
"Suapin seperti tadi pagi. Aku mau kamu suapin aku makan seperti tadi pagi" perintah Ethan.
Ya ampun cowok gila ini bisa manja juga ya kalau lagi sakit. Tapi sayangnya kok malah terlihat lebay ya. iiiih.. geli aku. Elfa bergidik sendiri.
"Kamu kan sudah sembuh. Makan sendiri gih. Gak usah berlagak manja seperti anak kecil" bantah Elfa.
"Kamu kan yang menyebabkan aku sakit seperti ini. Kalau kamu tidak memberi cabe yang banyak pada makanan itu pasti makanannya tidak akan sepedas itu sampai aku diare. Sekarang kamu harus membalasnya dengan merawat aku sampai sembuh" tegas Ethan.
Sial... kalau bukan karena merasa bersalah pengen aku jejeli cabe tuh mulut. Ucap Elfa kesal dalam hati.
Ethan duduk bersandar di dinding tempat tidurnya.
"Ayo tunggu apa lagi, aku laper sekali saat ini. Cepat suapin bubur itu ke mulutku" perintah Eltah.
Walau kesal Elfa tetap melakukannya. Hanya saja sikapnya agak kasar ketimbang tadi pagi.
"Yang pelan donk, dan buburnya jangan terlalu penuh. Mulutku tidak muat menampung semuanya" protes Ethan.
"Tinggal telan aja masih banyak protes. Mau aku kasih cabe lagi tuh bibir biar makin monyong" ancam Elfa.
"Coba saja kalau kamu berani" tantang Ethan.
"Aku kan sudah memberimu obat tadi, makanya kamu sembuh dan bisa ngoceh seperti ini. Jadi tidak ada hutang lagi diantara kita" bantah Elfa.
"Tapi aku belum benar - benar pulih. Kamu harus menyuapiku sampai aku bisa berdiri dan bugar seperti sedia kala" perintah Ethan.
"Dasar sableng" umpat Elfa.
"Apa itu sableng?" tanya Ethan tidak mengerti.
"Gilaaaaaa" jawab Elfa kesal.
Hahaha... rasain. Kamu kesal kan? Aku juga sebenarnya kesal banget sudah kamu kerjain tadi malam. Tapi saat melihat wajah kamu tadi pagi aku yakin bukan aku sendiri yang sakit di sini. Kamu juga sakit. Mungkin tidak separah aku tapi tadi pagi aku melihat wajah kamu juga pucat. Jadi aku mengurungkan hukuman untuk kamu. Sebagai gantinya kamu aku hukum melayani aku sampai sembuh. Ethan tertawa menang dalam hati.
Setelah habis bubur yang ada di dalam piring yang dibawa Elfa. Elfa hendak berniat keluar dari kamarnya.
"Eits... aku belum minum obat" ucap Ethan mengingatkan.
"Minum sendiri sana, kamu kan sudah sembuh. Minum obat saja sendiri" bantah Elfa.
"Kan sudah aku bilang, rawat aku sampai sembuh. Cepat beri aku obat itu" suruh Ethan.
Ingin rasanya mencekik pria yang ada di hadapannya ini tapi apa daya lagi - lagi dia takut masuk penjara.
Elfa mengambil obat yang ada di nakas dekat tempat tidur Ethan kemudian membaca aturan pakai obatnya. Setelah itu dia memberikan beberapa obat kepada Ethan untuk di minum Ethan. Kemudian dia memberikan gelas yang berisikan air kepada Ethan.
"Sudah selesai kan, aku bisa segera keluar. Atau mau aku nyanyikan lagu pengantar tidur" ejek Elfa.
"Boleh juga" tantang Ethan.
"Gak sekalian sama dongeng sebelum tidur" ejek Elfa kesal.
"Itu juga, kamu memang paling pintar mengurus orang sakit" sambut Ethan.
__ADS_1
"Cih dasar anak manja" Elfa bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
"Lho katanya mau menyanyikan lagu pengantar tidur dan membacakan dongeng" protes Ethan.
"Nyanyi saja sendiri, emangnya aku pengasuhmu weeeek..." balas Elfa sambil menjulurkan lidahnya.
Elfa berlalu dari hadapan Ethan dan keluar dari kamarnya. Ethan tersenyum melihat tingkah Elfa sebelum keluar kamarnya.
Tiba-tiba dia tersadar...
Kenapa aku tertawa melihat tingkahnya, waaah.. gak bener ini. Lama-lama aku bisa bila dibuatnya habis marah - marah lalu tertawa. Ethan menggelengkan kepalanya.
Sore harinya Elfa datang lagi membawakan cemilan sore untuk Ethan.
"Hei.. pemalas banguuuun" ujar Elfa membangunkan Ethan.
"Hemmm... sudah jam berapa ini?" tanya Ethan. Perlahan matanya sudah terbuka.
"Sudah sore... " balas Elfa.
Ethan duduk di dinding ranjangnya.
"Bawa apa kamu?" tanya Ethan.
"Cemilan sore" jawab Elfa.
"Apa itu?" tanya Ethan ingin tau.
"Bubur lagi?" tanya Ethan lagi.
"Buburnya beda kali ini. Kalau di Indonesia makanan ini sering dibuat Mamaku kalau ada anggota keluarga yang baru sembuh dari sakit" ungkap Elfa.
"Ya sudah suapkan" perintah Ethan.
"Hei kami itu sudah sembuh, makan sendiri gih. Nyesal aku buatkan makanan ini untuk kamu" protes Elfa.
"Udah gak usah protes. Gak capek kamu protes melulu toh pada akhirnya memang harus kamu lakukan juga?" bantah Ethan.
"Ck.. " decak Elfa kesal.
Elfa duduk di tepi ranjang dan mulai menyuapi Ethan.
"Hem.. enak" puji Ethan.
Elfa memegang kening Ethan.
"Sudah sembuh" ucap Elfa.
"Ngapain kamu gituin kepalaku? Aku sudah gak demam lagi" protes Ethan.
"Habis kamu tumben - tumbenan muji makanan yang aku masak biasanya jawabnya selalu 'biasa saja, aku lagi lapar' gitu kan? Aku kira kamu sakit kepala dan bisa berkata seperti itu" ungkap Elfa.
__ADS_1
"Baik salah, protes salah" omel Ethan kesal.
"Makanya lebih baik kamu diam saja" balas Elfa.
Tiba - tiba pintu kamar Ethan terbuka dan Mamanya masuk mengecek keadaan Ethan.
Mama Ethan terkejut melihat apa yang sedang terjadi. Tumben anaknya jadi manja begini sama pelayan. Minta disuapin segala. Biasanya separah apapun sakitnya Ethan selalu bersikap dingin pada semua orang.
"Masih sakit?" tanya Mama Ethan sambil menyentuh kening putranya.
"Aku sudah sembuh Mom" jawab Ethan.
"Trus kenapa minta suapin Elfa seperti ini?" tanya Mamanya curiga.
"Ini hukuman untuknya karena telah membuat aku sakit hari ini sampai aku tidak bisa pergi ke kantor dan hanya terbaring di tempat tidur seharian ini" jawab Ethan.
"Kamu sakit gara - gara Elfa? Emangnya kamu diapain Elfa sampai kamu bisa sakit seperti ini?" tanya Mrs. Mohammed curiga.
"Tadi malam aku kelaparan setelah selesai berkerja di ruang kerjaku. Aku minta dibuatkan makanan sama dia. Trus dia masak spaghetti ala Indonesia yang super pedaaaas Mom. Alhasil aku jadi diare dan demam karenanya" ungkap Ethan.
Mrs. Mohammed tersenyum mendengar anaknya banyak bicara seperti ini. Ada yang berbeda. Biasanya Ethan hanya bicara seperlunya saja. Apalagi sama pelayan di rumahnya. Tapi mengapa kepada Elfa Ethan berubah jadi banyak bicara? Batin Mrs. Mohammed.
"Spaghetti ala Indonesia?" tanya Mrs. Mohammed.
"Iya Mom" jawab Ethan.
"Kalau di Indonesia namanya mie instant Nyonya" balas Elfa.
"Bagaimana rasanya?" tanya Mrs. Mohammed tertarik.
"Enak sih tapi pedas sekali Mom" jawab Ethan jujur.
Kalau Ethan sudah bilang enak pasti enak, anak ini jarang sekali memuji masakan seorang pelayan. ucap Mrs. Mohammed dalam hati.
"Kapan - kapan buatkan untuk saya ya" pinta Mrs. Mohammed.
"Baik nyonya akan saya buatkan" sambut Elfa.
"Trus itu apa nama makanan yang sedang di makan Ethan?" tanya Mrs. Mohammed penasaran.
"Ini namanya bubur sumsum Nyonya. Di rumahku di Indonesia, Mama selalu membuat ini kalau ada anggota keluarga yang baru sembuh dari sakit. Istilahnya penjemput semangat dan syukuran karena sudah sembuh" jawab Elfa.
"Masih ada di dapur?" tanya Mrs. Mohammed.
"Masih Nyonya" jawab Elfa cepat.
"Kalau begitu buatkan untuk saya juga. Saya menyicipi masakan kamu ini" pinta Mrs. Mohammed.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1