CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
139


__ADS_3

"Felaaaaa" panggil semua orang yang ada di dekat Fela.


Elfa yang paling dekat dengan Fela langsung menangkap Fela dan mereka membaringkan Fela di kursi tunggu.


"Sus golongan darah saya O" ucap Ethan.


"Ethan kamu kan lagi dalam masa pemulihan tidak bisa" potong Dokter Shyana.


"Aku saja" ujar Jack.


"Aku juga O" sambut Celine.


"Ya sudah Pak Bu, sekalian saja ikut biar kita priksa dulu golongan darahnya dan kemudian langsung kita ambil darahnya" jawab Perawat.


Rafa, Jack dan Celine berjalan mengikuti Perawat. Jack dan Celine masuk ke ruangan PMI sedangkan Rafa ke bagian administrasi untuk menandatangi persetujuan operasi.


Dari penjelasan Dokter, Fathir mengalami pendarahan di kepalanya karena benturan. Dokter harus melakukan operasi untuk menghentikan pendarahan di kepalanya.


Fathir kini sudah dibawa ke ruangan operasi. Fela sudah sadar dan kembali menangis. Dokter Rasya menatap Fela dari kejauhan.


"Fath.. bertahanlah.. kamu harus kuat. Aku menunggu kamu, ada yang harus aku katakan pada kamu. Aku tidak mau kehilangan kamu" Fela bicara sendiri.


"Kak Fel.. Kaaak" sapa Elfa.


"Elf... " Fela kembali menangis dan memeluk Elfa.


"Dia salah sangka Elf.. Dia tadi pergi dari hadapanku dengan wajah yang sedih. Dia mengucapkan selamat kepadaku. Dia salaaah.. aku belum memilih pada saat itu, belum ada yang aku pilih.. Hatiku sakit melihat wajahnya yang sedih, saat itu aku sadar hatiku sudah memilih dia tapi dia sudah pergi dari hadapanku dan.. dan.. terjadilah kecelakaan itu" tangis Fela.


"Sudah kak.. Fathir pasti kuat. Kita doa aja ya" bujuk Elfa.


Jawaban yang jelas dari bibir Fel membayar Dokter Rasya sadar bahwa dia sudah di tolak. Dokter Rasya melangkah mendekati Fela untuk memberikan semangat.


"Fel... " panggil Dokter Rasya.


"Sya... tolong Fathir Sya.. tolong selamatkan dia. Kamu kan dokter kamu bisa selamatkan dia kan?" Fela menggenggam tangan Dokter Rasya dan memohon.


"Kak.... sudah ada Dokter yang menangani Fathir" ucap Elfa mengingatkan.


"Fel kami harus kuat.. Fathir pasti selamat, kamu terus berdoa ya" sambut Dokter Rasya memberi semangat.


Operasi berjalan sekitar empat jam seluruh keluarga dan sahabat dengan sabar menunggu operasi sampai selesai. Jack dan Celine sudah selesai melakukan donor darah.

__ADS_1


Kini mereka semua masih setia duduk di depan ruang operasi sampai selesai dan saling menguatkan dan terus berdoa untuk keselamatan Fathir. Lampu di ruang operasi mati tanda operasi sudah selesai. Semua berdiri menunggu Dokter keluar.


Tak lama beberapa dokter dan perawat keluar dari ruang operasi. Rafa dan Catherine langsung menemui mereka.


"Bagaimana Dok putra saya?" tanya Rafa.


"Alhamdulillah operasinya lancar tapi beliau masih dalam masa kritis Pak. Kita tunggu satu kali dua puluh empat jam. Kalau pasien bisa melewatinya InsyaAllah pasien akan sembuh" ungkap Dokter.


Sementara mereka bisa bernafas lega karena operasi Fathir sukses tinggal menunggu masa kritisnya. Fathir sudah dipindah di ruang pemulihan dan belum bisa di jenguk.


Waktu sudah menunjukkan jam dua jelas malam. Semua terlihat lelah dan mengantuk.


"Sudah malam sebaiknya kita semua pulang. Lagian Fathir juga belum bisa ditemui dan ditemani" ujar Rafa.


"Iya, aku harap kamu dan Catherine tabah menerima semua cobaan ini. Aku yakin Fathir akan kuat menjalaninya dan dia akan sembuh. Mari kita sama-sama berdoa agar Fathir segera sadar dan sembuh" sambut Fajar.


"Kami pulang ya Raf, Ket" ucap Ela.


"Iya El, makasih ya. Kami juga sebentar lagi akan pulang, besok baru datang lagi" jawab Catherine.


"Aunty, Uncle kami juga pamit pulang" ujar Elfa.


"Iya Elfa.. " jawab Catherine.


"Iya sayang.. terimakasih kamu dan Dokter Rasya sudah menyelamatkan Fathir. Aunty tidak bisa bayangkan kalau seandainya kalian tidak ada di sana" jawab Catherine.


Semua menjabat tangan Rafa dan Catherine untuk pamitan. Kini hanya tinggal Rafa dan Catherine bersama putri mereka. Mereka diperbolehkan mengintip Fathir dari kaca ruang pemulihan.


Kepala Fathir penuh dengan perban, banyak selang dan jarum yang tertancap di tubuhnya. Catherine kembali meneteskan air matanya.


"Honey.. kamu harus kuat, kamu harus selamat. Mommy yakin kamu bisa melaluinya sayaaang... " ujar Catherine dari balik kaca.


Rafa memeluk tubuh istrinya mencoba memberi semangat.


"Sudah sayang... biar Fathir istirahat dulu.. kita juga butuh istirahat untuk berjuang bersama besok. Semua sudah diupayakan dokter dengan maksimal. Kita sudah berusaha, selanjutnya kita berdoa agar Allah mendengar pinta kita" sambut Rafa.


"Iya Mas, aku hanya sedih melihat putra kita seperti itu. Lihatlah tubuhnya begitu rapuh, dia tak berdaya dan tidak sadarkan diri" sambung Catherine.


"Kamu lupa sayang, di dalam tubuhnya mengalir darah kamu. Kamu dulu pernah di posisinya koma selama dua hari untuk melahirkannya tapi kamu bisa bertahan. Aku yakin putra kita juga punya semangat yang sama seperti kamu" ungkap Rafa.


Catherine menghapus air matanya.

__ADS_1


"Mari kita pulang, besok kita akan datang lagi ke sini" sambung Rafa.


Rafa beserta anak dan istrinya meninggalkan Rumah Sakit dan segera pulang menuju ke rumahnya.


****


Di rumah keluarga Barrakh. Fela sudah lebih dulu masuk ke kamarnya untuk istirahat. Sedangkan yang lainnya masih berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan tentang Fela dan Fathir.


Fajar dan Ela merasa ada sesuatu antara Fela dan Fathir makanya Fela terlihat sangat terpukul dan bersedih melihat Fathir seperti itu.


"Ada yang bisa cerita ke Papa apa yang sedang terjadi dengan Fela dan Fathir?" tanya Fajar.


Fajar memperhatikan wajah dua anaknya Fael dan Elfa.


"Elfa apa kamu tidak mau cerita kepada kami?" tanya Ela.


Elfa menarik nafas panjang.


"Tadi pagi saat sarapan Papa menyuruhku untuk mencari tau apa yang sedang terjadi dengan Kak Fela mengapa dua hari ini dia terlihat murung dan pendiam. Jadi tadi siang aku menemuinya dan menanyakan apakah dia sedang ada masalah?" Elfa mulai bercerita sedangkan semuanya diam mendengarkan penjelasan Elfa.


"Kak Fela bercerita kalau dua hari yang lalu Fathir mengutarakan perasaannya kepada Kak Fela tapi Kak Fela bingung dengan perasaannya. Disaat yang sama Dokter Rasya juga sepertinya mempunyai perhatian khusus kepada Kak Fela. Dan tadi sore Kak Fela dan Dokter Rasya janjian di Restoran XXX" ungkap Elfa.


"Fathir juga di sana karena ada meeting dengan client" sambut Fael.


"Nah itu dia, dari cerita Kak Fela tadi Fathir sepertinya salah sangka. Dia kira Kak Fela menolaknya karena Kak Fela sudah pacaran dengan Dokter Rasya. Fathir mengucapkan selamat kepada Kak Fela dengan wajah sedih. Kata Kak Fela pada saat itu dia baru sadar kalau dia sayang sama Fathir. Saat dia ingin mengungkapkannya pada Fathir, Fathir sudah pergi dan terjadilah kecelakaan itu" sambung Elfa.


"Ya Allah Mas putri kita.. aku tau bagaimana hancurnya perasaannya" ujar Ela terkejut.


"Pantas saja dia sesedih itu. Telah terjadi kesalah pahaman diantara mereka dan perasaan mereka belum tersambungkan" sambut Fajar.


"Fathir menyukai Fela, sejak kapan?" tanya Fael.


"Sejak kapan cinta itu hadir kita tidak akan pernah tau Fael, cinta hadir dalam hati bisa karena terbiasa, bisa karena benci dan bisa karena memang tertarik sejak awal. Dalam kasus Fela dan Fathir Papa rasa cinta hadir karena terbiasa" ungkap Fajar.


"Mama akan menemui Fela Pa" ujar Ela.


"Jangan Ma, besok saja. Sudah malam, biarkan Fela istirahat. Kita juga istirahat semua, besok baru kita bicarakan lagi hal ini" perintah Fajar.


"Baik Pa" jawab semuanya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2