
Esok harinya sesuai perintah Elfa tadi malam tepat jam sepuluh pagi Ethan sudah sampai di Barrakh Corp. Dia datang dengan dandanan rapi menggunakan jas dan dasi lengkap. Membuat Ethan terlihat semakin tampan.
Ethan segera naik ke lantai paling atas ruangan CEO Barrakh Corp. Setelah dia sampai di lantai atas Ethan langsung di sambut oleh Sekretaris Fajar yang kini menjadi sekretaris Elfa.
"Bapak Ethan Mohammed ya?" tanya sekretaris Elfa.
"Yup" jawab Ethan singkat.
"Silahkan masuk Pak, Bapak sudah di tunggu dari tadi" jawab wanita itu.
Ethan menaikkan sebelah alisnya.
Mengapa Elfa tidak menghubungi aku sih kalau dia sudah menungguku dari tadi. Aku kan bisa lebih cepat datangnya. Batin Ethan.
Ethan masuk ke dalam ruangan CEO Barrakh Corp alangkah terkejutnya dia melihat Fajar di dalam ruangan itu.
"Silahkan duduk Ethan" ucap Fajar dingin. Tapi ada yang berbeda, Fajar tidak lagi memakai embel - embel Tuan atau Mr. Dia langsung menyebut nama Ethan.
Mudah - mudahan langkah yang baik. Doa Ethan dalam hati.
Ethan melirik ke arah Elfa. Elfa terlihat sedikit tegang dengan situasi ini.
"Elfa tolong tinggalkan Papa berdua saja dengan Ethan. Ada yang ingin Papa bicarakan berdua dengannya" pinta Fajar.
Ethan sangat terkejut mendengar perkataan Fajar. Dia kira di panggil ke sini karena Elfa yang ingin membicarakan sesuatu ternyata malah Papa nya. Ethan belum buat persiapan untuk bicara berdua dengan calon mertuanya.
Tapi bukan Ethan namanya kalau dia takut. Dia segera bisa mengatasi keterkejutannya dan duduk dengan nyaman di sofa ruang kerja Elfa.
"Baik Pa, aku keluar dulu ya" jawab Elfa.
Elfa melirik Ethan sekilas sebelum dia pergi meninggalkan ruang kerjanya. Setelah itu Elfa membuka pintu dan keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Kini hanya Ethan dan Fajar yang ada berdua di dalam ruangan itu. Fajar dan Ethan saling tatap untuk sesaat. Kemudian Fajar menyampaikan maksud dan tujuannya menyurut Ethan datang ke kantornya.
"Saya akan langsung bicara pada kamu ke intinya ya.. saya tidak pandai berbasa - basi. Apa tujuan kamu mendekati anak - anak saya?" tanya Fajar.
Ethan mulai mengerti kemana arah pembicaraan Fajar.
"Saya ingin berteman dengan mereka, sepertinya saya sudah pernah mengatakan hal ini" jawab Ethan lantang.
"Selain berteman? aku lihat kamu lebih sering mendekati Elfa. Apakah kamu masih dendam kepadanya? Dan kamu punya maksud untuk menghancurkannya?" tanya Fajar.
Ethan menarik nafas panjang.
"Begini Sir, persoalan balas dendam sudah selesai ketika kami di London. Elfa sudah bisa aku kalahkan saat bertanding taekwondo. Dan dia sudah menjalankan janjinya. Dia bekerja di rumahku sebagai koki selama satu bulan" jawab Ethan.
"Kamu menjadikan anakku sebagai koki di rumah kamu? Dengar Ethan, anakku itu lebih berharga dari seorang koki. Dia mempunyai pendidikan yang bagus. Memasak adalah hobbynya enak saja kamu menjadikan dia koki di rumah kamu" Fajar terlihat marah.
"Maaf Sir, saat itu kan aku masih dendam kepadanya tapi setelah dia tinggal di rumahku dan kami bertemu setiap hari membuat aku lebih mengenalnya dan merubah penilaianku padanya" jawab Ethan.
"Apa penilaian kamu pada putriku?" tanya Fajar.
Sial, berani sekali anak muda ini merayu putriku padaku. Umpat Fajar.
Ethan menatap mata Fajar tajam.
"Aku menyukai putri Anda Sir, bukan hanya aku saja yang menyukainya tapi kedua orang tuaku juga sangat menyukainya. Tujuan aku ke Indonesia bukan hanya untuk diriku sendiri tapi juga untuk kedua orang tuaku. Aku sudah berjanji pada mereka tidak akan kembali ke London sebelum aku mendapatkan hati Elfa" tegas Ethan.
"Haha... kamu terlalu percaya diri anak muda bisa mendapatkan hati putriku" ujar Fajar mematahkan semangat Ethan.
"Aku sangat yakin Sir, aku percaya niat yang tulus akan mendapatkan hasil yang baik" jawab Ethan.
Fajar terdiam sesaat dan menyusun beberapa strategi untuk menyelidiki gerak - gerik Ethan yang mungkin sengaja dia sembunyikan.
"Apa aku bisa mempercayai kata - kata kamu?" tantang Fajar.
__ADS_1
"Bisa, sebelum bertemu dan memanggil saya ke sini. Anda pasti sudah menyelidiki siapa saya, bagaimana sepak terjang saya di dunia bisnis. Anda pasti tau kalau saya ini tipe pria pekerja keras. Saya tidak akan mudah menyerah sebelum apa yang saya inginkan tercapai" ungkap Ethan.
"Walau dengan cara curang sekalipun untuk mendapatkannya" sindir Fajar
"Saya tidak pernah curang dalam berbisnis Sir" protes Ethan.
"Saat kamu melakukan pameran di hotel saya bukankah kamu melakukan kecurangan untuk bisa menekan dan mengancam putri saya?" tanya Fajar dengan sebuah penekanan.
"Sorry Sir, saat itu saya masih kesal dengan Elfa dan saya salah orang. Saya tidak tau kalau Elfa itu punya kembaran jadi saya mengira Fela adalah Elfa" ungkap Ethan.
"Kamu masih ingat mengancam Fela dengan apa? Kamu akan menghancurkan usaha keluarga kami kan?" desak Fajar.
"Saat itu aku memang berfikiran singkat saja tidak memikirkan hal lain yang penting saat itu Elfa mau menerima tantanganku untuk bertarung dengannya di Dojang. Aku tidak punya cara lain kecuali seperti itu. Karena sangat sulit sekali menemukan Elfa di Jakarta ini. Aku sudah ke kantor Anda, ke Butik istri Anda, ke Restoran EIC, Toko Kue Jasmine bahkan ke Hotel Barrakh Corp aku tidak menemukannya" jawab Ethan.
"Apa yang akan kamu lakukan kedepannya?" tanya Fajar.
"Aku akan berusaha mendapatkan hati Elfa Sir" jawab Ethan tegas.
"Setelah kamu dapatkan kemudian kamu campakkan?" sindir Fajar.
"Nggak Sir, aku serius padanya. Perasaanku tulus, jika dia mau menerimaku aku akan melamarnya. Aku sudah bicara dengan kedua orang tuaku. Begitu Elfa bilang 'Ya' Mommy dan Daddy ku akan berangkat ke Indonesia" jawab Ethan.
"Kamu fikir saya percaya dengan mudahnya?" ucap Fajar.
"Aku tau Anda pasti tidak akan mempercayai semua ucapan saya ini Sir. Tapi saya akan membuat Anda percaya dan Anda akan melihat kesungguhan saya" jawab Ethan yakin.
"Kita lihat saja anak muda. Aku kasih kamu kesempatan walau aku berharap semua ucapan kamu itu keliru tapi aku akan berusaha adil. Silahkan kamu dekatin anakku Elfa tapi sekali saja kamu menyakitinya aku tidak akan tinggal diam. Aku akan berada di barisan paling depan untuk melenyapkan kamu di muka bumi ini. Cam kan itu! Elfa adalah kebanggaan kami dan kesayangan kami. Tidak ada yang boleh menyakitinya dan membuatnya menderita" ancam Fajar.
Ethan menelan salivanya. Aura dingin sangat terasa saat berdekatan seperti ini dengan Fajar.
Sir... lihatlah aku akan berjuang untuk membuat putrimu mencintaiku. Tekad Ethan dalam hati.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG