CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
66


__ADS_3

"Kami tidak egois kamu mengajak seorang wanita bertarung. Lawan kami satu orang satu minggu. Misal minggu ini aku, minggu depan Shaby dan minggu depannya lagi Fathir. Bagaimana?" tantang Fael.


"Setuju" jawab Ethan.


"Kapak kita mulai?" tanya Shaby.


"Bagaimana kalau jumat ini?" ujar Fael.


"Tidak masalah, aku masih belum punya kerjaan di sini" kecuali mengejar adik kamu. Sambung Ethan dalam hati.


"Sudah.. sudah.. pada ngajak bertarung. Pesan makanan dulu" potong Elfa.


"Kami sudah pesan tadi, tinggal kalian yang belum" balas Celine.


"Mang pesan bakso" panggil Elfa.


Tak lama anaknya Mamang Bakso langganan Geng ERASADIS dulu yang sudah dua generasi segera mendatangi Elfa.


Dia juga sudah kenal baik dengan Geng F3STER C dan orang tua mereka.


"Neng Elfa pesan apa?" tanya penjual Bakso.


"Biasa mang, tunggu pesan satu lagi. Hey.. The Ghost kamu pesan apa?" tanya Elfa kepada Ethan.


"The Ghost?" tanya Sitha bingung.


"Setan Siiiiit.... " jawab Elfa.


"Hahahaha..... cakep - cakep di bilang Setan" tawa Sitha pecah.


"Kalian pasti sedang membicarakanku kan?" tanya Ethan curiga karena dia tidak mengerti bahasa Indonesia, apalagi yang di katakan Sitha barusan.


"Makanya kalau kamu mau berteman dengan kami dan kami Terima tambah lagi syaratnya. Kamu harus bisa bahasa Indonesia" jawab Elfa.


"Okey... aku akan mulai bejalar bahasa kalian" balas Ethan.


"Ya sudah cepetan pesan, kamu mau makan apa?" tanya Elfa.


"Terserah kamu, kamu saja yang pesankan aku tidak mengerti" jawab Ethan pasrah.


"Mang tambah satu yang biasa ya" pesan Elfa kepada Mamang Bakso.


"Baik Non" jawab Si Tukang Bakso.


"Elf, dia gak biasa pedas. Kamu lupa waktu di London" cegah Celine.


"Iya juga ya, kasiah juga kalau dia sakit di Indonesia. Emaknya gak ada, dokter pribadi juga gak ada, si Jack Sparrow gak.... eh tunggu... mana Jack Sparrow?" tanya Elfa.

__ADS_1


"Udah pesenan kamu dulu baru tanya si Jack Sparrow setelah ini" potong Celine.


"Iya hehehe.. lupa. Mang yang satu cabenya di kurangi ya. Entar anak orang diare lagi di negara orang" oceh Elfa.


"Baik Non, tunggu sebentar" Mamang Tukang Bakso segera meninggalkan Elfa dan menyiapkan pesanan mereka.


"Hey The Ghost, Jack Sparrow mana?" tanya Elfa.


"Dia lagi sakit di Hotel" jawab Ethan.


Sementara di kamar Barrakh Hotel.


"Hatsyiiiiiim.... duh kenapa aku tiba - tiba bersin. Nih pasti Ethan ceritain aku nih. Enak aja main tinggal pergi. Gak bilang lagi dia mau pergi kemana? Pasti dia mau ketemu Elfa, gak ngajak aku. Aku kan pengen ketemu Celine. Udah kangen pengen lihat wajahnya". Ocehan Jack sendiri di ruang TV.


Kembali ke Warung Bakso.


"Waaah teman gak setia kamu, temannya sakit malah di tinggal sendirian" sindir Ryntia.


"Aku sudah janjian sama Elfa, gak enak kalau di batalin. Lagian Jack sudah besar dan sakitnya juga tidak parah. Gak masalah kalau aku tinggal" jawab Ethan.


"Apa kerja kamu di Indonesia?" selidik Fael.


"Aku berencana akan membangun kantor cabang di negara ini" jawab Ethan sembarangan.


Eh benar juga ya, sambil mencari cinta gak ada salahnya aku kembangkan usaha keluargaku di negara ini. Daddy pasti sangat setuju. Lagian kalau di Indonesia sudah di buka kantor cabang, itu artinya akses ke negara ini akan semakin mudah. Tiba - tiba Ethan mendapat ide brilliant.


Fela langsung menyenggol lengan Sitha.


"Walau kita memang penggemar perhiasan tapi jangan terlalu kamu tunjukkan di depannya. Pura - pura saja tidak menanggapi ceritanya" bisik Fela.


Elfa tersenyum mendengar ucapan Kakaknya. Ternyata teman - temannya benar - benar tidak menerima kehadiran Ethan dengan mudah.


Ini memang sesuai dengan prediksi Elfa makanya dia sangat senang membawa Ethan untuk bertemu dengan teman - temannya.


Teman rasa saudara, jika satu tersakiti yang lain juga ikut merasakan. Jika satu di ganggu maka yang lain akan membela dan ikut melawan.


Dan kamu Setan rasakan pembalasan dariku. Kamu Fikir semudah itu bisa berteman denganku. Batin Elfa.


"Iya, aku dan Jack masih survei lokasi yang cocok untuk membangun Cabang Perusahaanku di sini?" tegas Ethan.


"Apakah perlu bantuan? Aku punya teman seorang arsitek?" ujar Fathir memberi bantuan.


Fael langsung mendelikkan matanya ke arah Fathir. Fathir langsung mengerti dengan kode yang diberikan Fael.


"Terima kasih, nanti aku akan minta nomor kamu kalau aku membutuhkannya" balas Ethan. Dia sempat melihat lirikan tajam Fael kepada Fathir barusan.


Tak lama Mamang Tukang Bakso datang membawa semua pesanan anggota Geng F3STER C.

__ADS_1


"Ini Den, Non silahkan di makan. Saya jadi malu sama Non Elfa. Padahal dia sudah punya Restoran besar masih mau makan di warung bakso saya" ucap Mamang Bakso.


"Lah kan udah biasa Mang sejak kecil. Mamang sih yang sombong. Aku tawarin kerjasama di Restoranku Mamangnya gak mau" balas Elfa.


"Restorannya jauh Non dari rumah Mamang. Lagian usaha ini sudah di rintis sejak Bapak Mamang muda. Sudah banyak pelanggannya. Kasihan kalau mereka kecarian Bakso Mamang" jawab Mamang Tukang Bakso.


"Iya deh Mang. Makasih ya Mang" Elfa menerima mangkok bakso yang diberikan Mamang Tukang Bakso.


Ethan menyicip kuah bakso dari mangkok miliknya.


"Sruuuup.... " Rasanya enak, gak kalah dengan Bakso buatan Elfa. Pantesan mereka semua mau makan Bakso di sini. Ujar Ethan dalam hati.


"Padahal di Restoran Elfa ada tersedia Bakso juga tapi kok kalian mau makan di sini?" tanya Ethan.


"Warung Bakso ini punya kenangan bersejarah untuk keluarga kami. Pemilik warung bakso ini sudah generasi kedua. Dulu waktu Papa dan Mama kami masih muda sering makan bakso di sini kemudian kami lanjutkan. Begitu juga Mamang itu. Dulu yang jualan adalah orang tuanya tapi kini sudah diteruskan olehnya" ungkap Shaby.


"Ooh begitu.. Pantas saja warung bakso nya bertahan sampai dua generasi, rasanya baksonya memang enak. Tapi lebih enak bakso buatan Elfa menurutku" ujar Ethan.


"Itu karena kamu ada maunya, makanya mujinya selangit" sindir Fael.


Yah salah lagi. Batin Ethan.


Hihihi... rasain kamu Setan kena skak Kak Fael. Batin Elfa.


"Guys habis ini kemana?" tanya Fathir.


"Udah lama gak goyang" jawab Sitha.


"Koro - koro yuk" ajak Fathir.


"Tapi habis maghrib ya" balas Shaby.


"Oke.. oke.. wuiiih seru itu" sambut Elfa.


Ethan menatap ke arah Elfa seolah bertanya kemana?


"Udah kamu ikut aja" jawab Elfa, mengerti dengan tatapan bertanya Ethan yang terlihat kebingungan.


"Kalau mau berteman dengan kami, kamu harus ikut. Pokoke seru deh" ujar Fathir.


"Okey aku ikut" jawab Ethan.


Diantara mereka hanya Fathir yang terlihat lebih bersahabat. Mungkin karena dia berdarah campuran kali ya. Dan sepertinya asalnya sama denganku. Aku melihat ada wajah Eropa dari wajah Fathir. Tebak Ethan dalam hati.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2