
Beberapa jam yang lalu sebelum mulai keributan di daerah timur di tanah lapang. Saat itu Tygruth pergi keluar dari rumah untuk menenangkan dirinya setelah melakukan perbuatan jahat terhadap Boa Boa. Dia masuk ke dalam hutan, dan bertengger di dahan pepohonan yang rimbun yang mengelilingi desa makhluk campuran ini.
"Seharusnya aku tidak melakukannya... seharusnya aku menjelaskannya dengan baik. Tapi... semua yang kulakukan juga demi malaikat itu, dan Vampir... terutama untuk dia" gumam Tygruth yang menyesali perbuatannya, dan merenungkan semuanya sambil menatap langit dengan kesal pada dirinya.
Kemudian tiba-tiba saja Tygruth merasakan adanya getaran yang sangat kuat dari bawah. Sepertinya monster itu akan segera naik ke permukaan, maka Tygruth segera bersiap-siap untuk melakukan perlawanan. Duar! tiba-tiba saja monster besar yang bentuknya berbeda dari sebelumnya keluar dari permukaan tanah bersama dengan makhluk mengerikan yang berada di atasnya, yang terlihat seperti mengendalikan monster itu.
Kemudian seseorang yang naik di atas monster itu tertawa dengan keras, "Hahahaha! akhirnya! akhirnya! akhirnya aku dapat keluar dari sarang kotor itu! dunia ini! terlihat sangat indah! tapi sayangnya aku harus segera menghancurkannya!" ucap orang aneh itu yang berbicara pada dirinya sendiri.
Kemudian Tygruth menghampirinya dengan menciptakan sebuah golem yang sama besar dengan monster itu. Setelah itu Tygruth menaiki golem yang terbuat dari campuran tanah, dan bebatuan itu di atasnya.
"Oh... seperti dugaan tuan kami, ternyata memang benar kalau ada manusia baru!" ucap orang itu yang terlihat membenci Tygruth. Kebencian itu sudah terbiasa terjadi, jadi Tygruth sudah tak perlu khawatir, atau terkejut. Karena hal itu akan segera dilenyapkan oleh kami The Power of Peace.
"Tidak perlu basa-basi... aku akan segera membunuh makhluk menjijikan sepertimu" ucap Tygruth padanya dengan lantang.
"Apa katamu!? memang benar kalau diriku saat ini begitu menjijikan! tapi kau jangan sombong dulu wahai manusia baru!" ucap orang itu.
"Sudah kubilang jangan banyak bicara!" ucap Tygruth yang mengendalikan golem, dan segera memukul monster itu dengan keras menggunakan Golem yang ia ciptakan.
Terjadi baku hantam yang cukup lama, dan ledakan dimana-mana karena perlawanan mereka yang sangat dahsyat. Cairan yang keluar dari monster itu sama dengan orang yang mengendalikannya, bentuk mereka juga sama menjijikannya. Kulit yang membusuk, tubuh yang hancur, dan tak memiliki bentuk.
Mata yang aneh, dan wujud yang mengerikan itu benar-benar menjijikan, dan tidak enak untuk dilihat. Karena suara perlawanan mereka yang sangat keras, akhirnya diketahui oleh salah-satu penduduk desa yang sedang berpatroli, dan memberikan kabar yang dia lihat kepada kepala desa. Kemudian kepala desa memberitahukan hak itu pada kami dengan berharap bisa menyelesaikan masalah yang sedang terjadi ini.
"Ayo semuanya cepat bantu Tygruth!" ucapku yang berlari ke arahnya. Aku, dan Elysna segera pergi menghampiri Tygruth untuk naik ke Golem yang dia buat. Sementara itu Mouri sangat tertarik melihat golem buatan Tygruth, karena dia selalu dapat menciptakan sesuatu yang hebat seperti sebelumnya.
__ADS_1
Mouri menyuruh kami untuk menghampiri Tygruth terlebih dahulu, karena ada sesuatu yang ingin ditunjukkan oleh Mouri nantinya. Setelah itu akhirnya kami berhasil naik ke atas permukaan golem itu bersama dengan Tygruth yang sedang mengendalikan benda sebesar itu dengan susah payah.
Sementara itu kami sangat terkejut begitu melihat Mouri menciptakan Golem yang sama seperti Tygruth, golem miliknya terlihat lebih keras, dan keren karena menggunakan besi yang sangat kokoh. Tapi seperti monster yang sedang kami lawan itu terlihat lebih kuat dari yang sebelumnya.
Kalau begitu... serangan pamungkas yang ku gunakan sebelumnya kepada monster sebelumnya seperti tidak cukup untuk menghancurkan separuh dari tubuh monster ini. Meski begitu sepertinya kami dapat memenangkan pertarungan ini, dengan bantuan bersama.
"Dua lawan satu? tidak... atau aku perlu menyebutnya dua lawan enam?" ucap orang itu.
"Tygruth siapa dia? kenapa bentuknya sangat menjijikan sekali?" ucapku yang melihatnya saja sudah ingin muntah.
"Kau ingin tahu siapa aku, kucing kecil? kalau kau ingin tahu langkahi dulu mayatku!" ucap orang itu yang tiba-tiba saja monster yang dia kendalikan berubah bentuk. Tapi entah kenapa aku beranggapan kalau Tygruth tahu siapa dia, karena dia sering membaca buku sejarah tentang dunia ini.
"Tygruth... kau pasti mengetahui sesuatu tentang makhluk, dan orang itu kan dari buku yang pernah kau baca?" ucapku.
"Rasakan ini!" teriak Mouri yang melayangkan tinju golem ke monster itu. Tap! semuanya terkejut melihat monster itu menangkis serangan Mouri. Dan kami sangat merinding melihatnya, kalau monster itu bisa menumbuhkan sebuah tangan di leher yang akan diserang Mouri.
"A-apa ini!? sebenarnya makhluk macam apa mereka!?" ucap Tygruth yang terkejut.
"Serangan yang sia-sia! akan ku perlihatkan serangan yang sesungguhnya!" ucap orang itu yang kemudian monster itu mengeluarkan sesuatu yang busuk dari kepalanya. Kemudian sesuatu yang busuk itu menembak dengan cepat ke arah Mouri.
"Magic Defense!" ucapku yang kemudian muncul sebuah lingkaran sihir yang melindungi Mouri dari cairan yang berbahaya itu. Namun semuanya terkejut begitu melihat cairan itu dapat melelehkan golem besi super kuat milik Mouri, sepertinya cairan itu bersifat korosif.
Kemudian aku membawa Mouri dengan kekuatan sihir ku, "Hebat juga kalian, hal yang mustahil ada tapi kalian memilikinya. Sama seperti si brengsek itu!" ucap orang itu yang terlihat kesal.
__ADS_1
"Hah... syukurlah aku selamat, aku sangat ketakutan tadi" ucap Mouri yang terlihat syok.
"Wahai rembulan yang menyinari dunia di malam hari, aku memerintahkan mu untuk merubah bentuk menjadi bulan sabit yang perkasa!" ucap Elysna yang mengangkat tangannya, yang membuat kami melihatnya sangat terkejut, dan terpukau olehnya.
Cahaya rembulan diserap olehnya, dan membuat tubuhnya bertranformasi, begitu juga dengan pakaiannya yang bertema bulan sabit. Tak hanya itu saja, bulan yang berbentuk bulat kini menjadi bulan sabit, dan cahaya rembulan saat ini hanya tertuju ke arah Elysna.
"Kekuatan macam apa itu!? kekuatan yang luar biasa" gumam Mouri yang terpukau.
"Cahaya disekitar mulai menggelap karena Elysna menyerap cahaya rembulan" ucapku.
"Sungguh luar biasa apa yang diciptakan orang itu! sampai-sampai dia dapat mengubah dunia ini. Meski begitu aku tak akan pernah mengakui iblis sepertinya!" teriak orang itu yang sangat kesal yang lagi-lagi di berbicara sendiri. Sebenarnya siapa orang yang dia maksud sampai dia terlihat sangat membencinya.
Kemudian Elysna maju dengan sangat cepat ke arah monster itu sambil memegang sebuah tombak yang baru saja tercipta dari cahaya rembulan. Lintasan yang dia lewati bersinar terang, dsn terlihat sangat indah. Kemudian Elysna membelah belah tubuh monster itu dengan sangat cepat dengan tombaknya.
"Sialan kau makhluk putih aneh! rasakan ini!" ucap orang itu yang menghubungkan dirinya ke monster itu yang membuat dirinya menjadi satu dengan monster yang dia kendalikan. Seluruh tubuh monster itu menyusut masuk kedalam orang yang mengendalikannya. Sepertinya akan terjadi sesuatu yang sangat berbahaya.
"Elysna hentikan sekarang juga, dan menjauh darinya!" teriakku yang kemudian Elysna segera melesat kembali naik ke golem milik Tygruth. Tapi... sepertinya sudah terlambat, monster besar itu sudah sepenuhnya bersatu, dan menciptakan monster yang lebih mengerikan dari pada sebelumnya.
Meski ukurannya mengecil, dan sepertinya berukuran dua orang dewasa. Tapi aku mengetahui suatu hal dari apa yang kulihat, kalau orang itu kini menjadi monster yang lebih mengerikan. Dia bisa menangkap pergerakan Elysna menggunakan tangannya yang dapat memanjang seperti Mouri.
"Kyaaaaaaa! sakit!" teriak Elysna yang menjerit kesakitan. Karena hanya dengan disentuh oleh monster itu saja sudah dapat menciptakan sesuatu yang buruk. Sebelum hal itu terjadi tiba-tiba saja tubuhku bergerak dengan sendirinya untuk menyelamatkan Elysna. Aku segera melesat dengan cepat, dan memotong tangan monster itu dengan pedang milikku yang selalu ku bawa di punggung ku.
"Kau... akan mati sekarang juga!" ucapku yang sangat kesal. Kemudian aku melesat ke arah makhluk itu dengan menggenggam sebuah pedang yang bersiap akan menebas sesuatu. Makhluk itu terlihat sedang meremehkan kami, aku sudah muak melihatnya! akan ku bunuh kau sekarang juga!.
__ADS_1