
Di siang hari yang cerah... Buagh! buagh! duar! zraaaa! kekacauan terjadi dimana-mana di luar kerajaan Gygash. Tempat itu adalah tempat latihan kami, yang kini penuh dengan kerusakan akibat pertarungan ku dengan Tygruth. Kami bertarung dengan brutal di sana, Elysna, Boa Boa, dan Yuki hanya menonton kami dari kejauhan.
"Sialan kauuuuuuu!" teriak Tygruth dan ini adalah pemandangan yang langka.
"Aku kan sudah minta maaf sialan! kenapa kau masih menyerang ku juga!" ucapku yang terus menahan serangan Tygruth sekaligus menyerangnya.
Semua kekacauan ini terjadi sejak tadi pagi. Awalnya kami berniat memulai hari kami di hari yang cerah ini untuk berlatih bersama di luar kerajaan setelah selesai makan. Saat itu kami sedang asik mengobrol sampai pada akhirnya kami tiba di tempat latihan kami. Karena tadi malam hujan, tanah-tanah di tempat latihan kami banyak genangan air dan lumpur.
"Udara di sini memang yang terbaik" ucapku dengan wajah yang girang.
"Kau benar... rasanya benar-benar damai... setelah merasakan kedamaian ini. Aku jadi ingin membaca sebuah buku, ngomong-ngomong ada satu buku lagi tentang makhluk mitologi Yunani belum ku baca. Bisakah kamu mengeluarkan buku itu dari sub ruang milikmu Gernath?" ucap Tygruth yang terlihat tenang.
"Apa kau sudah lupa dengan tujuan kita datang kesini?" ucapku dengan wajah kesal.
"Ah ayolah... sebentar saja, setelah itu aku akan berlatih. Lagi pula kekuatan ku jauh lebih kuat darimu" ucap Tygruth yang sengaja membuat ku kesal dengan senyum menyeringai nya itu.
"Sialan apa kau bilang!? kau ingin bertarung dengan ku lagi?"
"Benar juga, sudah lama sekali kita tidak bertarung seperti dulu. Tapi aku akan bertarung dengan mu Setelah aku membaca buku itu" ucap Tygruth yang sengaja.
"Tch... baiklah..." kemudian aku membuka sub ruang yang ku jadikan tempat inventori milik bersama. Namun saat aku ingin menyerahkan buku itu kepada Tygruth, tiba-tiba saja tanganku licin dan tak sengaja menjatuhkan bukunya ke dalam lumpur yang sangat kotor. Seketika aku merasakan aura yang menusuk dari Tygruth dan itu membuatku merinding.
__ADS_1
Lalu... karena ini lah aku dan Tygruth sedang bertarung satu sama lain saat ini. kamu sudah bertarung cukup lama, mungkin sekitar dua jam dan Tygruth masih belum bisa merelakan buku itu pergi. Aku tidak tahu apa yang membuat dia sangat terobsesi dengan buku yang menceritakan makhluk mitologi.
"Apa kau menjadi gila hanya karena sebuah buku itu? bahkan kau sudah tidak mempedulikan nyawa temanmu" ucapku yang berdalih agar keributan ini terhentikan. Lalu seketika Tygruth berhenti menyerang dan terdiam, kemudian dia mulai mengatakan sesuatu padaku.
"Buku itulah yang membuat nyawa kalian menjadi aman. Karena itu adalah buku yang belum pernah ku temukan, dan judulnya pun sangat aneh "Solitary Creature" dan hanya buku itu yang berbeda dari buku makhluk mitologi yang lainnya. Karena judul bukunya tidak seperti yang lainnya yang biasanya bertulis ras dari makhluk mitologi itu sendiri" ucap Tygruth yang sangat serius menceritakan buku itu. Kemudian setelahnya dia pergi dan tak lagi menyerang ku.
Aku benar-benar di buatnya bingung dan merasa bersalah kepadanya. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang, "Hei... maafkan aku, aku benar-benar tak sengaja melakukannya. Mungkin kita bisa menemukannya di perpustakaan" ucapku yang berusaha membuat hati Tygruth menjadi tenang. Namun cara ini sama sekali tak membuahkan hasil.
"Tidak ada lagi buku yang seperti itu... kini sejarah tentang makhluk mitologi itu telah berakhir. Karena buku itu hanya di produksi sekali dan sepertinya itu adalah buku yang paling tua dari semua buku yang diciptakan. Mungkin buku itulah yang menceritakan tentang makhluk mitologi yang pertama hidup di dunia ini" ucap Tygruth yang membuatku terkejut dengan perkataanya.
"Apa kalian sudah berbaikan sekarang?" ucap Elysna yang menghampiri kami bersama Boa Boa dan Yuki setelah menyadari tidak ada lagi keributan dalam 5 menit.
Akhirnya kami sampai dan duduk di sebuah baru untuk melanjutkan pembicaraan ini. Tanpa basa-basi Tygruth langsung membuka percakapan, "Apa kau tahu kenapa aku selalu membaca buku-buku seperti itu sejak dulu?" ucap Tygruth dengan wajah murung.
"Tidak..." ucapku dengan singkat.
"Jadi kau masih belum bisa mengerti dari pada yang ku katakan sebelumnya ya. Yah... kau memang memiliki otak yang bodoh sih" ucap Tygruth yang sepertinya dia mulai menjadi menyebalkan kembali.
"A-apa!?..." ucapku yang ingin sekali marah padanya dan menghajarnya lagi.
"Menurut mu apa yang bisa membuatku mengatakan kalau membaca buku bisa membuat nyawa kalian menjadi aman?" ucap Tygruth yang membuat pertanyaan yang sulit untuk ku. Namun setelah melihat wajahnya yang serius akhirnya aku mengerti dari maksud yang dia katakan saat itu.
__ADS_1
"Apa buku itu berisi tentang informasi tentang makhluk mitologi?" ucapku.
"Benar... hanya buku itu saja kita bisa mengetahui kelemahan, sumber kekuatan, petunjuk dan lainnnya mengenai makhluk mitologi yang ada di dalam buku itu. Kau juga pasti menyadarinya saat itu, kalau makhluk-makhluk yang mengawal raja saat itu adalah para makhluk mitologi yang masih hidup saat ini" ucap Tygruth yang kalau diartikan dengan apa yang dia katakan saat ini adalah... jarak perang besar yang akan terjadi di kerajaan ini semakin dekat.
Tempat ini akan menjadi tempat kematian, di penuhi dengan banyak darah dan kehancuran dimana-mana. Tempat berakhirnya penderitaan... itu pun jika kami masih bisa selamat dari kekacauan besar di masa yang akan datang nanti, yang artinya kami memenangkan pertarungan terbesar saat ini.
Hari demi hari... kami harus menjadi semakin kuat, yang paling kuat. Pokoknya... tidak ada yang boleh terbunuh... tidak lagi, karena aku akan menjaga kedamaian ini. Aku akan menjaga keluarga yang telah lama bersama ku saat ini. Aku tak akan membiarkan seseorang mati bersimbah dengan darah. Tidak lagi... tak akan ku biarkan... tak akan ku maafkan untuk perbuatan ku yang lalu.
"Gernath?..."
"Ah!? ada apa Elysna!?..." ucapku yang terkejut setelah melamun.
"Kenapa kau tidak makan makanan mu? apa kau sedang punya masalah?" ucap Elysna yang menaruh wajah khawatir padaku.
"Tidak... hanya saja aku sedang menunggu makanan ini dingin, haha..." ucapku agar Elysna tidak khawatir padaku. Meskipun begitu aku tahu kalau dia sangat mengkhawatirkan ku, seharusnya aku tidak menunjukkan diriku yang dipenuhi beban kepada orang-orang yang ku sayangi. Karena itu hanya akan membuat mereka khawatir.
"Baiklah kalau begitu, setelah makan kau harus segera tidur ya" ucap Elysna yang pergi duluan untuk tidur.
"Baik! selamat makan!" ucapku yang memasukan makanan kedalam mulutku.
Ya... saat ini... aku harus berjuang sendirian, aku akan melawan masa depan! aku akan merubah masa depan yang mengerikan itu menjadi masa depan yang ku inginkan. Aku akan membuktikan kepada anak kecil yang waktu itu aku temui kalau masa depan bisa di rubah dan dia tidak perlu lagi menderita karena melihat kematian seseorang yang tidak pantas. Akan ku buat semua kematian seseorang akan menjadi akhir yang bahagia.
__ADS_1