
Setelah beberapa lagu dangdut dan mereka kelelahan karena terus bergoyang akhirnya mereka memilih lagu slow sekalian beristirahat.
"Dokter Rasya mau bernyanyi?" tanya Fela menawarkan.
"Aah.. aku gak pintar bernyanyi" tolak Rasya.
"Biar aku saja, sudah lama aku gak main gitar" ucap Fael.
Fael segera meraih gitar yang tersedia di atas pentas dan duduk di atas kursi yang ada di pentas itu kemudian mulai memetik gitar.
Semua para penonton mulai duduk dengan tenang sambil menikmati hiburan malam ini.
Fael menyanyikan lagi dari Rizky Febian yang berjudul Terlukis Indah.
Semenjak pertama
Kujumpa dengannya
Ada rasa yang berbeda
Kutatap wajahmu tanpa ragu-ragu
Ku mulai tersipu
Oh inilah
Cinta pertama bagi diri ini
Tak kan ada yang bisa mengganti
Semua rasa ini padamu
Reff
Ku mulai merasakan rasa cinta
Cinta yang tumbuh di setiap saat
Ku lukis sebuah kisah yang nyata
Agar semua tak berakhir
Verse II
Kini kita bersama
Dan mulai semuanya
Dan yakinkan hati kita berdua
Oh inilah
Cinta pertama bagi diri ini
Tak kan ada yang bisa mengganti
Semua rasa ini padamu
Reff
Ku mulai merasakan rasa cinta
Cinta yang tumbuh di setiap saat
__ADS_1
Ku lukis sebuah kisah yang nyata
Agar semua tak berakhir
Ku mulai merasakan rasa cinta
Cinta yang tumbuh di setiap saat
Ku lukis sebuah kisah yang nyata
Agar semua tak berakhir
Ku yakin kau tau
Bahwa kau s’galanya
Ku pun merasa
Berjanjilah pada diriku
Selamanya
Reff
Ku mulai merasakan rasa cinta
Cinta yang tumbuh di setiap saat
Ku lukis sebuah kisah yang nyata
Agar semua tak berakhir
Semua kisah terlukis indah
Kau dan aku akan s’lalu menyatu
(dan yakinkan hati kita berdua)
Semua kisah terlukis indah
Kau dan aku akan s’lalu menyatu
Dan yakinkan hati kita berdua
Dokter Shyana memperhatikan penampulan Fael dengan sangat terpesona. Seperti inilah memang sebenarnya jati diri Fael.
Cowok yang cool, pendiam dan berkharisma. Walau awal pertemuan mereka adalah sebuah kecelakaan yang membuat Fael terlihat sangat menjengkelkan dan sombong tapi setelah dia sering bertemu dengan Fael dan kenal lebih dalam lagi ternyata Fael pria yang baik.
Dan yang membuat Shyana salut, Fael sangat menyayangi kedua adik kembarnya. Fael terlihat sangat bertanggung jawab dan perhatian dengan adik - adiknya.
Fael juga sangat perhatian dengan keluarganya dengan Opa dan Omanya juga Papa dan Mamanya. Fael juga anak yang patuh. Tak jarang dia sering datang ke rumah Opa Omar karena Mamanya menyuruhnya ini dan itu.
Sedikitpun dia tidak terlihat keberatan walau jabatannya adalah seorang CEO di perusahaan pertambangan yang terkenal di Indonesia.
Diam - diam Dokter Shyana sudah memuji Fael di dalam hatinya. Tapi tentu saja Dokter Shyana tidak berani berharap lebih karena mereka berasal dari keluarga kaya sedangkan Dokter Shyana berasal dari keluarga yang biasa - biasa saja.
Papanya hanya seorang pegawai negeri sipil sedangkan dia kuliah kedokteran adalah karena beasiswa yang dia dapatkan saat kuliah.
Setelah itu untuk mengambil spesialisnya dia harus bekerja di beberapa klinik dan rumah sakit sebelumnya dan juga untuk menutupi biaya spesialisnya Papanya rela mengambil pinjaman pegawai untuk biaya Dokter Shyana kuliah.
Untung saja Dokter Shyana gadis yang cerdas di umurnya dua puluh tujuh tahun dia baru saja menyelesaikan dokter spesialisnya dan sebentar lagi dia akan wisuda.
__ADS_1
Dokter Shyana juga mendapat tawaran bekerja di Rumah Sakit besar tempat dia sekarang bekerja. Walau dia masih junior tapi beruntungnya para seniorny di rumah sakit itu sangat baik dan ramah kepadanya.
Dokter Shyana adalah dokter yang baik dan tidak sulit dan keberatan untuk menolong orang lain. Buktinya dia bersedia menggantikan seniornya untuk. merawat Omar Barrakh di Rumah Sakit dan akhirnya berujung dia ditugaskan selama satu bulan menjadi Dokter pribadi di rumah keluarga Omar Barrakh.
Kini disinilah dia berada, sudah dua minggu dia bertugas di rumah keluarga kaya ini. Walau mereka kaya tapi mereka sangat baik dan tidak pernah membeda - bedakan orang berdasarkan materi.
Dokter Shyana banyak belajar dari keluarga kaya ini. Dulu dia menganggap setiap keluarga kaya pasti akan sombong dan semena - mena terhadap kedudukan mereka.
Kebanyakan para orang kaya akan angkuh dan anggap remeh terhadap orang lain.
Di keluarga ini dia dianggap sebagai keluarga dekat, dianggap sebagai cucu bahkan saudara oleh Fela dan Elfa. Sungguh sangat beruntung Dokter Shyana bisa bekerja di sini.
Satu bulan ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam hidupnya dan mungkin seumur hidupnya tidak akan pernah dia lupakan.
Mereka semua sangat menghargai Dokter Shyana dan memperlakukan nya dengan baik di rumah ini.
Setelah Fael selesai bermain gitar dan bernyanyi semua bertepuk tangan. Dan diwaktu yang bersamaan Dokter Shyana tersadar dari lamunannya.
Dia melihat malam ini Fael sangat tampan. Walau tampilannya lebih rileks dan santai malah itu membuat dia semakin tampan dan muda.
Fael menatap ke arah Dokter Shyana dan tersenyum manis. Dokter Shyana jadi salah tingkah. Jantungnya berdebar sangat kencang. Dia segera membuang pandangannya ke arah lain karena tidak kuat membalas tatapan Fael.
"Ayo siapa lagi yang mau nyanyi?" tanya Shaby.
"Ethaaaan" teriak Fael.
"Aku tidak bisa" tolak Ethan.
"Kemarin waktu kita di karaoke kamu bisa bernyanyi" ucap Elfa.
"Iya tapi itu kan bersama kamu. Aku mau bernyanyi kalau kamu mau menemaniku lagi. Gimana?" tantang Ethan.
"Ayo Elf... " ujar Fathir memberi semangat.
"Iya Elf, kemarin kan lagunya terpotong karena kita dapat kabar Opa masuk Rumah Sakit. Ayo ulang lagi" sambut Sitha.
"Ayo sayaaaang.. Opa mau lihat kalian bernyanyi" sambut Omar.
Elfa memandang wajah Ethan sambil berfikir dan menimbang.
"Baiklah. Ayo the ghost" ajak Elfa.
Ethan dan Elfa naik ke pentas secara bersama - sama.
"Lagu yang sama?" tanya Elfa.
"Iya, aku hanya sedikit tau lagu. Dan lagu itu adalah lagu favouriteku" jawab Etah.
"Gimana kalau aku memainkan gitar dan kamu yang bernyanyi?" ucap Elfa menawarkan.
"Kamu bisa bermain gitar?" tanya Ethan terkejut.
"Hei Setaaan kamu jangan sepele ya padaku. Aku ini punya banyak kelebihan, hanya mendesign busana saja yang aku tidak bisa dan itu adalah bagiannya kak Fela. Selebihnya aku bisa semua" jawab Elfa menyombongkan diri.
"Aku percaya. Karena itulah aku semakin menyukai kamu" ucap Ethan.
"Apaan sih" Elfa langsung meraih gitar yang tadi dimainkan Fael untuk menutupi rasa malunya karena baru saja digida Ethan.
Elfa kemudian mengambil posisi yang nyaman dan mulai memetik gitar memainkan lagi Endless Love yang akan dinyanyikan Ethan.
Petikan gitar dan alunan lagu yang dinyanyikan Ethan sepertinya bergabung menjadi satu. Mungkin mereka memainkan perasaan di dalamnya sehingga semua yang mendengar dan melihat penampilan mereka malam itu merasa sangat terhibur.
Omar semakin tersenyum merekah.
Aku tidak salah lagi, kamu memang antimonya Elfa. Batin Omar.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG