CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
182


__ADS_3

Kini mereka terbagi menjadi tiga Tim.


Tim pertama adalah Fael, Dokter Shyana, Ryntia dan Dokter Rasya.


Di Tim ke dua ada Fela, Fathir, Shaby dan Sitha sedangkan group ketiga adalah Elfa, Ethan, Jack dan Celine.


Mereka berdiri pertim. Mereka akan memainkan game yang bernama Pictionary.


Pictionary adalah permainan klasik menebak gambar yang bisa bikin semuanya tertawa terpingkal- pingkal. Sediakan papan gambar, kertas kosong dan pulpen terlebih dahulu yah.


Giliran pertama adalah Tim Elfa. Team WO memberikan sebuah gambar kepada Elfa yang berupa gambar lampu ajaib milik Aladin.


Elfa harus memberikan intruksi kepada teman - temannya agar mereka bisa menebak gambar yang sedang Elfa pegang.


"Papa" ucap Elfa.


"Fajar" jawab Celine.


"Daddy" jawab Ethan.


"Terus... Papa... " ucap Elfa lagi.


"Fajar... pagi... " jawab Celine.


"Terang" jawab Ethan.


"Lampu" jawab Jack.


"Ya itu.. itu.. terus... " sambut Elfa.


"Lampu Aladin" jawab Celine.


"Ya benaaaar " Sambut Elfa senang.


"Lampu Aladin? Why Papa?" tanya Ethan bingung. Anggota Geng F3STER sontak tertawa karena melihat Ethan kebingungan.


"Udah kamu lihat saja" sambut Fathir.


Kini gambar ke dua diberikan kepada Tim Fela. Fela memegang gambar berupa gambar monyel. Fela tersenyum.


"Opa" ucap Fela.


"Omar" jawab Shaby.


"Botak" jawab Fathir.


Semua tertawa mendengar jawaban Fathir.


"Bukan... Opa kamu By" ucap Fela memberi intruksi.


"Kevin" jawab Shaby.


"Monyet" jawab Fathir.


"Yes betul... " jawab Fela.


Lagi - lagi Ethan melongon.


"Grandpa Kevin, monkey?" tanya Ethan semakin bingung.


Yang lain kembali tertawa. Sekarang giliran Tim Fael.


Fael berdiri di depan, WO memberikan sebuah gambar kepadanta yaitu gambar jin Aladin.


"Opa kamu Ryn" ucap Fael kepada Ryntia.


"Augus" jawab Ryntia.


"Agustus" jawab Dokter Shyana.


"Lagi.. teruuus... " ujar Fael.


Dokter Shyana, Dokter Rasya dan Ryntia mencoba berfikir.


"Hantu" ucap Fael lagi.


"Setan" jawab Dokter Rasya.


"Kuntilanak" sambut Dokter Shyana.


"Suster ngesot" jawab Dokter Rasya lagi.

__ADS_1


"Jin" jawab Ryntia.


"Yup betul" teriak Fael.


Untuk yang ketiga kalinya Ethan berkata.


"Grandpa August the ghost? Sama seperti aku?" tanyanya penasaran.


"Hahahaha... kasihan sekali kamu honey. Nanti setelah permainan selesai aku ceritain ya semua.


Lanjut kata WO.


Kali ini Celine yang maju.


"Opa" ucap Celine.


"Omar"jawab Elfa.


"Dari tadi kenapa bahas Opa terus sih?" protes Jack.


"Iya kenapa Grandpa Kevin jadi monyet, Grandpa Augustus jadi jin, dan Papa jadi lampu ajaib emangnya lagi cerita Aladin apa" sambut Ethan.


"Yup benaaar" teriak Celine.


"Aladin?" tanya Ethan tak percaya.


"Ya honey" jawab Elfa.


"Apa hubungannya Opa Omar dengan Aladin?" Kepala Ethan rasanya mau pecah dengan semua teka - teki ini.


Membuat geng F3STER C tertawa. Tapi bukan hanya Ethan saja yang penasaran. Jack, Dokter Shyana dan Dokter Rasya juga capek berpikir dari tadi.


Kembali tim Fela maju, giliran Fathir sekarang.


"Oma" tanya Fathir.


"Lidya" jawab Fela.


"Layangan putus" sambut Shaby


"Aris, Kinan" jawab Sitha.


"Bukan... Omaaaa" ujar Fathit lagi.


"Yeees betuuuuul" teriak Fathir.


"Waaah kedudukan seimbang. Terakhir tim Fael" ucap anggota tim WO.


"Yank biar Ryntia aja yang maju. Sepertinya ini menyangkut tentang keluarga kami" ucap Fael kepada Dokter Shyana.


"Okey" Sambut Dokter Shyana.


Ryntia berdiri ke depan dan menerima gambar.


"Oma" ujar Ryntia.


"Oma lagi? Oma mana nih?" tanya Fael.


"Eits gak boleh bertanya lagi?" pesan tim WO.


"Jasmine sudah, Lidya sudah, Oma Sheila" ucap Fael.


"Bukan" jawab Ryntia


"Oma Oza, Oryza" ucap Fael.


"Iya terus... teruusss... " ucap Ryntia.


Waktu akhirnya berlalu.


"Waktu habis, dilempar" ucap tim WO.


Elfa segera angkat tangan.


"Kunti atau kuntilanak" jawab Elfa yakin.


"Benar" jawab Ryntia.


"Apa lagi ini? Oma Oryza adalah kuntilanak? Honey keluarga kamu aneh - aneh semua ya" oceh Ethan semakin pusing.


Sontak anggota geng F3STER C lainnya tertawa.

__ADS_1


"Jadi ceritanya begini, Opa kan menikah dengan Oma Jasmine. Jadi Opa menyebut Oma itu istrinya Aladin. Oleh sebab itu Opa Kevin memanggil Opa Omar dengan sebutan Aladin atau Din" ungkap Elfa.


"Pantas Opa selalu marag kalau di panggil Din" sambut Dokter Shyana.


"Naaaah itu alasannya. Kemudian Opa August kan dulu asisten pribadinya Opa Omar. Menurut kalian asisten pribadinya Aladin siapa? Yang selalu mengabulkan semua permintaan Aladin?" tanya Elfa.


"Jin" jawab Dokter Rasya.


"Yup betul, karena itu Opa August dijuluki Jin. Teruuuus yang suka usil siapa? Aladin biasanya kalau pergi selalu bersama dengan siapa?" tanya Elfa.


"Jin dan Si Abu" jawab Jack.


"Ya sudah, karena Opa Kevin itu usil jadilah dia si Abu" ungkap Elfa.


"Terus kenapa Oma Oryza jadi kuntilanak?" tanya Ethan tidak mengerti.


"Oma Oryza itu kalau ketawa sereem bahkan sampai sekarang masih sama. Dia dijuluki Kunti. Apalagi menikahnya dengan Jin. Cocok kan?" jawab Elfa.


"Ooooh begitu... baru aku mengerti sekarang" sambut Dokter Shyana.


"Jadi pemenangnya adalah Tim Elfa dan Ethan" ucap Tim WO.


"Yeaaaaay.... " Teriak Elfa dan Celine.


"Pemenang kedua TIM Fela dan Fathir dan terkahir Tim Fael dan Dokter Shyana" ucap Tim WO.


"Apa nih hadiahnya?" tanya Ethan.


Tim pemenang boleh memberikan hukuman kepada Tim yang kalah" jawab Tim Wo.


"Wah seru ini" sambut Elfa.


"Yaaaaah apes daaaah" jawab Fael lemas.


"Siapa suruh Kakak kalah. Gak bisa jawab pertanyaan terakhir" oceh Elfa.


"Aku lupa julukan Oma Oryza. Lagian ngapain bahas orang tua sih" protes Fael.


"Sudahlah Fael terima saja hukuman kalian" potong Ethan.


"Kita mau kasih hukuman apa buat mereka?" tanya Jack.


"Ayo mari kita diskusikan" ajak Elfa.


Ethan, Jack, Celine dan Elfa berkumpul dan mendekat. Mereka bermusyawarah untuk memberikan hukuman kepada teman - teman mereka yang lain.


Mereka saling berbisik, protes dan saling jawab.


"Ah cuma nentukan hukuman aja lama amat. Si amat udah keburu kabooor" oceh Fathir.


"Huuus... gak boleh protes. Tenang aja dulu" potong Elfa.


Mereka kembali berbisik - bisik sampai akhirnya mereka berempat menemukan kata mufakat untuk hukuman kepada teman - teman mereka yang lain.


Elfa, Ethan, Jack dan Celine berbalik badan dan mereka menatap wajah teman - teman mereka dengan senyuman nakal.


"Aku kok jadi serem ya lihat senyuman Elfa" ucap Ryntia.


"Iya, dari senyuman saja sudah sangat mencurigakan" sambut Sitha.


"Hahaha.. rasain" ucap Elfa.


"Faaaaa jangan yang serem - serem dooonk... " pinta Fela.


"Gak serem kok, malah asiiik. Ya kan?" Elfa melirik Ethan, Jack dan Celine yang masih senyum - senyum.


"Ya sudah cepat katakan apa hukuman untuk kami?" tanya Fael tak sabar.


"Iya benar, lebih cepat lebih baik. Dari pada aku mati penasaran" sambut Fathir.


"Jadi hantu donk?" oceh Sitha.


"Ya Allah.. amit - amit. Jangan ah.. Kamu Sit sembarang aja ngomongnya. Belum juga kaweeen" balas Fathir.


"Hahahaha.... " yang lain tertawa mendengar ocehan Fathir.


"Hukumannya adalaaaaaaah...... "


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2