CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
132


__ADS_3

Hari ini anggota Geng F3STER C plus Ethan dan Jack janjian untuk menjenguk Pak Nugroho ke Rumah sakit. Mereka tidak memberi kabar sebelumnya kepada Dokter Shyana.


Jam setengah lima sore semua sudah berkumpul di rumah sakit dan berjalan menuju Kamar rawat inap Papanya Dokter Shyana. Ethan dibantu oleh Jack menjalankan kursi rodanya.


Tok.. tok..


Dokter Shyana membuka pintu kamar rawat inap Papanya.


"Surprise.. " teriak Fela, Sitha dan Ryntia.


"Kalian dataaaaang?" tanya Dokter Shyana tak percaya.


"Datang donk, kami kan kangen sama Kakak Ipar" Fela langsung memeluk Dokter Shyana.


"Kakak ipar?" tanya Shaby dan Fathir bersamaan sambil melirik Fael.


Fael tersenyum - senyum penuh arti.


"Jadi Shyana ini yang kemarin kamu bilang udah punya calon?" tanya Shaby terkejut.


"Shyana calon kamu?" tanya Fathir lagi.


Fael menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat.


"Udah di lamar lho... " sambut Elfa.


"Oh ya, kapan?" tanya Sitha dan Ryntia.


"Tadi malam lho" jawab Fela.


Dokter Shyana tampak malu - malu sedangkan Fael tersenyum senang melihat tanggapan para sahabatnya.


"Siapa Shyan? Kok gak diajak masuk" tanya Mama Dokter Shyana.


"Anu Ma.. ini adik - adiknya Fael dan teman - temannya" jawab Dokter Shyana.


Semua masuk ke dalam kamar rawat inap secara bergantian.


"Assalamu'alaikum Tante.. Om" sapa Fela dan Elfa.


"Wa'alaikumsalam. Kalian kembar?" tanya Mama Dokter Shyana terkejut.


"Lho Shyana gak cerita sama Tante? Kami ini kembar tiga" Jawa Elfa.


"Kembar tiga? Kalian berdua dan Fael?" tanya Mama Dokter Shyana bingung.


Fela dan Elfa tersenyum menanggapi keterkejutan Mama Dokter Shyana.


"Iya Tante, Kak Fael anak pertama setelah itu aku Fela dan ini adik kami Elfa" jawab Fela.


"Maaf kami tidak tau kalau Fael itu ternyata anak kembar. Memang Shyana belum cerita tentang itu" jawab Mama Dokter Shyana.

__ADS_1


Fela, Elfa dan lainnya bergantian mencium tangan kedua orang tua Dokter Shyana dengan hormat.


"Ini ada sedikit buah tangan yang bisa kami bawa" Elfa memberikan beberapa bungkusan.


"Mama Elfa ini pinter sekali memasak lho. Dia juga punya Restoran sendiri. Di rumah keluarga Barrakh dia sering mengajari aku masak" ungkap Mama Dokter Shyana.


"Oh ya? Terimakasih kalian sudah menyambut anak kami dengan baik" jawab Mama Dokter Shyana.


"Sama - sama Tante, Shyana juga baik. Kami senang mendapat Kakak Ipar seperti Shyana" sambut Fela ramah.


"Gimana keadaanya Om, sudah baikan?" tanya Elfa.


"Alhamdulillah.. mm.. " jawab Pak Nugroho.


"Saya Elfa Om" jawab Elfa seolah tau kalau Papa Dokter Shyana sulit membedakan mereka.


Tak lama Ethan mendekat dengan memakai kursi rodanya.


"Perkenalkan saya Ethan Mohammed. Saya adalah pasien Dokter Shyana" Ethan menjabat tangan Pak Nugroho dengan santun.


"Waaah kamu hebat, bahasa Indonesia kamu sangat lancar sekali" puji Pak Nugroho.


"Semua karena mereka ini yang rajin dan sabar mengajari saya berbahasa Indonesia" sambut Ethan.


Papa Dokter Shyana melihat ada tiga orang bule yang datang bersama Fael. Dua pria dan satu wanita dan ketiganya sangat fasih berbahasa Indonesia.


Benar kata Shyana mereka memang keluarga yang sangat terpandang. Dari tampilan mereka semua sudah kelihatan perbedaan keluarga mereka dibanding dengan keluarga kami. Tapi mereka semua sangat ramah dan akrab.


Mereka juga kelihatannya sangat menyukai Shyana dan bisa menerima Shyana dengan baik di tengah - tengah mereka.


"Assalamu'alaikum" sapa Dokter Rasya.


"Wa'alaikumsalam. Lho kamu datang juga Sya, dari mana kamu bisa tau kalau??" tanya Dokter Shyana bingung.


"Tentu saja dari Fael. Katanya ada pengumuman penting di rumah sakit ini. Eh ternyata si Om yang sakit ya" jawab Dokter Rasya.


Dokter Rasya langsung menjabat tangan kedua orang tua Dokter Shyana.


"Nak Rasya datang juga toh" sambut Bu Nugroho.


"Dan sepertinya kalian semua sudah saling kenal?" tanya Pak Nugroho.


"Kami kemarin jalan bareng Ma ke Bandung. Dan disanalah Ethan cidera karena jatuh di jurang Tebing Kraton. Setelah selesai bertugas di rumah Opa Omar aku ditugaskan untuk merawat Ethan di rumah keluarga Fael" jawab Dokter Shyana pada Papa dan Mamanya.


"Oh begitu ceritanya pantas saja terlihat sangat akrab" sambut Pak Nugroho.


"Jadi ada pengumuman apa nih Fael, aku dari tadi sudah penasaran gak sabar ingin tau beritanya?" tanya Dokter Rasya.


"Pengumuman pentingnya adalah.... Shyana sudah di lamar oleh Kak Fael tadi malam" ungkap Fela.


"Apa? Serius Shyan, Fael?" tanya Dokter Rasya terkejut dan dia masih merasa tidak percaya.

__ADS_1


"Iya serius donk masak bohong" sambut Sitha.


"Waaah selamat ya Shyan, Fael. Semoga lancar sampai hari H dan tidak ada gangguan dari manapun" doa Dokternya Rasya.


Fathir yang melihat kalau Dokter Rasya semakin mendekat ke Fela langsung tidak mau kalah dan duduk tepat di dekat Fela.


"Jadi kapan nih keluarga kita datang melamar secara resmi?" tanya Fathir.


"Nunggu Om sembuh, iya kan Om?" jawab Fela.


Pak Nugroho tersenyum ternyata keluarga Barrakh semuanta ramah - ramah.


"Iya, kemarin kata Pak Omar Barrakh juga begitu" sambut Pak Nugroho.


"Lho Opa Omar juga datang ke sini?" tanya Dokter Rasya tak percaya.


Pak Nugroho menganggukkan kepalanya.


"Iya Sya, kemarin sore mereka datang ke sini" jawab Paling Nugroho.


"Nanti nikahnya barengan ya" ujar Ethan.


"Barengan gimana?" tanya Fathir penasaran.


"Barengan, Fael sama Shyana dan aku sama Elfa" jawab Ethan senang.


"Serius? terus kamu gimana Fel?" tanya Fathir.


"Aku sih gak masalah, kan belum ketemu juga calonnya. Kayaknya masih lama deh" jawab Fela.


"Gak seru donk Fel, kalau barengan bertiga kan seru. Lahirnya aja kalian barengan" sambut Sitha.


"Ya umur, jodoh dan maut itu rahasia Allah. Gak ada yang tau" jawab Fela.


Dokter Rasya memandang wajah Fela dengan penuh rasa, sementara Fathir mengetahui hal itu dan mencoba mengganggu jarak pandangnya. Fathir sengaja menghalangi wajah Fela dengan tubuhnya sehingga Dokter Rasya jadi kesulitan untuk melihat wajahnya.


"Kenapa kamu gak cari jodoh secepatnya Fel, biar barengan aja nikahnya?" tanya Ryntia.


"Aku gak mau terburu - buru mencari jodoh. Nanti hasilnya gak baik" jawab Fela.


"'Coba aja dulu Fel" sambut Dokter Shyana.


"Cari suami kok coba- coba" balas Fela.


"Hahaha... serasa kok mirip iklan ya" potong Elfa.


Seketika jadi ramai di kamar rawat inapnya Papa Dokter Shyana. Pak Nugroho tak henti - hentinya tersenyum melihat pembicaraan anak muda ini.


Ternyata putriku berada di lingkungan yang seperti ini. Mereka semua anak - anak yang baik dan lucu. Walau mereka memiliki harta yang dimiliki tapi tidak membuat mereka sombong dan mereka tetap santun. Alhamdulillah ya Allah, putriku bisa diterima di keluarga ini dengan baik. Pak Nugroho tak henti - hentinya mengucapkan syukur di dalam hati dan terus menatap putrinya yang selalu tersenyum, itu artinya Shyana memang sangat - sangat bahagia.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2