CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
75


__ADS_3

Saat Fael berjalan dari lapangan parkir rumah sakit tiba-tiba tanpa sengaja ada seorang wanita yang sedang berlari - lari dari arah parkiran menuju pintu masuk Rumah Sakit.


Bruuuuuk......


"Maaaf... saya sedang terburu - buru" ucap wanita itu.


"Kalau jalan lihat - lihat, jangan seenaknya saja berlari - lari di sini. Ini bukan taman bermain tapi ini Rumah Sakit. Banyak orang sakit di sini jadi kamu harus berhati - hati" bentak Fael.


"Iya maaf.. maaf.. lain kali aku akan lebih berhati-hati" wanita itu menaikkan kedua tangannya sejajar dada, menunjukkan kalau dia memang sangat memohon.


Wanita segera melanjutkan langkahnya menuju Rumah Sakit sedangkan Fael langsung menuju ke arah kamar ruang rawat inap Opanya.


"Assalamu'alaikum Opaaaa" ucap Fael.


"Wa'alaikumsalam" jawab Omar.


"Kak Fael.. bawa barang - barang yang aku pesan sama Mama?" sambut Elfa.


"Bawa, nih" Fael menyerahkan beberapa bungkusan yang diberikan Mamanya tadi sebelum dia berangkat ke Rumah Sakit.


"Oh iya Oma, ini ada titipan Mama bubur sumsum untuk sarapan pagi" Fael menyerahkan wadah yang berisi makanan kepada Jasmine.


"Ini nih kesukaannya Si The Ghost" seru Elfa tanpa sadar.


Ethan melirik ke arah Elfa.


"Apaan?" tanya Ethan tidak mengerti.


Ih noh cowok pagi - pagi udah nongol aja di sini. Gerah aku jadinya. Fael melirik Ethan dengan tatapan tidak suka.


"Nih bubur yang pernah aku buatkan untuk kamu waktu kamu sakit di London. Yang aku bilang, kalau diantara kami ada yang sakit Mama pasti buatin bubur ini" ungkap Elfa.


"Iya.. iya. aku ingat" jawab Ethan.


"Ya sudah Elf, bawa sana. Kamu bagiin untuk Ethan" Jasmine memberikan wadah yang berisi bubur buatan Ela kepada Elfa.


"Jangan... Mama gak ada pesan untuk dibagi buat dia" cegah Fael.


"Faeeeel... biarin saja. Ethan kan tamu Opa di sini" sambut Omar.


Cih senang banget tuh cowok ada yang belain. Fael masih menatap Ethan dengan tajam.


Tak lama pintu ruangan Omar terbuka dan muncullah empat orang yang berpakaian serba putih.

__ADS_1


"Selamat pagi Bapak Omar Barrakh, bagaimana kabar Anda pagi ini?" tanya seorang pria yang paling tua di antara empat tamu yang baru datang.


Ternyata mereka adalah dokter yang merawat Omar Barrakh di Rumah Sakit ini.


"Alhamdulillah sudah mendingan Dok" jawab Omar.


"Syukurlah kalau begitu. Saya mau melaporkan bahwa saya akan pergi ke luar negeri. Ada pertemuan penting yang harus saya hadiri. Jadi saya percayakan penangan Anda pada Dokter Junior saya. Tapi Anda tidak perlu khawatir, Dokter ini salah satu Dokter terbaik di Rumah Sakit ini. Perkenalkan ini Dokter Shyana" ucap dokter pria itu memperkenalkan Dokter baru yang akan menggantikan tugasnya.


Dokter yang bernama Shyana itu tersenyum ramah kepada Omar.


"Maaf Opa, boleh aku berbicara sebentar?" potong Fael.


Omar melirik ke arah cucu tertuanya itu.


"Dok apakah tidak bisa Dokternya di gantikan oleh Dokter lain?" tanya Fael.


Sontak Dokter pria yang memperkenalkan Dokter Shyana terkejut.


"Kenapa Anda mengatakan seperti itu?" tanya Dokter pria itu


"Aku tidak mau Opaku malah tambah sakit karena kecerobohan Dokter ini. Bukannya menyembuhkan tapi malah membuat Opa saja jadi tambah sakit" ungkap Fael.


"Apa alasan Anda untuk meminta ganti dokter yang lain? Saya sudah memberikan Dokter terbaik di Rumah Sakit ini" tegas Dokter pria itu.


Ih cowok sialan, ternyata dia dendam kepadaku? Sial banget dia masih ingat wajahku dengan jelas. Umpat Dokter wanita yang bernama Shyana.


"Maaf Dok, tadi pagi saya memang terburu - buru karena terjebak macet di jalan tapi saya datang ke Rumah Sakit tepat waktu kok" bela Dokter Shyana.


"Iya tepat waktu karena kamu berlarian di Rumah Sakit berasa taman bermain kali ya" sindir Fael.


"Faeeeel... " cegah Omar.


"Tapi Opa" bantah Fael.


"Tidak apa - apa. Opa bersedia kok di gantikan dengan Dokter muda dan cantik ini. Siapa tadi namanya?" tanya Omar ramah.


"Shyana Pak" jawab Dokter wanita itu.


"Ya Dokter Shyana. Saya mau di rawat sama Dokter Shyana. Bagaimana dengan kamu sayang?" tanya Omar pada istrinya.


"Terserah Mas aja, yang penting Mas lekas sembuh" sambut Jasmine.


Jasmine tersenyum ke arah Dokter muda yang cantik itu. Sepertinya usianya sebaya dengan cucu - cucu mereka.

__ADS_1


"Baik, kalau begitu saya pamit undur diri dulu. Nanti kalau Bapak membutuhkan sesuatu Bapak bisa memanggil Dokter Shyana beserta dengan asistennya" ucap Dokter pria itu.


"Terimakasih Dokter, selamat jalan. Semoga urusan Anda berjalan lancar dan sukses di luar negeri" jawab Omar.


"Aamiin.. Terimakasih kembali Bapak Omar Barrakh" balas Dokter pria.


Setelah berpamitan dan memperkenalkan Dokter pengganti, kedua Dokter beserta asistennya pergi meninggalkan ruangan Omar Barrakh.


"Huf... serem amat Cowok tadi. Padahal ganteng banget tapi sayang mulutnya tajam" ucap Asisten Dokter Shyana.


"Maklumlah orang kaya" sambut temannya.


"Eh tapi Opanya malah baik baget. Gak seperti cucunya" Ucap Shyana.


"Emangnya tadi kamu keras banget nabrak dia Sha? Kok sampai jengkel banget gitu cucunya Bapak Omar Barrakh melihat kamu?" tanya Dokter Pria.


"Yah lumayan, aku akui tadi pagi aku memang salah karena menabraknya dengan keras. Tapi aku sudah meminta maaf secara benar kok padanya" bela Dokter Shyana.


"Lagi datang bulan kali" sambut Asisten Dokter Shyana.


"Hahaha.. kamu ada-ada saja, dia cowok lho. Masak datang bulan" potong temannya.


"Siapa tau aja cowok jadi - jadian" sambung Sang Asisten.


"Sudah.. sudah.. yang penting kamu rawat Pasien itu dengan baik. Mereka adalah orang yang sangat terkenal di Jakarta ini. Keluarga mereka adalah keluarga terpandang karena usaha bisnis keluarga mereka" pesan Dokter Pria.


"Baik Dok, akan aku jalankan pesan Dokter dengan sebaik mungkin" jawab Dokter Shyana.


Sementara di ruangan Omar Barrakh.


"Kakak ini jadi laki - laki kok cerewet banget sih. Dokter tadi kan pasti gak sengaja nabrak kakak?" sindir Elfa.


"Tapi aku gak suka ada orang yang ceroboh seperti itu, apalagi dia seorang Dokter bisa bahaya. Coba kalau dia sedang di ruang operasi gara - gara kecerobohannya pasien sampai mana? Kan sangat fatal dan membahayakan nyawa orang" ungkap Fael.


"Ya gak gitu juga kaleee... tadi kan terlalu pagi dan tidak sedang dalam ruang operasi. Kecelakaan yang kakak alami di Rumah Sakit tadi itu sebenarnya hal yang kecil hanya saja terlalu kakak besar - besarkan" sambung Elfa.


"Mungkin Fael tertarik pada pandangan pertama kali.... "


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2