
"Gawat Kak.. kita lupa kabari si The Ghost kalau Opa pulang hari ini" ucap Elfa.
"Eh iya aku juga lupa ngabarin dia. Ya sudah kamu kasih tau aja alamat rumah Opa" perintah Fael.
"Okey" jawab Elfa.
Elfa segera mematikan telepon Ethan dan mengirim pesan kepada Ethan alamat rumah Opa mereka.
"Hey.. sejak kapan kalian akrab dengan Si The Ghost?" tanya Fela heran.
"Sejak Opa sakit ya kan Shyana? Sama Shyana juga kami dekat. Bahkan Kak Fael udah kalah main catur sama Dokter Shyana" jawab Elfa.
"Aah.. itu karena mmm... Tuan ini gak fokus" jawab Dokter Shyana.
"Tuan? Panggil saja namanya Shyana, Fael" ujar Elfa.
"Ah gak enak Elfa, Tuan ini kan Kakak kamu" tolak Dokter Shyana sungkan.
"Hahaha... dia ini sebaya sama kamu. Kita di sini semua sebaya" balas Elfa.
"Maksudnya?" tanya Dokter Shyana bingung.
"Kami ini kembar" ungkap Elfa.
"Kembar tiga?" tanya Dokter Shyana terkejut.
"Iya" jawab Elfa.
"Pantesan wajah kalian semua mirip. Aku kira kalian hanya kakak adik yang mirip" ujar Dokter Shyana.
"Masak kamu tidak menduganya sama sekali?" tanya Fael.
"Ya kan banyak Kakak Adik yang wajah mirip seperti kembar. Kalau Elfa dan Mbak ini bisa ditebak kembar, wajahnya mirip banget, tapi Tuan ini kan laki-laki gak begitu kelihatan kembar" jawab Dokter Shyana.
"Ih gak usah panggil Tuan lagi. Aku dengarnya gimanaaa gitu. Jadi kami ini kembar tiga. Yang paling tua itu Kak Rafael, trus Kak Rifela dan terakhir aku Rielfa" ungkap Elfa.
"Waaah hebat, kalian kembar yang sangat kompak ya" puji Dokter Shyana.
Dia sangat terkejut mendengar kenyataan kalau tiga anak keluarga Barrakh ini adalah kembar.
Memang keluarga Barrakh tidak pernah mengumbar informasi mengenai keluarga mereka. Bahkan semua informasi tentang anak - anaknya memang sangat rahasia.
"Kenalkan aku Fela anak kedua" Fela dan Dokter Shyana saling berkenalan dan berjabat tangan.
"Shyana, panggil saja namaku. Gak usah pakai embel - embel Dokter" jawab Dokter Shyana.
__ADS_1
"Fael" ujar Fael sambil menyodorkan tangannya.
"Sudah tau" balas Dokter Shyana.
"Tapi kita kan gak pernah kenalan secara resmi" ucap Fael.
Fela menyenggol lengan adik kembarannya. Dia merasa Kakak sulung mereka ini sedikit berbeda. Tumben ramah sama orang yang baru kenal, apalagi cewek.
Elfa mengedipkan sebelah matanya kepada Fela.
"Tenang... liatin aja" Bisik Elfa memberi kode
"Jadi berapa lama kamu bertugas di rumah Opa?" tanya Fael.
"Satu bulan" jawab Dokter Shyana.
"Waah lumayan lama ya" balas Fael dengan ramah.
"Sudah biasa. Aku pernah di tugaskan dari Rumah Sakit keluar kota selama satu tahun" sambut Dokter Shyana.
"Kalau begitu aku bilang aja sama Opa tugas kamu di perpanjang selama satu tahun ke depan" balas Fael.
"Eeeh jangan.. jangan.. Banyak pasien yang menunggu aku di Rumah Sakit" potong Dokter Shyana.
Fael tersenyum mendengar penolakan Dokter Shyana.
"Sudah kak, katanya dia langsung nyusul di belakang kita" jawab Elfa.
"Si The Ghost itu bule yang kemarin ya. Yang setiap hari datang menjenguk dan ikut menjaga Opa Omar di Rumah Sakit?" tanya Dokter Shyana.
"Iya" jawab Fael.
"Kok kalian panggil dia The Ghost?" tanya Dokter Shyana penasaran.
"Namanya Ethan, mirip Setan. Karena dia gak ngerti Setan akhirnya kami panggil The Ghost. Dia belum bisa bahasa Indonesia" jelas Elfa.
"Sudah, kemarin dia kan udah belajar bahasa Indonesia. Kemarin kan dia nembak kamu di depan aku dan Opa. Dia bilang aku cinta kamu" goda Fael.
"Si The Ghost bilang gitu Elf?" tanya Fela terkejut.
"Iya tapi bukan karena dia nembak aku Kak. Opa dan Kak Fael ngajarin dia bahasa Indonesia langsung kata itu. Jadi dia mau nunjukin ke aku kalau dia sudah bisa ngomong i love you pakai bahasa Indonesia. Itu rencana Opa dan Kak Fael tuh" ungkap Elfa.
Pelan - pelan Dokter Shyana mulai mengerti apa alasan Ethan selalu datang ke rumah sakit. Ternyata Dia menyukai Elfa.
"Si The Ghost itu siapanya kalian sih?" tanya Dokter Shyana untuk menjawab rasa penasarannya.
__ADS_1
"Pacarnya Elfa" jawab Fael.
"Enak aja. Dia bukan siapa-siapa kami Shyan. Ceritanya panjang, kapan - kapan deh aku ceritain sama kamu. Yang jelas saat ini dia berteman dengan kami" jawab Elfa.
"Kami? Kalian aja kali, aku mah ogah. Aku kan gak pernah akrab sama dia. Bule sombong gitu males banget temenan sama dia" potong Fela.
"Ya kalau teman kami kan teman kamu juga Fel. Lagian kamu harus baik sama calon adik ipar kamu" sindir Fael.
"Amit - amiiit, ih Kak Fael" ujar Fela kesal.
Tak lama mereka sudah sampai di rumah keluarga Barrakh. Ternyata di sana sudah menunggu Kevin, August, Aditya, Dimas, Sandy dan Satria beserta keluarga mereka.
Mereka menyambut Omar dengan gembira karena selama di Rumah Sakit, Omar memang berpesan untuk tidak di jenguk. Dia ingin fokus istirahat untuk kesembuhannya.
Oleh sebab itu penyambutan Omar pulang ini sekaligus syukuran atas rasa syukur karena Omar sudah pulih.
"Alhamdulillah syukrlah kamu sudah baikan" Ucap Kevin sambil memeluk Omar.
Di sambut dengan yang lainnya saling bergantian memberikan selamat dan doa mereka untuk kesembuhan Omar.
"Mari yuk semuanya masuk" ajak Omar pada keluarga besarnya.
Omar yang masih duduk di kursi roda karena kakinya masih cidera dan belum sembuh total. Kini di dorong Shaby menggunakan kursi roda masuk ke rumahnya.
"Aaah... senang sekali rasanya pulang ke rumah. Aku sudah bosan mencium aroma Rumah Sakit. Aku salut dengan kamu Dokter Shyana kok betah banget kerja di Rumah Sakit?" tanya Omar pada Dokter Shyana.
"Ya itukan memang sudah pekerjaan saya Opa. Jadi harus dinikmati setiap susah senangnya" jawab Dokter Shyana ramah.
"Iya pekerjaan sebagai seorang Dokter adalah pekerjaan yang mulia. Kamu bisa menyembuhkan banyak orang dan menyelamatkannya dari kematian" puji Omar.
"Kami para dokter hanya perantara Opa. Hidup mati sesorang itu adalah ketentuan dari Allah. Sehebat apapun yang kami lakukan pada pasien kalau memang sudah waktunya dia meninggal ya tetap tidak bisa kami selamatkan" jawab Dokter Shyana merendah.
"Selain cantik dan pintar ternyata kamu sangat baik dan tidak sombong" puji Jasmine kepada Dokter Shyana.
"Assalamu'alaikum... " ucap Ethan yang baru tiba di rumah Omar Barrakh.
"Ya Tuhan aku lupa mengabari bocah ini kalau aku sudah pulang" ujar Omar.
"Siapa yang memberi tahu dia alamat rumah Papa?" tanya Fajar kesal.
Sontak Fael, Elfa dan Fela terdiam melihat wajah Papa mereka yang terlihat sedang marah.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG