
"Walaupun kita bukan seorang muslim tapi saat ini kita sedang berada di depan mesjid. Mesjidlah jadi saksinya.. Celine mau kah kamu menjadi teman hidupku selamanya, menjalani hidup ini bersama - sama sampai kita tua nanti. Membangun keluarga kecil kita berdua?" Jack akhirnya mengutarakan perasaannya kepada Celine.
Celine terdiam beberapa saat. Sungguh dia tidak tau apa yang akan dia katakan untuk menjawab pernyataan ungkapan hati Jack barusan. Ini sangat tiba - tiba, Celine tidak menyangka dan tidak mempunyai persiapan sebelumnya.
"Haruskah aku memberikan jawabannya sekarang?" tanya Celine.
Jack menatap wajah Celine, dia sadar kalau Celine begitu terkejut. Mungkin dia terlalu terburu - buru mengungkapkan perasaannya kepada Celine sehingga Celine belum siap untuk memberikan jawabannya saat ini juga.
Jack sadar kalau dia tidak bisa memaksakan keinginannya saat ini juga. Saatnya memang kurang tepat, mungkin Celine sedang konsentrasi pada acara lamaran Fael, belum lagi setelah itu Elfa dan Fela.
"Kalau kamu belum bisa memberikan jawabannya sekarang aku tidak akan memaksa Cel. Tapi setidaknya setelah Ethan dan Elfa menikah berikanlah aku jawaban. Aku tidak mau terlalu lama sendiri sepeninggal Ethan menikahi Elfa. Aku tidak suka merasa sendiri dan kesepian. Aku sudah pernah cerita pada kamu kan bagaimana hidupku dan keluargaku. Saat ini hanya Ethan lah satu - satunya keluarga dan teman yang aku miliki. Kalau dia sudah bahagia menikah dengan Elfa, aku akan menentukan masa depanku secepatnya. Tolong kamu dengarkan permintaanku ini" ungkap Jack.
"Ba.. baik Jack. Setelah pernikahan Elfa dan Ethan aku akan menjawab lamaran kamu ini. Maaf kalau saat ini aku sudah membuat kamu kecewa" jawab Celine.
"Tidak mengapa, aku masih bisa menunggu sampai saatnya tiba Cel" balas Jack.
Dari kejauhan rombongan keluarga Fael sudah keluar dari Mesjid. Mereka baru selesai melaksanakan shalat maghrib bersama - sama. Jack dan Celine terlihat menjaga jarak dan bersiap menyambut kedatangan mereka.
Sama sekali tidak ada yang curiga dengan keadaan Jack dan Celine saat ini. Mungkin karena mereka sedang bahagia karena sebentar lagi Fael akan melamar Dokter Shyana secara resmi.
Semua masuk ke dalam mobil masing - masing dan melanjutkan perjalanan menuju rumah Dokter Shyana. Sekitar jam tujuh malam rombongan sudah sampai di rumah keluarga Dokter Shyana.
Saat mereka tiba Dokter Rasya juga sudah datang bersama dengan kedua orang tuanya.
"Lisa.. " sapa Ela tulus.
"Ela.. kami diundang oleh Papa dan Mamanya Dokter Shyana untuk menerima lamaran resmi dari keluarga kalian" jawab Lisa.
"Iya, sudah lama kita tidak bertemu ya" balas Lisa.
Lisa memberikan salam hormat kepada para tetua. Termasuk kepada Omar, Reza dan Aditya.
"Om maafkan kesalahan aku dulu" ujar Lisa tulus.
__ADS_1
"Semua sudah menjadi masa lalu. Tidak ada yang perlu kita bahas lagi. Lagian semua sudah bahagia kan dengan kehidupan masing - masing?" tanya Omar.
"Iya Om. Alhamdulillah" jawab Lisa.
"Sudah.. sudah.. ini hari bahagia. Kita tidak boleh memendam kebencian" sambut Aditya.
"Kamu terlihat sehat Lisa, syukurlah kamu menjalani kehidupan ini dengan baik" ujar Reza.
"Iya.. Terimakasih Om" balas Lisa.
Alhamdulillah mereka bisa menerima keberadaan aku dan maafkan kesalahan aku di masa lalu. Padahal tadi sebelum ke sini aku sudah sangat khawatir dengan sambutan mereka ketika melihat wajahku. Syukurlah semua masalah diantara kami sudah selesai dengan baik. Lisa tersenyum lega.
"Sudah selesai kan sayang? Sekarang kamu bisa tersenyum dan bernafas dengan lega. Tidak perlu khawatir berat lagi seperti tadi" Suami Lisa merangkul pundak Lisa dengan penuh kehangatan.
"Ayo masuk silahkan... " sambut Papa Dokter Shyana.
Dia sangat terkejut melihat jumlah tamu undangan. Untunglah Dokter Shyana sudah menginformasikan jumlah mereka yang akan datang sehingga Papa Dokter Shyana sudah membuat persiapan yang matang.
Aku tidak menyangka mereka benar - benar keluarga besar. Batin Papa Dokter Shyana.
Mereka dapat menyaksikan prosesi lamaran resmi Fael dari layar monitor yang sengaja di pasang di luar untuk para tamu undangan yang duduk di luar.
Sebelum acara di mulai terlebih dahulu mereka di jamu makan malam karena waktu makan malam memang sudah tiba. Semua keluarga makan malam dengan hangat sambil saling berkenalan.
"Akhirnya kami datang juga kan Nak Nugroho ke sini" sapa Opa Omar.
"Iya Pak, sungguh suatu kehormatan bagi keluarga kami bisa menerima kedatangan keluarga besar Bapak di rumah kami yang sederhana ini" sambut Papa Dokter Shyana ramah.
"Ah kamu bisa saja, kami tidak mempermasalahkan bagaimana keadaan rumah kalian. Kami sangat menghargai sambutan hangat dari keluarga kalian" balas Opa Omar.
"Salam kenal Pak Nugroho saya Fajar Barrakh Papanya Fael. Maaf kemarin kami tidak sempat menjenguk Anda di rumah sakit" ujar Fajar.
"Salam kenal kembali Pak Fajar, aaah.. tidak apa - apa kami sangat mengerti. Silahkan dinikmati hidangan sederhana yang kami sajikan" jawab Pak Nugroho.
__ADS_1
"Waaah ini sudah sangat mewah Pak Nugroho" balas Pak Fajar.
"Ah Bapak bisa saja.. silahkan.. silahkan.. " sambut Pak Nugroho.
Semua tamu undangan sedang menikmati hidangan makan malam yang telah disuguhkan. Setelah selesai acara makan malam barulah masuk dalam acara inti yaitu lamaran resmi Fael untuk Dokter Shyana.
"Jadi begini Pak Nugroho. Adapun kedatangan keluarga besar kami ke rumah yang berbahagia ini adalah untuk melamar putri Bapak Dokter Shyana untuk putra sulung kami Fael. Sebagaimana yang telah kita ketahui mereka sudah sama - sama berkomitmen untuk menjalin hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Jadi kita sebagai orang tua selayaknya mendukung keinginan suci mereka dan membantu mereka menjalankan niat suci ini" ujar Fajar.
"Kami sebagai keluarga Shyana menyambut baik kedatangan keluarga Bapak Fajar Barrakh dengan membawa niat suci untuk meminang putri kami. Dengan tangan terbuka kami menerima niat baik itu" balas Pak Nugroho.
"Alhamdulillah, jadi secara resmi malam ini Fael dan Dokter Shyana sudah bertunangan ya. Apakah kami bisa mengikat Dokter Shyana malam ini juga? Tentunya dengan tali kasih sayang Pak Nugroho" ujar Fajar.
Semua tamu undangan tertawa mendengar perkataan Fajar.
"Silahkan Pak..." sambut Pak Nugroho.
"Ayo Ma..." perintah Fajar kepada Ela.
Ela dan Fael berdiri, dari pihak tuan rumah Dokter Shyana dan Mamanya juga sudah berdiri. Kini mereka sudah berdiri berhadapan.
Ela memasang kan cincin tunangan dan gelang yang kemarin sudah di pesan Fael kepada Ethan ke tangan mungil Dokter Shyana. Setelah itu gantian Mamanya Dokter Shyana yang memasangkan cincin pertunangan ke jari Fael.
Setelah acara itu selesai, mereka kembali ke tempat duduk masing-masing.
"Mengenai tanggal pernikahan mereka apakah akan kita tentukan malam ini?" tanya Fajar kepada keluarga Dokter Shyana.
"Kami mempercayakan sepenuhnya kepada keluarga Bapak" jawab Pak Nugroho.
"Bolehlah kami menyesuaikan dengan rencana kedua putri kami? Karena Fael ini mempunyai dua saudara kembar Fela dan Elfa. Kami berencana ingin menyelenggarakan pesta pernikahan untuk tiga anak kembar kami secara bersamaan?"...
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG