CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
144


__ADS_3

Kini tibalah hari yang telah di rencanakan Fael untuk melamar Dokter Shyana secara resmi. Hari ini Dokter Shyana cuti sehari untuk pulang ke rumahnya karena nanti malam keluarga Fael akan datang ke rumahnya untuk melamarnya secara resmi.


Pagi hari sekitar jam sepulug Fael sudah mengantarkan Dokter Shyana ke rumahnya.


"Sampai jumpa nanti malam ya Shyan.. tampil yang cantik ya" ujar Fael sambil tersenyum.


"Iya Mas.." jawab Dokter Shyana malu.


"Aku gak singgah lagi ya karena mau siapin beberapa oleh - oleh yang akan kami bawa nanti malam. Aku mau pergi sama Elfa, Ethan, Celine dan Jack" ungkap Fael.


"Iya aku ngerti. Sayang Fela dan Fathir gak bisa datang ya" ujar Dokter Shyana.


"Yah namanya ada halangan. Kita doakan saja Fathir cepat sembuh jadi mereka bisa hadir di acara pernikahan kita" balas Fael


"Aaamiin.. semoga Fathir dan Ethan cepat sembuhnya" sambut Dokter Shyana.


"Salam buat Papa dan Mama ya, aku pamit dulu. Assalamu'alaikum" Fael pamit.


"Hati - hati ya Mas. Wa'alaikumsalam" balas Dokter Shyana.


Mobil Fael berlalu dari hadapan Dokter Shyana meninggalkan halaman rumah Dokter Shyana. Dokter Shyana segera melangkah menuju rumahnya.


Ternyata rumah Dokter Shyana sudah rapi untuk menyambut kedatangan keluarga besar Barrakh. Papa Dokter Shyana memesan dua tiang tenda di luar karena rumah Shyana tidak begitu besar dan tidak cukup untuk menampung keluarga besar Barrakh.


Di dalam rumah juga kursi - kursi sudah tersusun rapi, dimaksudkan untuk para orang tua berkumpul. Para anak muda biarlah nanti di luar saja.


"Assalamu'alaikum" ucap Dokter Shyana saat memasuki rumah.


"Wa'alaikumsalam.. Kamu sudah pulang sayang" jawab Mama Dokter Shyana.


"Barusan Mas. Dapat salam dari Mas Fael, maaf dia gak bisa mampir karena ada yang mau di cari buat acara nanti malam katanya" ungkap Dokter Shyana.


"Iya gak apa. Mama dan Papa ngerti kok" balas Mama Dokter Shyana.


"Gimana Nan persiapan kita, kamu suka?" tanya Pak Nugroho semangat.


"Suka Pa" jawab Dokter Shyana semangat.


Dokter Shyana memeluk Mama dan Papanya bergantian.


"Makasih ya Ma.. Pa.. kalian sudah melakukan ini semua untuk Shyana" ungkap Dokter Shyana.


Pak Nugroho dan istrinya tersenyum membalas ucapan Dokter Shyana.


"Apapun akan Mama dan Papa lakukan untuk kebahagiaan kamu sayang. Kamu adalah anak kami satu - satunya. Kami ingin berikan yang terbaik untuk kamu. Kamu adalah harta kami, kebahagiaan kami" ungkap Pak Nugroho.


"Papa aku belum bisa membalas kasih sayang kalian. A.. aku" ucap Dokter Shyana.

__ADS_1


"Orang tua tidak membutuhkan balasan sayang.. kami tulus melakukannya karena kamu adalah buah hati kami" ujar Mama Dokter Shyana.


"Maafkan aku Ma.. Pa.. belum bisa berbakti kepada kalian, sebentar lagi aku malah mau menikah. Dan nanti kalau sudah menikah aku pasti ikut dengan suami kami" jawabnya sedih.


Bu Nugroho membelai lembut kepala putrinya.


"Kami ikhlas sayang.. cukup do'akan kami. Karena doa anak solehah tidak akan pernah putus" ujar Mamanya.


"InsyaAllah MA" balas Dokter Shyana.


"Sudah sana kamu istirahat. Nanti malam kan kamu mau di lamar. Harus tampil cantik biar Fael pangling" ucap Pak Nugroho.


"Papaaaa" balas Dokter Shyana.


Pak Nugroho tersenyum melihat putrinya.


"Sepertinya dia memang sangat sayang pada kamu Nak. Kamu sangat beruntung. Kelak kalau kalian sudah menikah jadilah istri solehah yang manut dengan perintah suami" ujar Pak Nugroho.


"Iya Pa" jawab Dokter Shyana.


"Udah sana ke kamar" perintah Mama Dokter Shyana.


"Oke aku ke kamar dulu ya Ma.. Pa.. " Dokter Shyana melangkah menuju ke kamarnya.


*****


"Nih Fael perhiasan yang kamu pesan" ujar Ethan sambil menyerahkan kotak perhiasan kepada Ethan.


Ethan membuka kotak itu dan dia melihat gelang indah dengan berlian yang mengkilau. Ethan khusus memesan perhiasan itu ke perusahaannya yang ada di London.



Gelang ini terbuat dari bahan 100% berlian murni dan alami. Gelang ini dibuat dengan bentuk sebuah bangle. Dimana berliannya memiliki berat 38,60 karat, dengan memiliki emas putih 18k di dalamnya. 


"Kamu meminta design sederhana tapi mewah kan? Untuk melukiskan seperti itulah pribadi Dokter Shyana" ungkap Ethan.


"Kamu memang hebat Tuhan" puji Fael.


"Kepuasan pelanggan adalah hal yang utama bagi kami" jawab Ethan tersenyum.


Fael terus menatap gelang yang berada di dalam genggaman tangannya.


"Saat melamar Shyana aku sudah memberikannya cincin. Saat pertunangan keluarga ini aku akan mengikatnya dengan gelang ini" ungkap Fael.


"Waaaah indah sekali Kak" puji Elfa.


"Gelang yang indah untuk wanita yang indah" ujar Fael.

__ADS_1


"Dasar bucin" ledek Elfa.


"Terimakasih Than, kamu sudah mau bersusah hati untuk memesan khusus gelang ini hanya dalam waktu satu minggu" ungkap Fael.


"Aku akan membantu sebisaku Fael. Lagian kamu kan sebentar lagi juga akan menjadi Kakak iparku" jawab Ethan.


"Untuk lamaranku saja kamu membuatkan gelang sebagus ini, gimana nanti untuk Elfa" ujar Fael.


"Untuk Elfa sudah lama aku rancang secara khusus. Nanti jika tiba saatnya kalian akan melihatnya" jawab Ethan.


Mendengar hal itu wajah Elfa langsung merah merona.


"Kamu dengar Elfa" ucap Fael.


"Aku mendengarnya Kak" jawab Elfa.


"Sayang Fela tidak bisa ikut hadir bersama kita" ujar Fael kecewa.


"Dia kan sedang menjaga Fathir Kak. Mudah - mudah Fathir segera sembuh sehingga bisa hadir di pernikahan kakak" sambut Elfa.


"Bukankah kalian juga ingin menikah di hari yang sama dengan kami?" tanya Fael.


"Kami tak enak dengan Kakak. Takutnya Kakak terlalu lama menunggu Ethan sembuh. Dia kan masih cidera dan belum pulih betul Kak" jawab Elfa enak hati.


"Aku masih sabar menunggu, aku rasa Shyana juga akan berkata sama. Kalau bisa sekalian dengan Fela. Kan dia juga sudah dilamar oleh Fathir saat di rumah sakit" ungkap Fael.


"Andaikan itu bisa terjadi pasti seru banget ya Kak. Kita lahirnya barengan, nikahnya juga bisa barengan. Aaah indahnya" sambut Elfa.


"Kenapa tidak kita wujudkan saja. Nanti akan aku utarakan kepada Papa. Aku rasa Papa juga akan setuju" ujar Fael.


"Mudah - mudahan Kak" jawab Elfa.


"Ayo kita harus bersiap - siap untuk acara nanti malam. Bukannya Ethan harus terapi sore ini dengan Jack karena Shyana tidak ada?" ucap Celine mengingatkan.


"Eh iya Than cepat sana kamu terapi biar cepat sembuh. Kesembuhan kamu menentukan pernikahan kita" sambut Fael.


"Aku kok merinding mendengar kata - kata kamu Fael. Berasa aku akan menikah dengan laki - laki" ungkap Ethan.


"Hahahaha.. iya benar. Kata - kata Kak Fael sangat rancu" ujar Elfa.


Mereka semua pun tertawa mendengar perkataan Fael barusan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2