CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
130


__ADS_3

"Kamu tau sayang, melihat kamu seperti ini rasanya aku ingin segera melamar kamu resmi kepada orang tua kamu dan kita akan segera menikah" ujar Ethan.


Elfa segera menghentikan aksinya karena dia baru mendengar Ethan mengatakan sesuatu.


"Apa Than? Kamu barusan ngomong apa?" tanya Elfa.


"Melihat kamu memasak seperti ini aku ingin secepatnya menikah dengan kamu, bisa melihat kamu setiap hari di rumah. Bisa merasakan semua masakan kamu bisa mempunyai anak - anak dari kamu dan.... " ungkap Ethan.


Elfa langsung menyodorkan makanan yang dia masak di depan Ethan.


"Kamu itu belum melamar aku seperti Kak Fael tadi. Jadi jangan coba - coba mengajakku menikah dengan kamu. Aku tidak akan mau" potong Elfa ngambek.


"Hahaha.. jadi kamu mau di lamar secara romantis?" tanya Ethan.


"Setiap wanita aku rasa akan memimpikan hal itu" jawab Elfa.


"Baiklah setelah aku sembuh aku akan melamar kamu dengan lamaran teromantis yang pernah kamu lihat. Kamu tidak akan pernah bisa melupakannya seumur hidup kamu" janji Ethan.


"Dimana?" tanya Elfa tak sabar.


"Di Tebing Kraton" jawab Ethan.


"No way.. aku tidak akan mau dan aku menolaknya" tolak Elfa keras.


"Hahaha... mengapa kamu menolak ku" canda Ethan.


"Aku rasa aku tidak akan pernah menginjakkan kaki lagi ke tempat itu. Aku benar - benar trauma. Aku tidak mau ke sana lagi" tegas Elfa.


"Justru aku ingin mengabadikan cintaku di sana. Karena di sanalah hati dan batin kita terpaut" goda Ethan.


"Tidak Ethan aku tidak mau. Tempat itu begitu menyakitkan bagiku. Di tempat itu aku merasa sangat ketakutan kehilangan kamu dan merasa bersalah karena akulah yang menyebabkan kamu jatuh ke jurang" ungkap Elfa. Matanya kembali berkaca - kaca setiap mengingat kenangan buruk itu.


"Oke.. oke.. aku tidak akan membawa kamu kesana dan aku tidak akan menyebut lagi tempat itu" janji Ethan.


"Ya sudah kalau begitu makanlah makanan kamu, tadi kamu bilang kamu laper kan?" tanya Elfa mengingatkan.


"Tapi aku maunya di suapin" ujar Ethan manja.


"Kamu itu kalau sedang sakit selalu manja" gumam Elfa.


Elfa mengambil garpu kemudian mulai menyuapi Ethan makanan.


"Ehm.. uhuk.. uhuk.. " tiba - tiba terdengar suara batuk Fajar yang baru saja masuk ke dapur.


"Sepertinya kita harus segera menikahkan mereka Mas? Semakin lama tingkah mereka semakin berbahaya. Dan mereka suka mencuri - curi kesempatan dalam kesempitan" sindir Ela


"Mama... Papa... " panggil Elfa.


"Maaf Mr dan Mrs. Fajar. Aku kelaparan dan pengen dimasakin Elfa mie instant" sambut Ethan.


Mereka berdua sangat malu karena tertangkap basah oleh Fajar dan Ela sedang mesra - mesraan di dapur.

__ADS_1


"Papa, Mama kok ke dapur lagi?" tanya Ela.


"Papa haus makanya kami ke dapur mau ambil minum" jawab Ela.


"Ooo... " sambung Elfa


"Kamu masakin apa untuk Ethan?" tanya Fajar


"Mie instan goreng Pa" jawab Ethan.


"Papa mau donk Elf, udah lama gak makan mie instan buatan kamu" pinta Fajar.


"Papa ini gangguin orang yang lagi pacaran" goda Ela.


"Mamaaaaa... " ujar Elfa malu. Ethan juga terlihat sangat malu.


"Jadi tadi ceritanya ada yang mau di lamar dengan romantis ya Than?" goda Fajar sambil tersenyum.


"Iya Mr" jawab Ethan.


"Lanjut Than makannya, nanti keburu dingin gak enak lagi" sambut Ela.


Elfa kembali memasak membuat mie instan untuk Papanya.


"Aaaah Mama.. aku kan jadi malu" teriak Elfa.


"Kalau mau romantis - romantisan belajar sama Papa kamu sana" sambung Ela.


"Oh ya.. dulu Mr. Fajar waktu melamar Mrs romantis ya?" tanya Ethan semangat.


"Gimana ceritanya? boleh aku tau?" tanya Ethan.


"Kamu mending belajar panggil kami Mama Papa Than, rasanya gimanaaaa gitu dipanggil Mr dan Mrs sama kamu" potong Ela.


"Eh iya Ma, Pa" jawab Ethan sambil memegang tengkuknya.


"Ceritanya kan ada gadis nih ya yang sok jual mahal, di lamar sekali di tolak eh giliran cowok nya pergi dia malah nangis - nangis ngejar ke Bandara. Tapi sudah terlambat, akhirnya selama cowok itu pergi dia suka menyendiri melukis di taman hotel Barrakh Corp. Menunggu dan menanti cowok itu kembali hingga pada suatu hari saat sangat gadis lagi asik melukis si cowok datang memberi kejutan kepadanya dan langsung melamarnya di taman hotel yang indah di saksikan sepasang angsa yang sedang memadu kasih di dalam kolam. Akhirnya lamaran kedua cowok itu di terima" ungkap Fajar.


"Uh so sweet banget ya Ma waktu Mama dilamar Papa" puji Ethan sambil mengaduk mie instan yang sudah hampir masak.


"Itukan kenangan Papa dan Mama. Kalau kenangan kalian ya kalian ukirlah bersama - sama, buat seindah mungkin yang nantinya tidak akan pernah kalian lupakan" nasehat Ela.


"Iya Ma" jawab Elfa dan Ethan saling pandang.


"Nih mie nya Papa sudah siap" Elfa menghidangkan mie instan buatannya untuk Papanya tercinta.


Fajar mulai menyicipi masakan putrinya.


"Emmmm... masakan kamu memang yang terbaik sayang" puji Fajar.


"Makasih Papa" balas Elfa.

__ADS_1


"Pa, Ma... boleh gak aku mengajukan satu permintaan?" tanya Ethan.


"Boleh, kamu mau minta apa Than?" tanya Fajar balik.


"Boleh tidak pernikahan aku dan Elfa diselenggarakan di hari yang sama dengan Fael dan Shyana?" pinta Ethan.


Fajar dan Ela saling melirik. Fajar tampak sedang berfikir sejenak.


"Kita belum memutuskan kapan tanggal pernikahan Fael dan Shyana. Tapi jika waktunya tepat kalian boleh sama - sama menikah di hari yang sama dengan satu syarat" jawab Fajar.


"Apa syaratnya Pa?" tanya Ethan.


"Kamu harus benar - benar sudah sehat di hati itu" jawab Fajar.


Ethan tersenyum senang.


"Aku akan pastikan sebelum hari itu tiba aku akan sehat" tegas Ethan.


"Kalau begitu mulai besok kamu harus lebih semangat untuk segera sembuh" sambut Ela.


"Iya Ma. Terimakasih Pa, Ma" jawab Ethan bahagia.


"Terimakasih Mama Papa" Elfa merangkul Mama dan Papanya dari belakang.


Setelah Fajar selesai makan, Fajar dan Ela kembali ke kamar mereka.


"Kami masuk ke kamar dulu ya, kalian juga jangan lama - lama berdua - duaan. Bahaya, nanti kena bisikan setan berdosa" nasehat Ela.


"Iya Ma, sebentar lagi kami juga akan masuk ke kamar masing-masing. Masih ada yang ingin kami bicarakan" jawab Elfa.


Kini kembali hanya tinggal Elfa dan Ethan yang ada di dapur.


"Elf.. " panggil Ethan.


"Nanti kalau kita menikah, kamu mau tinggal di London atau Indonesia?" tanya Ethan.


Elfa tampak terdiam dan sedang berfikir.


"Itu yang berat untukku saat ini. Aku sudah lama memikirkannya tapi belum menemukan jawabannya. Kalau nanti kita menikah tentu aku akan ikut kemanapun suamiku pergi tapi.. kamu tau kan hanya aku yang bisa saat ini mengurus Barrakh Corp. Kak Fael sudah mengurus ADS Corp sedangkan Kak Fela dia hanya mengerti tentang Butik. Sementara Papa sudah memberikan tanggung jawab Barrakh Corp kepadaku. Kamu juga anak tunggal, satu - satunya penerus perusahaan keluarga kamu" ungkap Elfa.


Belum menikah mereka sudah mempunyai halangan berat seperti ini.


"Sepertinya aku harus cerita ke Daddy dan Mommy" ujar Ethan.


"Kamu mau cerita apa?" tanya Elfa penasaran.


"Aku akan minta Diamond Corp berpusat di Indonesia saja setelah kita menikah" ungkap Ethan.


"Apaaaaa???? "


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2