CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
81


__ADS_3

Sore harinya Elfa sudah sampai di Rumah Sakit untuk kembali menjaga Opanya. Saat dia sampai di kamar rawat inap Opanya Elfa melihat tiga pria yang tak lain adalah Omar, Fael dan Ethan sedang serius membahas sesuatu.


"Jadi kalau bahasa Indonesianya I Love You itu artinya aku cinta padamu?" tanya Ethan.


"Iya, coba ulangi lagi" perintah Fael.


"Aa.. aku.. cin.. ta.. padamu" ucap Ethan sambil terbata - bata.


"Assalamu'alaikum.. " ucap Elfa ulang Elfa. Sudah tiga kali dia mengucap salam tapi tiga pria itu tidak mendengarnya.


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka kompak.


"Serius amat, dari tadi aku ucap salam gak ada yang dengar. Ngapain sih?" tanya Elfa penasaran.


"Ini, kami lagi ngajarin Ethan belajar bahasa Indonesia. Ayo Than kamu sebutkan apa pelajaran kita hari ini" perintah Omar.


"Aku cinta padamu" ucap Ethan.


"Sorry bro aku tidak" jawab Elfa dalam bahasa Indonesia.


Ethan terlihat bingung dengan jawaban Elfa.


"Apa yang dia katakan Grandpa?" tanya Ethan pada Omar.


"Katanya Love you too" jawab Omar tersenyum.


"Opaaaa" teriaaaak Elfa.


"Serius?????" mata Ethan melotot tak percaya.


"No.. aku tidak mengatakan itu. Malah sebaliknya. Aku katakan kalau aku tidak menyukaimu" jawab Elfa.


Ethan terlihat membuang nafasnya kasar.


"Tak apa, nanti kamu pasti akan berkata 'YA' lihat saja" balas Ethan.


"Yang semangat Than, Elfa emang gitu kok orangnya. Jual mahal tapi nanti juga bakalan mau" ucap Fael memberi semangat.


Elfa menatap wajah kakaknya tak percaya.


Sejak kapan mereka jadi akrab. Bukannya Kak Fael membenci si The Ghost sebelumnya? Apa ilmu yang digunakan Setan ini sampai dia bisa merubah sikap Kak Fael dalam waktu tak sampai satu hari. Batin Elfa.


Elfa menarik paksa tangan Kakaknya dan membawanya keluar.


"Apa maksud ucapkan Kakak tadi?" tanya Elfa.


"Ucapan Kakak yang mana?" tanya Fael pura - pura tidak tau.


"Barusan Kakak memberi semangat sama si Setan itu. Kakak sudah jadi pengkhianat?" tanya Elfa kesal.


"Pengkhianat bagaimana? Kita kan tidak dalam keadaan perang Elf? Jadi tidak ada istilah musuh dan pengkhianat di sini? Ethan kan bukan musuh kita tapi dia adalah tamu di sini" bela Fael.

__ADS_1


Elfa menatap wajah Kakaknya tak percaya.


"Sejak kapan Kakak jadi berada di pihaknya begini?" tanya Elfa.


"Aku tidak berada di pihak manapun. Aku hanya berusaha menjadi temannya agar aku tau apa maksud kedatangannya ke Indonesia dan apa tujuan dia mendekati kamu" ungkap Fael.


"Siapa yang merubah prinsip Kakak menjadi seperti itu?" tanya Elfa.


"Opa, kata Opa dia jangan di jadikan musuh tapi jadikan teman. Dengan begitu kita bisa membaca dan memantau setiap gerak geriknya. Kita bisa mengetahui apa tujuan dia dengan mudah" jawab Fael.


Elfa terdiam mendengar jawaban Kakaknya itu. Itu juga yang sering di bilang Opanya, agar Elfa mau berteman dengan Ethan dulu. Untuk mengetahui apa tujuan Ethan mendekati dirinya dan keluarganya.


Apakah memang murni ingin berteman atau mau balas dendam dengan kejadian tujuh belas tahun yang lalu?


"Menurut Kakak kamu juga harus merubah strategi kamu Elf. Mulailah berteman dengannya" nasehat Fael.


"Aku tidak sedang bermusuhan dengannya. Kan aku duluan yang membawanya kepada kalian semua. Dan mengenalkannya sebagai teman" jawab Elfa.


"Lah terus mengapa kamu marah kalau kakak berteman dengannya?" elak Fael.


"Aku heran saja melihat Kakak, padahal Kakak yang paling bersikeras menolaknya dan bersikap dingin kepadanya kemarin tapi mengapa secepat ini kalian bisa dekat?" tanya Elfa.


"Ternyata dia asik juga diajak berteman" jawab Fael.


Cih pria sombong itu tau caranya berteman? Bukannya temannya hanya si Jack Sparrow? umpat Elfa dalam hati.


"Ah Kakak gak asik. Tujuan aku membawanya kepada kalian biar kalian kerjain dia habis - habisan dan dia kapok berteman dengan kita. Ini malah kecantol sama pesonanya" sindir Elfa.


"Ehm.. Ehm.. permisi... bisa saya masuk?" tanya Dokter Shyana kepada Elfa dan Fael yang berdiri di depan pintu membuat Dokter Shyana tidak bisa masuk ke dalam untuk mengecek keadaan Omar.


"Eh Dokter Shyana silahkan masuk" jawab Elfa.


Elfa menarik kakaknya menjauh dari depan pintu. Sedangkan Fael berusaha menormalkan detak jantungnya yang memompa dengan kencang.


Dokter Shyana masuk ke dalam ruangan Omar.


"Selamat sore Opa... Bagaimana perasaannya sore ini? Apakah istirahat Opa cukup hari ini?" tanya Dokter Shyana.


"Aku merasa sedikit lelah karena dua pria ini dari tadi mengganggu waktu istirahatku" jawab Omar sambil menunjuk ke arah Ethan dan Fael yang baru masuk bersama Elfa ke dalam ruangan Omar.


"Kita tidak melakukan apapun Opa, Opa hanya duduk di atas tempat tidur" jawab Fael.


"Tapi aku tidak bisa tidur karena kalian berisik" balas Omar.


Ethan bergantian memandangi wajah Omar dan Fael, karena dia tidak mengerti apa yang mereka katakan.


"Sebentar aku cek dulu ya tekanan darah Opa" ucap Dokter Shyana lembut.


Dokter Shyana memeriksa tubuh Omar.


"Normal kok tidak ada masalah" ungkapnya.

__ADS_1


"Mungkin karena hari ini aku sangat senang bisa jalan - jalan ke taman bersama Dokter Shyana dan kira bermain catur di sana" jawab Omar.


Dokter Shyana tersenyum mendengar jawaban Omar.


"Syukurlah kalau Opa merasa senang dan terhibur. Kalau keadaan Opa terus seperti ini, mungkin lusa Opa sudah boleh pulang" ucap Dokter Shyana.


"Kalian dengar itu? Lusa aku sudah boleh pulang" ucap Omar kepada Elfa dan Fael.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu ya. Selamat istirahat Opa. Yuk Elfa... " sapa Dokter Shyana ramah kepada Omar dan Elfa.


"Terimakasih Shyana" balas Elfa.


Wah ternyata Elfa dan dokter ini sudah kenal dekat, mereka hanya saling menyebut nama saja. Ini langkah awah untuk menyusun strategi. Batin Fael.


Fael tersenyum sambil melihat ke arah Dokter Shyana yang hendak berjalan menuju luar.


Elfa melambaikan tangannya ke hadapan wajah Fael.


"Woy... kak... Woooooy... mata - mata... Hati - hati bro... " ucap Elfa.


"Apaan sih" jawab Fael


"Kakak menyukai Dokter Shyana ya" goda Elfa.


"Kalau iya kenapa?" tanya Fael.


"Waaah Kakakku sudah falling in love sama wanita itu Opa" sambut Elfa.


Omar menaikkan kedua bahunya.


"Ahaaaaa... aku punya ide. Kakak mau PDKT kan sama Dokter Shyana?" tanya Elfa.


"PDKT apaan?" Fael masih sok jual mahal.


"Udah mau gak aku kasih ide?" tanya Elfa


"Apaan Elf?" tanya Omar penasaran.


"Sini Opa aku bisikin. Kakak mah payah sok jual mahal padahal mau bangget" sindir Elfa.


Elfa membisikkan sesuatu ke telinga Omar, Opanya .


"Gimana Opa?" tanya Elfa.


Omar tersenyum mendengar penjelasan Elfa.


"Setuju"....


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2