
Keesokan harinya Ethan dan Elfa bersiap - siap hendak menjemput Mr dan Mrs Mohammed ke Bandara kemudian membawa mereka langsung menginap di Barrakh Hotel. Malam harinya baru direncanakan mereka akan berkunjung ke rumah Fajar Barrakh untuk melamar Elfa secara resmi.
Setelah selesai sarapan Ethan dan Elfa pamitan kepada keluarganya untuk berangkat ke Bandara.
"Pa, Ma kami pergi dulu ya" ujar Elfa di susul Ethan. Mereka mencium tangan kedua orang tua Elfa.
"Hati - hati ya" jawab Ela.
"Iya, kata orang kalau sudah mau nikah itu banyak sekali cobaannya jadi mesti lebih hati - hati" sambut Fajar.
"Iya Pa. Yuk Kak, Cel" ujar Elfa.
"Iya.. " jawab Fael, Fela dan Celine bersamaan.
Mereka mengendarai dua mobil. Satu mobil dia bawa oleh Jack untuk membawa Mr dan Mrs. Mohammed. Sedangkan satu mobil lagi dibawa Ethan dan disampingnya ada Elfa.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di Bandara. Elfa mencium tangan kedua calon mertuanya, sedangkan Ethan dan Jack memeluk tubuh Mr dan Mrs Mohammed bergantian.
"Selamat datang kembali di Indonesia Mom, Dad" sambut Elfa.
"Iya honey, kami sangat senang sekali bertemu kamu lagi" jawab Mrs. Mohammed.
"Apakah kalian lelah?" tanya Ethan.
"Yah lumayan nak" jawab Mr. Mohammed.
"Setelah dari Bandara kami akan mengantar kalian ke Hotel untuk istirahat. Nanti sore, kalian akan di jemput Jack dan dibawa ke rumah Papa" ujar Ethan.
"Baik, Daddy sudah tidak sabar untuk melamar Elfa kepada keluarganya" sambut Mr. Mohammed.
"Kamu semakin cantik honey.. Mungkin aura pengantin kamu sudah kelihatan" puji Mrs. Mohammed.
"Ah mommy bisa saja" jawab Elfa.
"Than kita EIC Restoran dulu ya. Daddy dan Mommy harus makan dulu sebelum sampai di hotel" ajak Elfa.
"Oke honey" balas Ethan.
Mr dan Mrs. Mohammed terlihat bahagia melihat kedekatan dan keromantisan anak dan calon menantunya itu. Mereka melihat Ethan dan Elfa terlihat semakin serasi.
Setelah keluar dari Bandara, Ethan mengajak kedua orang tuanya singgah di Restoran milik Elfa. Ini sudah kesekian kalimat Mr dan Mrs. Mohammed singgah ke Restoran ini.
"Mommy mau makan apa?" tanya Elfa penuh kelembutan.
"Honey... Mmm.. maaf kalau permintaan Mommy berlebihan. Mommy mau makan apa saja asalkan mm... kamu yang masak. Boleh gak? Mommy udah kangen banget sama masakan kamu" pinta Mrs. Mohammed.
__ADS_1
Elfa tersenyum lembut kepada Mommy nya Ethan.
"Tentu saja boleh Mommy. Baiklah kalau begitu aku ke belakang sebentar ya, kalian tunggu saja di sini" jawab Elfa.
Elfa segera beranjak dari meja dan berjalan menuju dapur Restorannya. Elfa melihat persediaan makanan yang ada di dapur. Dia segera mengolahnya menjadi makanan yang sangat lezat.
Dengan bantuan salah satu koko di Restorannya masakan bisa selesai dalam waktu tiga puluh menit. Para pelayanan langsung menyajikannya di atas wadah dan membawanya ke depan di meja Ethan dan keluarganya.
Tak lama Ethan kembali ke tempat duduk dia semula.
"Maaf kalau hidangannya lama" ujar Elfa.
"Tidak apa - apa Elfa" balas Mrs. Mohammed.
Mereka mulai menikmati makanan yang baru saja di masak Elfa dengan penuh semangat.
"Enak sekali masakan kamu sayang, saat di London Mommy selalu berkata dia sudah kangen pengen makan masakan kamu. Akhirnya kesampaian juga" ungkap Mr. Mohammed.
"Syukurlah kalau daddy dan mommy menyukainya. Silahkan di makan" jawab Elfa.
Setelah mereka selesai makan baru mereka melanjutkan perjalanan menuju Barrakh Hotel. Elfa sengaja memesan kamar khusus untuk calon mertuanya.
"Mom, Dad, selamat istirahat ya" ujar Elfa.
"Iya sayang, terimakasih" balas Mrs. Mohammed.
"Okey" jawab Mr. Mohammed.
Ethan, Elfa dan Jack keluarga dari Barrakh Hotel dan kembali ke rumah Elfa. Sesampainya di rumah, semua lagi sibuk mempersiapkan acara nanti malam. Karena tanpa sepengetahuan Fela nanti malam akan ada dua acara lamaran resmi untuk Elfa dan dirinya. Hanya saja semua orang merahasiakan berita itu kepada Fela.
Papa Mama Fela juga Mommy dan Daddy Fathir sepakat atas permintaan Fathir untuk merahasiakan acara lamaran sah keluarga Fathir. Para keluarga sahabat dekat juga tidak tau seperti Aby, Keysha, Disil, Ditha, Ryza dan juga Sintia. Nanti malam mereka akan datang ke rumah Ela untuk menghadiri acara lamaran resminya Elfa.
"Gimana Than, udah ada barangnya kan?" todong Fathir begitu Ethan dan Elfa sampai di rumah.
"Ih kamu Fath nanya gitu seperti mau transaksi barang haram" protes Elfa.
"Ya kan harus hati - hati dan rahasia. Kalau gak nanti Fela bisa tau" jawab Fathir.
"Tenang Fath ada. Nih... " Ethan memberikan barang pesanan Fathir. Fathir segera membukanya dan takjub dengan benda yang saat ini dia pegang.
"Waaaah cantik sekali Than, Fela pasti sangat suka ini" ujar Fathir.
"Iya donk siapa dulu yang punya perusahaan perhiasannya, calon suami aku" ujar Elfa bangga.
"Iya deh.. ngaku kalah aja dari pada benjoooool" balas Fathir.
__ADS_1
"Hahahaha.. " Elfa balas tertawa.
Fathir segera menyimpan barang itu di saku celananya.
"Awas hilang Fath, kalau sampai itu terjadi awas ya kalau kamu nangis bombay" ucap Elfa.
"Tenang Elf, insyaAllah aman" jawab Fathir.
"Eh sebentar ya aku tinggal. Aku mau ke dapur dulu bantuin Celine. Kasihan dia harus masak sendiri" ujar Elfa.
"Honey, kamu jangan kecapean. Nanti malam kan acara penting kita" cegah Ethan.
"Kamu tenang saja, aku sudah biasa kok. Lagian aku dan Celine cuma masak aneka cake dan dessert saja kok" jawab Elfa.
Elfa segera melangkah ke dapur tapi saat dia hendak masuk ke area dapur Elfa melihat Jack sedang mendekati Celine yang lagi sibuk memasak.
"Cel kamu sibuk?" tanya Jack.
"Yang kamu lihat?" Celine balik bertanya.
Jack menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Sibuk sih" jawab Jack.
"Nah udah tau malah nanya, bukannya bantuin malah mau gangguin. Udah sana jangan di sini. Nanti masakanku berantakan karena ada kamu di sini" usir Celine jutek. Dia lagi sibuk banget soalnya eh Jack malah ganggu. Kalau semua masakannya gagal dia kan malu sama Elfa. Baru aja diminta bantuan masak beginian udah gagal. Pikir Celine.
"Maaf, aku cuma mau kasih ini ke kamu" Jack memberikan sebuah bungkusan. Kalau dari lihat bungkusannya sepertinya isinya coklat. Dan bukan coklat biasa. Elfa bisa melihat itu coklat yang khusus dari London. Jack mengikat pita di tengah bungkus coklat itu.
Waaah ternyata Jack romantis juga. Batin Elfa. Elfa terus mengintip dari balik pintu dapur.
"Apa ini?" tanya Celine bingung.
"Ya seperti yang kamu lihat? Aku memesannya khusus dari London untuk kamu" jawab Jack.
Celine menatap wajah Jack sesaat. Tapi karena wajah Jack benar - benar serius, Celine menerima coklat tersebut.
"Terimakasih" jawab Celine.
Cekreeeek....
Elfa tersenyum, dia sudah berhasil mengambil beberapa potret Jack dan Celine beradegan romantis di dapur.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG