
Mendengar mereka sedang merencanakan sesuatu untuk kedepannya terhadap masa depan dunia, dan kerajaan ini. Membuatku teringat akan pesan yang dikatakan oleh seorang anak kecil yang saat itu aku temui. Seorang anak kecil yang ku percaya dengan ucapannya yang mengejutkan. Padahal aku baru saja bertemu dengannya, tapi suara, tatapan, dan auranya terasa menyakitkan bagiku, karena itu aku percaya bahwa dia bisa melihat masa depan. Namun sayangnya, sepertinya aku tak akan pernah bertemu lagi dengan anak itu.
Mendengar percakapan mereka mengenai lawan kita yang merupakan makhluk mitologi, dan lagi sang raja yang mengendalikan atau memimpin para makhluk mitologi itu membuatku semakin percaya dengan kata-kata anak itu. Semua percakapan yang mereka bicarakan di ruang rapat ini membuat ku tidak tahan. Rasa sakit ini... lagi-lagi menguasai hatiku, sialan.
"Eh!? Gernath? ada apa denganmu?" ucap Elysna yang terkejut, dan sekaligus khawatir padaku saat melihat air mataku mengalir. Ternyata tanpa sadar rasa sakit ini membuatku mengeluarkan air mataku. Seharusnya aku menahannya karena saat ini sedang di depan mereka. Kemudian setelah itu Elysna membantuku melepaskan tali yang mengikatku, dan kain yang di masukan ke dalam mulutku.
"Dasar ternyata kau cengeng sekali..." ucap Boa Boa yang terlihat sedang menahan tawa.
"Apa aku terlalu keras padamu? apa kau baik-baik saja?" ucap Elysna yang terus-terusan khawatir padaku. Namun aku hanya bisa diam, dan berkata pada hatiku kalau bukan itu yang membuatku menangis, tetapi sesuatu yang lain.
"Gernath... katakanlah... apa yang ingin kau katakan" ucap Tygruth sambil menghantam meja dengan tangannya, dan itu membuatku sedikit terkejut. Saat melihat wajah Tygruth yang menunduk, dan menggigit bibirnya dengan perasaan bersalah atau semacamnya penyesalan lainnya.
"Tygruth!?..."
"Hentikan rencana ini juga, dan kembali lah pulang ke rumah kita!" ucapku dengan lantang sambil berdiri tegak. Meski begitu aku sambil menunjukkan diriku yang menyedihkan di depan mereka. Sosok seseorang yang sedang depresi berat karena masalah yang tidak bisa dihadapi olehnya.
"A-apa!?" Elysna, dan Boa Boa merasa terkejut dengan ucapan ku, namun sementara itu Tygruth hanya diam saja, dan tak berkomentar satu kata pun padaku setelahnya.
"Apa maksudmu Gernath? apa kau bisa menceritakan lebih detail?" ucap Elysna yang sepertinya tidak setuju dengan tindakan ku.
__ADS_1
"Itu benar... kenapa tiba-tiba kau menyerah seperti ini?" ucap Boa Boa yang tak mengerti dengan tindakan ku.
"Cu-cukup... cukup sampai sini saja... ugh... aku sudah tidak tahan dengan semua ini... kumohon... mengerti lah dengan ku" ucapku sambil menahan rasa sakit yang ku rasakan saat ini, dan juga air mata yang akan menetes. Benar-benar terasa pahit, dan menyakitkan, aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit ini.
"Gernath... kenapa?" gumam Boa Boa yang ikutan sedih setelah melihat diriku yang sedang menderita.
"Setidaknya... kau mengatakan alasan yang lebih jelas mengenai hal itu! agar kami mengerti dengan apa yang kau katakan!" ucap Elysna yang merasa kesal padaku, namun di balik wajah kesal itu... terdapat bercak-bercak kesedihan di wajahnya.
"Meskipun aku mengatakan alasannya... kalian pasti tidak akan menurut bukan?" ucapku yang sangat memahami betul, seperti apa mereka itu.
"Tapi setidaknya katakan apa yang ingin kau!..." teriak Elysna yang kemudian aku membantahnya dengan fakta yang sedikit melenceng dari isi hatiku. Karena tidak mungkin aku mengatakan sesuatu yang kejam kepada teman-teman ku... karena saat ini hanya merekalah yang ku miliki.
"Demi kebaikan kita kau bilang? lalu bagaimana dengan orang-orang yang sudah mengorbankan diri mereka demi kita yang berkata kepada mereka kalau kami akan menciptakan kedamaian di dunia ini suatu saat nanti. Demi mewujudkan harapan itu mereka rela mengorbankan nyawa mereka demi orang-orang di masa depan, yang padahal mereka tidak bisa merasakannya karena sudah mengorbankan diri mereka lebih dulu untuk mas depan yang cerah!
Aku tak menyangka kau akan berkata seperti ini di depan kami. Seseorang yang dahulu berkata, dan meyakinkan semua orang kalau akan ada masa depan yang cerah suatu saat nanti dengan terciptanya kedamaian yang abadi. Namun sekarang orang itu menyerah, dan padahal dunia yang di harapkan itu belum sepenuhnya tercipta. Masih banyak kekacauan, dan kematian di dunia ini.
Tapi kau bilang akan menyerah dengan semua itu, dan lebih memilih keegoisan mu sendiri untuk hidup damai di tempat tinggal mu? sementara masih banyak orang yang menderita di luar sana. Kau... adalah seorang pecundang yang tak bisa menepati janjinya" ucap Elysna yang kemudian pergi meninggalkan ruangan ini dengan perasaan kecewa pada diriku yang sudah menyerah dengan impian kita bersama saat itu.
"Louris, Alzheimer's, Vloid, Mouri, Gordials, dan para penduduk desa yang saat itu membantu kita, lalu harapan semua orang yang menginginkan perdamaian itu. Apa kau benar-benar akan membuang harapan mereka yang sudah mengorbankan nyawa mereka demi kita? mereka mengorbankan diri mereka bukan karena perang, akan tetapi... demi terciptanya perdamaian.
__ADS_1
Mereka yang telah mengorbankan nyawa mereka telah menaruh harapan besar kepada kita. Kalau kau tiba-tiba menyerah seperti ini? lalu untuk apa kematian mereka? apa kau sengaja melakukannya? agar kematian mereka sia-sia?. Kalau kau tidak berniat untuk itu, seharusnya jangan menaruh harapan besar kepada semua orang. Kau hanya seorang pembohong yang buruk" ucap Boa Boa yang juga pergi dari ruangan ini setelah di berkata seperti itu.
Dan akhirnya hanya ada aku, dan Tygruth di ruangan ini yang sedari tadi Tygruth hanya diam, dan menundukkan kepalanya semenjak aku berkata untuk menghentikan rencana yang kita buat selama puluhan tahun ini. Tentunya,. Tygruth pasti sangat tak menyukai hal ini juga, dan pasti dia akan berkata sesuatu yang sama seperti Elysna, dan Boa Boa. Lagi-lagi aku terlihat sangat menyedihkan di depan mereka.
Kemudian Tygruth bangun, dan berjalan ke arahku. Setelahnya dia meletakkan tangan kanannya di pundak ku sambil berkata, "Gernath... lakukanlah apa yang membuat bahagia. Aku akan mendukung jalan yang membuatmu bahagia" ucap Tygruth dengan singkat yang kemudian ikut pergi meninggalkan ruangan ini. Lalu... akhirnya hanya ada diriku yang sedang meratapi kesedihan ku di ruangan ini.
Sekiranya mereka sudah pergi... akhirnya aku bisa menangis dengan sepuasnya di ruangan ini, dengan sendirian. Sementara itu Tygruth yang baru saja keluar dari ruangan terkejut begitu melihat Boa Boa, dan Tygruth yang masih berdiri di depan pintu ruangan. Wajah mereka masih terlihat sedih, dan seakan dia masih tak percaya dengan apa yang ku katakan.
"Kalian masih ada disini?" ucap Tygruth.
"Ya... aku... sudah kehabisan kata-kata untuknya " ucap Elysna yang mengepalkan kedua tangannya sambil menahan air mata.
"Gernath... kenapa dia tiba-tiba seperti itu?" ucap Boa Boa yang menangis dengan lembut.
"Dengarkanlah suara hatinya yang sebenarnya melalui pintu ini... dia adalah orang yang paling menderita saat ini. Dia adalah orang yang terus menyimpan penderitaan nya demi membuat orang lain bahagia. Dia telah berjuang dengan begitu keras terhadap dunia ini, hingga akhirnya dia menemukan sesuatu yang membuatnya menyerah. Entah apa itu... yang pastinya itu adalah sesuatu penderitaan yang tidak bisa dia simpan" ucap Tygruth yang menyuruh Elysna, dan Boa Boa mendengar suara tangisanku lewat balik pintu ruangan ini
Kemudian mereka berdua ikut menangis dengan kencang di balik pintu. Sementara itu Tygruth tetap mencoba berdiri dengan tegak, dan menahan rasa sakit itu. Saat ini... kami benar-benar sedang terpuruk, hati ini... aku tak mengerti kenapa hati di ciptakan?. Untuk apa hati di ciptakan? jika pada akhirnya yang dirasakan hanyalah rasa sakit setelah kebahagiaan yang sesaat.
Lebih baik manusia diciptakan tanpa hati, meski orang yang palin dekat dengan mereka mati terbunuh. Hal itu tidak akan membuat luka sebesar ini, tidak akan ada rasa sakit, dan kebahagiaan. Mungkin itu adalah sesuatu yang tidak buruk bagiku, karena dengan begitu manusia bisa hidup dengan santai tanpa terikat suatu perasaan. Itu adalah dunia yang sebenarnya... dunia tanpa perasaan.
__ADS_1