CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
157


__ADS_3

"Mereka ke sini mau ngenalin aku sama cowok lain" jawab Sitha.


"Apa?" tanya Shaby terkejut.


"Makanya dari kemarin aku sudah bilang sama kamu, kapan kita akan mempublikasikan hubungan kita ini pada teman - teman? Mereka tidak akan ada yang menentangnya. Malah aku curiga sama kamu sekarang" jawab Sitha.


"Kamu curiga apa Sith, sama siapa? Aku?" tanya Shaby.


"Iya, jangan - jangan kamu tidak serius dengan aku" jawab Sitha.


Wajah Shaby tampak terkejut, dia memandang wajah Sitha dengan seksama.


"Sith, aku serius dengan kamu. Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya kepada teman - teman. Kamu sabar ya. Aku hanya tidak mau di bully sama Fathir dan Elfa. Kamu tau kan mereka berdua itu yang paling ribut di Geng kita" ujar Shaby.


"Kamu kan tidak sendirian Shab, ada aku berjuang bersama kamu. Lagian kamu kenapa juga takut di bully sama mereka. Emangnya kamu malu punya pacar seperti aku ini?" tanya Sitha kesal.


"Nggak Sith.. jangan salah sangka. Aku tidak malu, aku malah bahagia sekali pacaran dengan kamu" jawab Shaby.


Tiba - tiba Fela datang lagi dan menghampiri mereka berdua.


"Lho Shaby katanya ke kamar mandi kok malah nempel di dapur?" tanya Fela.


Shaby dan Sitha terkejut karena melihat Fela tiba - tiba muncul.


"Ta.. tadi aku juga haus makanya aku singgah ke dapur" jawab Shaby canggung.


"Sith, udahan belum minumnya? Udah haus nih?" tanya Fela.


"Iya Fel udah nih. Yuk kita ke teras" ajak Sitha.


Akhirnya mereka bertiga berjalan ke teras belakang rumah Sitha dan bergabung dengan Shaby. Mereka duduk santai sambil minum dan makan kue yang dibawa Fela dari rumahnya.


"Kalian ngapain ke sini?" tanya Shaby.


"Awalnya kami mau jodohin Sitha sama temannya Shyana tapi katanya Sitha belum mau. Mungkin Sitha udah punya calon sendiri" sindir Fathir.


"Eh tapi teman Shyana ada juga lho Shab yang minta cariin calon. Temannya Shyana dokter juga, cantik lagi. Kamu mau gak?" tembak Fela langsung.


"Ha, aku?" tanya Shaby.

__ADS_1


"Iya kamu lah. Ada teman sendiri ngapain tawarin ke orang lain" sambut Fathir.


"Anaknya cantik lho Shaby, aku yakin kalau kamu lihat tuh cewek kamu pasti naksir" timpa Fela.


Sitha tampak kesal mendengar perkataan Fela dan Fathir.


"A.. aku belum mikirin ke situ" jawab Shaby.


"Kapan lagi kamu mikirin hal itu Shab? umur terus bertambah sebentar lagi kami juga menikah. Apa kalian gak pengen nyusul?" tanya Fathir.


Sitha dan Shaby saling lirik.


"Ya pengen donk, tapi aku gak mau ah di jodohin. Mending aku cari sendiri aja" jawab Shaby.


"Kami gak mau jodohin kamu. Kami hanya ingin kenalin kamu sama tuh cewek, setelah itu ya tergantung kamu. Kalau cocok ya lanjut, kalau nggak kami tidak akan maksa kamu untuk bilang ya" balas Fela.


"Gimana Shab?" tanya Fathir.


Shaby diam - diam melirik ke adah Sitha. Tapi hal itu tidak lepas dari pantauan Fela dan Fathir. Mereka berdua saling senyum melihat tingkah Sitha dan Shaby yang semakin mencurigakan. Mereka semakin yakin kalau Sitha dan Shaby mempunyai hubungan khusus selain seorang sahabat.


Tapi mereka ingat - ingat sejak kapan hal itu terjadi, mereka tidak ingat dan tidak mengetahuinya. Sitha dan Shaby benar - benar pintar merahasiakan hubungan mereka selama ini hingga sampai kejadian saat malam dimana Ethan melamar Elfa. Baru mereka merasa sikap Sitha dan Shaby aneh dan mencurigakan.


Shaby menarik nafas panjang.


"Aku pikir - pikir dulu ya Fath, Fel.. Aku sangat berterimakasih kepada kalian karena kalian sudah sangat peduli kepadaku. Tau aja kalau aku memang gak punya calon" ujar Shaby pura - pura.


Jawaban Shaby benar - benar membuat Sitha terkejut. Dia dengan sengaja menginjak kaki Shaby karena sangat kesal.


"Aaaawwwww.... " Refleks Shaby menjerit.


"Ada apa Shab? Kamu kok menjerit?" tanya Fela.


"Eh anu Fel kakiku gak sengaja menendang kaki meja" jawab Shaby berbohong.


Hahaha.. kamu memang gak pinter berbohong saudara sepupu. Aku sudah mengenal kamu sejak kecil. Kamu adalah saudaraku juga karena kita dulu sempat berbagi ASI. Batin Fela.


Hahaha wajah kesal kamu Sith, aku sangat tahu kalau saat ini kamu sangat kesal mendengar jawaban Shaby. Aku mengenal kamu sejak kecil karena kamu adalah saudara satu susuanku. Batin Fathir.


"Tuh Fel, Shaby aja mau memikirkan tawaran kami untuk mengenalkannya sama cewek. Masak kamu mau kalah cepat sama Shaby? Kamu mau diantara kita semua yang paling belakangan nikah?" pancing Fela.

__ADS_1


Dengan kesal Sitha melirik ke arah Shaby.


"Baiklah Fel kalau begitu aku mau juga kamu kenalkan dengan pria yang akan kalian jodohkan denganku. Siapa tau dia memang jodohku" jawab Sitha kesal.


Shaby terkejut dan matanya melotot melirik ke arah Sitha. Mereka saling memberikan kode. Membuat Fela dan Fathir ingin sekali tertawa lebar.


Dua saudara plus dua sahabat mereka itu terlihat sangat lucu hari ini. Seandainya saja mereka bisa merekam atau memotret wajah Shaby dan Sitha malam itu mereka akan mengirimkan nya kepada teman - teman mereka yang lain.


Agar mereka tau bagaimana reaksi Sitha dan Shaby saling cemburu dan kepanasan. Keduanya saling menyerang dan berusaha membuat pasangan mereka kesal.


"Kalau begitu deal ya kalian berdua mau kami kenalkan dengan calon yang akan kami jodohkan dengan kalian. Nanti kami akan atur waktunya dan kami juga akan hubungi kalian.. Setelah itu kita akan atur jadwal pertemuan kalian" ungkap Fathir.


"Duh aku udah gak sabar Sith melihat kamu punya pacar atau calon suami. Aku yakin kamu pasti tidak akan menyesal. Tuh cowok ganteng banget dan sangat mapan. Profesinya juga Dokter kamu pasti tidak akan menyesal mengenalnya" ujar Fela.


"Kamu juga Shab, wanita yang akan kami kenalkan dengan kamu sangat cantik dan sama dengan calonnya Sitha. Calon kamu juga seorang dokter" sambung Fathir.


Sitha dan Shaby saling lirik tapi sepertinya lirikan kali ini adalah lirikan marah dan kesal. Mungkin karena keduanya sama - sama merasa akan kehilangan.


Sementara Fathir dan Fela tertawa dalam hati bahkan mereka bersorak dalam hati. Rencana mereka sepertinya akan membuahkan hasil. Tinggal menunggu gimana Sitha dan Shaby mau mengakui hubungan mereka ke khalayak banyak.


"Fel kita pulang yuk. Tadi kamu bilang kita akan singgah ke toko bahan jahit" anak Fathir.


"Eh iya, kita gak bisa lama. Aku pulang ya Sith, Shab. Lain waktu kita sambung lagi" sambut Fathir.


"Oke" jawab Sitha.


"Kamu gak ikut Shab?" tanya Fela.


"Nggak, aku bentar lagi aja. Masih pengen main di sini" tolak Shaby.


"Oke kalau begitu kami lanjut ya. Daaaah" ujar Fela dan Fathir.


Mereka keluar dari rumah Sitha sambil melenggang ke arah mobil. Sesampainya di mobil mereka melakukan tos dan mereka berdua tertawa bersama. Rencana mereka siang ini sangat berhasil.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2