CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
171


__ADS_3

"Ya Jack, aku juga menyukaimu, menyayangimu dan mencintaimu. Aku bersedia mendampingimu kelak dimasa depan. Setelah Ethan dan Elfa menikah" ungkap Celine dengan wajah yang sudah memerah karena malu.


"Terimakasih Cel... " jawab Ethan tersenyum bahagia.


Celine membalas senyuman Jack. Kini tangannya sudah berada di dalam genggaman tangan Jack. Tangan mereka saling bertautan dan mereka saling tatap.


"Nanti saat Fael, Fela dan Elfa menikah Papa kamu pasti datangkan?" tanya Jack.


Celine menganggukkan kepalanya.


"Mommy dan Daddy Mohammed juga akan datang. Aku akan meminta mereka untuk melamar kamu resmi pada keluarga kamu dan kita akan menyusun pernikahan kita" ujar Jack.


"Terserah kamu, aku ikut saja apa yang kamu putuskan" sambut Celine.


"Terimakasih Cel.. terimakasih kamu sudah menerima perasaanku. Kamu adalah cinta pertama bagiku. Aku tidak tau bagaimana hancurnya hatiku kalau kamu menolak cintaku" ungkap Jack penuh harap.


Untung perasaanku sama dengan kamu Jack, kalau seandainya tidak dan aku menolak perasaan kamu. Aku akan sangat merasa bersalah jika terjadi sesuatu pada kamu karena aku menolak cinta kamu.


"Terus sekarang kita mau ngapain nih? Apakah kita akan terus seperti ini? Aku tidak mau orang - orang komplain karena mobil kamu menyebabkan jalanan macet" ujar Celine.


Jack tersadar kalau mereka saat ini sedang berada di mobil yang menepi. Benar saja, gara - gara mereka berhenti di pinggir jalan jadi menghambat orang yang mau lewat.


"Aduuuh aku lupa, ni karena terbawa suasana" Jack langsung menyalakan mobilnya dan menjalankannya.


"Kita mau kemana nih? Kan gak asik kalau langsung pulang? Harusnya kita merayakan hari jadian kita" goda Jack.


Kata - kata Jack membuat Celin malu.


"Apakah kita harus mengumumkan hubungan kita ini?" tanya Jack.


"Ah tak usah biar saja mereka tau sendiri. Toh pernikahan triplet juga tinggal tiga bulan lagi kan" jawab Celine.


"Iya ya.. nanti kan mereka tau sendiri saat Mommy dan Daddy Mohammed menemui Daddy kamu" ujar Jack.


Celine membalas ucapan Jack dengan senyumannya.


"Mau ajak kamu ke Cafe aku sudah kenyang. Kamu gimana, laper gak? Kalau gak kita makan aja biar aku temani kamu makan" ajak Jack.


"Gak usah.. aku juga masih kenyang tadi kebanyakan icip - icip waktu di Restoran" cegah Celine.


"Jadi kemana donk?" tanya Jack.

__ADS_1


"Mmmm... kamu sudah pernah ke monas gak?" tanya Celine kepada Jack.


"Monas? Apa itu?" Jack balik bertanya.


"Itu lho iconnya kota jakarta. Tugu yang tinggi dan di atasnya ada patung seperti kobaran api dan patung itu terbuat dari emas lho" jawab Celine.


"Benar kah? Boleh.. aku mau lihat. Masak udah beberapa bulan tinggal di Jakarta aku belum pernah ke tempat itu" sambut Jack antusias.


"Ya sudah kalau begitu kita lewat jalan itu" Celine menunjukkan jalan ke arah Tugu Monas.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai ke tempat yang di sarankan Celine. Jack memarkirkan mobil di area parkir.


"Waaaah hebat ya ada bangunan seperti ini di Jakarta" puji Jack sambil menatap ke arah Tugu Monas.


"Sebenarnya lebih keren itu kita kesininya malam hari. Ada air pancur menari berwarna warni. Dan yang pasti suasanya sangat romantis banyak pasangan datang ke sini walau hanya sekedar menikmati malam sambil memakan jagung bakar atau kacang rebus" ujar Celine.


"Kalau begitu kapan - kapan kita harus ke sini lagi di malam hari. Aku ingin menyaksikan sendiri apa yang kamu katakan lagi tanpa harus mendengar cerita dari kamu saja" sambut Jack.


"Ayo kita masuk. Kita harus beli tiket dulu" ajak Celine.


Mereka kemudian membeli tiket masuk dan langsung masuk dan berkeliling di dalam Tugu Monas.


"Kamu sepertinya sudah sangat mengenl tempat ini ya?" tanya Jack.


"Aku memang sangat menyukainya. Pelajaran yang paling aku sukai di sekolah dulu adalah pelajaran sejarah. Jadi setiap tempat yang kaya dengan sejarah aku sangat suka mendatanginya" jawab Celine.


"Kamu sering datang ke sini?" tanya Jack.


"Tidak begitu sering hanya beberapa kali. Aku dan Elfa kan lebih banyak menghabiskan waktu di London. Hanya saat liburan saja kami balik ke Indonesia dan Elfa pasti mengajak aku ke sini karena dia tau aku suka tempat bersejarah. Dan tempat yang paling kental nilai sejarahnya di Jakarta ini ya Tugu Monas. Karena letaknya di tengah kota dan pusat kota. Disini juga ramai pengunjung dari wisatawan lokal dan internasional. Sering juga dijadikan tempat rekreasi para anak sekolah" ungkap Celine.


Jack memperhatikan isi Tugu Monas dengan seksama. Dia membaca setiap informasi yang tertera dalam foto yang disusun rapi.


"Kota ini kaya dengan budaya dan nilai sejarahnya ya?" tanya Jack.


"Yup.. nanti kapan - kapan aku akan ajak kamu ke Taman Mini Indonesia Indah. Di sana kamu bisa tau lebih banyak tentang budaya Indonesia" ucap Celine penuh semangat.


"Boleh, dengan senang hati aku akan menunggu ajakan kamu" sambut Jack.


"Yuk kita naik sampai ke atas, lantai yang paling tingi" ajak Celine.


"Ada apa di sana?" tanya Jack.

__ADS_1


"Kita bisa menikmati kota Jakarta dari ketinggian 132 meter" jawab Celine.


"Woow.. tapi tunggu dulu. Aku masih ingin berkeliling museum ini dan membaca sejarah Indonesia" sambut Jack.


"Okey, mari aku temani" ajak Celine.


Mereka berkeliling museum, Celine tampak sangat antusias menjelaskan cerita sejarah perjuangan rakyat Indonesia kepada Jack.


"Mengapa aku merasa seperti pemandu wisata ya" oceh Celine.


Jack tertawa mendengar ucapan Celine.


"Saat ini giliran kamu nanti setelah kita menikah aku yang akan menjadi pemandu kamu dalam rumah tangga kita" sambut Jack.


Wajah Celine langsung terlihat memerah karena malu mendengar sambutan Jack.


"Aku sangat suka melihat wajah kamu yang memerah seperti ini saat kamu malu" puji Jack.


"Apaan sih Kamu Jack" protes Celine.


"Yuk kita ke atas. Kita sudah selesai mengelilingi musem ini. Aku ingin melihat pemandangan indah kota Jakarta seperti yang kamu katakan tadi" ajak Jack.


"Ya sudah, yuk kita naik lift" sambut Celine.


Mereka segera naik kedalam lift dan naik ke lantai paling atas. Sesampainya di atas Jack. langsung bisa merasakan angin kencang di ketinggian gedung ini.


"Wah tahun 1967 orang Indonesia sudah merancang bangunan sehebar ini. Bahkan di puncak atas terdapat lapisan emas sebanyak 32 kg. Emas sebanyak itu hanya dijadikan hiasan lapisan patung. Sungguh kaya sekali negara ini" puji Jack.


"Dan itu adalah sumbangan dari rakyat Indonesia" potong Celine.


"Kalau aku nanti akan memberikan kamu emas murni dengan lapisan mutiara sebagai pengikat hubungan kita. Kamu yang sabar ya aku akan merancangnya sendiri sesuai dengan rancanganku. Aku akan meminta pabrik perhiasan kami membuatkannya khusus untuk cincin pernikahan kita" ungkap Jack.


Wajah Celine kembali memerah dan Jack sangat gemas melihat reaksi dari tubuh Celine.


"Seandainya aku tak punya janji mungkin saat ini juga aku akan menikahimu" ucap Jack.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2