
Jam lima sore Fela sudah sampai di tempat yang sudah Dokter Rasya janjikan sebelumnya. Fela sengaja cepat keluar dari Butik karena tidak ingin datang terlambat. Benar dugaannya di sana Dokter Rasya sudah menunggunya.
"Silahkan duduk Fel" ucap Dokter Rasya.
Fela duduk tepat di hadapan Dokter Rasya. Tak lama pelayan datang dan mereka memesan makanan yang mereka inginkan.
Setelan pelayan datang barulah Dokter Rasya duduk sambil menatap mata Fela dengan tatapan serius.
"Fel ada yang mau aku katakan pada kamu" ujar Dokter Rasya.
Jantung Fela berdetak kencang, dia sudah menduga hal ini akan terjadi.
Ya Tuhaaan apa yang harus aku katakan. Batin Fela.
"Kamu mau bilang apa Sya, kok sepertinya serius banget?" tanya Fela berusaha menetralkan jantungnya.
"Aku mau cerita tentang kita, tentang aku dan kamu. Sejak pertama aku melihat kamu di rumah Opa Omar waktu mengantarkan tugas Shyana aku sudah tertarik pada kamu Fel. Setelah kita semakin mengenal aku semakin menyukai kamu. Aku ingin menunggu sampai aku bisa memastikan kalau kamu juga punya perasaan yang sama padaku tapi.. aku tidak bisa menahan perasaan ini terlalu lama Fel. Hatiku terus memaksaku untuk selalu bertemu kamu, selalu ingin melihat kamu dan mendesak agar kamu tau bagaimana perasaan aku kepada kamu. Fel apakah kamu mau menerima perasaanku?" tanya Dokter Rasya.
Duh kenapa harus langsung secepat ini sih. Kalau aku tolak sekarang tentu suasananya akan terasa canggung sementara kalau aku terima aku tidak tau apakah perasaanku memang bisa membalas perasaan kamu Rasya. Batin Fela.
Fela diam sambil tangannya saling meremas di bawah meja.
"Fel..." panggil Dokter Rasya.
"Rasya... maaf, kita baru saja bertemu dan aku juga baru berkenalan dengan kamu. Selama ini aku hanya menganggap kamu teman, jujur aku memang senang dekat dengan kamu dan ada kenyamanan setiap bersama kamu tapi aku tidak bisa memastikan perasaan apa yang aku rasakan sekarang. Ma.. maaf Sya aku tidak bisa" jawab Fela.
"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang Fel, aku bisa memberikan kamu waktu untuk menjawabnya" potong Dokter Rasya.
"Aku tidak ingin kamu merasa seperti di gantung Sya, aku tidak ingin kamu ternanti - nanti jawaban dariku. Aku hanya.. "'ucap Fela lagi.
__ADS_1
" Tidak Fel aku akan sabar menunggu sampai kamu benar - benar yakin pada perasaan kamu. Apapun itu keputusan kamu, aku akan menerimanya dengan lapang dada" sambut Dokter Rasya.
"Tapi itu tidak adil bagi kamu Sya. Kamu tidak pantas menunggu aku seperti itu" ujar Fela kembali.
"Kamu pantas mendapatkan keistimewaan itu Fel, aku akan tetap menunggu keputusan kamu. Fikirkan dulu jangan terburu - buru. Aku sabar kok menunggu keputusan kamu" tegas Dokter Rasya.
Fela terdiam dan menunduk, bingung harus berkata apa lagi kepada Rasya.
"Baiklah Sya, aku akan mempertimbangkan kembali perkataan kamu. Aku janji secepatnya aku akan memberikan jawabannya kepada kamu" Jawab Fela akhirnya.
Walau Elfa juga menyarankan seperti ini tapi Fela tetap berat melakukannya. Rasanya dia sungguh tidak adil mempermainkan perasaan dua pria uang baik. Mereka tidak pantas untuk diperlakukan seperti ini.
Tapi sungguh saat ini Fela tidak bisa memberikan jawaban apapun. Kalau boleh pilih lebih baik Fela menolak keduanya dari pada menggantung perasaan mereka seperti ini.
Tak lama pelayan datang membawa makanan mereka. Baik Fela ataupun Dokter Rasya terlihat jadi canggung. Mereka makan dalam diam. Sungguh Fela tidak ingin berada dalam situasi seperti ini. Mending lebih baik menghindari mereka dari pada harus berada dalam dua persimpangan.
"Ayo Fel makan jangan sungkan, mari kita habiskan semuanya" ucap Dokter Rasya.
Dokter Rasya menatap wajah Fela yang sedang asik menyantap makanannya.
Fel apakah karena Fathir makanya kamu tidak bisa menerima perasaan aku? Apakah aku salah Fel jika mengungkapkan perasaanku kepada kamu? Tidak Fel... izinkan aku berjuang dulu.. memperjuangkan cintaku pada kamu. Besar harapanku kamu juga membalas cintaku tapi kalau memang tidak setidaknya aku bisa tersenyum bangga pada diriku sendiri karena aku sudah berani berjuang untuk mendapatkan kamu. Batin Dokter Rasya.
Setelah selesai menyantap makan Fela meminta izin pamit terlebih dahulu kepada Dokter Rasya. Rasa canggung diantara mereka sangat terasa membuat Fela tidak betah untuk berlama - lama di hadapan Dokter Rasya.
"Sya.. boleh aku izin pamit? Maaf.. aku ada janji dengan Elfa dan Shyana malam ini" ucap Fela berbohong.
Maafkan aku Tuhan sudah berbohong pada pria ini. Maafkan aku Sya.. Batin Fela.
"Boleh Fel silahkan.. kamu jangan sungkan. Santai aja Sya apapun keputusan kamu aku akan tetap menjadi teman kamu. Jadi jangan merasa tertekan ya dengan ungkapan perasaan aku tadi" ucap Dokter Rasya meyakinkan Fela..
__ADS_1
"Iya Sya bukan karena itu kok tapi aku memang benar - benar ada janji dengan Elfa dan Shyana. Aku takut telah sampai di rumah. Aku pulang sekarang ya Sya.. Terimakasih atas jamuan makannya, kapan - kapan nanti gantian ya aku yang traktir" jawab Fela sambil berusaha tersenyum seramah mungkin kepada Dokter Rasya.
"Hati - hati ya Fel. Salam buat Elfa, Shyana dan yang lainnya di rumah" ucap Rasya.
"Oke, dah Rasya.. sampai jumpa lagi ya" balas Fela.
Fela segera pergi meninggalkan meja tempat mereka makan dan bergegas keluar Restoran dan berjalan menuju mobilnya.
Saat hendak membuka pintu mobilnya tiba - tiba Fela dikejutkan oleh suara seseorang yang menyapanya dari belakang.
"Apakah karena Dokter Rasya makanya kamu menolak aku Fel? " tanya seseorang yang sangat Fela kenal suaranya dengan baik.
Fela membalikkan badannya dan melihat wajah sendu Fathir. Entah mengapa melihat wajah Fathir sesendu ini hati Fela terasa sakit. Dia tidak pernah sebelumnya melihat wajah Fathir sekusut ini.
"Fa.. Fath.. ka.. kamu kok bisa ada di sini?" tanya Fela terkejut.
"Tenang Fel, kamu tidak perlu takut. Aku tidak sedang memata - matai kamu kok. Kamu bebas berjalan dengan siapa saja, aku tidak berhak melarang kamu karena aku sadar posisi aku hanya sebagai sahabat kan di hati kamu?" tanya Fathir lagi.
"Fa.. Fath.. " panggil Fela.
Fathir berusaha tersenyum tulus walau hal itu sangat sulit sekali dia lakukan saat ini.
"Aku di sini karena sedang bertemu client kalau kamu tidak percaya, kamu boleh koo bertanya kepada Fael dan Shaby. Aku tidak sedang mengikuti atau mengintai kamu. Tadi tidak sengaja aku melihat kamu sedang makan berdua dengan Dokter Rasya. Ketepatan saat aku ingin pergi dari Restoran ini aku melihat kamu juga keluar. Aku masih boleh kan menyapa kamu sebagai seorang sahabat? Walau kamu sudah berstatus pacar atau nantinya istri orang lain, kita masih bisa berteman kan?" tanya Fathir dengan wajah yang benar - benar menyedihkan.
Sangat menyedihkan dan menyakitkan hati Fela.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG