
"Elfaaaaaaaa..... " ucap Ethan lemah.
Semua mendengar suara Ethan melalui Handy talky. Ketua Tim SAR segera menyerahkan Handy Talky nya kepada Elfa.
"Elfaa" ucap Ketua Tim SAR.
Elfa menerima Handy Talky dari ketua Tim SAR.
"Elfaa... kamu mendengarku?" tanya Ethan lemah.
Elfa kembali menangis, tapi kali ini tangis bahagia karena Ethan masih hidup. Ternyata firasatnya tidak salah.
"Ethaaaan... syukurlah kamu selamat. Maafkan aku... maafkan aku... " Elfa semakin terisak.
"Jangan menangis Elfa, aku akan datang. Tunggulah" ucap Ethan.
"Halo Pak, segera turunkan tim medis, sepertinya korban mengalami patah tulang, ganti" lapor anggota Tim SAR.
"Baik, sebentar lagi akan sampai, ganti" jawab Ketua Tim SAR.
Elfa menangis dipeluk oleh Ela dan Mrs. Mohammed. Mereka menangis bahagia. Tak henti - hentinya mereka mengucapkan rasa syukur karena Ethan sudah selamat.
Rasya mulai memakai tali penyelamatan untuk keamanan dia turun ke bawah. Rasya turun dengan tali yang di ikat dari atas. Dengan membawa peralatan medis lengkap untuk pertolongan pertama.
Tak lupa juga Dia membawa beberapa bungkus Roti dan minuman untuk Ethan.Dia pasti sangat kelaparan, kedinginan dan kesakitan.
Semua yang diatas sudah tidak sabar menunggu kedatangan Ethan. Saat ini masih sedang di lakukan upaya penyelamatan pertama untuk Ethan.
Satu jam kemudian Rasya sudah sampai di bawah. Benar saja di bawah ini sangat dingin sekali dan gelap. Sungguh satu mukjizat Ethan masih bisa selamat dalam keadaan seperti ini setelah dia jatuh dari ketinggian 1500 meter.
"Roger.. roger.... Dokter Shyana... " panggil Dokter Rasya.
Ketua Tim SAR memberikan Handy Talky nya kepada Dokter Shyana.
"Ethan mengalami patah tulang pada tangan dan kakinya. Beberapa luka di tubuhnya akibat ranting pepohonan. Saat ini aku tidak bisa mengetahui apakah ada pendarahan di kepalanya akibat benturan karena di sini sangat gelap dan dingin. Sesampainya Ethan di atas tolong siapkan selimut tebal dan air hangat untuk mengisi perut Ethan. Kondisinya sangat lemah, dia mengalami dehidrasi" lapor Dokter Shyana.
"Baik Sya, aku akan siapkan semuanya untuk penanganan Ethan di atas. Usahakan letak kepala dan badannya tetap sejajar mencegah terjadinya hal - hal yang tidak di inginkan" balas Dokter Shyana.
Tim SAR mulai melakukan pengangkatan tubuh Ethan. Dia dinaikkan kedalam tandu kemudian di ikat memakai tali yang kencang.
"Korban sudah selesai di evakuasi, segera lakukan penarikan, ganti" ucap Tim SAR yang ada di bawah.
__ADS_1
"Baik, akan segera kami tarik, ganti" balas Ketua Tim SAR.
Semua tegang menunggu detik - detiknya penyelamatan Ethan. Satu jam berlalu perlahan tandu yang mengangkat tubuh Ethan mulai terlihat. Mereka mendapatakannya dan mengangkatnya ke atas.
"Ethaaaaaaan" teriak semua dan mereka mendekat.
"Tolong jangan terlalu dekat, biarkan dia bernafas dengan lega. Biarkan Tim Medis memeriksa keadaan korban" perintah Ketua Tim SAR.
Ethan menatap wajah orang - orang yang menantinya di atas. Ada anggota Gengs F3STER C, ada Tim Medis, ada Jack, ada Mr dan Mrs. Fajar Barrakh, ada mommy dan daddynya dan terkhir Ethan menatap wajah Elfa sangat lama.
Wajah Elfa terlihat pucat dan matanya bengkak karena menangis. Elfa membalas tatapan Ethan, dia tak berhenti menangis.
"Maafkan aku" ucap Elfa terus menerus.
Ethan menjawabnya dengan senyumnya. Setelah Ethan diperiksa oleh Tim Medis di berikan selimut tebal kemudian dibawa turun bawah karena mobil tidak bisa naik ke atas tebing.
Upaya penyelamatan Ethan dilakukan dengan sigap dan cepat. Sesampainya di bawah Ethan segera di bawa ke Rumah Sakit terbaik di Bandung dan segera menjalani perawatan.
Sesampainya di Rumah Sakit Ethan harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan operasi karena patah tulang di kaki yang dia alami cukup parah.
Tim Medis tidak mau memperlambat penanganan mereka langsung melakukan tindakan operasi. Syukurlah tidak ada benturan di kepala.
Anggota Gengs F3STER C sebagian sudah kembali ke Hotel. Kini tinggal Fael, Elfa, Jack bersama Dokter Shyana dan Dokter Rasya yang menunggu di rumah sakit. Juga kedua orang tua Ethan dan orang tua Elfa.
"Mari kita makan dulu Mr dan Mrs. Mohammed. Untuk menjaga dan menunggu Ethan pulih kita juga harus tetap kuat dan sehat" ajak Fajar
"Di depan Rumah Sakit ada sebuah Restoran, bagaimana kalau kita makan di sana saja. Di sini rasanya sangat tidak memungkinkan" ucap Ela.
"Baik lah Mr dan Mrs. Barrakh" jawab Mr. Mohammed.
"Aku tinggal di sini saja Ma" ucap Ela yang masih duduk di depan ruang pemulihan Ethan pasca Operasi.
"Tidak sayang kamu harus ikut makan bersama kami. Kamu di sini juga belum ada gunanya sayang. Ethan masih belum sadarkan diri usai operasi lebih baik kita isi perut dulu agar nanti kuat saat menjaga Ethan" bujuk Ela.
"Ayolah honey... Ethan tidak akan suka bertemu dengan kamu seperti ini. Kamu telihat sangat pucat" ucap Mrs. Mohammed.
"Ayo Elf, ajak Dokter Shyana.
Akhirnya Elfa menyerah dan ikut bersama yang lainnya makan di Restoran depan Rumah Sakit.
"Mr dan Mrs Mohammed malam ini kalian kembali saja ke Hotel dan istirahat yang cukup, biar Ethan aku yang jaga. Kalian kan baru datang dari London dan belum ada istirahat sedikitpun" ucap Elfa.
__ADS_1
"Kamu yakin bisa menjaga Ethan malam ini sayang?" tanya Ela.
"Yakin Ma, aku kuat kok. Jangan khawatir kan aku. Sekarang kekuatanku sudah kembali karena Ethan sudah kembali" jawab Elfa.
"Apa perlu aku temani Elf?" tanya Dokter Shyana.
"Gak perlu Shyan, kamu harus kembali kan besok ke Jakarta. Opa gak bisa di tinggal lama, kasihan dia gak ada yang jaga. Jadi kamu juga balik aja ke Hotel istirahat. Semuanya juga sama, biar aku yang jaga Ethan malam ini. Please... aku mohon. Aku ingin menebus kesalahanku" pinta Elfa memohon.
Semua saling tatap terlebih Mr dan Mrs. Fajar juga Mr dan Mrs. Mohammed.
"Baiklah kalau begitu tapi kalau butuh sesuatu kamu harus kabari kami ya" balas Ela.
"Iya Ma" jawab Elfa sambil tersenyum.
Setelah mereka selesai makan malam mereka melihat keadaan Ethan terlebih dahulu. Ethan masih belum sadar tapi dia sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.
Kata dokter keadaan Ethan stabil hanya menunggu dia pemulihan saja, besok pagi mereka sudah bisa bertemu Ethan kembali.
Kini semua sudah kembali ke Hotel hanya tinggal Elfa sendiri yang menemanu Ethan di ruang rawat inap khusus di pesan untuk Ethan.
Elfa menarik kursi ke dekat tempat tidur dan duduk di samping Ethan. Dia memandangi wajah Ethan yang masih belum sadar seperti sedang tertidur.
Jatuhnya Ethan ke jurang membuat Elfa tersadar bahwa dia tak sanggup kehilangan Ethan. Ada sesuatu yang kosong di dalam hatinya. Elfa menyadari Ethan secara perlahan telah berhasil masuk ke dalam hatinya.
Kini di hati Elfa sudah tertulis nama Ethan dan sepertinya tidak bisa terhapus lagi karena ikatan batin diantara mereka sangat kuat dirasakan Elfa.
Karena Elfa juga letih hampir dua hari ini tidak tenang tidur dan kurang istirahat karena mencari dan memikirkan Ethan akhirnya Elfa tertidur di pinggir tempat tidur dalam keadaan duduk.
Kepalanya yang terletak di samping Ethan di dekat tempat tidur beralaskan kedua tanggannya. Perlahan Ethan mulai sadar dan memandang ruangan yang serba putih. Kemudian dia sadar bahwa saat ini dia sedang di Rumah Sakit.
Ethan melihat sekelilingnya mencari sesuatu. Tiba - tiba dia melihat Elfa tertidur nyenyak di sampingnya. Ethan tersenyum melihat wajah wanita pujaannya sedang tertidur. Wajahnya begitu damai.
Ethan mengangkat tangannya di atas kepala Elfa dan mengelus lembut kepala Elfa.
"Elfa..... "
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1