulah yang membuat kalian menjadi budak yang hanya bisa mengemis untuk hidup!" ucap Gluthoma yang sudah marah karena di caci-maki oleh para ksatria agung itu. Mendengar hal itu juga dari Gluthoma, para ksatria itu mengamuk, dan mulai menyerang Gluthoma yang saat ini sendirian melawan empat ksatria.
Tiga ksatria lainnya hanya diam, dan menonton pertarungan mereka, "Blood Technique: Death Bar" ucap Gluthoma yang kemudian menggunakan kekuatannya untuk mengunci pergerakan para ksatria itu. Namun karena mereka adalah makhluk mitologi... mereka sangat kuat hingga akhirnya serangan yang di rancang untuk mengunci pergerakan mereka pun dapat di patahkan dengan mudah.
__ADS_1
"Deadly Explosion!" ucap Nois yang merupakan salah satu ksatria lainnya yang ikut bertarung melawan Gluthoma. Ksatria ini memiliki zirah bagian lengan kanan, dan salah satu makhluk mitologi Typhon. Wujud asli dari naga raksasa setinggi langit yang memiliki kepala yang sangat banyak yaitu berjumlah seribu.
Duarrrrr! ruangan istana kerajaan itu tembus sampai hancur karena serangan Typhon yang sangat kuat. Hingga akhirnya Gluthoma terdorong sembari menahan serangan semburan apinya itu hingga keluar kerajaan, dan melayang di udara.
Ssss! kemudian tiba-tiba saja banyak ular yang menyelimuti tubuh Gluthoma yang sedang terjatuh si udara, sembari menggigit nya, dan memberikan racun yang mematikan. Ini adalah perbuatan dari ksatria agung Ynea yang merupakan salah satu makhluk mitologi medusa, yang memiliki racun yang sangat mematikan dari gigitan ularnya. Ynea adalah ksatria agung yang memiliki zirah bagian badan.
"Kenapa tidak kau sedot saja darah ku hingga kau kembung sampai meledak!" ucap Gluthoma pada ular-ular yang menggigit tubuhnya hingga akhirnya Gluthoma mengeluarkan darah yang sangat banyak kepada ular-ular itu hingga masuk ke dalam perut mereka hingga membesar, dan meledak.
"Sepertinya bocah itu semakin kuat saja..." gumam Thoma yang merupakan ksatria yang menggunakan zirah bagian kaki kanan, yang merupakan sekaligus makhluk mitologi Minotaur.
"Kita harus membunuh bocah kurang ajar ini... aku pergi duluan" ucap Bane yang merupakan pengguna zirah bagian lengan kiri, yang merupakan makhluk mitologi Cerberus yang adalah seekor anjing berkepala tiga. Kemudian Bane melompat turun untuk menghajar Gluthoma yang sedang melayang di udara.
"Jadi hanya seperti ini dimensi yang kau miliki? tidak buruk... kalau begitu biar ku masukan juga dimensi milikku ke dimensi milikmu! Dimension Fiery Howls!" ucap Bane yang kemudian menggabungkan dimensi miliknya masuk ke dalam dimensi milik Gluthoma. Namun Gluthoma tak membiarkan hal itu terjadi, jadi dia menahan dimensi Bane yang mulai masuk ke dalam dimensi miliknya.
Hingga akhirnya tercipta sebuah tempat dimana dua dimensi yaitu berbeda saling berseberangan, "Kau hebat juga makhluk kuno..." ucap Gluthoma dengan nada datar.
"Hebat? bagaimana jika aku memasukkan teman-teman ku ke dalam dimensi kita juga!" ucap Bane yang kemudian memberikan titik muasal dimensi ini, sehingga para ksatria yang menyerang Gluthoma itu berhasil masuk secara bersamaan ke dalam dimensi ini.
__ADS_1
"Wah wah! jadi kalian sedang pamer dimensi kalian ya? baiklah aku juga ikut! Dragon altar dimension!" ucap ksatria agung Nois yang mengeluarkan dimensi miliknya ke dalam dimensi milik Gluthoma. Hingga akhirnya tercipta tiga dimensi di satu tempat, masing-masing pengguna nya berdiri di dimensi milik mereka sendiri.
"Poison Breath Dimension!" ucap Ynea yang ikut memasukkan dimensi miliknya ke dalam dimensi milik Gluthoma. Hingga akhirnya kini dimensi milik Gluthoma dimasuki tiga dimensi lainnya, yang menyebabkan ruangan dimensi ini terbagi menjadi empat bagian yaitu terpisah, dan berbeda-beda.
"Apa aku juga?... baiklah kalau begitu... Dimensions of the Horn Field" ucap Thoma yang ikut memasukkan dimensi miliknya ke dalam dimensi milik Gluthoma. Hingga akhirnya tercipta dimensi yang berisi lima dimensi yang berbeda di satu tempat.
Suasana di dimensi ini begitu berkobar-kobar, dan menegangkan. Barang siapa saja yang bergerak, dan berpindah ke dimensi lain, mereka sudah memperkirakan hal terburuk yang akan terjadi pada mereka. Benar-benar suasana yang sangat serius, dan mendebarkan. Mereka harus tetap waspada dengan siapa yang akan menyerang, dan di serang.
Kemudian saat Gluthoma ingin melangkah kan kakinya ke dimensi milik Bane, semuanya langsung segera bersiap untuk menyerangnya. Namun tiba-tiba saja terdengar suara retakan yang sangat kecil, hingga suara itu membesar, dan terlihat retakan cahaya di dimensi yang mereka bangun berlima.
"A-ada apa ini? seseorang yang bisa menghancurkan lima dimensi yang sedang menyatu... i-itu hanya..." ucap Thoma yang belum menyelesaikan kata-katanya, hingga akhirnya dimensi itu sudah lebih dulu pecah berantakan, dan mereka kembali ke dunia mereka. Kemudian berdiri seseorang di tengah-tengah mereka, dan membuat mereka menundukkan kepala mereka.
"Apa yang sedang kalian lakukan di kerajaan ku? apa kalian ingin melukai para penduduk kerajaan yang tak bersalah hanya karena kekonyolan yang kalian lakukan?" ucap yang mulia Zotheas dengan nada bicaranya yang datar. Meski begitu dia menggunakan suatu teknik untuk menekan mental para pendengarnya yang membuat mendengar suaranya ketakutan merinding setengah mati.
"Ma-maafkan kami yang mulia Zotheas yang agung" ucap para ksatria itu serentak yang sedang bersujud di hadapan sang raja.
"Baiklah... akan ku maafkan kalian hari ini karena aku sedang mendapat kabar yang menyenangkan. Tapi... cepat perbaiki bagian istana ku yang kalian hancurkan" ucap Zotheas yang membuat mereka berlari terbirit-birit, dan memenuhi permintaannya untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah mereka lakukan terhadap istana ini.
__ADS_1
"Lalu untukmu... Gluthoma... angkat kepalamu, dan untuk sementara... kau yang mengurus kerajaan ini" ucap Zotheas yang membuat Gluthoma yang mendengar ucapannya yang tak masuk akan itu mengejutkannya. Yang berarti Zotheas telah memberikan kepemimpinan nya terhadap kerajaan ini kepada Gluthoma untuk sementara.
Namun dengan secepat kilat Zotheas menghilang dari hadapannya, dan keberadaannya tidak lagi dapat di lacak. Yang berarti dia sudah pergi sangat jauh entah kemana. Meski begitu, arahan adalah arahan, Gluthoma harus melakukan apa yang diperintahkan oleh yang mulia Zotheas suruh. Yaitu untuk menjadikannya raja sementara yang mengurus kerajaan ini selama Zotheas pergi.