
Sore harinya keluarga besar Fael sudah berkumpul di rumahnya mulai dari Opa Barrakh beserta teman - temannya Trio Ambisi. Opa Gunadi dan keluarga besar ADS Corp plus pada sahabatnya. Kumpul juga para teman - teman kedua orang tua mereka yang tergabung dam Geng ERASADIS dan juga para sahabat Fael Geng F3STER C plus Ethan dan Jack. Hanya saja malam ini minus Fela dan Fathir. Karena mereka masih di rumah sakit.
Sebelum adzan maghrib mereka sudah bergerak menuju rumah Dokter Shyana. Mereka takut telat sampai ke rumah Dokter Shyana. Dan memilih shalat di dalam perjalanan.
Saat adzan maghrib mereka semua singgah di mesjid yang mereka temui di tengah perjalanan. Semua berhenti dan melaksanakan shalat minus Jack dan Celine.
Mereka berdua hanya menunggu di parkiran mobil. Jack menghampiri Celine yang sedang merapikan pakaiannya.
"Kamu sangat cantik malam ini" ujar Jack memuji Celine.
"Terimakasih tapi aku gak punya uang receh" balas Celine.
"Aku tulus kok mengucapkannya tanpa mengharapkan balasan" jawab Jack.
Celine tidak memperdulikan ucapan Jack dia masih serius merapikan pakaiannya. Celine menggunakan kebaya modern yang sengaja di rancang Fela, Sitha dan Ryntia untuk acara malam ini.
"Gimana pekerjaan kamu di perusahaan Barrakh Corp?" tanya Jack.
"Baik" jawab Celine singkat.
"Apakah sudah terbiasa bekerja sebagai asisten pribadi CEO?" tanya Jack.
"Kalau sebagai tangan kanannya Elfa aku sudah lama menjalaninya jadi aku tidak kesulitan lagi untuk mengetahui apa yang Elfa inginkan dan butuhkan. Kalau masalah pekerjaan baik aku dan Elfa sama - sama terus belajar. Karena kami baru saja berkecimpung langsung di dalam perusahaan ini. Selama ini kami datang dan pergi sesuka hati kami di perusahaan itu" ungkap Celine.
Jack tersenyum dan sangat mengerti apa yang sedang di jalani Celine. Pekerjaan dia dan Celine tak jauh beda. Membantu seorang CEO, memenuhi semua perintah atasannya dan membereskan semuanya.
Terkadang melupakan kebutuhan pribadi dan lebih mengutamakan atasan mereka. Walau atasan mereka tak lain adalah sahabat mereka sendiri.
"Setelah Elfa menikah dengan Ethan nanti apa rencana kamu?" tanya Jack.
"Aku akan terus bekerja sebagai asisten pribadi Elfa. Tidak akan ada yang berubah. Karena Elfa menikah atau tidak, gak ada hubungannya dengan urusan kantor" jawab Celine.
"Maksud aku untuk masalah pribadi kamu?" tanya Jack.
__ADS_1
Celine hanya mendengarkan Jack menyelesaikan pertanyaannya.
"Setelah menikah mereka akan hidup bersama. Nasib kita sama, kita yang sudah terbiasa hidup melayani mereka kini tak bisa lagi dua puluh empat jam berada bersama mereka. Mereka akan membutuhkan privasi dan kehidupan mereka sendiri sedangkan kita akan menjalani hidup sendiri" lanjut Jack.
"Tidak ada masalah.. Aku akan belajar hidup sendiri tanpa Ela setelah keluar dari kantor" jawab Celine.
"Apakah kamu tidak pernah memikirkan kalau kamu akan merasa sepi?" tanya Jack.
"Maksud kamu?" tanya Celine tidak mengerti.
"Setelah mereka menikah tugas kita yang selama ini sibuk dengan mengurus semua kebutuhan termasuk urusan pribadi mereka perlahan akan berkurang. Mereka akan sibuk dengan pasangan mereka masing - masing. Akan tiba saatnya kita akan hidup sendiri dan sepi" ungkap Jack.
Celine mencoba memikirkan apa yang barusan Jack katakan. Jack benar jika saatnya tiba Elfa akan hidup bersama Ethan. Selama ini mereka selalu bersama saat di kantor atau di rumah.
