
Omar dan Ethan sudah bermain catur sekitar dua jam. Ternyata Ethan lawan yang bisa diperhitungkan membuat Omar penasaran dan betah bermain lama.
Tiba - tiba ruangan Omar kembali di datangi oleh seorang Dokter beserta asistennya.
"Assalamu'alaikum Opa" sapa Dokter muda yang bernama Shyana.
"Wa'alaikumsalam Dokter" jawab Omar.
"Sebentar kami periksa dulu kaki Opa ya" ucap Dokter Shyana.
"Baik Dok" jawab Omar.
Ethan kembali menyusun dan menyimpan catur yang tadi mereka mainkan. Dia segera bergabung dengan Jack di sofa.
Dokter Shyana memeriksa tekanan darah Omar dan cidera di kakinya.
"Opa jangan terlalu banyak bermain, Opa harus lebih banyak istirahat. Tekanan darah Opa sedikit lebih tinggi dari tadi pagi" ucap Dokter Shyana.
"Iya Dokter" jawab Omar.
"Opa emang bandel Dok, dari tadi aku sudah suruh istirahat tapi dia sibuk aja terus main catur" lapor Elfa.
"Habis cecunguk itu buat Opa penasaran. Tadi dia ngaku bisa main catur saja eh rupanya dia pinter mainnya. Beberapa kali dia menang dari Opa" jawab Omar.
Dokter Shyana tersenyum hormat mendengar cerita Omar.
"Sabar ya Opa, nanti kalau Opa sudah sembuh baru bisa main di rumah. Kalau di Rumah Sakit Opa istirahat saja dulu" nasehat Dokter Shyana.
"Kalau di rumah boleh ya Dok?" tanya Omar penuh arti.
"Dokter Shyana tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
" Kalau begitu aku mau pulang sekarang aja deh, Dokter bisa kan pantau aku di rumah?" pinta Omar.
"Maksud Opa?" tanya Dokter Shyana.
"Aku mau pulang, nanti aku bilang sama pihak Rumah Sakit selama satu bulan Dokter Shyana bekerja di rumahku saja. Jadi kan beres, aku tetap bisa di pantau dan tetap bisa main catur" jawab Omar.
Dasar orang kaya seenaknya saja memberi perintah, mentang - mentang dia punya saham di Rumah Sakit ini. Batin Dokter Shyana.
"Jangan begitu donk Opa, aku kan juga punya pasien yang sangat membutuhkanku di sini. Kalau aku bertugas di rumah Opa, kasian pasien yang lain gak bisa di jenguk. Gini aja deh sebagai hadiah buat Opa. Kalau Opa betah dirawat di Rumah Sakit ini, nanti saat waktu bertugasku senggang aku akan ajak Opa keluar jalan - jalan dan main catur di taman. Gimana?" bujuk Dokter Shyana.
"Dokter juga bisa main catur?" tanya Omar tidak percaya.
"Bisa tapi tidak pintar" jawab Dokter Shyana.
"Aku trauma mendengar kata - kata itu. Bule itu juga tadi bilangnya begitu, eh rupanya dia sangat pintar" oceh Omar.
Ethan yang berada sedang di bicarakan menatap wajah Elfa seolah bertanya ada apa? Elfa tersenyum, merasa lucu melihat wajah bingung Ethan.
"Ya aku gak tau sih Opa maksud pintar itu menurut Opa seperti apa. Aku sering bermain catur sama Papaku di rumah kalau aku libur bertugas" jawab Dokter Shyana.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku akan tetap di rawat di Rumah Sakit ini. Janji ya Dok, nanti bawa saya jalan - jalan ke luar dan bermain catur di taman" tuntut Omar.
"Iya Opa, sekarang Opa istirahat ya dan relaks biar tekanan darahnya turun" bujuk Dokter Shyana.
"Ya sudah sayang kamu pulang saja istirahat, di sini ada Elfa yang jagain aku dan juga Dokter Shyana yang rawat aku. Kamu pulang saja jangan khawatirkan aku ya" Omar menyuruh Jasmine pulang.
"Iya Mas, sebentar lagi aku akan pulang. Mas tiduran saja dulu" jawab Jasmine.
"Kalau begitu saya pamit dulu ya Opa. Jangan lupa minum obatnya. Assalamu'alaikum" ucap Dokter Shyana.
"Wa'alaikumsalam" jawab Omar.
Dokter Shyana keluar dari ruangan Omar di ikuti Asistennya.
"Aku suka Dokter muda itu. Ramah, ceria dan yang pasti bisa main catur" ucap Omar.
