CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
115


__ADS_3

Keesokan harinya seluruh anggota Geng F3STER plus Jack, Dokter Rasya, Dokter Shyana, Fajar, Elfa, Mr dan Mrs. Mohammed sudah datang pagi - pagi ke Rumah Sakit. Mereka membawa sarapan pagi untuk Elfa dan Ethan setelah sebelumnya mereka sudah sarapan terlebih dahulu di Hotel milik keluarga Barrakh Corp.


"Selamat pagi.... " ucap Jack begitu masuk ke ruang rawat inap Ethan.


Untung saja ruangan yang dipesan Fajar di Rumah Sakit ini adalah ruangan super VVIP jadi bisa cukup untuk menampung mereka yang ramai datang.


"Pagi" jawab Elfa yang sedang memberikan Ethan minum.


"Ethan sudah diperbolehkan makan?" tanya Ela.


"Sudah Ma, cuma makanan belum datang. Kata perawat sebentar lagi" jawab Elfa.


"Pas banget, ini Mama pesan khusus tadi di Hotel untuk dimanakan Ethan. Enak lho Than, Tante pesan bubur seafood untuk kamu. Kamu gak punya alergi makan seafood kan?" tanya Elfa.


"Nggak Tante" jawab Ethan.


"Honey makan yang banyak ya biar kamu cepat sembuh" sambut Mrs. Mohammed.


"Iya Mommy" jawab Ethan.


"Sini biar Mommy yang suapin kamu, biar Elfa bisa makan juga. Kasihan dia satu malam ini sudah ngurusin kamu" sambut Mrs. Mohammed.


"Gak usah Mrs. Mohammed, biar saja aku yang suapin. Gak apa - apa, aku belum lapar kok" balas Elfa.


"Sudah Elfa kamu makan saja dulu. Biar Mommy aja yang suapin Ethan" ujar Mrs. Mohammed bersikeras.


"Iya Elfa kamu makan saja. Biar Mommy yang suapin aku" jawab Ethan.


Elfa akhirnya menyerah dan membiarkan Ethan disuapin sama mommynya sendiri. Elfa duduk di sofa dan mulai menyantap sarapan pagi yang dibawakan untuknya dari Hotel keluarganya.


"Fael coba kamu tanya Dokter, apakah hari ini Ethan bisa kita pindahkan ke Jakarta. Kalau memang bisa Papa rasa lebih cepat lebih baik. Kalian semua kan juga harus pulang dan bekerja" perintah Fajar.


"Iya Pa, aku akan pergi mencari dokter yang bertanggung jawab pada Ethan. Shyan kamu bisa temani aku, nanti dokter yang akan jelaskan keadaan kesehatan Ethan. Aku tidak mengerti ilmu medis" ajak Fael.


"Baiklah Fael, aku akan ikut kamu" jawab Dokter Shyana.

__ADS_1


Fael dan Dokter Shyana berjalan keluar kamar Ethan dan segera menunju ruangan Dokter. Sebenarnya Dokter Shyana tidak terlalu penting di sini karena Fael hanya meminta izin untuk memindahkan Ethan ke Rumah Sakit Jakarta.


Tapi Fael mengambil kesempatan ini untuk bisa berduaan dengan Dokter Shyana walau hanya sebentar.


"Waktu dinas kamu di rumah Opa akan berakhir minggu ini kan?" hanya Fael.


"Iya. Minggu depan aku akan kembali bertugas di Rumah Sakit" jawab Dokter Shyana.


"Apakah selama kamu bertugas di rumah Opaku kamu mendapatkan kesulitan?" tanya Fael.


"Tidak, aku senang bertugas di rumah Opa Omar. Baik Opa, Oma dan seluruh keluarga kalian menyambutku dan memperlakukanku dengan baik. Kalian menganggap aku sebagai keluarga. Aku malah sangat salut kepada keluarga Barrakh. Biasanya di luar sana yang aku dengar keluarga kaya biasanya selalu sombong dan menganggap remeh orang - orang seperti aku. Tapi keluarga kalian tidak, aku merasa beruntung pernah mengenal keluarga Barrakh" ungkap Dokter Shyana.


Tau kan kamu Shyana, hatiku sebenarnya memang ingin menjadikan kamu bagian dari keluarga Barrakh dengan cara menikahi kamu dan menjadikan kamu sebagai istriku. Batin Fael.