Tiba - tiba saja Celine merasa sepi, hidupnya nanti pasti akan sepi karena Elfa akan meninggalkannya dan menjalani rumah tangga bersama Ethan yang kelak akan menjadi suaminya.
"Apakah kamu tidak memikirkan kehidupan kamu selanjutnya?" tanya Jack.
Celine menarik nafas panjang.
"Menjalani hari - hari kamu sendirian?" tanya Jack.
"Yah sendiri" tegas Celine.
"Apakah kamu tidak kesepian?" Tanya Jack lagi.
"Awalnya pasti akan terasa sepi tapi setelah itu aku yakin aku akan terbiasa dengan keadaan itu dan aku akan bisa menjalaninya" jawab Celine.
"Tidakkah kamu berencana juga untuk mencari teman hidup yang akan sama - sama menjalani hidup ini seperti Elfa dan Ethan?" Jack balik bertanya.
Celine menunduk.
Tentu saja aku akan memikirkannya. Tapi aku belum menemukan siapa orangnya. Batin Celine.
__ADS_1
"Ya.. aku pasti akan mencari teman hidupku dan aku yakin aku akan menemukannya. Karena aku yakin setiap manusia pasti akan mempunyai pasangan hidup. Aku juga sama" jawab Celine.
"Sama.. aku juga sama. Persis seperti kamu. Aku juga akan mencari teman yang akan aku ajak untuk menjalani hidupku. Partner hidup" ujar Jack.
"Tapi di Indonesia ini akan sedikit lebih sulit menemukannya karena yaaah seleraku tidak sama dengan Ethan. Aku tidak menyukai wanita asia. Aku lebih suka wanita eropa. Sementara untuk kembali ke London tidak semudah itu karena aku harus bekerja di sini membantu Ethan membangun perusahaannya di sini. Bagaimana dengan kamu?" tanya Jack.
Celine menatap ke arah Jack. Mata mereka saling tatap, untuk sesaat tidak saling berkedip. Celine bisa merasakan tatapan mata Jack langsung masuk menusuk ke jantungnya. Membuat jantungnya kini merasakan debaran - debaran kecil yang lama kelamaan semakin besar.
Yah jantung Celine kini semakin kencang berdetak bahkan Celine seperti bisa mendengarkan debaran jantungnya sendiri.
"Aa.. aku.. belum memikirkannya sampai sejauh itu" jawab Celine terbatas - bata. Celine segara membuang pandangannya ke arah lain.
Jack tersenyum melihat wajah Celine kini sudah merona karena salah tingkah.
"Kalau kamu mau, kita bisa menjadi patner. Aku rasa aku bisa menjadi patner hidup yang bisa sangat kamu andalkan" tembak Jack.
Celine terdiam dan kembali menatap mata Jack. Celine bisa merasakan kalau ucapan Jack tadi sangat serius.
"Sejak pertama melihat kamu, aku sudah tertarik. Semakin lama aku mengenal kamu aku semakin tertarik dengan pesona kamu. Bahkan saat ini sedikitpun aku tidak bisa memalingkan pandangan dari wajah kamu" ungkap Jack.
Jantung Celine semakin tak karuan lagi detakannya. Bahkan kalau tidak kuat bisa saja melompat karena mendengar ucapan Jack.
"Setelah Elfa dan Ethan menikah, mau kah kamu menjadi pendamping hidupku? Aku berjanji akan setia menjalani hidup ini bersama kamu. Kita jalani hidup yang sama seperti mereka, bahagia. Yah mencari kebahagiaan hidup. Menjalani rumah tangga bersama - sama, memiliki keluarga yang sudah lama tidak aku miliki lagi. Memiliki anak - anak dan membesarkannya berdua dengan kamu" sambung Jack.
Celine menutup mulutnya. Sungguh dia terkejut dan tak percaya dengan kata - kata Jack.
Ya Tuhaaaan... apakah dia sedang melamarku? Batin Celine.
"Walaupun kita bukan seorang muslim tapi saat ini kita sedang berada di depan mesjid. Mesjidlah jadi saksinya.. Celine mau kah kamu menjadi teman hidupku selamanya, menjalani hidup ini bersama - sama sampai kita tua nanti. Membangun keluarga kecil kita berdua?"....
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG