CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
44


__ADS_3

Elfa kini sudah kembali ke kamar Ethan dengan membawa semangkuk bubur baru yang masih panas.


"Hei.. bangun atau aku lempar bubur ini ke wajah kamu" ancam Elfa kesal.


Ethan langsung membuka matanya.


"Coba kalau berani, kan sudah aku katakan tadi lakukan dengan penuh kelembutan atau aku akan batalkan janjimu untuk memberimu gaji" ancam Ethan.


"Enak saja, aku sudah capek bekerja sebulan penuh dirumahmu ya. Awas saja kalau sampai kamu membatalkan janjimu. Seseorang itu akan dihargai dari ucapannya. Kalau sudah ingkar janji seumur hidup tidak akan bisa dipercaya. Bahkan dia lebih buruk dari seekor keledai" ejek Elfa.


"Oleh sebab itu lakukan apa yang aku perintahkan" ancam Ethan.


Elfa langsung menyuapkan bubur yang masih panas itu ke dalam mulut Ethan. Ethan langsung memuntahkan bubur itu ke dalam tisu karena mulutnya kepanasan dan hampir terbakar


"Panas sekali" ucap Ethan marah.


"Bukannya kamu minta bubur panas? Ini sudah aku buatkan masih saja salah. Dingin salah, panas salah. Apa sih mau kamu?" tanya Elfa kesal.


Aku mau kamu kesal. Batin Ethan menang.


"Tiup dulu sebelum disuapkan biar buburnya tidak terlalu panas" perintah Ethan.


Elfa kembali lagi menjalankan perintah Ethan. Kali ini dia melakukannya dengan sangat baik.


Satu suapan masuk ke dalam mulut Ethan. Ethan memperhatikan secara dekat wajah Elfa yang sedang serius meniup bubur yang akan dia suapkan pada Ethan.


Sial.. mengapa wajahnya sangat cantik jika sedang seperti ini. Dia terlihat keibuan, padahal aslinya sangat bar - bar. Ups... cukup sampai di sini, aku tidak boleh terbuai dengan tampilan luarnya. Bagaimana pun dia tetap gadis tergila yang pernah aku temui. Batin Ethan.


Mengapa aku merasa semakin nyaman di dekatnya, sedikitpun tubuhku tidak bereaksi setiap berada di dekatnya. Padahal kalau sedang berdekatan dengan Jack sekuat tenaga aku menahan gejolak mual. Mengapa dengannya tidak? Apa rahasia yang dia miliki sehingga bisa menjinakkan alergi di tubuhku? Batin Elfa bertanya - tanya.


Ethan menghabiskan bubur yang Elfa buatkan.


"Aku minta obat untuk gejala demam. Apa kamu punya?" tanya Ethan.


"Hei aku bukan dokter, aku hanya Koki seperti yang selalu kamu sebutkan. Jadi berhentilah meminta obat padaku" tolak Elfa.

__ADS_1


"Dulu waktu aku diare kamu yang memberikan obatnya sehingga aku sembuh, aku yakin kamu masih menyimpan obat lain selain obat diare" sambung Ethan.


"Kamu memang sangat manja sekali Tuan Muda kalau sedang sakit. Kalau sudah sembuh gayamu sombong sekali. Tapi persamaannya, saat sakit dan saat kau sehat sama - sama menjengkelkan. Untung waktuku hanya tinggal beberapa hari lagi di rumahmu ini. Jadi anggaplah ini bonus dariku. Aku akan mengikuti keinginanmu" jawab Elfa.


Elfa keluar dari kamar Ethan dengan membawa mangkuk bubur yang sudah kosong, dia meletakkan nya di dapur kemudian kembali ke kamarnya untuk mengambil obat yang di minta Ethan.


Benar kata Ethan, Elfa memang selalu membawa kotak obat - obatan kemana saja dia pergi, mengingat penyakit alergi yang dia derita. Ibarat kata, sedia payung sebelum hujan.


Elfa melangkah menuju kamar Ethan dan membawa obat uang di mintanya, sesampainya di kamar Ethan dia segera menyodorkan segelas air dan obat tersebut kepada Ethan.


"Ini, minumlah obat ini. Kemudian tidur, mudah - mudahan besok kau akan merasa segar kembali" ucap Elfa.


Ethan menerima gelas dan obat yang diberikan Elfa kemudian meminumnya. Matanya tetap menatap ke wajah Elfa. Ada ketulusan dan kekhawatiran di sana. Ethan menjadi merasa bersalah sudah mengerjai Elfa malam - malam begini.


Mata Elfa terlihat sayur dan mengantuk. Dia yakin Elfa juga sangat kecapekan selama sebulan ini bekerja di rumahnya. Entah mengapa tiba-tiba dia merasa begitu jahat kepada wanita ini.


Hanya karena persoalan masa kecil yang bisa dibilang adalah hal sepele karena saat itu mereka memang masih kecil jadi wajar saja kalau mereka berdua sangat nakal dan bertengkar.


Tapi dengan perasaan dendam dia mencari wanita ini dan membalaskan dendamnya. Ethan merasa berdosa kepada Elfa.


Beneran sedang sakit pria ini, tumben - tumben dia berbuat sangat manis malam ini. Aku rasa kepala bagian dalamnya yang panas sehingga bisa merubah sikapnya menjadi seperti ini. Batin Elfa.


"Baiklah, kalau begitu aku kembali ke kamarku. Selamat malam" jawab Elfa.


"Selamat malam dan mimpi indah" balas Ethan lembut.


Entah mengapa tubuh Elfa merinding mendengar jawaban Ethan barusan.


Aku rasa pria ini memang benar - benar setan, bisa - bisanya tubuhku merinding medengar ucapannya barusan. Iiiih... sereeeem.. aku baru saja menyuapi makhluk halus makan.


Elfa segera keluar dari kamar Ethan dan kembali ke kamarnya untuk istirahat.


Keesokan harinya saat sarapan pagi Ethan terlihat sudah sangat segar. Seperti biasanya pagi - pagi mereka sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan pagi.


"Jam berapa kamu pulang tadi malam sayang?" tanya Mrs. Mohammed kepada Ethan.

__ADS_1


"Jam sebelas malam Mommy" jawab Ethan.


"Niki bilang tadi malam kamu tidak enak badan dan meminta Elfa untuk membuatkan bubur padamu?" selidik Mrs. Mohammed.


"Jadi Elfa yang aku lihat tadi malam masuk ke dalam kamarmu Than?" tanya Jack.


"Iya, dia membawakan semangkuk bubur ke kamarku" balas Ethan.


"Apakah putraku mereporkanmu Elfa? Dia selalu manja saat sedang sakit?" tanya Mr. Mohammed.


"Tidak Tuan, itu sudah menjadi tugas saya menyiapkan makanan di rumah ini kapanpun di minta" jawab Elfa sopan.


"Apakah dia minta suapi lagi?" tanya Mrs. Mohammed.


Elfa tersenyum malu.


"Oh Tuhan Ethan... Kamu sudah sangat merepotkan dan mengganggu waktu istirahat Elfa tadi malam. Pantas saja pagi ini dia terlihat kurang bersemangat pasti tadi malam dia lama tidur gara - gara mengurus kamu yang bertingkah kekanak - kanakan" Oceh Mrs. Mohammed.


"Mom, aku tidak sanggup turun lagi untuk makan tadi malam" jawab Ethan membela diri.


"Tapi bukan berarti kamu bisa meminta bantuan Elfa seenaknya honeeeey... Elfa juga butuh istirahat" balas Mrs. Mohammed.


"Tidak apa - apa Nyonya, dengan senang hati saya bisa menolong Tuan Muda" jawab Elfa.


"Tuh Mommy dengarkan apa katanya. Dia senang melakukannya" sambut Ethan.


Dasar Setan, siapa yang ikhlas melakukannya untukmu. Aku sangat terpaksa tadi malam. Dan aku berkata seperti ini pada Mommy kamu karena aku merasa tidak enak saja pagi - pagi kamu sudah kena marah di depan makanan. Bagiku di omeli saat sedang di hadapan makanan sangat sial karena makanan itu adalah rezeki. Harusnya dengan suka cita kita sambut rezeki bukannya malah menolaknya. Batin Elfa.


"Elfa, Celine waktu kalian tinggal besok di rumah ini. Aku ingin memberikan sesuatu sebelum kalian pulang lusa. Maukah kalian pergi bersamaku siang ini setelah selesai makan siang? Aku ingin mengajak kalian berdua ke suatu tempat?" ajak Mrs. Mohammed.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2