CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
99


__ADS_3

Seminggu susah berlalu, selama itu juga Ethan ditemani oleh Fael untuk mencari lokasi pembangunan kantor cabang. Akhirnya pencarian mereka membuahkan hasil.


Ethan segera melakukan transaksi pembelian lahan untuk kantor cabangnya yang ada di Indonesia. Dengan ditemani oleh Jack, Ethan mengurus semua surat menyurat lahan tersebut dan langsung membayar penuh dengan ditemani oleh seorang yang sangat ahli hukum rekomendasi dari Fael.


Acara itu dijadwalkan pagi hari sehingga tengah harinya mereka sudah bebas tugas dan bisa segara ikut bergabung dengan F3STER C untuk holiday.


Dokter Shyana juga sama, pagi itu dia sudah meminta izin kepada Omar Barrakh untuk cuti bekerja selama beberapa hari dan dia akan pergi bersama Gengs F3STER C liburan ke luar kota.


Sebelumnya Elf dan Fael sudah menceritakan rencana mereka kepada Omar dan mengatakan akan mengajak Dokter Shyana ikut serta dalam acara mereka.


Dengan tangan terbuka Omar menyambut dan mendukung rencana mereka. Dia memberikan izin Dokter Shyana untuk berlibur bersama cucu - cucunya.


Elfa dan Celone tiba di rumah Opa Omar tepat pukul dua belas siang. Saat itu semua teman - teman mereka yang pria sedang melaksant shalat jumat di mesjid dekat rumah Omar Barrakh.


Fela, Sitha, Ryntia dan Dokter Shyana sudah menunggu mereka. Semua kelengkapan mereka sudah disiapkan dan dikumpulkan tepat di teras depan rumah Opa Omar Barrakh.


"Dokter Rasya sudah datang Shyan?" tanya Elfa.


"Sudah" jawab Dokter Shyana.


"Kami hanya menunggu kedatangan kalian, setelah itu formasi lengkap. Kita akan liburan" sambut Fela.


"Sorry Kak.. tadi ada pekerjaan yang harus segera kami selesaikan sebelum berangkat ke sini" jawab Elfa tak enak hati karena mereka terlambat.


"Belum terlambat kok Elf, santai aja. Yang lain juga pada shalat" ucap Sitha.


"Sit, bekal kita udah siap kan?" tanya Elfa.


"Bereeees tenang aja" jawab Sitha.


"Gawat bakal rame nih perjalanannya" sambut Ryntia.


"Apaan?" tanya Dokter Shyana kepada Fela.


"Kamu lihat aja nanti sendiri. Aku sarankan kalau kamu tidak kuat mulai sekarang kamu harus sediakan headset untuk menutup telinga kamu" ucap Fela memberi peringatan.


"Kenapa?" tanya Dokter Shyana tak mengerti.


"Jangan bertanya sekarang, mending sedia payung sebelum hujan" sambung Fela.


Dokter Shyana kembali ke kamarnya dan segera mengambil headset ponselnya, kemudian memasukkannya ke dalam tasnya.


Setelah dia ikut bergabung bersama teman - temannya yang lain. Ternyata para lelaki sudah sampai di rumah Opa Omar.

__ADS_1


Karena waktu makan malam sudah tiba, Jasmine mengajak mereka semua makan siang terlebih dahulu sebelum berangkat liburan.


Dengan semangat empat lima Geng F3STER C menyambutnya dengan hati riang karena sudah lama mereka tidak merasakan hal seperti ini.


Tetapi Ethan, Jack, Dokter Shyana dan Dokter Rasya belum terbiasa bepergian ramai seperti ini.


"Kok berasa kayak mau pergi PKL ya Shyan?" ucap Dokter Rasya.


"Hahaha.. kamu bisa aja Sya" balas Dokter Shyana.


Jasmine membawakan bekal untuk cucu - cucunya di jalan nanti.


"Ini Opa buatin cemilan untuk kalian" Jasmine menyerahkan beberapa wadah untuk mereka bawa dan makan di mobil.


"Terimakasih Omaaaa... " sambut Fela.


"Sorry ya Oma jadi ngerepotin Oma, harusnya aku bisa membuatnya sendiri tapi seminggu ini aku dan Celine sibuk sekali" ucap Elfa.


"Oma tau makanya Oma buatin untuk kalian. Hari - hati ya di jalan. Dan kamu Elfa jangan buat keributan" ucap Jasmine mengingatkan.


"Kenapa hanya Elfa yang diperingatkan Oma?" tanya Dokter Shyana penasaran.


"Karena setiap kami bepergian dia selalu membuat ulah. Itu sudah menjadi rahasia umum" jawab Jasmine tersenyum.


"Biang kerok tetap akan menjadi biang kerok, dimanapun dan kapanpun pasti akan terjadi. Makanya Oma kamu mengingatkan. Apa kamu gak mau ada Ethan yang ikut bersama dengan kalian?" sindir Omar.


"Ngapain takut?" tanya Elfa balik.


"Bisa - bisa dia illfeel sama kamu" jawab Omar.


"Ya kalau illfeel pulang aja noh ke negara nya" balas Elfa.


"Hahaha... kesal nih yeee... nanti kalau dia pulang ada yang menyesaaaaal" sindir Omar.


"iiiisssh... gak lah yaw" elak Elfa.


Tak lama mobil mini bus yang muat untuk menampung mereka semua dalam satu mobil sudah tiba bersama driver dan asistennya.


Semua Elfa yang sudah mempersiapkannya. Elfa memakai fasilitas hotel untuk liburan mereka kali ini. Nanti sesampainya di tujuan Elfa juga sudah memesan tempat mereka menginap yaitu hotel Barrakh Corp.


Satu persatu mereka berpamitan dengan Omar dan Jasmine. Omar dan Jasmine menatap merek sudah seperti melepas anak TK yang akan pergi berjalan - jalan dalam tugas sekolah mereka.


Seperti itulah yang terjadi saat ini. Opa dan Oma melambaikan tangan merek ke arah mobil yang mereka naiki.

__ADS_1


"Opa, Oma kami pergi dulu ya.. Ucap mereka berbarengan.


"Kalian hati - hati ya" sambut Omar.


"Oke Opa.. Daaaaaah" balas mereka.


Kini semua sudah naik ke atas mobil. Elf duduk di dekat Fael, setelah itu Fael dan Dokter Shyana. Ryntia bersama Sitha sedangkan Fela masih duduk sendiri. Dokter Rasya masuk ke dalam mobil dan berniat duduk disamping Fela tapi dengan cekatan Fathir menerobos masuk dan dengan muka tebal dia langsung duduk di samping Fela.


Fela yang sedang asik membuka isi tasnya karena ingin mengambil sesuatu tidak memperhatikan perang dingin antara Fathir dan Dokter Rasya.


Jack segera mengambil tempat duduk di dekat Celine sehingga Dokter Rasya hanya mempunyai pilihan duduk bersama Shaby.


"Udah duduk semua?" tanya Elfa.


"Amaaaaan" jawab penghuni bagian belakang.


"Ayo Pak segera berangkat... " perintah Elfa pada Pak Supir.


"Kamu kok duduk di sini sih?" tanya Elfa pada Ethan.


"Gak ada pilihan lain Elf" jawab Ethan.


"Kak bisa di tukar gak, aku duduk sama Shyana dan kakak duduk sama si The Ghost" punya Elfa.


"Gak bisa Elf, udah nyaman dengan posisi ini. Lagian mobil udah jalan susah tukaran lagi. Sudah laaaah nikmati saja perjalanan kita" jawab Fael.


"iiish.." ucap Elfa kesal. Dia kesal karena sekarang kalau dia berdekatan dengan Ethan jantungnya susah untuk dikendalikan.


Wangi parfum Ethan, gerak tubuh Ethan membuatnya panas dingin. Sulit untuk digambarkan.


Entah mengapa untuk pertama kalinya Elfa lebih memilih penyakit alerginya kumat dan dia muntah saat ini agar bisa berjauhan dengan Ethan. Tapi sayang hal itu tidak pernah terjadi karena Elfa semakin yakin kalau Ethan memang antimonya. Penetralisir penyakit alerginya pada laki-laki.


"Kalau kamu ngantuk, bersandar aja di bahuku. Aku sudah mempersiapkan diriku untuk hal itu" ucap Ethan sambil memeluk bahunya sebelah kanan.


Elfa semakin tak nyaman dengan keadaan seperti ini tapi apa daya mobil sudah meluncur tak enak rasanya mengganggu kenyamanan yang lain hanya karena hal sepele seperti ini.


Walau dengan berat hati, akhirnya Elfa pasrah duduk di samping Ethan sambil matanya memandang keluar dari kaca yang ada di samping Elfa.


Oh Tuhan kuatkan aku.... Doa Elfa.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2