
Pagi harinya mereka sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan pagi bersama. Mereka semua sedang asik menyantap hidangan yang sudah berpindah ke piring mereka masing - masing.
"Jack tadi malam makan dimana?" tanya Ela.
"Mm.. anu Mrs. Fajar di Jetski Cafe" jawab Jack.
"Dimana tuh" tanya Fajar pada istrinya.
"Kok tanya aku, tanya Jack donk Mas" jawab Ela.
"Dimana itu Jack?" ralat Fajar.
"Mmm.. di Jl. Raya Pantai Mutiara Pluit" jawab Jack.
"Di pinggir pantai donk?" tanya Fael.
Jack tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Waah romantis pasti tempatnya, bisa untuk referensi nih makan malam romantis di sama" sambut Fela.
Celine hanya menunduk dan pura - pura sibuk dengan sarapannya.
"Ya jelas romantis lah kan mau kencan" potong Elfa.
Celine sontak menatap Elfa dan memberi isyarat pada Elfa untuk diam dan ingat janjinya tadi malam.
"Kencan? Jack kencan? sama siapa?" tanya Fajar tak mengerti.
"Ya sama siapa lagi Pa.. Tadi malam Jack pergi sama siapa?" tanya Elfa pada Papanya.
"Sama Celine" jawab Fajar polos.
"Ya sudah, ih Papa lemoooot masak gitu aja gak ngerti" potong Elfa.
Fajar melirik ke arah Celine.
"Benar Cel?" tanya Fajar serius.
"Papa.... " Ela mencoba mengingatkan suaminya. Maklum suaminya itu memang sangat kaku kalau urusan percintaan.
Sedangkan Celine semakin malu dengan obrolan pagi ini.
"Waaah ada yang baru jadian sepertinya" sindir Fela sambil tersenyum nakal.
Celine memandang Elfa.
"Sorry Cel bukan aku yang mengatakannya" elak Elfa.
"Beneran?" tanya Ela penasaran. Ela melirik ke arah Jack dan Celine secara bergantian.
"Benar donk Maaaa" timpa Elfa.
"Eeeeeelf... " ucap Celine semakin malu.
"Sorry Cel, aku kan janjinya tadi malam. Hari ini sudah tidak berlaku lagi" ungkap Elfa.
"Benar Mrs. Fajar" tegas Jack.
"Waaaooow.. daebaaak... Jack kereeen langsung ngaku" puji Fela.
__ADS_1
Wajah Celine semakin merah karena menahan malu.
"Naaah gw suka gaya lo Jack. Berani memperjuangkan cinta sahabatku" sambut Elfa.
Jack tersenyum membalas pujian Elfa dan Fela.
"Benarkah Jack? Mengapa kau tidak menceritakannya tadi malam padaku?" tanya Ethan terkejut.
"Sorry Than, aku sudah berjanji pada Celine sebelumnya tapi Cel maafkan aku. Aku tidak bisa terlalu lama menyembunyikannya. Menurutku kabar gembira harus segera kita kabarkan kepada keluarga dekat" ungkap Jack.
"Benar itu" sambut Ela.
"Selamat untuk kalian berdua. Celine.. haruskah Uncle telepon Daddy kamu untuk hal ini? Dan apakah kamu mau pernikahan kalian di gabung saja?" Fajar memberikan penawaran.
"Oh tidak.. tidak.. Uncle. Kami akan segera menyusul, biarlah triplet duluan dari kami" tolak Celine.
"Benar Mr. Fajar nanti pada saat pernikahan triplet orang tua Celine pasti akan datang. Daddy dan Mommy Mohammed juga akan datang. Nanti pada saat itu saja aku meminta Mommy dan Daddy melamar Celine langsung kepada kedua orang tuanya" ungkap Jack.
"Baiklah kalau itu keinginan kalian. Uncle pasti akan mendukungnya selama itu untuk langkah yang lebih baik ke depannya" jawab Fajar.
"Terimakasih Uncle" sambut Celine.
"Selamat untuk kalian, Aunty turut senang mendengar kabar ini apalagi Mrs. Mohammed dia juga pasti akan bahagia kalau kedua anaknya masing-masing sudah menemukan pendamping hidupnya" ujar Ela
"Terimakasih aunty" sambut Celine.
"Terimakasih Mrs. Fajar" ucap Jack.
"Yuhuuuu berarti ada makan - makan kan?" tembak Fela.
Jack melirik Elfa.
"Oooh tidak masalah atur aja" sambut Jack dan dia tersenyum ke arah Celine yang masih malu - malu.
"Yeeesss.. aku akan kabari yang lain" jawab Fela.
Celine semakin pasrah.
Mati deeeh kalau udah ikut Fathir. Batin Celine.
Fela meraih ponselnya.
"Felaaa.. selesaikan dulu makan kamu" cegah Fajar.
"Ma.. maaf Pak, aku terlalu bersemangat" jawab Fela.
Fela kembali menyimpan ponselnya. Dia lupa kalau saat makan tidak boleh bermain ponsel.
Setelah selesai makan mereka semua bubar sesuai tujuan masing - masing. Ela dan Fajar akan pergi ke WO yang dulu mengurus pernikahan mereka. Ela dan Fajar mau mengurus pesta pernikahan ketiga anaknya.
Fael berangkat ke ADS Corp. Fela ke ADS Butik. Elfa dan Celine ke Barrakh Corp sedangkan Ethan dan Jack akan memantau proyek pembangunan Diamond Corp milik keluarga mereka yang akan di bangun di Jakarta dan menjadi kantor pusat untuk seterusnya.
"Guys.. sampai ketemu nanti sore ya.. " ucap Fela.
"Oke Fel kabari aja tempat dan waktunya" sambut Jack.
"Aku duluan" ujar Fael.
Fael dan Fela berangkat dengan mobil mereka masing - masing. Kini tinggal Elfa, Celine, Ethan dan Jack yang masih di halaman rumah Fajar.
__ADS_1
"Honey.. kami pergi duluan ya" pamit Ethan.
"Hati - hati, kami juga akan segera berangkat" sambut Elfa.
Elfa mencium tangan Ethan. Dia sudah mulai belajar sopan santun kepada calon suaminya.
"Kamu gak pamitan Cel" sindir Ela.
Dengan malu - malu Celine menatap Jack, Jack menyambutnya dengan senyuman.
"Hati - hati di jalan" ucap Celine pelan.
"Terimakasih honey" jawab Jack sambil tersenyum.
Jack dan Ethan memasuki mobilnya kemudian mereka berangkat setelah itu baru di susul oleh Elfa dan Celine yang berjalan di belakang mobil mereka.
"Gimana rasanya jatuh cinta Cel?" tanya Elfa
"Ha.. ? bagimana apanya?" Celine balik bertanya.
"Sudah gak usah malu" potong Elfa.
Celine menarik nafas panjang.
"Pastinya indah kan? Kamu kan juga sudah merasakannya lebih dulu. Ngapain tanya aku lagi" balas Celine.
"Yah siapa tau kamu lain perasaannya ada tambahan malu atau takut atau apalah" sambut Elfa.
"Emangnya kawin paksa pakai acara takut" ujar Celine.
"Siapa tau Jack memaksa dan mengancam kamu, agar kamu mau menerima perasaannya" balas Elfa.
"Ya nggak lah Elf" ujar Celine.
"Tapi Elf... " ucap Celine terhenti.
"Saat nanti kita makan bareng, please.. jangan join sama Fathir donk untuk ledekin aku. Aku malu sekali rasanya. Tadi saja di depan Uncle dan Aunty rasanya aku udah pengen lari" pinta Celine sambil memelas.
"Hahaha... segitunya kamu takutnya. Itu kan cuma bercanda Ceel... lagian kan semua itu sebagai wujud bahwa kami sayang banget sama kamu" jawab Elfa.
"Iya aku tau tapi tetap saja aku malu" balas Celine dengan wajah merah karena malu.
"Oke.. oke.. aku tidak akan membully kamu bareng Fathir tapi selama aku sadar ya. Takutnya nanti aku gak sadar atau keceplosan. Mohon dimaafkan lebih dulu ya" pinta Elfa.
"Yaaah Elfa.. itu sih sama aja. Kamu kan emang selalu gak sadar kalau sudah ngebully orang karena sangkin asiknya" protes Celine.
"Nah udah tau sifat temannya emang udah begitu dari sononya" potong Elfa.
"Elfaaaaa.... gak asik aaah kamu. Aku gak mau bantuin kamu siapin segala sesuatunya untuk pernikahan kamu" Celine pura - pura ngambek.
"Oke.. Oke.. aku janji. Nanti sekalian aku bantuin deh buat nagih Shaby dan Sitha makan - makan perayaan jadiannya mereka. Biara Jack gak tumpur karena udah traktir kita semua" ungkap Elfa.
"Nah gitu donk baru namanya sahabatku.... " puji Celine.
"Hahaha.... " Elfa tertawa lepas melihat tingkah Celine.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG