CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
183


__ADS_3

"Hukumannya adalaaaaaaah...... Para wanita di dandani oleh para pria" ucap Elfa.


"Yah Elfa aku mana bisa" protes Shaby.


"Tidak ada protes" tegas Ethan.


"Mbak bisa minta tolong sediakan alat make up?" pinta Elfa.


"Apa aja Mbak?" tanya Tim WO.


"Hanya butuh 3 aja, bedak, lipstik dan pinsil alis" jawab Ela.


"Okey tunggu sebentar" balas Tim WO.


Tim WO terlihat pergi masuk ke dalam Hotel dan tak lama kemudian dia membawa empat pasang peralatan make up yang diminta Elfa.


"Nih Mbak" Tim WO menyerahkan peralatan make up yang diminta Elfa.


Elfa berjalan mendekati pasangan yang di hukum.


"Nih aku bagiin untuk kalian. Kalian harus pintar membuat para wanita jadi cantik. Gulakan lipstik sebagai perona pipi dan mata juga" perintah Ela


"Yang paling jelek dandanannya siap - siap keliling kolam renang sambil gendongan" sambung Ela.


"Lho kok gitu. Mana ada hukuman dalam hukuman?" protes Fael.


"Gak boleh protes" Bela Ethan.


"Cih awas ya kalian" umpat Fathir.


"Fath awas ya kalau kamu gak bisa dandanin aku" ancam Fela


"Tidak apa, aku akan gendong kamu keliling kolam renang, sayang" jawab Fathir.


"Jatuh harga diriku yang sebagai designer" sambung Fela frustasi.


"Kok aneh sih hukumannya" ujar Ryntia.


"Gak ada yang boleh protes" sambut Jack.


"Iya deeeh" jawab Dokter Shyana.


"Tenang sayang, aku akan dandani kamu dengan cantik" bujuk Fael.


"Semoga saja" sambut Celine.


"3 anak teknik dan satunya lagi dokter mana bisa menghias wajah" ujar Elfa senang.


Fela, Sitha, Ryntia dan Dokter Shyana duduk di kursi di pinggir kolam renang. Sementara para pria berdiri di samping mereka.


"Waktunya hanya lima menit" jawab Elfa.


"Satu.... Dua.... Tiga.... Mulai... " teriak Ethan memberi aba- aba.


Fael, Fathir, Shaby dan Dokter Rasya mulai menghias pasangan mereka sesuai intruksi.


"Bedak duluan Fath" pesan Fela.


"Baik.. Baik.. " jawab Fathir tanggap.


"Yang rata ya" pinta Fela.


"Oke... " balas Fathir.


"Kalau kamu tidak tau apa yang harus di lakukan ikutin Fathir" ucap Dokte Shyana pada Fael.


"Oke yank" sambut Fael.


"Sya kamu bisa?" tanya Ryntia khawatir.


"Bisa" jawab Dokter Rasya penuh percaya diri.

__ADS_1


"Serius?" tanya Ryntia.


"Operasi pasien aja aku bisa apalagi ini" jawab Dokter Rasya.


"Ya sudah kalau begitu. Aku percaya pada kamu deh" balas Ryntia.


Fael, Fathir, Sitha dan Dokter Rasya mulai membubuhkan bedak ke wajah Dokter Shyana, Fela, Sitha dan Ryntia.


Setelah wajah para wanita selesai dibedaki mereka mulai melukis alis. Setelah itu mengoleskan lipstik ke bibir para wanita.


"Fath lipstiknya kamu sentuh pakai jari setelah itu oles ke pipi aku tipis saja biar merah. Tapi yang rapi ya" pesan Fela.


"Oke Yank" jawab Fathir.


Fathir melakukan intruksi yang diberikan Fela, Fael, Shaby dan Dokter Rasya mengikutinya.


"Setelah itu oles ke mata aku, tipis juga" intruksi Fela.


"Baik" balas Fathir.


Fathir melakukan semua yang dipesankan calon istrinya.


"Hahahaha..... " Ethan dan Jack mulai tertawa melihat wajah para wanita.


"Mengapa perasaan aku gak enak ya" ucap Ryntia.


"Udah kamu tenang saja. Aku akan buat kamu jadi cantik" balas Dokter Rasya.


"Shab... gimana wajahku?" tanya Sitha.


"Kamu cantik" jawab Shaby.


"Bener ya, awas kalau hancur" ancam Sitha.


"Fael jangan tebal - tebal. Nanti aku seperti badut" pesan Dokter Shyana.


"Terlambat sayang, semua sudah terjadi" balas Fael.


"Aduuuuuh jadi gimana nih?" bisik Dokter Shyana khawatir.


"Aku percaya pada kamu ya" balas Dokter Shyana.


"Iya, kamu tenang saja" ujar Fael.


"Waktu hampir habis" ucap Elfa.


"Hitung mundur ya.... " teriak Ethan.


"Tiga.... duaaaaa.... saaa.... tuuuu.... waktu habiiiiiis" sambung Ethan.


"Stoooop" sambut Jack.


Fael, Fathir, Shaby dan Dokter Rasya berhenti menghias pasangannya.


"Hahahahaha.... " Elfa, Ethan, Jack dan Celine tertawa melihat empat teman - teman wanita mereka.


"Mbak... biar adil. Mbak aja deh yang jadi juri. Nanti kalau kami jurinya gak adil. Bisa pilih kasih" ujar Elfa.


"Baik Mbak" jawab Tim WO sambil menahan tawanya.


"Sekarang kalian boleh lihat wajah kalian di cermin yang ada di tempat bedak" perintah Celine.


Sontak Fela, Sitha, Dokter Shyana dan Ryntia mengambil alat make up mereka dan melihat wajah mereka pada cermin kecil.


Mereka juga saling lirik wajah teman - teman yang lain dan mereka saling mentertawakan teman - teman yang lain.


"Hahahaha.. wajah kalian lucu sekali" ujar Fela.


"Wajah kamu juga hahaha" tunjuk Sitha.


"Lebih baik kalian mendekat biar aku foto" perintah Elfa.

__ADS_1


Sitha, Fela, Ryntia dan Dokter Shyana saling mendekat.


Cekreeeeek.... Elfa memotret mereka bersama. Setelah itu memberikan hasil jepretannya kepada mereka.


"Nih lihat, dan kalian nilai sendiri siapa wajahnya yang paling parah dandanannya" ujar Elfa sambil menahan tawa.


Sitha meraih ponsel Elfa dan mereka melihatnya bersama - sama. Kemudian mereka melihat ke arah Ryntia.


"Hahahaha.... kamu yang kalah Ryn" ujar Sitha.


Ryntia melirik ke arah Dokter Rasya. Dokter Rasya tersenyum dengan perasaan penuh rasa bersalah.


"Sorry Ryn, aku sudah berusaha yang terbaik" ujar Dokter Rasya.


"Tadi kamu katakan mengoperasi pasien aja kamu bisa apalagi cuma mendandani aku?" tanya Ryntia.


"Ternyata make up lebih sulit dari pada operasi. Dan tanganku tidak ahli di bidang ini" jawab Dokter Rasya pasrah.


"Hahahahaha... siap - siap kamu Sya... " ujar Fathir.


"Ehm.. ehm... Seperti yang sudah kita saksikan bersama - sama. Mungkin Mas dan Mbak semua sudah tau siapa yang kalah di sini" ujar Tim WO yang menjadi juri.


"Yang dandanannya paling jelek adalaaaaah pasangan Mbak Ryntia dan Pak Dokter Rasyaaaa" teriak wanita itu.


"Horeeee..... Terima hukuman kalian selanjutnya" teriak Fathir senang.


"Ada bagusnya juga ya mereka yang kalah" bisik Fela kepada Elfa.


"Aku punya ide Kak" busuk Elfa ke telinga Fela.


"Iya.. iya.. bagus itu ide kamu. Biar mereka bisa semakin akrab hihihi.... " tawa Fela senang.


"Oke kakak tunggu di sini, aku akan jaga di sana" ujar Elfa.


"Seeeep" balas Fela.


Fela memberikan dua jempol kepada Elfa.


"Ayo Sya, kamu harus laksanakan hukumannya" teriak Fathir.


"Gendong... gendong.. gendong.. " teriak Shaby.


Diikuti Fael dan semua anggota Geng F3STER C beserta pasangannya.


Dokter Rasya mendekati Ryntia yang terlihat malu - malu campur kesal.


"Kalau kamu tidak salah tadi pasti kita tidak akan di hukum seperti ini" ujar Ryntia.


"Sorry Ryn. Aku akui, aku memang tidak pintar dandani kamu" ungkap Dokter Rasya.


"Ayo Sya gendong" teriak Fael.


"Kamu mau gendong gimana?" tanya Dokter Rasya.


"Gendong belakang aja deh" jawab Ryntia.


"Oke" Dokter Rasya berjongkok di hadapan Ryntia lalu Ryntia naik di belakang Dokter Rasya.


Kini Ryntia sudah naik di punggung Dokter Rasya dan mereka mulai mengelilingi kolam renang.


"Yeaaaaaay.. Ryntia di gendong nih yeeeee" goda mereka.


Wajah Ryntia terlihat memerah karena malu.


Cekreeeeek... cekreeeeek... Fela mengambil potret mereka berdua.


Tiba - tiba Elfa menghampiri Dokter Rasya dan Ryntia dan mendorong mereka ke dalam kolam renang.


Byuuuuuur.... mereka berdua masuk ke dalam kolam renang.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2