"Selanjutnya apa rencana kamu ke depan, sebentar lagi juga kamu kan akan wisuda jadi dokter spesialis?" tanya Fael.


"Aku akan kembali bekerja di Rumah Sakit dan aku akan menabung untuk membuka praktek kecil - kecilan" jawab Dokter Shyana.


"Mmm.... bagaimana kalau kita menjalin kerjasama saja?" Fael memberikan penawaran.


"Membangun sebuah klinik dan kamu akan menjadi pengelolanya. Sekalian kamu bisa buka praktekkan di klinik tersebut" ungkap Fael.


"Ah aku belum pernah memikirkan itu" balas Dokter Shyana.


"Kalau begitu mulai sekarang kamu sudah bisa memikirkannya" ucap Fael sambel tersenyum.


Jangan tersenyum seperti itu padaku Fael, pesona kamu rasanya sangat sulit untuk aku tolak. Aku akan semakin hanyut dan jatuh dalam jurang yang dalam. Aku sadar jarak antara kita sangat jauh berbeda. Kamu bagaikan mimpi bagiku. Yang sangat sulit untuk menjadi kenyataan. Batin Dokter Shyana.


"Iya nanti akan aku pikirkan tawaran dari kamu" jawab Dokter Shyana.


"Menurut pantauan kamu apakah Ethan bisa kita pindahkan ke Jakarta?" tanya Fael.


"Aku tidak melihat rekam medisnya jadi aku tidak tau apakah ada pendarahan di kepalanya atau tidak. Kalau hanya luka patah tulang saja, tidak masalah. Ethan bisa dipindahkan ke Jakarta" jawab Dokter Shyana.


"Syukurlah kalau dia di rawat di Jakarta kita akan lebih mudah merawatnya secara bergantian. Dan pekerjaan kita semua juga tidak terganggu. Tidak mungkin Elfa sendiri yang merawat dia di sini. Lagian mereka kan bukan muhrim tidak baik kalau Elfa yang mengurusnya. Kalau dia di Jakarta nanti aku, Shaby dan Fathir bisa bergantian menjaganya. Ada Jack juga kan" ungkap Fael.

__ADS_1


"Iya, ya sudah kita minta izin dulu sama Dokter yang menanganinya" balas Dokter Shyana.


Mereka kini sudah sampai di depan pintu ruang praktek Dokter yang menangani Ethan.


Tok.. tok..


Fael mengetuk pintu ruangan Dokter.


"Ya silahkan masuk" jawaban dari dalam.


Fael membuka pintu lebar dan mempersilahkan Dokter Shyana masuk duluan ke dalam ruangan.


"Selamat pagi dokter" ucap Ethan ketika memasuki ruangan Dokter.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Dokter tersebut menyambut kedatangan Fael dan Elfa.


"Saya keluarga dari Ethan Mohammed pasien yang di rawat karena jatuh di Tebing Kraton" ungkap Fael.


"Oh iya, ada yang bisa saya bantu Pak? Silahkan duduk" sambut Sang Dokter.


Fael dan Dokter Shyana duduk di kursi di depan Dokter yang menangani Ethan.


"Begini Dok, keluarga saya berencana ingin kembali ke Jakarta karena di sini tidak ada yang bisa merawat dan mengurus Ethan jadi kami sepakat untuk memindahkan perawatan Ethan ke Jakarta. Jadi kami ingin bertukar fikiran dengan Dokter apakah kami bisa membawa Ethan ke Jakarta dengan keadaan dia sekarang ini?" tanya Fael.


"Bisa saja, kalau memang itu keputusan dari keluarga pasien" jawab Sang Dokter.


"Bagaimana keadaan Ethan saat ini, apakah mengkhawatirkan kalau dibawa ke Jakarta?" tanya Fael.


"Kondisi pasien sudah stabil, beliau hanya tinggal pemulihan. Kalau memang pasien akan di rujuk ke Rumah Sakit Jakarta kami akan menyiapkan ambulance untuk membawa pasien sampai ke Jakarta" balas Dokter.


"Baiklah kalah begitu semuanya aman ya Dok? Saya akan segera mengurus administrasi dan berkas - berkas yang penting untuk proses perpindahan Ethan ke Rumah Sakit Jakarta. Terimakasih atas kerjasamanya Dok" Fael menjabat tangan Dokter tersebut kemudian di susul oleh Dokter Shyana.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2