CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
87


__ADS_3

"Apa?" Dokter Shyana terlihat sangat terkejut.


"Tapi setelah mereka menemukan antimonya penyakit mereka perlahan - lahan sembuh. Sekarang Opa dan Papa sudah tidak alergi lagi" balas Fael.


Farel melirik ke arah Ethan dan Dokter Rasya yang menatap mereka dari kejauhan dengan tatapan khawatir.


"Sudah El?" tanya Dokter Shyana sambil memijit tengkuk Elfa dari belakang.


Elfa menganggukkan kepalanya.


"Sudah lega?" tanya Fael.


"Sudah Kak" jawab Elfa.


"Ya sudah kamu istirahat aja dulu gih ke kamar" perintah Fael.


"Iya Elf, aku mau nemuin Rasya dulu mau ngerjain tugas" sambut Dokter Shyana.


"Ya sudah, aku ke kamar ya" Elfa berjalan menuju kamarnya.


Sedangkan Fael dan Dokter Shyana kembali ke tempat Ethan dan Dokter Rasya.


"Gimana keadaan Elfa?" tanya Ethan.


"Masih lemas, biarkan dia istirahat dulu di kamar. Nanti kalau sudah baikan pasti dia balik lagi" jawab Fael.


"Dia sakit apa?" tanya Ethan khawatir.


"Masuk angin aja tuh, yuk Than kita ke dalam Dokter Shyana dan Dokter Rasya mau kerja. Kamu gak mau belajar bahasa Indonesia hari ini?" tanya Fael.


"Oke, yuk" Ethan berdiri dan mengikuti Fael masuk ke dalam rumah.


Kini tinggal Dokter Shyana dan Dokter Rasya yang duduk di depan kolam.


"Sya.. kamu pernah tidak mendengar seseorang alergi pada lawan jenis?" tanya Dokter Shyana.


Dia masih belum bisa menerima secara logika penyakit yang di derita Elfa karena Dokter Shyana belum pernah mendengar penyakit itu.


"Maksud kamu?" tanya Dokter Rasya.


"Ini nih misalnya aku punya penyakit alergi berdekatan dengan laki - laki. Trus waktu aku dekat sama laki - laki aku mual dan muntah - muntah" cerita Dokter Shyana.


"Kamu ngidam kali, gak bisa cium bau - bauan sampai mual berada di dekat aku" Goda Dokter Rasya.


"Enak saja kamu" elak Dokter Shyana sambil menepuk lengan teman sejawatnya itu.


Semua gerak - gerik mereka di perhatikan oleh Fael dan entah mengapa hatinya sangat panas menyaksikan interaksi mereka berdua.


Sial, kenapa mataku panas melihat mereka tertawa dan bercanda seperti itu ya. Batin Fael.


"Aku serius Sya" ucap Dokter Shyana.


"Mmm.. sepertinya aku tau siapa yang sedang kita bicarakan, boleh aku tebak?" tanya Dokter Rasya.


"Siapa?" tantang Dokter Shyana.


"Apakah wanita yang bernama Elfa tadi?" tebak Dokter Rasya.


Dokter Shyana menganggukkan kepalanya.


"Iya, dia mual tadi karena berdekatan dengan kamu" ungkap Dokter Shyana.

__ADS_1


"Lho tapi dia bisa berdekatan dengan dua pria tadi?" tanya Dokter Rasya penasaran.


"Fael itu kakak kembarnya Elfa sedangkan pria bule itu Fael bilang antimonya Elfa" ungkap Dokter Shyana.


"Antimo?" tanya Dokter Rasya.


"Iya, obat mualnya. Kata Fael kalau mereka menikah perlahan - lahan sakit Elfa akan sembuh" ucap Dokter Shyana menjelaskan.


"Cuma satu antimonya?" tanya Dokter Rasya.


"Katanya sih begitu" balas Dokter Shyana.


"Sayang kesempatanku gak ada ya?" tanya Dokter Rasya.


"Kan tadi kamu udah lihat penyakitnya kambuh gara - gara kamu" jawab Dokter Shyana.


"Yaaaah sedih sekali nasibku, padahal aku suka melihatnya" jawab Dokter Rasya.


"Jadi mana berkas yang aku suruh kamu antarkan?" pinta Dokter Shyana.


"Nih, ini semua berkasnya" Dokter Rasya mengeluarkan beberapa lembar kertas yang berisikan data untuk bahan pekerjaan Dokter Shyana.


Berkas tersebut diterima Dokter Shyana dan dia membacanya dengan teliti.


Mereka sekalian berdiskusi dan membahas berkas itu bersama - sama. Tanpa terasa waktu terus bergulir sampai siang.


"Assalamu'alaikum... " Fela datang dari arah depan dan langsung menghampiri Ethan dan Kakaknya.


"Wa'alaikumsalam" jawab Fael dan Ethan.


"Kamu datang sama siapa?" tanya Fael.


"Sendiri, nih bawa pesanan Elfa sekalian bawa masakan Mama untuk Opa" Fela duduk di dekat Fael dan menunjukkan bungkusan yang dia bawa.


Fela bangkit kembali dan berjalan ke dapur membawa masakan Mamanya untuk Opanya.


Sebelum sampai di dapur Fela bertemu dengan seorang pria.


"Sudah baikan kamu?" tanya pria asing itu.


"Aku?" tanya Fela.


"Ya iyalah kami, masak aku nanya sama pintu" jawab pria itu..


"Aku baik" jawab Fela ramah.


"Kalau kita berdekatan seperti ini gak sakit kan?" tanya pria itu lagi.


"Nggak" jawab Fela.


Siapa pria ini, kenapa dia sok kenal gitu ya. Tapi.. cakep juga. Batin Fela.


"Sayang gak bisa berlama-lama takutnya kamu sakit lagi. Aku ke sana dulu ya" Pria itu menunjuk ke arah teras belakang.


"Silahkan" balas Fela.


Fela kembali melanjutkan langkahnya menuju dapur.


Dia cantik sekali, penampilannya berbeda dengan yang tadi. Kali ini dia tampilannya lebih feminim dan sedikit polesan make up. Sayang aku tak punya kesempatan. Batin pria itu yang tak lain adalah Dokter Rasya.


Jasmine yang ada di dapur terkejut dengan kedatangan Fela.

__ADS_1


"Kapan kamu datang sayang?" tanya Jasmine.


"Baru Oma, nih aku bawa makanan yang dimasak Mama" ucap Fela.


"Apa itu?" selidik Jasmine


"Biasa Oma, kalau ada yang sakit. Masakan andalan Mama" balas Fela.


Jasmine tersenyum menerima bungkusan yang diberikan Fela.


"Bubur sumsum ya" Jasmine membuka wadah yang ada dalam bungkusan.


"Sana ke kamar adik kamu dan panggil dia, biar kita makan siang bareng" suruh Jasmine.


"Oke Oma. Aku juga mau antar pesanannya. Tadi dia minta dibawain pakaiannya" jawab Fela.


Fela bergegas menuju kamar Elfa.


"Sis, nih baju yang kamu pesan" Fela melempar bungkusan yang dia bawa di atas meja.


Elfa bangkit dari tidurnya


"Kamu kenapa?" tanya Fela melihat Elfa yang sedikit lemas.


"Penyakitku kumat, biasa Kak. Ada teman prianya Dokter Shyana datang di bawah. Makanya aku jadi seperti ini" ungkap Elfa.


"Oh cowok keren tadi? Dia Dokter juga?" tanya Fela dengan mata berbinar.


Elfa menganggukkan kepalanya.


"Semangat banget, kayak gak pernah lihat cowok cakep aja. Cakepan juga Si Bule itu" bela Elfa.


"Cakep sih tapi songong. Males aku dekat - dekat dia" balas Fela.


"Eh kita kok malah bahas cowok. Oma nyuruh panggil kamu. Kita mau makan siang" ucap Fela.


"Ya sudah, tunggu sebentar aku mau ganti baju dulu. Pakaianku ini rasanya bauk, mungkin tadi kena muntahanku" ucap Elfa.


"Iiih kamu jorok banget" ejek Fela.


Elfa melangkah ke lemari mengambil baju dan membawanya ke kamar mandi. Di kamar mandi Elfa membersihkan wajahnya dan berganti baju setelah itu baru dia keluar.


"Lho masih di sini?" tanya Elfa.


"Ya masihlah, aku kan nungguin kamu" jawab Fela.


"Kirain udah pergi duluan" jawab Elfa.


"Itu kan kebiasaan kamu, gak sabar nungguin aku. Main tinggal pergi saja" protes Fela.


"Habis kakak kalau dandan lama sih. Ya aku tinggal. Ya sudah yuk keluar" ajak Elfa.


Mereka bersama - sama keluar dari kamar dan melangkah menuju ruang makan dimana sudah berkumpul Opa, Oma, Fael, Ethan, Dokter Shyana dan temannya.


"Lama sekali kalian, kami sudah menunggu dari tadi" ucap Fael.


Sontak yang lain melihat ke arah tatapan mata Fael.


"Lho kok ada dua....?"


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2