
Byuuuuuur.... mereka berdua masuk ke dalam kolam renang.
Ryntia dan Dokter Rasya panik dan berenang menyelamatkan diri ketepiaan.
"Huahahahaha... " tawa yang lain pecah.
"Elfaaaaaa... " teriak Ryntia.
"Ups.. Sorry Ryn aku gak sengaja, kepleset.. " jawab Elfa dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Gak mungkin kamu gak sengaja. Pasti sudah kamu rencanakan. Awas kamu ya... " Ryntia segera naik ke atas dan mengejar Elfa.
"Ethaaan heeeeeeleeeeeep" teriak Elfa.
Terjadilah kejar mengejar dan tarik menarik akhirnya Elfa juga masuk ke kolam renang.
Suasara jadi riuh, satu persatu di tarik dan saling dorong masuk ke dalam kolam renang.
"Udah lama ya kita gak main seru - seruan seperti ini. Rasanya sudah sangat lama sekali" ujar Sitha.
"Apakah terakhir saat kita mau ke London?" tanya Shaby.
"Ryntia pura - pura tenggelam" sambut Fathir.
"Dan biang keroknya adalah Elfa hahaha" ujar Fael.
"Lucu ya kalau kita ingat kenakalan kita masih kecil" Fela tersenyum tapi matanya berkaca - kaca.
"Sekarang kita sudah besar dan besok akan menikah. Apakah hubungan kita tetap bisa seperti dulu hiks.. hiks.. " Fela mulai menangis.
Celine, Sitha dan Ryntia memeluk Fela untuk menghibur.
"Kak Fela... kita akan tetap seperti dulu. Jadi Kak Fela jangan menangis ya" hibur Elfa.
Dokter Shyana tersenyum menatap kentalnya persahabatan dan persaudaraan geng F3STER C.
Setelah sempat bersedih - sedihan mereka kembali lagi ceria dengan cara mereka sendiri.
Enam pasangan sedang bermain di kolam renang dengan ceria dan riuhnya membuat suasana kolam renang hotel jadi rame. Untung saja dua hari ini hotel memang sedang private karena akan diselenggarakan pesta megah tiga cucu pemilik Barrakh Hotel.
Setelah puas berbasah - basahan mereka disajikan makanan ringan oleh pihak Hotel.
"Hei makan dulu yuk biar gak masuk angin. Kan gak lucu kalau besok kalian semua dlu" ujar Dokter Rasya kepada tiga pasang calon pengantin.
"Lho kenapa hanya ada enam piring ini?" tanya Ryntia.
"Sorry Ryn mereka tadi bilang biar romantis jadi kita hanya disediakan makanan untuk berpasangan" jawab Celine.
"Tapi aku dan Rasya kan... " protes Ryntia.
__ADS_1
"Semoga akan jadi pasangan" celetuk Elfa.
"Aamiin... " sambung yang lain.
"Apaan sih" elak Ryntia sementara wajahnya sudah memerah karena malu.
"Sudah Ryn gak apa - apa. Aku gak masalah kok. Mereka semua bisa menikmatinya mengapa kita malah menderita. Dinikmati ajalah" ujar Dokter Rasya.
"Naaah betul itu" sambut Jack.
"Mudah - mudahan ketagihan ya kan" goda Dokter Shyana.
Dokter Rasya melirik ke arah sahabatnya dan langsung di sambut dengan tawa oleh Dokter Shyana.
Akhirnya mereka berenam makan nasi goreng dengan saling suap - suapan.
Tiba - tiba Ela datang dari kejauhan dan menghampiri mereka.
"Lho mengapa kalian basah - basahan seperti ini? Besok kalian akan menikah, kalian bukan anak remaja lagi yang bisa bermain - main seperti ini" oceh Ela.
"Ah Mama kayak gak pernah muda aja" sindit Elfa.
"Bukan begitu sayang. Kalau kalian basah seperti ini nanti masuk angin lho. Besok seharian acara padat dan kalian butuh kekuatan dan tenaga ekstra. Mama gak mau kalian masuk angin ataupun demam. Ayo cepat buruan makannya setelah itu kalian masuk ke kamar masing - masing untuk berganti pakaian" pesan Ela.
"Tapi Ma... " bantah Fela.
"Yank kamu ganti baju sana gih. Aku gak mau malam pertama kita gagal. Kita kan mau ngalahin Mama cetak anak kembar empat sekaligus" ujar Fathir pelan tapi bisa di dengar oleh semuanya.
Jack dan Shaby tersenyum mendengar ucapan Fathir barusan.
"Dasar Fathir kalau udah bicara malam pertama langsung semangat membara" sindir Fael.
"Kayak kakak nggak aja" bela Fela.
"Hahaha... kalian sama saja" sambut Elfa.
"Kamu juga" balas Fael dan Fela berbarengan.
"Udah - udah gak usah bertengkar. Kalian semua bubar. Atau Mama akan adukan aksi kalian ini kepada Opa Omar" ancam Ela.
"Yaaah Mama main bawa - bawa leluhur. Mana kita berani. Yuk Thir, Than" ajak Fael.
Fael bangkit dan menarik tubuh Fathir dan Ethan.
"Huuus... Opa masih hidup Fael. Enak aja kamu bilang leluhur seperti mereka sudah meninggal aja" protes Ela.
Ethan, Fael dan Fathir langsung bergegas meninggalkan kolam renang sebelum Mama dan Mama mertua ngamuk. Begitu juga dengan para calon pengantin wanita. Sedangkan Jack, Shaby dan Dokter Rasya masih sibuk ngurusin para wanita.
Setelah itu mereka kembali ke kamar masing - masing. Jack mengejar Celine yang hendak berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
"Cel.. " panggil Jack.
"Ya Jack" jawab Celine. Celine menghentikan langkahnya saat Jack memanggil namanya.
"Nanti malam bersiaplah, aku akan mengajak kamu menemui Mommy dan Daddy" pesan Jack.
"Malam ini Jack? bukankah kamu berjanji akan melakukannya setelah selesai pernikahan Ethan dan Elfa?" tanya Celine terkejut.
"Hanya pertemuan biasa dan membicarakan hal - hal biasa. Melamar kamu tetap akan dilakukan setelah pesta pernikahan Ethan" jawab Jack mencoba meyakinkan Celine.
"Baiklah tapi aku pamit dulu kepada Mommy dan Daddy. Mereka belum tau tentang hubungan kita" ujar Celine.
"Kamu belum menceritakan tentang aku pada mereka?" kini giliran Jack yang terkejut.
"Sorry Jack aku terlalu sibuk membantu Elfa di kantor dan mempersiapkan pernikahan mereka sampai lupa cerita ke Daddy" jawab Celine dengan rasa bersalah.
"Oh Tuhaaan.. bagaimana nanti kalau mereka akan menolak lamaran Mommy dan Daddyku?" tanya Jack.
"Kalau soal itu kamu tidak perlu khawatir. Mereka pasti akan bertanya padaku. Apapun pilihanku mereka pasti akan menyetujuinya" jawab Celine.
Jack bisa bernafas lega mendengar jawaban kekasih hatinya.
"Baiklah aku jadi bisa bernafas lega. Aku sempat takut tadi. Kamu tau kan aku ini siapa di dalam keluarga Ethan. Aku tidak bisa membuat Mommy dan Daddy malu kalau sampai lamaran kami nanti di tolak" ungkap Jack masih sedikit cemas.
Celine meraih tangan Jack dan menggenggamnya mesra.
"Kamu tidak perlu takut, aku bisa meyakinkan Mommy dan Daddyku. Apalagi nanti mereka menerima lamaran dari Mommy dan Daddy kamu yang juga merupakan besan dari Uncle Fajar dan Aunty Ela. Mereka pasti akan menerima lamaran keluarga kamu. Percayalah padaku Jack" ucap Celine meyakinkan.
Jack kini bisa tersenyum menatap wajah Celine.
"Sekarang aku tidak akan takut lagi. Aku percaya pada kamu" jawab Jack.
"Ya percayalah padaku" jawab Celine.
Tiba - tiba ada yang menghampiri mereka.
"Ehm.. ehm.. " terdengar suara seorang pria yang sangat Celine kenal.
Sontak Celine melepaskan tangan Jack.
"Ngapain kalian seperti ini? Dengan tubuh yang basah bisa - bisanya kalian saling berpegangan tangan?" tanya pria yang tak lain adalah Jimmy, daddynya Celine.
Celine dan Jack saling lirik dengan wajah tegang.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1