CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
102


__ADS_3

"Kamu harus berhasil menjadi pasangan dari salah satu wanita - wanita yang ada di sini. Dengan begitu kamu akan disambut dengan tangan terbuka di Geng F3STER C" bisik Shaby kepada Dokter Rasya.


Dokter Rasya terdiam, dia kembali kecewa karena teringat kedekatan antara Fathir dan Fela. Dia sangat yakin kalau Fathir menyukai Fela. Karena setiap dia ingin berdekatan dengan Fela, Fathir selalu menjadi benteng pemisah diantara mereka.


"Kalau aku naksir Sitha boleh gak?" tanya Dokter Rasya sambil berbisik.


Dia hanya asal sebut nama saja karena kalau dia sebut nama Fela dia belum yakin Fela juga suka padanya lagian belum apa - apa dia juga sudah mempunyai saingan yaitu Fathir.


"Jangaaaan... Sitha udah ada yang punya" jawab Shaby sambil berbisik.


"Yaaah sayaaang deh" balas Dokter Rasya.


"Udah bro kamu tenang saja, masih banyak yang lain. Ada Celine, Ryntia dan Fela" ujar Shaby.


Dokter Rasya memandangi wanita yang disebutkan Shaby satu persatu. Celine gak mungkin karena Dokter Rasya gak suka wanita bule disamping itu dia juga beda agama. Fela.. Dokter Rasya masih menjaga hatinya, sebenarnya dia sudah mulai tertarik dengan Fela tapi Fathir selalu nempel padanya seperti prangko. Ryntia... cantik dan baik sih kelihatannya tapi ah...


Dokter Rasya akhirnya pasrah dan mulai memejamkan matanya. Dari pada pusing, mending aku tidur saja. Batin Dokter Rasya.


Hanya tinggal sepasang pria dan wanita yang duduk paling belakang dari tadi masih saling diam. Siapa lagi kalau bukan Jack dan Celine.


Iiih nih cowok ngapain sih deketin aku melulu. Batin Celine.


"Apa kabar kamu? Sudah lama ya kita gak ketemu?" tanya Jack.


"Siapa bilang, baru seminggu. Acara syukuran Elfa kemarin kan kamu datang?" jawab Celine.


"Ya maksud aku sudah seminggu kita tidak bertemu. Seminggu itu sangat lama sekali buatku" ujar Jack.


Celine membuang pandangannya ke arah jendela.

__ADS_1


"Hey... " Jack menyenggol lengan Celine.


"Apa sih" ucap Celine kesal.


"Nih.. mau permen karet? Kamu dan Elfa kan suka banget permen karet" sambung Jack.


"Itu kalau kami lagi makan jengkol" jawab Celine.


"Nah itu dia makanya aku **** permen karet" balas Jack.


"Kamu baru makan jengkol?" tanya Celine terkejut.


Mati aku kalau dia makan jengkol.. mana duduknya deketan gini, bisa mual aku mencium bau jengkol dari mulutnya. Ucap Celine dalam hati.


"Hahaha... panik banget wajahnya. Aku cuma bercanda kok" jawab Jack.


"Ciiiih.... " gumam Celine.


"Kamu sudah lama bersahabat dengan mereka?" tanya Jack.


Mereka menatap kedepan, melihat para anggota Gengs F3STER C dan yang lainnya.


"Sudah.. sejak kecil. Dulu setiap mereka liburan ke London Daddy selalu membawaku ke Hotel agar aku bisa berkenalan dan bermain dengan mereka" jawab Celine.


Celine mulai bercerita.


"Daddyku dulu asistennya Uncme Fajar di TBF Hotel, sampai Uncle Fajar harus pulang ke Indonesia dan dilantik menjadi CEO Barrakh Corp. Daddyku di angkat menjadi GM di TBF Hotel dan dipercaya untuk mengelolanya. Uncle Fajar sangat baik. Tidak menganggap Daddyku hanya sebagai asistennya tapi dia sudah menganggap Daddyku sebagai sahabatnya. Begitu juga dengan Papanya Ryntia dan Mamanya Shaby. Dulu Uncle Fajar, Aunty Keysha dan Uncle Ryza kuliah di London. Disanalah mereka bertemu Daddyku, berkenalan dan akhirnya berteman" ungkap Celine.


"Kamu sepertinya akrab sekali ya dengan keluarga Elfa bahkan di sini kamu tinggal di rumah Mr. Fajar" ujar Jack.

