
Fael dan Dokter Shyana sudah kembali ke kamar rawat inap Ethan. Mereka menyampaikan kalau Ethan diberi izin untuk di rujuk ke Rumah Sakit di Jakarta.
Mereka segera menyiapkan keberangkatan Ethan ke Jakarta. Sembari mempersiapkan Ethan mereka kembali ke Hotel untuk mengambil barang - barang mereka lalu balik ke Rumah Sakit kemudian naik ke dalam mini bus yang sengaja di pesan buat mereka semua.
Hanya Elfa yang menemani Ethan berada di mobil ambulance. Dengan setia Elfa selalu berada di samping Ethan untuk menemani dan mengurus semua keperluan Ethan.
"Terimakasih ya Elf, kamu sudah sangat - sangat baik dan telaten menjaga dan merawat aku" ungkap Ethan.
"Sudah menjadi tanggung jawabku karena aku yang menyebabkan kamu jadi seperti ini" jawab Elfa.
"Berhenti menyalahkan diri kamu sendiri Elf, sudah berulang kali aku katakan itu hanya kecelakaan dan aku sudah melupakannya" tegas Ethan.
"Tapi aku belum bisa melupakan kejadian itu Ethan rasanya jantungku berhenti berdetak saat melihat kamu jatuh" wajah Elfa kembali murung.
"Hei... kalau aku selamat hanya untuk melihat kamu bersedih terus lebih baik aku tetap berada di dalam jurang" sindir Ethan.
"Jangaaaan.. demi kamu aku akan mencoba melupakan kejadian itu" tegas Elfa.
"Gitu donk baru cewek aku" puji Ethan.
"Gombal" balas Elfa.
"Hahaha" Ethan tampak sedang tertawa.
Mobil ambulance melaju menuju salah satu Rumah Sakit terbesar di Jakarta. Di sana sudah menunggu keluarga besar Barrakh menyambut kedatangan mereka.
Ada Trio Ambisi beserta istrinya dan anggota Geng ERASADIS. Mereka turut berterima kasih kepada Ethan karena sudah menyelamatkan Elfa yang akhirnya berakhir dengan dia sendiri yang terjatuh ke dalam jurang.
"Selamat datang kembali Ethan" ujar Opa Omar.
"Terimakasih Opa" jawab Ethan.
"Tidak.. tidak.. keluarga besar kami yang harusnya mengucapkan ribuan terimakasih karena kamu telah menyelamatkan Elfa dan karenanya juga kamu jatuh ke dalam jurang" balas Omar.
__ADS_1
"Tidak apa Opa, aku ikhlas asal Elfa selamat dan baik - baik saja" ucap Ethan tersenyum.
"Fajar berikan yang pelayanan yang terbaik untuk Ethan" perintah Omar.
"Sudah Pa, aku sudah meminta dokter mengurus semuanya" jawab
Ethan langsung di bawa ke kamar yang paling besar di Rumah Sakit itu. Tentu dengan fasilitas paling lengkap juga. Dokter Shyana dan Dokter Rasya merasa sangat takjub dengan kekayaan keluarga Barrakh.
"Mereka benar - benar kaya ya" ujar Dokter Shyana.
"Keluarga mereka memang sudah kaya dari zamannya kakek Opa Omar Barrakh. Beliau lah yang mendikiran Barrakh Corp turun temurun sampai sekarang ke Elfa generasi ke lima" jawab Dokter Rasya.
"Kamu sangat mengenal keluarga ini ya?" puji Dokter Shyana.
"Mamaku punya catatan buruk dengan keluarga ini. Dulu saat Elfa kecil Mamaku sempat menculiknya dari rumah sakit karena dia depresi kehilangan anaknya dan karena dulu cintanya tidak di balas oleh Pak Fajar Barrakh" ungkap Dokter Rasya.
"Oh ya? Maaf Sya aku jadi mengorek luka keluarga kamu" jawab Dokter Shyana sungkan.
"Tidak apa - apa Shyan, semua sudah berlalu. Sekarang Mamaku sudah berdamai dengan mereka. Bahkan mereka sudah memaafkan kesalahan Mamaku" ujar Dokter Rasya.
"Itulah yang aku puji dari keluarga ini. Mereka sangat rendah hati, tidak pernah memandang rendah keluarga lain. Hebatnya lagi mereka sangat setia kawan. Saling membantu dan bersahabat. Contohnya kita berdua bisa diterima di dalam keluarga besar Geng F3STER C" ungkap Dokter Rasya.
Dokter Shyana terdiam, dia kembali teringat pesona Fael yang semakin lama semakin dalam masuk ke dalam hatinya. Tapi Dokter Shyana tak berani berharap terlalu banyak. Lebih baik perasaan ini dia kubur saja. Hanya tinggal seminggu lagi dia bertugas di rumah keluarga Barrakh.
Setelah semua selesai Dokter Shyana akan menata hatinya kembali. Dia akan melupakan pesona Fael yang selama beberapa minggu ini selalu membayang - bayanginya. Bahkan sering mampir dalam tidurnya.
Dokter Shyana sadar saat ini dia sudah kembali bertugas. Dia segera mendekati Omar Barrakh.
"Opa apa kabar?" sapa Dokter Shyana.
"Tidak begitu baik karena tidak ada Dokterku yang selalu memeriksaku setiap pagi" jawab Omar.
"Maaf Opa situasinya... " ujar Dokter Shyana terpotong.
__ADS_1
"Hahaha.. aku mengerti Dokter, kamu tidak perlu sungkan. Aku bersyukur kamu ada bersama Elfa saat dia sedang terpuruk kemarin. Aku merasa lebih tenang, kamu bisa menjaga dan merawat Elfa yang kondisinya sangat buruk. Aku sudah mendengar ceritanya bagaimana kacaunya keadaan Elfa saat itu. Untung ada kamu yang bisa membuatnya lebih tenang" ungkap Omar.
Dokter Shyana tersenyum lembut kepada Omar.
"Semuanya memang karena Elfa sangat kuat Opa. Kalau aku ada di posisinya belum tentu aku sekuat itu" jawab Dokter Shyana.
"Kamu terlalu merendahkan diri kamu Dokter. Aku tau kamu juga sangat kuat. Kamu bisa berhasil sampai sekarang ini semua karena kerja keras dan kekuatan kamu" ucap Omar.
Fajar datang menghampiri Papanya dengan membawa Mr dan Mrs. Mohammed.
"Pa kenalkan mereka ini adalah orang tua Ethan. Mr dan Mrs Mohammed" ujar Fajar memperkenalkan kedua orang tua Ethan kepada Omar Barrakh.
"Selamat datang di Indonesia Mr dan Mrs. Mohammed. Maaf kalau penyambutan kami sangat sederhana dan maaf juga kalian datang ke Indonesia dalam keadaan seperti ini" ujar Omar Barrakh.
"Tidak apa Mr Barrakh. Kami sangat terkesan atas penyambutan keluarga anda. Kami sangat senang berada di sini. Ternyata benar kata Ethan keluarga Barrakh semuanya sangat baik dan ramah dan juga sangat terbuka menerima kedatangan putra Kami di sini. Kami sangat beruntung mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan anda langsung walau dalam situasi sekarang" balas Mr. Mohammed.
"Tentang kesehatan Ethan kalian tidak perlu khawatir. Kami akan memberikan pelayanan terbaik dengan Dokter - Dokter terbaik dan fasilitas terlengkap" tegas Omar Barrakh.
"Terimakasih kami sangat tersanjung atas sambutan keluarga Anda. Kami tidak tau bagaimana harus membalasnya" sambut Mr. Mohammed.
"Jangan sungkan ini sudah menjadi kewajiban kami karena Ethan telah menyelamatkan salah satu anggota keluarga kami. Dia cucu kesayangan saya. Bahkan Ethan telah mempertaruhkan nyawanya demi Elfa. Kami yang tidak tau bagaimana harus membayar hutang budi ini pada keluarga kalian" balas Omar Barrakh.
"Sudahlah Mr. Semua sudah berlalu. Yang penting mereka berdua sama - sama selamat. Masalah Ethan semuanya murni kecelakaan kami tidak mempermasalahkannya" ungkap Mr. Mohammed.
"Mari kita naik ke lantai atas, Ethan sudah masuk lebih dahulu dan sudah di tangani oleh para Dokter" ajak Fajar.
"Ayo... kita melihat keadaannya" sambut Omar Barrakh.
Semua keluarga ikut naik ke lantai paling atas tempat kamar Ethan di rawat.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG