
Sekitar jam dua kurang Ethan dan Jack sudah sampai di ADS Butik. Mereka langsung naik ke lantai empat dimana ruang kerja Ela berada.
"Kalian sudah datang?" tanya Ela.
Ethan dan Jack menjawab dengan senyuman.
"Silahkan duduk, sebentar saya panggilkan Fela dan Elfa dulu" ujar Ela.
Jantung Ethan berdetak sangat kencang. Rasanya seminggu tidak melihat Elfa sunggu sangat menyiksanya. Walau kemarin dia sempat melihat Fela saat keluar dari ruangan Ela tapi itu bukan Elfa. Fikirnya.
Ela mengirim pesan kepada Elfa dan Fela agar mereka masuk ke ruangan Ela. Tak lama Fela dan Elfa datang berbarengan dengan pakain dan makeup yang sama.
Mereka benar - benar terlihat sangat mirip sekali. Kalau orang yang tidak mengenal mereka pasti sangat sulit untuk membedakannya.
"Peraturannya di sini. Mereka tidak boleh berbicara. Jadi kamu tidak boleh bertanya dan menyentuh mereka. Bagaimana setuju?" tanya Ela.
"Kalau aku mendekati mereka boleh tidak?" tanya Ethan.
"Boleh tapi jangan menyentuh ya" ulang Ela.
"Baik, aku terima" jawab Ethan.
Jack sangat terpesona dengan dua wanita yang ada di hadapan mereka.
Gila mereka mirip sekali dan cantik. Ethan memang gak salah memilih calon istri. Bisa juga Elfa berpenampilan seperti ini. Puji Jack dalam hati.
Ethan menatap kedua gadis itu dengan tajam mencari dan mengingat wajah gadis impiannya.
Mereka benar - benar mirip sekali. Kalau dari wajah aku tidak bisa membedakan mereka.
Ethan mulai berdiri dan memperhatikan fisik dua gadis di hadapannya. Dia mengelilingi Fela dan Elfa. Mencoba mencium aroma tubuh mereka.
Wangi mereka juga sama. Tidak ada wangi vanilla yang manis. Batin Ethan.
Fela dan Elfa menarik nafas lega. Untung tadi kami memakai parfum yang sama. Batin mereka.
Ethan berdiri diantara mereka berdua. Membuat Elfa dan Fela sedikit menggeser posisi berdiri mereka. Elfa yang tidak terbiasa memakai high heels sontak bergeser beberapa langkah kemudian dia bisa menguasai tubuhnya lagi.
Ethan tersenyum. Dia mengeluarkan permen karet yang tadi di beli Jack di supermarket dan memberikannya kepada Elfa dan Fela.
"Kalian mau permen?" tanya Ethan dan berbicara dengan jarak dekat dengan wajah Fela dan Elfa secara bergantian.
Mencium bau mulut Ethan yang baru makan jengkol sontak membuat Fela menutup hidungnya.
Sedangkan Elfa yang memang menyukai permen karet langsung mengambil permen karet yang ada di tangan Ethan.
__ADS_1
Ethan melihat kuku tangan Elfa tidak secerah tangan Fela dan di jarinya ada plester yang melingkar indah di jari telunjuknya.
Ahaaaaa.... benar dugaanku. Kamulah Elfaku. Tawa Ethan dalam hati.
Ela tanpa sadar tersenyum menyaksikan tingkah laku Ethan.
Sepertinya anak muda ini memang pintar dan tidak bisa dianggap remeh. Batinnya.
Ela juga memperhatikan gerak gerik Elfa Tidak ada tanda - tanda bahwa alerginya akan kumat. Elfa terlihat santai dan tidak berkeringat.
Apa memang anak muda ini adalah antimonya Elfa? Mengapa Elfa tidak bereaksi apapun di dekatnya. Apakah aku harus menceritakan hal ini kepada Mas Fajar? Batin Ela.
"Bagaimana apakah kamu sudah bisa menemukan jawabannya?" tanya Ela.
Ethan tersenyum penuh percaya diri.
"Sudah" jawab Ethan sambil mengarahkan wajahnya ke arah Fela. Sontak Fela kembali menutup hidungnya.
"Kamu mau permen lagi?" tanya Ethan kepada Elfa.
Elfa mengambil permen mint kesukaannya. Ethan semakin tersenyum menang.
Jack tersenyum menatap Ethan. Dia kini mengerti mengapa Ethan tadi mengajaknya makan siang di EIC Restoran dan memilih menu sate jengkol.
Setelah itu Ethan meminta Jack singgah ke supermarket dan membeli permen karet.
"Baiklah kalau begitu silahkan duduk di kursi kamu semula" ucap Ela.
"Fela, Elfa kalian juga silahkan duduk. Mari kita bicarakan kesepakatan ini bersama - sama. Setelah ini Ethan akan menebak siapa diantara kalian Fela dan Elfa. Kalau tebakan Ethan benar, seperti yang Mama katakan sebelumnya kalian boleh berkenalan lebih lanjut atau berteman dulu ya. Selesaikan dendam ataupun urusan kalian yang belum selesai. Kalian kan sudah besar dan dewasa ditambah lagi kalau kalian sama - sama tamatan magister. Mama rasa sudah sangat tau bagaimana berinteraksi dan bagaimana untuk menyelesaikan masalah diantara kalian berdua" ungkap Ela.
Fela dan Elfa terlihat tegang dan dengan hati berdebar menanti detik - detik Ethan menebak siapa diri mereka.
"Maaf Mrs. Aku harap kalian jujur pada kami. Kalau memang tebakanku benar tolong katakan benar dan kalau salah juga katakan salah. Jangan kalian bohongi aku dengan menukar jawabanku" pinta Ethan.
"Maksud kamu?" tanya Ela bingung.
"Maksud saya kalau saya memang menebak siapa Elfa dan tebakan saya benar tolong jangan tukar jawaban saya. Elfa kalian tukar menjadi Fela. Sebenarnya aku sangat yakin dengan jawabanku tapi yah siapa tau... " ucap Ethan.
"Kami berbohong? Hei anak muda apa kamu tidak memandang latar belakang keluarga kami? Kami dari keluarga yang berpendidikan. Tidak mungkin kami melakukan itu" protes Ela.
"Aku hanya antisipasi saja Mrs. Siapa tau kalian memang ingin mengerjaiku" jawab Ethan.
"Kamu tenang saja. Aku yang akan bertanggung jawab" balas Ela.
"Baiklah kalau begitu, silahkan Anda lanjutkan" ucap Ethan.
__ADS_1
Ela menarik nafas panjang.
"Nah sekarang silahkan kamu menebak yang mana Fela dan Elfa?" tanya Ela.
Ethan menatap tajam ke arah mata Fela. Fela terlihat sedang membuang pandangannya dan terlihat dari pasangannya Fela sedang ketakutan.
Tapi kalau Ethan menatap tajam mata Elfa malah sebaliknya. Mata wanita itu seperti ingin melawan dan mengajaknya bertarung mata lawan mata.
Satu lagi Ethan menemukan tambahan yang memperjelas jawabannya.
"Baiklah aku akan menunjuk yang mana Fela dan Elfa" jawab Ethan.
Ethan menarik nafas panjang.
"Yang ini Fela" Ethan menunjuk ke arah Fela.
"Dan yang ini Elfa" Ethan menunjuk ke arah Elfa.
"Apa alasan kamu sehingga begitu yakin dengan jawaban kamu sendiri?" tanya Ela.
"Pertama Fela tidak suka bau jengkol. Sedangkan Elfa sangat suka makan jengkol. Kedua Elfa sangat suka permen karet rasa mint, sedangkan Fela sama sekali tidak menerima tawaran permen karet dariku. Dan yang ketiga ada plester di jari Elfa karena jarinya terluka saat memasak di dapur. Ditambah kuku jari Elfa sedikit lebih kusam dari Fela. Mungkin karena Elfa lebih sering bekerja di dapur untuk memasak sedangkan Fela kan memang lebih feminim dan lebih pintar bergaya dan menjaga tubuhnya" ungkap Ethan.
Ela tersenyum menatap wajah Ethan.
Benar dugaanku, kamu memang sangat pintar anak muda. Batin Ela
"Bagaimana Mrs. Fajar apakah tebakanku benar?" tanya Ethan penuh percaya diri.
Jack juga ikut tersenyum karena tebakannya juga sama. Dia sudah membaca rencana Ethan sejak Ethan mulai berdiri mendekati kedua gadis itu.
"Kamu benar".....
.
.
BERSAMBUNG
Bagaimana readers... apakah kalian setuju dengan jawaban Ethan?
Jangan lupa like dan koment nya ya...
Semoga hari kalian menyenangkan hari ini.
Salam sehat selalu.
__ADS_1
Terimakasih