__ADS_1


"Mereka sudah seperti orang tuaku sendiri. Sama seperti Elfa pada kedua orang tuaku. Elfa juga sangat akrab dengan Daddyku. Bagi Elfa Daddyku adalah Papa kedua baginya" jawab Celine.


"Mengapa kamu mau ikut Elfa pindah ke Indonesia?" tanya Jack.


"Dari kecil aku sering bertemu mereka. Mereka selalu bercerita kalau di Indonesia itu kaya makanan yang enak - enak, banyak tempat yang indah apalagi untuk berjemur. Dari kecil aku sudah jatuh cinta pada Indonesia hanya dari cerita mereka. Hingga sampai aku kuliah, aku di ajak Elfa untuk pertama kali datang ke Indonesia saat kami liburan. Dan ternyata benar.. semua yang mereka katakan dulu padaku memang benar. Aku sudah lama jatuh cinta dengan masakan khas Indonesia. Di TBF Hotel selalu ada menu khusus masakan Indonesia. Aku sering makan masakan Indonesia bersama Uncle Andre dan Elfa" cerita Celine.


"Apakah Uncle Andre itu Kepala Koki di TBF Hotel?" tanya Jack.


"Yup, dia adalah Kepala Koki di TBF Hotel. Dia masih lajang di usia yang semakin tua. Aku dan Elfa sudah dianggap sebagai anaknya. Kami banyak mendapatkan ilmu masak - memasak darinya" jawab Celine.


"Sejak kapan kamu menyukai masak?" tanya Jack.


"Sejak Elfa kuliah di London. Aku tinggal bersama Elfa di apartemen keluarga mereka. Karena Uncle Fajar memintaku, alasannya mereka tidak mau melihat Elfa kesepian tinggal sendiri di London. Sejak saat itu aku sering memasak bareng dengan Elfa. Darinya aku tau berbagai jenis bumbu - bumbu dapur yang kami beli di supermarket dan juga bumbu dapur yang dia bawa khusus dari Indonesia" ungkap Celine.


"Diantara mereka aku memang lebih dekat dengan Elfa sejak kami kecil. Aku merasa punya lebih banyak persamaan dengannya ketimbang Fela, Sitha dan Ryntia. Kami sama - sama suka travelling, suka memasak dan taekwondo. Sedangkan Fela, Sitha dan Ryntia lebih suka fashion. Dulu mereka mempunyai nama Gengs yaitu F3STER tapi Elfa membawaku masuk dalam Geng mereka dan mengganti namanya menjadi F3STER C. Dia menambah hurup C diakhir diambil dari namaku 'C' Celine" sambung Celine.


Jack memperhatikan Celine bercerita, entah mengapa dia semakin mengagumi wanita yang ada di hadapannya ini.


"Mereka menyambutku dengan hangat dalam Geng mereka dan menganggapku sebagai saudara mereka walau banyak perbedaan diantara kami. Aku wanita bule asli dan tidak ada darah campuran seperti Fathir, aku juga berbeda agama dengan mereka. Tapi mereka menghormatiku dan tidak memaksaku untuk mengikuti apa yang mereka yakini. Mereka tidak pernah membeda - bedakan aku dengan yang lainnya. Makanya aku berusaha sekuat tenaga untuk membantu Elfa dan akan terus menjaga persahabatan dan persaudaraan ini sampai kapanpun" tegas Celine.


"Sama aku juga seperti itu. Orang tuaku bekerja pada keluarga Ethan tapi saat aku berusia sepuluh tahun orangtuaku meninggal dalam sebuah kecelakaan. Aku hanya tinggal sendiri. Mommy dan Daddy Ethan membawaku ke rumah mereka dan memperkenalkan aku dengan Ethan. Sejak saat itu aku bersaudara dengannya. Aku memanggil Mommy dan Daddynya dengan panggilan yang sama. Mereka menyayangiku seperti anak mereka sendiri, walau aku masih berbeda agama dengan mereka tapi mereka tidak pernah memaksaku untuk ikut keyakinan mereka" ungkap Jack bercerita.


Celine tak percaya dengan cerita Jack, dia memandangi wajah Jack saat bercerita. Ada raut kesedihan di sana. Mungkin dia baru saja teringat pada kedua orang tuanya, sehingga dia merasa sedih.


Maafkan aku Jack, selama ini aku fikir kamu pria yang menjengkelkan tapi ternyata di balik wajah kamu yang selalu membuatku kesal kamu menyimpan cerita sedih tentang hidupmu. Aku tak menyangka di usia sepuluh tahun kamu sudah kehilangan kedua orang tua kamu.


Batin Celine.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2