CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
95


__ADS_3

"Kamu tidak bernyanyi Fel?" tanya Dokter Rasya.


"Aku tidak begitu pinter nyanyi, biasanya aku hanya penggembira saja. Ikut - ikutan nyanyi, berjoget dan bergoyang bersama yang lainnya" jawab Fela.


"Waaah padahal aku pengen banget lihat kamu bernyanyi lho" sindir Dokter Rasya.


Fela menjawabnya hanya dengan senyuman. Tiba - tiba Fathir menarik tangan Fela.


"Habis ini kita nyanyi yuk" ajak Fathir. Sontak membuat Fela berdiri.


"Lagu biasa ya.. " jawab Fela.


"Iya lagu kesukaan kamu kan?" Fathir melirik ke arah Dokter Rasya.


Fathir segera menjauhkan Fela dari Dokter Rasya. Melihat kedekatan mereka dari awal acara entah mengapa membuat dada Fathir terasa panas.


Perasaan apa ini? Berulang kali Fathir mempertanyakannya pada dirinya sendiri tapi dia belum menemukan jawabannya. Yang jelas dia tidak suka Fela berdekatan dengan Dokter Rasya dan dia harus segera menjauhkan Fela dengan Dokter Rasya.


Setelah Elfa dan Ethan selesai bernyanyi kini giliran Fela dan Fathir yang bernyanyi. Fathir sangat tau lagu kesukaan Fela karena setiap jalan bareng sama Fela di mobil Fela selalu meminta Fathir memutar lagu itu.


Fathir mulai memainkan gitar yang tadi baru saja dimainkan Elfa. Dia mulai memetik gitarnya dan mengalunlah musik yang akan mengiringi Fela bernyanyi.


"Lagu ini adalah lagu favoritenya Fela.. Jarang banget kan dengar Fela bernyanyi. Ayo semua beri tepuk tangan yang meriah untuk Fela" ucap Fathir memberi semangat.


"Aduuh aku jadi malu. Maaf ya kalau suaranya nanti jelek, karena aku tidak sepintar Elfa dan Kak Fael dalam bernyanyi tapi akan aku coba malam ini demi adikku tercinta Elfa. Selamat dengan jabatannya yang baru, semoga amanah dan sukses teruuus" ucap Fela.


Sontak semua bertepuk tangan menyambut Fela bernyanyi. Fela mulai menarik nafas panjang dan mengikuti petikan gitar Fathir.


Jangan tanyakan perasaanku


Jika kau pun tak bisa beralih


Dari masa lalu yang menghantuimu


Karena sungguh ini tidak adil


Bukan maksudku menyakitimu


Namun tak mudah 'tuk melupakan


Cerita panjang yang pernah aku lalui


Tolong yakinkan saja raguku


Pergi saja, engkau pergi dariku


Biar kubunuh perasaan untukmu


Meski berat melangkah


Hatiku hanya tak siap terluka


Beri kisah kita sedikit waktu


Semesta mengirim dirimu untukku


Kita adalah rasa yang tepat

__ADS_1


Di waktu yang salah


Hidup memang sebuah pilihan


Tapi hati bukan 'tuk dipilih


Bila hanya setengah dirimu hadir


Dan setengah lagi untuk dia


Pergi saja, engkau pergi dariku


Biar kubunuh perasaan untukmu


Meski berat melangkah


Hatiku hanya tak siap terluka


Beri kisah kita sedikit waktu


Semesta mengirim dirimu untukku


Kita adalah rasa yang tepat


Di waktu yang salah


Bukan ini yang kumau


Lalu untuk apa kau datang?


Rindu tak bisa diatur


Kau dan aku menyakitkan


Pergi saja, engkau pergi dariku


Biar kubunuh perasaan untukmu


Meski berat melangkah


Hatiku hanya tak siap terluka


Beri kisah kita sedikit waktu


Semesta mengirim dirimu untukku


Kita adalah rasa yang tepat


Di waktu yang salah


Di waktu yang salah


(judul lagi : waktu yang salah)


Fela bernyanyi dari hati, membuat semua takjub dengan penampilannya malam ini. Setelah Fela selesai bernyanyi semua menyambut penampilannya dengan tepuk tangan lagi.


"Waaah sayang bagus kok penampilan kamu" puji Ela.

__ADS_1


"Iya Papa juga gak nyangka Fela pintar nyanyi, biasanya cuma ikut - ikutan doank sama Elfa. Hebat kamu Fath bisa menemukan bakat Fela yang terpendam" sambut Fajar.


"Hahaha... gak sengaja Om, karena kalau di mobil Fela suka muter lagu ini makanya aku tau dia suka banget sama lagu ini" jawab Fathir.


"Tumben kamu sabar mainkan gitarnya Fath, aku kira tadi kamu dan Fela bakal nyanyi lagu dangdut" sindit Sitha.


"Yang suka dangdut kan aku dan kamu Sith, paling Elfa juga suka ikutan" balas Fathir.


"Iya itu karena kamu anaknya Catherine. Catherine sudah menurunkan aliran lagu dangdut dari asinya" sindir Disil.


"Bukan salah aku juga Dis, kan memang anak kamu dari lahir gak bisa tidur kalau gak dengerin aku nyanyi. Sampai aku rekaman satu album. Masih ada gak hasil rekamannya?" tanya Catherine.


"Masih ada Mommy, aku simpan baik - baik di kamar aku" sambut Sitha.


Sontak yang lain pada tertawa karena mengingat kejadian waktu Sitha kecil dulu yang memang tak bisa tidur sebelum mendengar suara Catherine bernyanyi dangdut.


"Nih kreceknya aja masih dibawa kemana - mana sampai sekarang aunty" Shaby mengangkat krecek Sitha.


"Hahaha.... aku ingat, aku yang belikan krecek ini untuk Sitha biar Disil bisa joget sambil menidurkan Sitha" tawa Ela.


"Anak kamu memang aneh Dis, sama anehnya seperti Papanya" ledek Aby.


"Gak apa - apa By, itu namanya unik. Jarang lho anak bayi suka dangdut dari lahir. Aku rasa anak penyanyi dangdut sekalipun belum tentu suka lagu dangdut seperti Sitha" ujar Disil.


"Kalau krecek itu kan memang pegangan kamu dari remaja Dis, Tante ingat dulu waktu kalian mau pentas seni dan tugas kamu hanya pegang krecek karena cuma itu keahlian kamu" ungkap Alexandra.


"Hahaha... itu juga berkat ide aku Ma" sambung Ela.


Semua tertawa dengan kenangan mereka sewaktu muda.


"Ternyata keluarga kalian asik ya" puji Dokter Shyana kepada Fael yang duduk di dekatnya.


"Kamu baru lihat sedikit, kalau sudah tau lebih banyak kamu pasti menyesal" jawab Fael.


"Menyesal, kenapa?" tanya Dokter Shyana penasaran.


"Iya menyesal karena tidak ambil bagian di dalamnya" jawab Fael.


"Iya ya.. aku kan orang lain di sini" sambut Dokter Shyana.


"Kamu mau menjadi bagian dari keluarga ini?" tanya Fael.


"Mau donk.. enak banget punya sahabat dan keluarga sebanyak ini. Kompak dan sepertinya selalu bahagia" jawab Dokter Shyana sambil memperhatikan para tetua satu persatu.


"Caranya ya kamu harus menikah dengan salah satu keluarga di sini biar kamu terdaftar menjadi keluarga juga" goda Fael.


Dokter Shyana tersadar dengan jawaban dari pertanyaannya sebelumnya. Sungguh dia tidak bermaksud ingin bertanya seperti itu. Dia hanya merasa sangat senang bisa berada di tengah - tengah keluarga ini.


Keluarga kaya tapi walaupun mereka kaya tidak ada yang sombong dan semuanya terlihat sangar kompak bahkan sangat akrab. Padahal perlahan - layan Dokter Shyana mulai mengenal mereka satu - persatu ternyata diantara mereka semua di sini tidak ada yang punya hubungan darah.


Mereka hanya bersahabat tapi hubungan persahabatan mereka sudah sama kentalnya dengan hubungan saudara. Dokter Shyana merasa sangat takjub karena baru kali ini dia melihat persahabatan yang seperti ini.


Bahkan diantara Gengs F3STER C sendiri hanya triplet, Shaby dan Ryntia yang punya hubungan saudara selebihnya hanya anak dari sahabat keluarga Barrakh.


Apalagi Celine yang jelas - jelas tidak ada hubungan darah karena dari kulit dan rambutnya bisa sangar terlihat dia bukan orang Indonesia. Dokter Shyana yakin Celine adalah anak dari sahabat keluarga Barrakh dari luar negeri.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2