
Pagi harinya Dokter Shyana sudah sampai di Rumah Sakit diantar oleh Papanya. Dia berpamitan dengan Papanya di dalam mobil..
"Pa aku pergi lagi ya. Maaf akhir - akhir ini dinas luar terus dan jarang pulang ke rumah" ucap Dokter Shyana.
"Tidak apa - apa sayang, itu semuakan tanggung jawab kamu. Apalagi kamu seorang dokter. Saat kamu masuk kuliah Kedokteran Papa dan Mama sudah mempersiapkan diri kami sayang. Kamu tentunya harus mengabdikan diri kamu untuk para pasien yang membutuhkan pertolongan kamu" jawab Papa Dokter Shyana.
"Terimakasih atas pengertian dan perhatiannya Pa. Aku sayang Papa" Dokter Shyana memeluk Papanya erat.
"Aku pergi ya Pa" ucap Dokter Shyana.
"Hati - hati ya sayang dalam bertugas" balas Papanya.
Dokter Shyana keluar dari mobil Papanya sambil membawa koper miliknya. Dia berjalan masuk ke dalam Rumah Sakit dan langsung menuju ruangan Direktur.
Tok.. tok.
"Masuk" perintah dari dalam.
Dokter Shyana mendorong pintu dan masuk ke dalam ruangan Direktur. Saat dia melihat ke dalam ruangan ternyata sudah ada Fael bersama Direktur.
"Nah yang di tunggu - tunggu sudah datang" ucap sang Direktur.
Fael tersenyum menatap Dokter Shyana.
"Maaf apakah saya terlambat?" tanya Dokter Shyana.
"Tidak, saya yang terlalu cepat datang ke sini untuk menjemput kamu" jawab Fael.
"Kemarin kan saya katakan kepada Dokter Shyana kalau pagi ini kamu akan di jemput oleh salah satu utusan dari keluarga Barrakh dan dia adalah Bapak Fael. Kalian pasti sudah saling kenal kan?" tanya Direktur.
"Iya Pak" jawab Dokter Shyana hormat.
"Ya sudah kalau begitu Pak Direktur kami bisa langsung berangkat kan?" tanya Fael.
"Bisa.. bisa.. silahkan" sambut Direktur.
"Pak saya permisi" ujar Dokter Shyana pamit.
"Iya Dokter Shyana, hati - hati dan selamat bertugas" jawab Direktur.
Fael berdiri dan menghampiri Dokter Shyana.
"Yuk kita berangkat" Fael mengambil koper dari tangan Dokter Shyana dan membawanya pergi.
"Ja.. jangan Fael biar aku saja yang bawa" cegah Dokter Shyana.
"Gak apa - apa. Aku kan cowok, mana tega biarin cewek bawa barang yang besar seperti ini" ujar Fael.
Nyes... adem rasanya hatiku. Ucap Dokter Shyana dalam hati.
Dokter Shyana mensejajarkan jalannya dengan Fael dan mereka berjalan menuju mobil Fael.
__ADS_1
"Kamu kok diam saja dari tadi?" tanya Fael.
"A.. aku hanya kaget dikasih tugas kembali ke keluarga Barrakh dan aku kaget kamu yang menjemput aku. Kemarin waktu terakhir kite ketemu kamu gak ada bilang apa - apa" jawab Dokter Shyana.
Fael tersenyum lembut.
"Kami ingin ingin buat kejutan aja pada kamu" balas Fael.
Fael melajukan mobilnya menuju rumah Keluarga Fajar Barrakh. Disana sudah menunggu keluar Fajar Barrakh plus Ethan dan Jack.
"Selamat datang kembali Shyana" sapa Elfa begitu Dokter Shyana dan Fael keluar dari mobil.
"Ternyata aku di tugaskan kembali di keluarga ini" jawab Dokter Shyana.
"Kamu memang yang terbaik, kami tidak mau orang lain lagi" puji Fela.
"Terimakasih atas kepercayaan kalian kepadamu" sambut Dokter Shyana.
"Mohon bantuannya Dokter Shyana, aku janji akan bekerjasama dengan kamu demi kesembuhanku" ujar Ethan.
Dokter Shyana tersenyum mendengar perkataan Ethan. Rasanya dia di sambut bagaikan keluarga di rumah ini.
Dokter Shyana menjabat tangan Fajar dan Ela dengan hormat.
"Selamat datang di rumah kami Dokter Shyana" Ela menyambutnya dengan ramah tamah. Mereka saling berpelukan.
"Terimakasih Nyonya sudah menyambut saya dengan sangat baik di sini" jawab Dokter Shyana.
"Baiklah Tante" sambut Dokter Shyana.
"Fela, Elfa tunjukkan kamar Dokter Shyana selama dia ada di sini" perintah Ela kepada dua putrinya.
"Yuk Shyan" ajak Fela.
"Waah asik nih, kita bisa tes resep baru nih Shyan" ucap Elfa.
"Aku sangat senang sekali jika kamu mau mengajakku ikut serta Elfa" sambut Dokter Shyana.
"Tentu saja aku dan Celine akan mengajak kamu" Elfa merangkul bahu Dokter Shyana dan mengiringnya menuju kamar untuk Dokter Shyana selama ada di rumah mereka.
Mereka naik ke lantai dua dimana terletak kamar Fael, Fela dan Elfa juga Celine. Sedangkan Ethan dan Jack kamar mereka ada di lantai satu. Untuk mempermudah Ethan memakai kursi roda selama masa pemulihan.
"Kamar kamu di sini ya, gak jauh dari kamar kami semua" ujar Fela.
"Terimakasih" jawab Dokter Shyana.
Fela dan Elfa membantu Dokter Shyana menyusun barang - barangnya di kamarnya. Setelah itu mereka kembali turun ke lantai dasar dan berjalan menuju teras belakang.
"Apa yang harus aku lakukan pagi ini Dokter" tanya Ethan ketika mereka semua sudah berkumpul.
"Kamu akan menjalani therapi setiap pagi dan sore hari" jawab Dokter Shyana.
__ADS_1
"Baik apakah bisa kita lakukan sekarang?" tanya Ethan.
"Wah semangat sekali kamu Than?" sindir Fael.
"Aku tidak ingin merepotkan orang lain untuk mengurusku. Aku sudah terbiasa mengurus diri sendiri" jawab Ethan.
"Kita mulai sore saja Ethan karena sekarang sudah kesiangan" jawab Dokter Shyana.
"Baiklah kalau begitu aku tunggu nanti sore saja" balas Ethan.
"Kalian tidak kerja hari ini?" tanya Dokter Shyana.
"Aku masih cuti" jawab Elfa ada Celine yang mengurus kantor.
"Kalau aku bebas, kapan saja bisa datang ke butik" sambut Fela.
"Aku tadi pagi sudah mampir sebentar ke kantor sebelum menjemput kamu" ujar Fael.
Enak sekali jadi orang kaya seperti kalian. Kapan saja mau ke kantor bisa, tidak ada yang akan marah sedangkan uang mengalir terus ke rekening kalian. Tidak seperti aku yang harus bekerja banting tulang untuk meraih masa depanku. Batin Dokter Shyana.
"Apa ya kerjaan kita siang ini?" tanya Fela.
"Bagaimana kalau kita memasak saja" ajak Elfa.
"Ya itu saja. Aku kangen masakan kamu" pinta Ethan. Ethan tersenyum manis kepada Elfa.
"Gimana Shyan?" tanya Elfa.
"Tidak masalah" jawab Dokter Shyana.
"Aku hanya bagian perlengkapan saja ya, aku tidak punya hobby masak seperti Elfa" ujar Fela.
"Tidak masalah Kak, aku bisa masak berdua dengan Dokter Shyana.
" Hei kalian berdua, ini hari pertama Shyana di rumah ini. Jangan kalian buat dia kelelahan. Nanti sore dia harus memberikan therapi kepada Ethan" protes Fael.
"Tidak apa - apa Fael, aku suka kok membantu Elfa memasak di dapur. Jadi nambah ilmu dari master chef yang khusus datang dari London" jawab Dokter Shyana.
"Ah kamu pintar sekali memuji Shyana. Aku hanya suka memasak karena itu sudah menjadi hobbyku sedari kecil" sambut Elfa.
"Hebatnya donk, aku saja belajar memasak baru setelah sebesar ini" balas Dokter Shyana.
"Yuk kita ke dapur" ajak Fela.
Elfa menarik tangan Dokter Shyana dan mengajaknya ke dapur. Sedangkan Fael hanya menatap mereka dari kejauhan. Dia sangat senang kedua adiknya bisa menerima pujaan hatinya dengan baik dan sepertinya dua kembarannya itu mengerti isi hati Fael sehingga mereka terlihat seperti ingin membantu hubungan Fael dengan Dokter Shyana.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1