"Oh jadi Mas gak suka padaku lagi karena aku tidak bisa main catur" sindir Jasmine.
"Kamu itu beda sayang, kamu adalah pemilik hatiku. Walaupun kamu tidak bisa main catur tapi kamu bisa memainkan hatiku" goda Omar.
"Hahaha.. Opa lucu, walaupun Opa sudah tua tapi masih pinter menggombal" puji Elfa.
"Opa kamu gitu loh Elfaaaa" balas Omar.
Ethan dan Jack yang merasa tidak enak dan canggung berlama - lama di Rumah Sakit berdiri dan ingin berpamitan dengan Omar.
"Grandpa, Grandma kami permisi keluar dulu ya. Ada sesuatu yang ingin kami lakukan" ucap Ethan hormat.
"Baiklah anak muda. Tapi kapan - kapan kita harus tanding catur lagi ya" tantang Omar.
Elfa hanya melemparkan senyuman singkat ke arah Ethan.
"Grandpa cepat sembuh ya, aku pamit dulu. Yuk semuanya" sambut Jack.
Ethan dan Jack keluar dari ruangan Omar.
"Kita mau kemana Than?" tanya Jack penasaran.
"Mencari lokasi" jawab Ethan singkat.
"Lokasi apa? Lokasi pernikahan kamu dengan Elfa? Emangnya kamu sudah lamar Elfa dan di terima?" tanya Jack bingung.
"Bukan lokasi itu Jaaaack. Aku tiba - tiba punya ide untuk membuka cabang perusahaan kita di negara ini. Jadi kira cari lokasinya mulai dari sekarang. Dari pada kita gak punya kerjaan di sini. Gak mungkin kan seharian ngejar Elfa terus. Bisa - bisa dia muak melihat wajahku terus" ungkap Ethan.
"Sadar juga kamu. Aku tau dari tadi juga Elfa udah pengen banget usir kamu di Rumah Sakit cuma dia gak enak aja sama Grandpanya yang terlihat sangat bersemangat tanding catur sama kamu" ledek Jack.
"Sialan kamu" umpat Ethan.
"Hahaha... " tawa Jack pecah.
****
__ADS_1
Keesokan harinya di Rumah Sakit.
"Assalamu'alaikum.. Selamat Pagi Opa... " Sapa Dokter Shyana ramah ketika dia datang ke kamar Omar.
"Wa'alaikumsalam Dokter Shyana. Mau meriksa Opa ya" balas Omar.
"Iya, kita periksa dulu tekanan darahnya ya" Dokter Shyana melakukan pemeriksaan.
"Alhamdulillah sudah normal Opa" ucap Dokter Shyana lega.
"Jadi lapak donk Dokter penuhi janjinya?" tanya Omar.
"Maksud Opa?" Dokter Shyana kelihatannya melupakan janjinya kemarin dengan Omar.
"Katanya mau ajak Opa jalan - jalan dan main catur di taman" sambung Omar.
"Eh iya aku lupa. Nanti jam sepuluh pagi, bagaimana Opa" ajak Dokter Shyana.
"Baik, kalau begitu Opa siap - siap dulu ya, bersih - bersih biar wangi saat di bawa jalan sama Dokter Shyana" goda Omar.
"Ah Opa bisa aja, udah seperti mau kencan" balas Dokter Shyana.
"Waaah sepertinya Dokter Shyana udah punya pasangan ya, kok bicara tentang kencan?" tanya Elfa ikut nimbrung.
"Saya punya pacar? Gak sempat, seharian di rumah sakit terus" jawab Dokter Shyana.
"Jomblo donk kalau gitu" tebak Elfa.
Dokter Shyana tersenyum malu.
"Yaaah begitulah" balas Dokter Shyana.
"Sama donk, kenalkan aku Elfa cucunya Opa Omar"
"Shyana.. panggil saja Shyana, jangan pakai embel - embel Dokter" sambut Shyana.
"Iya sepertinya kita seumuran, bisa nih tambah teman" ucap Elfa tersenyum.
Mereka saling berjabat tangan.
"Kalau begitu aku keliling dulu ya Opa, mau meriksa pasien yang lain. Sampai ketemu lagi nanti jam sepuluh" ucap Dokter Shyana.
Kemudian Dokter Shyana berlalu dari ruangan Omar.
"Opa aku sepertinya tidak bisa menemani Opa hari ini. Aku mau ke kantor sebentar. Ada kerjaan yang harus aku selesaikan" ucap Elfa.
"Assalamu'alaikum Opa" ucap Fael yang baru tiba di Rumah Sakit.
"Aaah Fael saja yang temani Opa hari ini"..
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG