CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
93


__ADS_3

Musik pun mulai mengalun merdu.. Para tetua sudah tau selera para anak muda. Sontak Gang F3STER C berkumpul di depan panggung diikuti oleh Ethan, Jack dan Dokter Rasya.


"Dokter Shyana.. ayo sana bergabung dengan para anak muda" perintah Jasmine.


"Tapi Oma... " bantah Dokter Shyana.


"Aku merasa sangat sehat, gak perlu Dokter Shyana jagain lagian ada istriku yang selalu berada di sampingku" sambung Omar


Jasmine tersenyum lembut kepada Dokter Shyana.


"Malam ini bersenang - senanglah, nikmati masa muda kamu" ucap Jasmine.


"Baik Oma, Opa aku tinggal dulu ya" ucap Dokter Shyana pamit.


"Iya, enjoy aja Dokter.. Kamu libur malam ini" balas Omar sambil tersenyum.


Dokter Shyana berjalan menjauh dari para orang tua dan segera bergabung dengan para anak muda yang sedang asik berdiri di pinggir pentas.


"Ayo Fath hidupin musiknya" teriak Sitha.


"Kamu bawa krecek gak?" tanya Fathir.


"Bawa donk, ini nih" Sitha mengeluarkan benda andalannya yang sudah menjadi benda pusaka sejak dia kecil.


"Krecek tua" sindir Elfa.


"Eh tapi masih nyaring sis" jawab Fathir.


"Iya, gak lengkap kalau gak ada ini" ujar Sitha sambil mengangkat tinggi krecek miliknya.


"Ayo cepetan.. aku udah gak sabar nih" teriak Celine.


Sementara Jack tersenyum melihat tingkah Celine.


Pasti dia sudah gak sabar untuk bergoyang. Tebak Jack dalam hati.


Fathir segera membisikkan kepada bagian musik untuk memainkan musik sesuai dengan permintaan mereka.


Tak lama kemudian musik mulai berdendang, ada aliran gendang, seruling dan yang lainnya. Sontak membuat Dokter Shyana dan Dokter Rasya saling rasa.


Apa? Gak salah nih, mereka ini anak - anak hebat. Beberapa diantaranya punya jabatan tinggi di perusahaannya sedangkan yang lainnya juga mempunyai bisnis besar dan mereka berasal dari keluarga yang kaya raya dan terpandang. Apa gak salah selera mereka musik beginian? ucap Dokter Rasya dalam hati.


Aku gak nyangka ternyata Elfa dan teman - temannya punya selera musik. Terlebih Fael, gayanya yang cool dan pendiam ternyata suka musik seperti ini hihihi lucu sekali. Dokter Shyana tersenyum tipis sambil melirik Fael.


Fathir dan Sitha mulai memegang mikrofon dan bernyanyi.


Nestapa.. di gurun pasir


Merana, karena panas hawanya


Akupun Merasa aneh


Gurun pasir mengapa panas hawanya


Coba dengar


Dengar cerita ini


Apakah ini?

__ADS_1


"Goyang semuaaaa.... " teriak Fathir.


Sontak Gengs F3STER C semua bergoyang plus Ethan.


Jack tak percaya dengan apa yang dia lihat. Kedua mata Jack melotot seperti hendak melompat dari tempatnya.


Terakhir saat di Hotel Barrakh beberapa bulan lalu saat Elfa dan para saudaranya bernyanyi dengan genre musik seperti ini Ethan terlihat sangat kesal. Kini mengapa dia malah ikut bergoyang. Apakah Ethan sudah kerasukan setan Indonesia? Tanya Jack dalam hati.


Hareudang, Hareudang, Hareuudang


Panas, panas, panas


Panas dan Hareudang


Hareudang, Hareudang, Hareuudang


Panas, panas, panas


Panas dan Hareudang


Hareudang, Hareudang, Hareuudang


Panas, panas, panas


Panas dan Hareudang


Hareudang, Hareudang, Hareuudang


Panas, panas, panas


Panas dan Hareudang


Hareudang, Hareudang, Hareuudang


Panas, panas, panas


Panas dan Hareudang


Hareudang, Hareudang, Hareuudang


Panas, panas, panas


Panas dan Hareudang


"Tareeeeek Sis" teriak Fathir.


"Semongko... " jawab yang lain bersama - sama.


Dan mereka semua tertawa.


"Ayo Shyan, jangan malu untuk bergoyang. Semuanya kalau udah dengar musik lupa diri. Kamu pasti tidak menduganya sama sekali kan? Hahahaha... inilah kami semua. Selamat datang di Geng F3STER C" teriak Elfa di samping Dokter Shyana.


Dokter Shyana membalasnya dengan senyuman.


Elfa langsung menarik tangan Dokter Shyana dan mengajaknya ikut bergoyang. Hal itu membuat Fael terus memperhatikan gerakan Dokter Shyana sambil tersenyum tipis.


Sementara Dokter Rasya mencoba mendekati Fela.


"Aku tidak menyangka selera musik kalian seperti ini, benar - benar unik" puji Dokter Rasya.

__ADS_1


"Kamu belum kenal siapa kami. Ini baru permulaannya saja" jawab Fela sambil bergoyang.


Dokter Rasya mengikuti gerakan Fela, interaksi merek tak luput dari tatapan Fathir yang sedang sibuk bernyanyi. Walaupun dia sedang berkonsentrasi untuk bernyanyi dan berjoget tapi entah mengapa pandangannya tidak luput dari kedekatan Dokter Rasya dengan Fela.


Nestapa, di gurun pasir


Merana karena panas hawanya


Akupun Merasa aneh, gurun pasir mengapa panas hawanya


Coba dengar


Dengar cerita ini


Apakah ini?


Semua ikut bernyanyi bersama - sama kecuali Ethan dan Jack yang memang tidak mengetahui lirik lagunya.


Hareudang, Hareudang, Hareuudang


Panas, panas, panas


Panas dan Hareudang


Hareudang, Hareudang, Hareuudang


Panas, panas, panas


Panas dan Hareudang


Lagu pertama telah selesai.


"Jangan ada yang bubar dulu, kita lanjutkan lagi berikutnya. Hajar sooooon" teriak Sitha.


Suasana semakin panas karena suara musik yang menggema.


"Kamu tidak apa - apa Mas mendengar suara musik yang kuat seperti ini?" tanya Jasmine penuh pergantian pada suaminya.


"Tidak sayaang, aku sudah lama tidak melihat mereka berjoget semeriah ini" jawab Omar sambil menyaksikan para cucu - cucunya berdendang dan bergoyang.


"Lihatlah anak - anak kita Mas, usianya yang terus bertambah tapi sikap mereka masih tetap kanak - kanak. Seusia mereka kita sudah mengenal cinta tapi mereka" ucap Ela pada suaminya, Fajar.


"Kamu mah masih SMA udah kenal cinta. Malah patah hati dan lari ke London" sindir Fajar sambil tersenyum.


"Yeeee... namanya udah ABG wajar donk ngerasain cinta pertama. Eh cinta remaja maksudnya" balas Ela.


"Untung aja gak berbalas, kalau tidak pasti kita tidak akan bertemu di London" ucap Fajar.


"Ih itu lagi yang di bahas, udah tua juga kitanya" balas Ela.


Fajar menatap ke arah Elfa dan Ethan.


"Aku bisa menarik satu kesimpulan dari kisah kita sayang. Sejauh apapun jarak diantara kita kalau Allah sudah mentakdirkan kamulah jodoh aku, kita pasti akan ketemu di belahan bumi mana pun. Bahkan keujung dunia pun pasti kita akan bertemu" tegas Fajar.


"Itu bukan berlaku untuk kita saja sayaaaang... itu juga berlaku untuk putra - putri kita, anak - anak kita. Kini mereka sudah semakin dewasa. Sudah waktunya mereka mempunyai perasaan seperti itu. Dan juga mungkin sudah waktunya mereka bertemu dengan jodohnya. Kita sebagai orang tua hanya bisa melihat, menyaksikan, merestui dan mendoakan mereka. Seperti para orang tua kita sebelumnya. Jangan terlalu keras pada setiap pria yang akan menghampiri anak gadis kamu. Karena kamu dulu juga tidak pernah mendapatkan perlawanan dari Papaku. Kita cukup memantau mereka, kalau memang pria itu tidak baik untuknya kita hanya cukup mengingatkan. Kalau memang itu jodoh mereka kita tinggal mendoakannya semoga mereka bahagia dengan pilihan mereka Mas" ucap Ela mengingatkan.


Fajar terdiam dan merenungi semua makna dari kata - kata yang diucapkan istrinya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2