
"Tawaran saya untuk membangun sebuah klinik yang akan kamu kelola sendiri. Apakah kamu bersedia menerimanya?" tanya Fael.
Dokter Shyana terlihat sedang berpikir keras. Kemudian dia menarik nafas panjang.
"Maaf Fael, sepertinya aku belum bisa menerimanya. Aku masih membutuhkan pengalaman dalam mengelola sebuah klinik. Jadi aku memutuskan untuk bekerja dulu di Rumah Sakit sembari mencari pengalaman" jawab Dokter Shyana.
Fael tersenyum lembut, walau dia kecewa karena Dokter Shyana menolak tawarannya secara halus tapi itu tak membuat Fael berkecil hati. Dia harus mencari siasat baru agar bisa terus bertemu dengan Dokter Shyana.
"Berarti mulai besok kamu aktif bekerja kembali ya di Rumah Sakit?" tanya Fael.
"Iya.. " balas Dokter Shyana cepat.
"Ya sudah kalau begitu selamat bekerja ditempat yang baru" ucap Fael sambil tersenyum tulus.
"Yuk kita bergabung dengan yang lain di depan" ajak Fael.
"Ayok" balas Dokter Shyana.
Dokter Shyana berjalan mengikuti Fael sambil membawa beberapa dessert yang ingin di bagikan dengan para tamu.
"Kami sangat lega melihat kondisi Ethan yang semakin membaik di sini tapi maaf Mr dan Mrs. Fajar kami tidak bisa berlama - lama di Indonesia. Saya harus menggantikan Ethan untuk mengurus perusahaan di London. Dan atas permintaan Ethan kami tidak membawa dia turut serta dengan kami kembali ke London. Ethan lebih memilih melakukan pemulihan di Indonesia saja" ucap Mr. Mohammed.
"Kami dengan senang hati akan membantu Ethan menjalani pemulihannya di Indonesia. Anda tidak perlu khawatir kami akan melakukan yang terbaik untuk Ethan" sambut Fajar.
"Kalau begitu malam ini di hadapan seluruh keluarga besar Barrakh kami mohon pamit dan memohon maaf kalau selama di Indonesia keberadaan kami membuat kalian semua repot dan mohon maaf juga kalau selama di sini ada perkataan dan perbuatan kami yang salah. Rencananya besok kami akan kembali ke London" ungkap Mr. Mohammed.
"Kami yang harusnya mengucapkan kata itu Mr. Mohammed. Kalau dalam penyambutan kami ini ada kekurangan dan kekhilafan kami mohon maaf yang sebesar - besarnya" sambut Fajar.
"Elfa mommy titip Ethan ya, tolong kamu bantuin dia" pinta Mrs. Mohammed.
"Iya Mrs. Tentu saja aku akan membantunya. Di rumah ini juga ramai, ada Kak Fael, Kak Fela dan Celine. Kita bisa saling bantu mengurus Ethan sampai dia sembuh" jawab Elfa.
"Kalau begitu kami akan sangat lega dan tenang meninggalkan Ethan di sini" sambut Mr. Mohammed.
"Daddy, Mommy.. kalian tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku bisa melaluinya sendiri lagian ada Jack bersamaku" ujar Ethan.
"Kami tau kamu sudah besar Than tapi keadaan kamu saat ini belum bisa melakukan apapun secara sendiri. Kamu butuh bantuan dari orang lain. Kami sebagai orang tua kamu meminta permohonan dan bantuan kepada keluarga Barrakh" jawab Mr. Mohammed.
"Selamat jalan Mr dan Mrs. Mohammed, kalau ada kesempatan di waktu lain luangkan waktu untuk singgah ke rumah kami ya" ujar Ela.
"Tentu Mrs. Fajar" sambut Mrs. Mohammed.
Setelah itu mereka berbincang - bincang ringan.
"Kamu mau dessert?" tanya Elfa pada Ethan.
__ADS_1
"Mau" jawab Ethan.
Elfa menyuapkan makanan tersebut kepada Ethan. Fajar beserta istrinya melirik ke arah putri mereka begitu juga dengan Mr dan Mrs. Mohammed mereka tersenyum senang melihat perkembangan hubungan putranya dengan Elfa.
Pertemuan mereka berlangsung sampai malam hari. Sekitar pukul sepuluh malam satu persatu keluarga besar mereka pamit pulang.
"Selamat jalan Mr dan Mrs. Mohammed, sampai ketemu lagi di Indonesia" ujar Aby dan anggota Geng ERASADIS.
"Terimakasih atas sambutan kalian semua di sini. Kami sangat terharu, kalian semua sangat baik dan ramah kepada keluarga kami" sambut Mr. Mohammed.
Malam ini Mr dan Mrs. Mohammed tidur di rumah keluarga Fajar, besok pagi setelah sarapan pagi rencananya mereka langsung berangkat menuju Bandara dan terbang kembali ke London.
Jack mendorong kursi roda Ethan ke dalam kamar. Mereka satu persatu sudah masuk ke dalam kamar masing-masing.
Keesokan harinya mereka sudah berkumpul kembali di meja makan untuk sarapan pagi. Sambil berbincang - bincang santai.
"Hari ini Shyana selesai bertugas di rumah Opa, bagaimana kalau kita minta dia kembali untuk merawat Ethan selama masa pemulihan. Disini kan ada Fela, Elfa dan Celine temannya" usul Fael.
"Benar juga ya Kak sekalian... " ucapan Elfa terpotong karena Fael mendelikkan matanya memberi kode.
"Boleh juga Fael, kita kan sudah sangat mengenal Dokter Shyana, dia juga spesialis ortopedi kan?" sambut Ela.
"Iya Ma, jadi pas sekali" balas Fael.
"Kalau begitu aku tidak bisa berlama - lama ya Pa, Ma. Aku janji mau mengantar Shyana ke Rumah Sakit hari ini sekalian aku ingin menemui pihak Rumah Sakit untuk menyampaikan pesan Papa tadi" ucap Fael.
Fael berdiri dan berpamitan dengan kedua orang tuanya.
"Mr dan Mrs. Mohammed aku pamit. Selamat jalan untuk kalian dan sampai ketemu lagi dilain waktu" pamit Fael kepada kedua orang tua Ethan.
"Sampai ketemu lagi anak muda" sambut Mr dan Mrs. Mohammed.
Ethan langsung melakukan mobilnya menuju rumah Opanya. Satu jam kemudian dia sudah sampai di rumah Omar Barrakh.
"Kamu mau menjemput Dokter Shyana?" tanya Omar.
"Iya Opa, mana dia?" Fael balik bertanya.
"Dia sedang mengambil barang - barangnya di kamarnya" jawab Jasmine.
"Opa aku menyampaikan pesan dari Papa. Papa meminta Opa menyampaikan pesan ke pihak Rumah Sakit untuk kembali menugaskan Dokter Shyana di luar Rumah Sakit yaitu di rumah kami. Karena Ethan butuh perawat beberapa waktu ini" ungkap Fael.
"Ethan yang butuh perawat tapi kamu sekalian kan cari - cari kesempatan" ledek Omar.
"Opa jangan berpikiran seperti itu" elak Ethan.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu membohongi Opa. Opa mengerti semua gerak gerik kamu. Ngapain kamu takut atau malu, memang sudah tiba waktunya kamu untuk menjalin hubungan serius dengan seseorang. Kamu anak paling besar aku harap kamu yang lebih dulu menikah dari pada adik - adik kamu" ungkap Omar.
Tiba - tiba Dokter Shyana datang dari arah kamarnya membuat Omar dan Ethan menghentikan pembicaraan mereka.
"Lho kamu sudah datang?" tanya Dokter Shyana.
"Sudah, kamu sudah siap?" tanya Ethan balik.
"Sudah, ayo kita pergi. Opa, Oma aku pamit ya. Senang berkenalan dengan Opa dan Oma, maaf kalau selama di sini aku ada salah" ungkap Dokter Shyana.
"Kami yang harusnya berterima kasih dokter Shyana dan maaf kalau ada kesalahan kami selama kamu tinggal di sini" jawab Omar.
Mereka saling berjabat tangan dan berpamitan. Setelah itu masuk ke dalam mobil Fael menuju ke Rumah Sakit. Sesampainya di Rumah Sakit Dokter Shyana berpamitan dengan Fael.
"Terimakasih sudah mengantarkanku" ucap Dokter Shyana.
"Aku juga ada keperluan ke Rumah Sakit ini" jawab Fael.
Mereka turun masuk ke dalam Rumah Sakit dan berpisah di loby. Dokter Shyana berjalan menuju ruangannya sedangkan Fael berjalan menuju ruangan Direktur Rumah Sakit.
Satu jam kemudian Fael keluar dari area Rumah Sakit. Sedangkan Dokter Shyana sedang menuju ruangan Direktur untuk melaporkan kalau dia sudah selesai tugas dinas di luar Rumah Sakit.
"Selamat Pagi Pak" sapa Dokter Shyana ketika masuk ke ruangan Direktur.
"Aaaah Dokter Shyana ketepatan kamu datang, ada yang ingin saya sampaikan kepada kamu" jawab Direktur Rumah Sakit.
"Saya juga ingin melapor Pak bahwa dinas di luar saya sudah selesai" sambut Dokter Shyana.
"Silahkan duduk" perintah Sang Direktur.
Dokter Shyana duduk di sofa dengan santun. Direktur memberikan selembar kertas kepada Dokter Shyana.
"Apa ini Pak?" tanya Dokter Shyana bingung.
"Buka dan bacalah" jawab Direktur.
Dokter Shyana membuka kertas itu dan membacanya. Alangkah terkejutnya dia membaca isi surat tersebut.
"Saya dinas di luar lagi Pak? Dan kali ini di rumah Bapak Fajar Barrakh? "...
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1