CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
103


__ADS_3

Sejak pembicaraan mereka tadi di mobil Celine mulai merubah sikapnya kepada Jack. Sekarang dia lebih ramah dan perhatian kepadanya.


Mobil melaju menuju Bandung. Mereka tanpa sadar bertingkah seperti anak remaja yang sedang piknik.


"Ryn tukar tempat duduk yuk.. Semua pada berpasangan. Cuma kita aja yang kagak. Kamu duduk sama Dokter Rasya ya, biar aku yang duduk dengan Sitha" Shaby mengedipkan sebelah matanya kepada Ryntia.


Setelah mereka tadi sempat berhenti di rest area untuk meluruskan badan dan memberi beberapa makanan ringan dan kopi untuk stock makanan mereka di mobil. Shaby mengajak Ryntia bertukar tempat duduk.


"Udah Ryn, kamu duduk sana gih sama Dokter ganteng" bisik Sitha.


"Iya deh terserah kalian" jawab Ryntia.


Ketika mereka kembali naik ke dalam mobil Shaby langsung mengambil posisi duduk sebangku dengan Sitha.


"Dokter Rasya tukeran ya duduknya sama Ryntia. Aku mau duduk dengan Sitha dulu. Mau mengcopy lagu dangdutnya" alasan Shaby.


"Oke Shab.. Please donk. Kalian semua gak udah panggil aku Dokter Rasya. Cukup panggil Rasya aja biar kesannya gak formil" jawab Dokter Rasya.


"Iya juga ya lebih enak. Kalau pakai embel - embel dokter, kepanjangan" sambut Shaby.


"Oke Ryn kamu duduk sama Rasya ya, biar aku yang duduk dengan Sitha" ujar Shaby kepada Ryntia.


"Baiklaaaah" jawab Ryntia mengalah.


Kini mereka berganti posisinya. Ryntia sudah duduk di samping Dokter Rasya sedangkan Shaby di samping Sitha.


Di kursi paling belakang.


"Mau kopi?" ucap Celine menawarkan minuman botol kepada Jack.


"Boleh" jawab Jack sambil meraih botol minuman yang diberikan Celine.


"Terimakasih.. " sambung Jack.


"Ngomong - omong kamu ngapain ke Indonesia?" tanya Celine yang masih penasaran dengan cerita Jack.


"Ethan ingin mencari Elfa, aku sebagai sahabat, saudara dan keluarga terdekat mempunyai tanggung jawab untuk mengikutinya kemana pun dia pergi" jawab Jack.

__ADS_1


"Ngapain Si The Ghost cari - cari Elfa?" selidiki Celine.


"Buat menjemput impiannya" jawab Jack sambil tersenyum.


"Impian apa?" tanya Celine.


"Tuh lihat? Kamu melihatnya saja pasti tau apa yang Ethan cari di sini" Jack menunjuk ke arah tempat duduk Ethan dan Elfa.


Celine melihat ke arah kursi Elfa dan Ethan. Elfa terlihat sudah tertidur dan kepalanya bergoyang kesana kemari karena goncangan dari mobil.


Dengan sabar dan penuh kelembutan Ethan meletakkan kepala Elfa di bahunya. Kini Elfa tidur dengan nyaman di samping Ethan.


Celine terkejut melihat apa yang dilakukan Ethan. Ethan memang memperlakukan Elfa dengan lembut dan sangat hati - hati. Seolah dia tak ingin membuat Elfa terbangun dari tidurnya.


"Kamu mau ngapain?" tanya Jack ketika melihat Celine mengeluarkan ponselnya.


"Sudah tenang aja dan lihat" jawab Celine.


Celine mengambil beberapa foto dan merekam video Ethan dan Elfa kemudian setelah itu baru Celine menyimpan ponselnya.


"Untuk apa kamu foto dan videokan mereka?" tanya Jack.


"Maksud kamu?" tanya Jack bingung.


"Ya seperti yang ada di foto ini. Saat Elfa tidur Ethan mengambil kesempatan untuk nyentuh - nyentuh Elfa" ujar Celine.


Jack menelan salivanya.


"Kamu mata - matanya Mr. Fajar?" tanya Jack tak percaya.


"Bukan mata - mata aku hanya sahabat yang menginginkan kebahagiaan Elfa" tegas Celine.


"Kenapa sepertinya kamu yang keberatan. Saudara - saudara Elfa yang lain saja membiarkan Ethan mendekati Elfa?" tanya Jack tak mengerti.


"Itu karena mereka tidak tau dan tidak melihat, bagaimana Ethan dulu memperlakukan Elfa saat kami bekerja di rumahnya" jawab Celine.


"Kami.. eh maksudku Ethan kan bersikap sewajarnya?" balas Jack.

__ADS_1


"Sewajarnya bagaimana? Mana ada tugas koki menyuapkan makanan kepada majikannya" protes Celine.


"I.. itu karena Ethan sedang sakit Celine. Masak begitu saja kamu keberatan sih. Elfa sendiri saja sepertinya sudah melupakan hal itu dan sudah memaafkan sikap Ethan yang dulu suka berbuat sesuka hatinya kepada Elfa" bujuk Jack.


"Suka - suka aku donk" jawab Celine.


"Tolong hapus foto dan videonya. Biarkan mereka semakin dekat dan mengukir cinta mereka sendiri" pinta Jack.


"Tidak.. aku gak mau" tolak Celine.


"Jangan Celine, tolong kamu hapus saja" Jack berusaha ingin meraih ponsel Celine.


Celine mengelak dan akhirnya karena mobil melaju kencang tubuh Celine bersentuhan dengan Jack. Wajah mereka sangat dekat dan mereka saling pandang.


Jantung Celine berdetak dengan cepat begitu juga dengan Jack.


"So.. sorry.. " ucap Celine.


"Tidak apa - apa, harusnya aku yang minta maaf karena sudah berbuat seperti ini pada kamu" Mereka kembali merubah posisi duduk mereka seperti semula.


"Aku sangat menyayanginya Ethan karena hanya dia dan keluarganyalah yang aku punya. Sehingga aku berjanji padanya dan diriku sendiri untuk membantunya meraih kebahagiaannya, setelah dia menikah dan berbahagia baru aku memikirkan kebahagiaanku sendiri" ungkap Jack.


Mengapa dia jadi curhat seperti ini padaku. Batin Celine.


Celine memilih untuk tetap diam dan membiarkan Jack berbicara dan mencurahkan isi hatinya.


"Saat aku kecil dan saat aku bertemu dengan Ethan, Ethan adalah pria yang sombong" cerita Jack.


"Aku tau, makanya dulu saat pertama kali kami bertemu Elfa menonjoknya beberapa kali karena kesombongannya" sambut Celine.


"Kamu ada bersama mereka saat kejadian Elfa menghajar Ethan?" tanya Jack terkejut.


"Ya.. saat itu tanpa sengaja Elfa menabrak tubuh Ethan. Elfa sudah meminta maaf tapi Ethan malah marah - marah dan berkata kasar kepada Elfa. Elfa yang jago taekwondo langsung menendang dan memukul Ethan. Untung Daddy ku bisa menenangkan Elfa. Tapi kembali lagi, saat kami sedang antri di kasir untuk membayar belanjaan kami. Kami bertemu Ethan lagi dan dia masih terus mengejek Elfa. Untuk kedua kalinya Elfa menendang dan memukul Ethan. Dan yang terakhir saat di bandara. Tanpa sengaja Elfa bertemu dengan Ethan lagi. Walau pada saat itu aku tidak ada bersama Elfa tapi dari cerita Elfa, Ethan sengaja menunggunya di depan toilet dan mengejek Elfa dengan kata - kata kasar. Ketiga kalinya Elfa menghajarnya" ungkap Celine.


"Yah seperti itulah dia dulu. Sampai aku bertemu dengannya pertama kali. Dia tidak mau berjabat tangan denganku. Dia selalu bermain sendiri di kamarnya begitu juga di sekolah. Tidak ada orang yang mau berteman dengannya. Hingga suatu saat dia bertekad ingin belajar taekwondo. Katanya dia ingin mencari anak perempuan yang sudah membuatnya malu dan mengajaknya bertarung. Di Dojang ada segerombolan anak menghajar dia sampai babak belur. Aku membelanya dan menghajar anak - anak itu dengan sekuat tenagaku. Bahkan setelah itu aku sakit. Barulah Ethan merubah sikapnya kepadaku. Dia jadi mau berteman denganku dan akhirnya kami akrab. Sebenarnya hatinya sangat baik cuma dia tidak pandai mengeluarkan isi hatinya. Dia pria yang dingin, sangat - sangat malu memperlihatkan sikap kepeduliannya pada seseorang padahal dia sangat - sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya. Hingga sampai dia bertemu Elfa lagi. Walau awalnya niatnya ingin membalas dendam pada Elfa tapi akhirnya dia mempunyai perasaan yang berbeda. Saat kalian pergi, dia sangat kehilangan Elfa di rumahnya. Dia sampai tak mau makan dan akhirnya sakit karena Elfa. Elfa bisa merubahnya menjadi sosok yang hangat seperti yang kamu lihat tadi. Aku tak pernah melihat dia bersikap seperti itu pada siapapun sebelumnya" ungkap Jack.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2