
Fela, Fathir , Elfa, Etha, Jack dan Celine sudah sampai d rumah Fajar Barrakh dengan selamat. Mereka tidak langsung bubar. Karena ini adalah akhir pekan dan besok hari libur gak ada salahnya kalau mereka tidur lebih lama.
Fathir masih singgah di rumah Fela sambil menunggu Fael pulang. Ada sesuatu yang ingin Fela dan Fathir sampai kan kepada yang lain.
"Kalian sudah pulang?" sambut Fajar bergitu mereka melihat anak - anak sudah pulang dan berkumpul di ruang keluarga.
"Sudah Pa" jawab mereka kompak.
"Oh ya gimana acaranya tadi. Mama dengar ada yang sudah dilamar secara romantis?" tanya Ela.
"Aaah Mama.... " sambut Elfa malu.
"Alhamdulillah lancar Ma" jawab Ethan.
"Kamu di tolak gak?" goda Fajar.
"So pasti nggak donk Pa, udah otw halal gini" potong Fela.
"Siapa tau Elfa jual mahal seperti Mama kamu dulu. Di tinggal ke London baru nangis" jawab Fajar.
"Maaaas" kali ini Ela yang protes.
"Lihat Mama cincin lamaran aku" Elfa menunjukkan cincin yang diberikan Ethan kepadanya.
"Wah cantik sekali Elfa" puji Ela.
"Ethan sengaja mendesignnya untukku" jawab Elfa tersenyum bahagia
"Untuk kamu selalu yang terbaik" sambut Ethan.
"Syukurlah kalau kalian bahagia karena hanya itu yang ingin kami lihat di dunia ini. Memastikan semua anak - anak kami bahagia" tegas Fajar.
"Kak Fael mana?" tanya Ela.
"Biasa Ma, dia anterin Shyana dulu ke rumahnya" jawab Elfa.
"Ya sudah kalau gitu kalian lanjut aja ya. Papa dan Mama mau istirahat" ucap Fajar.
"Oke Pa" jawab mereka semua.
"Eh Elf tadi waktu di Restoran merhatiin sikapnya Sitha dan Shaby gak?" tanya Fela.
"Nggak, emang kenapa Kak?" tanya Elfa penasaran.
"Ya gak merhatiinlah, namanya lagi bahagia mana mungkin perhatiin yang lain" potong Celine.
"Emang ada apa sih dengan mereka?" tanya Elfa lagi
"Aku dan Fela curiga ada sesuatu diantara mereka yang mereka rahasiakan" sambut Fathir.
"Apaan?" desak Elfa lagi.
"Aku dan Fela curiga kalau mereka pacaran deh" jawab Fathir.
"Dan sepertinya udah lama" sambung Fela.
"Oh ya? Serius?" tanya Elfa dan Celine tak percaya.
__ADS_1
"Ya gak apa - apa donk mereka pacaran. Kan kalian juga sama sahabatan tapi ternyata sama - sama saling suka" ujar Ethan.
"Kalau kami kan terbuka dan go public gak ada yang di rahasiain. Kalian juga sama kan?" balas Fathir.
"Mereka itu sepertinya ingin menutupi hubungan mereka" sambung Fela
"Untuk apa mereka sembunyi - sembunyi?" tanya Ethan penasaran.
"Mmm... mungkin karena janji kita dulu Elf" ujar Celine.
"Janji yang mana?" tanya Elfa lupa.
"Itu lho tentang tidak akan menikah dan menjalin hubungan dengan siapapun sebelum kamu menikah" jawab Fela.
"Ya ampun kalian masih ingat janji itu?" tanya Elfa terkejut.
"Ya masih donk, itu kan karena rasa kasih sayang kamu. Kasihan melihat kamu mual - mual dan muntah jika dekat dengan pria asing sebelum menemukan antimo kamu" jelas Celine.
"Kalian berjanji seperti itu?" tanya Ethan tak percaya. Persahabatan yang luar biasa. Batin Ethan.
"Iya donk kami kan sayang Elfa" ujar Fela
"Untung antimonya cepat ketemu, kalau lama atau gak ada gimana? Masak kalian semua mau jari jomblo?" tanya Jack tak percaya.
"Buktinya Ethan udah ada sebagai antimonya Elfa. Gimana Elf sejak kamu dekat dengan Ethan apa alergi kamu udah berkurang?" tanya Fela.
"Iya sih sekarang aku udah gak mual lagi dekat sama Jack dan Dokter Rasya" jawab Elfa.
"Mungkin karena kamu sudah terbiasa bertemu dengan mereka Elf?" tanya Ethan.
"Nggak juga, dulu di London teman - teman cowok juga tetap sama. Padahal hampir tiap hari ketemu. Udah gitu para karyawan dapur di TBF Hotel" ungkap Elfa.
"Trus gimana selanjutnya tentang Shaby dan Sitha?" tanya Elfa.
"Aku dan Fela tadi berencana untuk menjebak mereka, apa kalian punya ide?" tanya Fathir.
Mereka tampak sedang berfikir.
"Membuat mereka supaya ngaku kalau mereka ada hubungan kan?" tanya Elfa.
"Iya" jawab Fathir dan Fela berbarengan.
"Woy... kalian pada ngapin sih kok serius amat?" tanya Fael yang baru datang. Dia heran melihat semua pada ngobrol dengan serius sampai tidak sadar dengan kedatangannya.
"Ih Kak Fael ngejutin aja. Kami lagu ngobrol serius kakak malah muncul kayak hantu" ujar Elfa.
"Yang hantu itu ya calon suami kamu ini. Bukannya dulu kamu juluki dia The Ghost dulu?" tanya Fael.
"Dia udah gak jadi hantu lagi tapi pangeranku" jawab Elfa sambil tersenyum malu - malu.
"Ah paraaah udah bucin" potong Fela.
"Kayak kakak dan Fathir enggak aja" balas Elfa.
"Udah serius lagi nih" ujar Fathir.
"Apaan sih Fathir, serius ngapain?" tanya Fael bingung.
__ADS_1
"Kami mau jebak Shaby dan Sitha, Kami curiga kalau mereka ada hubungan spesial di belakang kita" jawab Fathir.
"Eh iya, aku juga tadi sempat curiga waktu mereka datang bareng. Kenapa wajahnya tegang gitu waktu Ryntia nanya soal jemput menjemput" sambut Fael.
"Nah itu dia kamu ngerasa juga kan?" tanya Fathir.
"Iya sih, kan Shaby meeting dengan client siang tadi dah gitu gak dekat juga dengan rumah Sitha. Kenapa alasan mereka datang bareng karena itu ya?" Fael sedang memikirkan jawaban Sitha tadi saat di Restoran.
"Makanya kami mau ngejebak mereka kak, biar ngaku" ungkap Fela.
"Gimana caranya?" tanya Fael penasaran.
"Lah ini lagi dibicarakan. Kakak punya ide?" tanya Fela lagi.
"Mmm.. bingung. Aku gak punya ide malam ini" jawab Fael.
"Ahhaaaaa aku dapat ide nih" ujar Elfa.
"Iiih serem kalau ide kamu Elf. Jangan ajak kami mojok makan lagi ya" sambut Fela.
"Emang pernah begitu?" tanya Ethan tak percaya.
Ternyata calon istrinya itu sering punya ide gila.
"Pernah donk, kalau gak ada ide Elfa dulu, kalian tentu gak akan bertemu di London tujuh belas tahun yang lalu" jawab Fela.
"Owyaaaaah?" tanya Ethan tak percaya.
"Hehehe tapi ide ku kan emang mantap lho. Buktinya kita berhasil" jawab Elfa.
"Itu karena bantuan Opa Omar juga kaleee" potong Fael.
"Ya kalau kita gak mogok makan tentu Opa gak tau dan kita gak dibantu" sambut Elfa.
"Udah.. udah.. kelamaan kilas baliknya. Sekarang gimana cara ngejebak mereka?" tanya Celine membuat mereka kembali diam dan memikirkan idenya.
"Apa ide kamu tadi Elf?" tanya Fathir.
"Kita minta bantuan Jack untuk mengejar Sitha mulai besok. Buat Shaby cemburu dan takut kehilangan Sitha.
"Ah itu mustahil" bantah Fela.
"Kenapa?" tanya Ethan.
"Pertama, karena Jack tidak seakidah. Kedua kalian lupa kalau Sitha itu cinta produk - ploduk dalam negeli?" jawab Fela.
"Hahaha... " mereka tertawa mendengar jawaban Fela.
"Jadi gimana donk?" tanya Celine.
"Ahhaaaaaa.... aku tau" potong Elfa lagi.
Tiba - tiba semua mengerti apa yang sedang di fikirkan Elfa.
"Dokter Rasyaaaaa.... " jawab mereka kompak.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG