
Tanpa terasa sudah hampir genap sebulan Elfa tinggal di kediaman Keluarga Mohammed. Kini hanya tinggal menghitung hari saja Elfa dan Celine akan kembali ke Indonesia.
Entah mengapa Ethan terlihat seperti uring - uringan dan selalu menatap kalender yang ada di meja kerjanya.
Apa yang harus aku lakukan padanya lagi. Sudah satu bulan dia tinggal di rumahku tapi aku tidak pernah berhasil mengerjainya. Yang ada malah dia yang berhasil mengerjaiku dengan makanan spaghetti ala Indonesianya itu. Ethan tampak sedang berfikir keras.
Ahaaaaa.... aku punya rencana yang bagus. Ujarnya dalam hati. Ethan tersenyum menang setelah dia menemukan ide untuk mengerjai Elfa.
Malam ini aku akan menjalankan misi ini. Lihatlah gadis gila, aku akan mengerjaimu. Janji Ethan dalam hati.
Malam ini Ethan sengaja pulang larut malam dengan alasan masih banyak pekerjaan yang tertunda. Sedangkan Jack sudah lebih dahulu pulang ke rumah. Malam ini Ethan melewatkan makan malamnya di rumah.
Ethan pulang jam sebelas malam, saat semua keluarganya sudah tidur terlelap. Ethan pulang dengan wajah yang sangat kusut dan kelelahan. Dia terlihat seperti sedang tidak enak badan.
Saat Ethan tiba di rumah, dia disambut oleh Niki sang kepala pelayan.
"Salamat malam Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Niki ketika menyapa Ethan yang baru tiba di rumahnya.
"Niki tolong sampaikan kepada Elfa, masakkan bubur untukku. Aku sedang tidak enak badan dan malam ini aku belum makan. Suruh dia antarkan langsung bubur itu ke kamarku" perintah Ethan.
"Baik Tuan" jawab Niki.
Ethan naik ke kamarnya yang ada di lantai dua rumah ini. Setelah sampai di kamar Ethan segera membersihkan tubuhnya berganti pakaian tidur dan berbaring di atas tempat tidur.
Saat Elfa datang dengan membawa semangkuk bubur pesanan Ethan, Ethan langsung berbaring lemah seperti orang sakit. Dia pura - pura tertidur.
Elfa mendekati Ethan dan meraba kening Ethan. Tidak panas, tapi kata Niki dia sedang sakit? Ucapnya dalam hati.
"Dasar pria lemah, hampir satu bulan aku tinggal di sini tapi kamu sudah dua kali sakit. Percuma saja punya badan bagus tapi fisiknya lemah. Huh.. pasti kamu juga lemah di ranjang makanya sampai saat ini kamu belum menikah. Jangankan menikah pacar saja tidak punya. Apa kamu gay yah, jangan - jangan kamu dan Jack adalah pasangan yang terjerat cinta terlarang. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana terpukulnya hati Mrs. Muhammed jika mengetahui kejahatan kalian" ucap Elfa sendiri.
Tentu saja perkataan Elfa itu di dengar jelas oleh Ethan. Ethan sangat kesal dan mengepalkan tangannya di balik selimut sehingga Elfa tidak melihatnya.
Sial... seenaknya dia mengumpatku seperti itu. Atas dasar apa kamu mengataiku lemah di ranjang? Apa kamu mau pembuktian? Apa harus aku tunjukkan padamu seberapa kuatnya staminaku di atas ranjang. Aku bisa membuatmu lemah tak berdaya satu malaman ini Nona. Kalau tidak ingat dosa sudah aku telanja*** tubuhmu di atas ranjangku ini. Umpat Ethan dalam hati.
__ADS_1
Elfa mulai menggoyang - goyangkan tubuh Ethan untuk membangunkannya.
"Hey... woy... woy... setaaaaaan" panggil Elfa membangunkan Ethan dengan kasar.
Gila... dia membangunkanku dengan kasar sekali. Dia lupa ya siapa aku di rumah ini. Tidak ada seorang pelayan pun yang berani membangunkan singa tidur seperti aku Nona. Sepertinya kamu memang minta di hajar ya. Batin Ethan.
Ethan dengan mata terpejam mengangkat tangannya dan meletakkannya di belakang kepala Elfa yang sedang menatap Ethan dengan dekat karena sedang membangunkan nya. Kemudian Ethan menarik kepala Elfa mendekat ke wajahnya. Dia dapat merasakan hembusan nafas Elfa di wajahnya.
Perlakuan Ethan itu membuat Elfa terkejut, jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
Sial.. mengapa dia sangat tampan saat tidur seperti ini. Wajahnya seperti bayi tapi kalau sudah bangun ngeselin pengen ku tonjok rasanya wajah ini. Batin Elfa.
Ethan membuka matanya dan pura - pura terkejut dengan kehadiran Elfa. Secara kasar dia mendorong tubuh Elfa agar menjauh darinya.
"Ngapain kamu? Kamu mau mencuri ciumanku ya diam - diam?" tuduh Ethan.
"Enak saja, aku tadi mau membangunkan kamu tapi tiba-tiba saja tanganmu menarik kepalaku untuk mendekat" jawab Elfa spontan.
"Kamu pasti bohong, aku saja sedang tidur mana mungkin aku melakukan itu" Ethan membela diri.
Hahahaha... lihat wajahmu memerah gadis bodoh. Tawa Ethan dalam hati.
"Ini bubur yang kamu minta, kata Niki kamu lagi tidak enak badan dan meminta untuk aku buatkan bubur. Nih buburnya sudah aku buatkan, sekarang aku mau balik ke kamarku. Aku mau tidur" ucap Elfa.
"Enak saja langsung tidur dan meninggalkanku begitu saja. Cepat suapi aku makan ini. Aku belum makan malam ini dan tubuhku rasanya meriang" perintah Ethan.
"Dasar penyakitan baru telat makan sekali saja sudah sakit" Umpat Elfa.
"Jangan banyak omong, lakukan apa yang aku perintahkan dan kerjakan semuanya dengan lembut" ancam Ethan.
"Emangnya aku mau memperkosa kamu, sampai kamu harus mengingatkanku untuk melakukannya dengan lembut?" sindir Elfa.
"Kamu mau memperkosa aku? Yang ada juga kamu yang rugi Nona. Disini kamu yang wanita bukan aku" jawab Ethan.
__ADS_1
"Aku yakin itu tidak akan terjadi karena kamu tidak akan mampu melakukannya dan aku yakin barang milikmu tidak akan bereaksi pada wanita apalagi sepertiku" ejek Elfa.
"Kamu mau aku buktikan sekarang?" ancam Ethan.
"Coba saja kalau kamu berani, aku akan langsung menendangmu di sini" tantang Elfa.
"Sudah cepat ambil mangkuknya dan mulailah menyuapiku. Aku sangat lapar sekarang" perintah Ethan.
Elfa melakukan perintah Ethan bukan karena takut dengan ancamannya tapi karena kasihan melihat Ethan yang sedang sakit. Padahal Elfa tidak tau kalau saat ini Ethan sedang berpura-pura.
Elfa mulai menyuapkan sesendok bubur ke arah mulut Ethan.
"Cuih... " Ethan langsung membuang bubur itu ke dalam mangkuk.
Spontan mata Elfa membulat besar, dia terkejut dan tidak menyangka dengan tingkah laku Ethan yang seperti itu.
"Buburnya tidak enak, sudah dingin. Panaskan lagi untukku. Aku ingin bubur panas" perintah Ethan.
"Huh.. sudah lemah masih saja banyak tingkah" jawab Elfa kesal.
Dengan kesalnya Elfa berdiri dan melangkah keluar kamar Ethan sambil membawa mangkuk bubur yang dia bawa tadi.
Elfa berjalan kembali menuju dapur untuk memanaskan bubur yang tadi dia masak.
"Siapa suruh susah di bangunkan, keburu dingin buburnya baru di makan. Awas kalau aku datang kamu tidur lagi ya. Bubur ini aku tumpahkan langsung ke wajahmu" ucap Elfa di dapur sambil mengaduk bubur dengan kesalnya.
Sementara Ethan merasa sangat senang sudah berhasil mengerjai Elfa malam ini sampai habis - habisan. Dia bisa melihat wajah kesal Elfa ketika tadi dia mengeluarkan bubur tadi dari mulutnya ke dalam mangkuk.
Hahaha... rasakan pembalasanku gadis gila.. Umpat Ethan menang.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG